Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Dendam


__ADS_3

Mempelai wanita cantik tengah menuruni anak tangga dengan anak laki-laki disebelahnya tak ada ungkapan senyum pada wajah hanya wajh tegas.


semua mata tertuju pada mempelai wanitanya sungguh menawan relasi bisnis kagum akan sosok yang dicintai Brian.


kedua insan kini sudah disepan penghulu dan dimulai acaranya.


"ikuti saya. saya nikahkan dan kawinkan engkau Brian baratawijaya dengan Ayunda Tama binti Tama dengan rumah dan hotel baratawaijaya dibayar tunai."


"saya terima nikah dan kawinnya Ayunda Tama binti Tama dengan maskawin tersebut tunai."


"Gimana saksi."


"SAH."


"SAH."


"Alhamdulillah."


semua bahagia dengan Brian yang menyudahi status dudanya mendapatkan wanita cantik yang ia tunggu selama ini Johan terharu mereka bisa bersatu.


kini Brian memasangkan cincin pada jari manis Ayu dan sebaliknya Ayu juga setelah itu pria tampan itu mencium kening agak lama sampe disoraki para hadirin.


"woy nanty lagi. ada yang belum nikah nih." teriak Johan membuat semua hadirin terkekeh si mempelai memerah malu.


satu persatu memberi selamat pada sepasang sejoli dimabuk asmara ini.


"Selamat ya Yu, Brow. keren akhirnya nikah juga."


"makasih Jo."


"selamat daddy dan Bunda." kedua anak laki-laki membawa bucket bunga pada mempelai


"terimakasih sayangku." memeluk bergantian


Acara sampai pukul 11 siang karena malam hari digelar resepsi megah di hotel Barata wijaya. merka mengundang sekitar 1000 orang mulai rekan bisnis kerabat dan seseorang spesial untuk Ayunda.


Saumi istri sekarang sudah berada dikamar beristirahat sejenak karena malam akan lebih berasa capek disaat resepsi.


"Sayang."


"mas. ada apa."


"mandilah sini aku bantu buka gaunnya."


"i-iya."


"nggak usah gugup kayak pertama kali aja."


"emang bukan pertama tapi sekian lama karena dulu aku agak remang lihat wajahmu."


"sekarang jelas bukan. sekarang mulai biasakan."


cup


"nah selesai."


Ayu yang gugup seketika berlari cepat masuk kekamar mandi karena merasakan jantung berdebar sangat kencang. Brian yang melihat tingkah Ayu tersenyum simpul.


ia tak menyangka mulai hari ini memiliki istrinya utuh. sungguh nimmat mana lagi yang bisa kudustakan. tak terasa Brian sudah terlelap dalam tidurnya.


Ayu yang lupa tak bawa baju ganti ia mengintip dari pintunya melihat apakah suaminya tidur atau masih terjaga. ia melihat suami sudah masuk alam mimpi ia mengendap kayak pencuri menuju lemari pakaian.


"syukurlah dia tidur." gumam hati Ayu


ia tak tahu Brian sudah bangun dan melihat setaiap lekuk tubuh wanitanya berganti pakaian. dengan menelan ludah kasar ia menahannya.


saat Ayu berbalik menutup lemari ternyata ada senyuman penuh arti menatapnya.


"m-mas." ucap ayu gugup

__ADS_1


"kenapa hem." Brian semakin mendekati Ayu yang gugup setengah mati dengan segera ia mencium dan beberapa menit pagutannya dilepas bergnati Brian mandi.


"aku mandi dulu. tunggu aku." mengusap bibir manis istrinya yang membuat candu. Ayu menyadari bibirnya dicium seakan tak percaya sekarang status istri orang.


15 menit kemudian Brian keluar dRi kamar mandi dengan masih basah memakai handuk yang dililitkan dipinggang Ayu menelan saliva dan pura-pura tidak tahu. Brian yang jahilendekati perempuan cantik itu ditepi ranjang.


"kalau mau megang pegang aja."


Tanpa disadari tangan Ayu mulai memegangi badan suami sispack nya, Brian terkekeh.


saat Brian mulai mendekatkan bibir pada Ayu tiba-tiba


Tintong


Tintong


"Sial. siapa juga yang ganggu akan aku remas badannya."


"nggak usah ngumpat mas. ayo bukain pintunya."


Dengan malasnya Brian berjalan menuju pintu kamar dan membuka


ceklek


sebuah senyum smirk terpancar dikedua anak laki berwajah tampan bule.


"kalian kenapa nggak istirahat sih."


"kita kangen bunda dad."


"huh." Brian akhirnya mempersilahakn dua boach tengilnya masuk.


"bunda." teriak Axel dan Ben


"sayang kenapa kalian nggak istirahat."


"kok gitu maunya gimana dunk."


"kata om Johan kita disuruh istirahatnya disini barengan."


"apa." ucap kompak kedua pengantin itu.


"sialan tuh kamvret awas aja ntar kalau dia nikah. dia sudah bosan hidup ma gue." batin Brian ingin menimpuk asiten laknatnya


"ehem sayang, kan kamu udah tempat tidur. udah besar jadi tidur sendiri ok."


"baiklah Bun, nanti juga Ben nyiapin perlatan sekolah."


"kak, nanti bantuin kau caranya ya ngerjain soal."


"kamu belum ngerjain pr Xel."


"heee. belum Bun."


"makanya 2 bocah nanti tidur sendiri pasty nanty bunda capek."


"iya dad. ya udah kita keluar dulu."


"bye.. bye."


"bye."


brakkk


seketika Brian menutup pintunya cepat karena ia tak mampu menahan lagi. kini dua insan salin mencintai menatap intens.


"boleh aku melakukannya."


Ayunda mengangguk tanpa aba-aba keduanya pun bergulat menikmati gawang yang lama tak disinggahi. sungguh Brian tersenyump puas semua menjadi miliknya seutuhnya.

__ADS_1


sejam kemudian mereka selesai dengan acara pergulatan


cup


"makasih istriku."


Ayu tersenyum dan mulai kealam mimpi. tapi Brian mengalihkan pandangannya pada laptop sebuah email masuk.


"sial."


Brian menghela nafas kasarnya ia tak mungkin berpisah secepat itu dengan istrinya. ia kemudian mengirim pesan pada Johan untuk segera menemuinya dilobby.


tak lama Johan mengabari kalau dia sudah dilobby. saat dilobby Brian menghampiri sahabat sekaligus asisten laknat.


"sialan lo ya. ngajari anak gue."


"tapi sekarang udah nikmati kan sorry iklan bentar biar makin hot. hhhahah."


"dasar tak tahu diri."


"oh ya ada apa elo hubungin gue."


"soal perusahaan di Amerika."


"ya mau gimana lagi kita harus kesana."


"tapi."


"gue tahu elo berat kan pengantin baru."


"nah tuh lo tahu."


"sabar."


Tak lama 2 bocah tampan berlari menghampiri mereka. dua orang dewasa menepuk jidat


"mampus nih anak ngapain ikutin gue." batin Brian menggerutu


"daddy, ngapain disini sama om Johan."


"ada perlunya. kalian sendiri ngapain."


"kita bosen dad, makanya jalan aja."


"jangan jauh-jauh kalian harta daddy."


"kita balik yuk kak."


"ok. kita balik kekamar dad."


"iya."


DiAmerika cewek **** sedang berada ditepi kolam renang dihampiri pria tampan.


"elo harus bergerak mengambil alih harta kakakmu itu."


"gue bantu sayang."


"oke."


sebuah senyuman menyeringai dari wajah tampan kekasih adik angkat Brian bernama Riko. dia tengah merencanakan untuk menghancurkan keluarga baratawijaya. Riko sengaja memakai umpan adik Brian agar tindakannya tak mudah diketahui.


flasback on


dulu Riko adalah anak cerdas,baik hati dia juga pewaris kaya dari keluarga wijaya. tapi karena kecurangan keluarganya mereka bangkrut saat menjalin hubungan dengan baratawijaya. baratawijaya mengetahui jika pemimpin Wijaya curang akhirnya dia menghancurkan. saat itu Riko yang masih pelajar smp tahu percakapannya semua tapi terdengar samar yang ia tahu keluarganya hancur karena baratawijaya tapi dia tak tahu sejelasnya. karena itulah dendam Riko sampai saat ini.


flashback off


"gue akan buat kalian menderita sama dengan ku waktu itu." batin Riko dendam memburu

__ADS_1


__ADS_2