
Marvel mendekati gadis cantik tomboy itu dan menggenggam tangannya, Lala dan Ega semakin percaya jika Marvel dan Kayla ada hubungan diantara mereka.
Marvel pun berkata, "Ayo aku antar kamu ke rumahsakit, Kay."
Sesaat, gadis tomboy itu meneteskan air mata dan Marvel mengusap pipi mulusnya dengan pelan. Sungguh perlakuan Marvel membuat kedua sahabat Kayla terharu. Marvel membantu Kayla turun dari ranjang, diikuti kedua sahabat Kayla lalu mereka keluar dari sekolah. Marvel juga sudah berpesan pada sahabatnya jika mereka ke rumahsakit.
Sesampainya di sana, Kayla berhambur memeluk wanita paruh baya yang sudah pucat dia adalah Rika. Yasmine menciumi wajah sang Mama berkali-kali hingga Rika menyuruhnya berhenti.
"Stop sayang, kau buat Mama geli, hem," ucap Rika menenangkan putrinya
"Mama, maafin Kayla, jika belum bisa bahagiain," ucapnya sesegukkan
"Kamu nggak salah sayang, Mama udah bahagia punya putri seperti mu. Kau sangat berharga bagi Mama."
"Mama cepet sembuh ya, Kayla janji nggak akan nakal atau bandel lagi. Kayla akan nuruti semua permintaan Mama, ya Mama."
Rika tersenyum, "Beneran kamu mau menuruti apa yang Mama mau, sayang."
Kayla mengangguk dan berusaha tersenyum.
"Sini, Vel," Rika menyuruh Marvel mendekat, Kayla heran kenapa memanggil Marvel sok kecakepan itu.
"Nak, Mama minta kamu juga permata, Mama ya. Kamu juga janji selamanya bersama. Mama akan tenang jika kalian mengikat janji suci pernikahan."
Deg
Keduanya terlonjak kaget dengan perkataan Rika yang mendadak seakan pertanda akan terjadi sesuatu.
"Pasti kalian terkejut, nanti Papa kalian akan menjelaskan kamu mau kan sayang," Rija melirik putri cantiknya.
Kayla menatap Papanya jika ini tak main-main dan Ferry mengangguk seperti sudah menyetujuinya. Kayla yang sudah begitu sayang dengan Mamanya, demi permintaan Mama ia pun mengiyakan
"Baik Ma, Kayla setuju, tapi Mama harus segera sembuh, ok," ucapnya nerocos saat memeluk sang Mama.
Ia tersadar jika badan Mamanya sudah tak bergerak lagi. Ia pelan-pelan membenarkan tubuh Mamanya dengan mulut ternganga, betapa terkejutnya Kayla mengetahui Mamanya telah tiada. Seketika tangisnya pecah hingga Ferry kewalahan menenangkan putrinya, Marvel yang tak tega segera minta bantuan suster untuk memberi obat penenang. Ben yang notabene pernah disukai Rika tak tega, akhirnya minta ijin pada istrinya untuk membantu Ferry mengurus jenazah Rika.
"Hati-hati, Dad," ucap Bebi pada suaminya
"Iya sayang, kau pulanglah bareng Marvel."
"Tapi Kayla bagaimana, Vel?" tanya Mami nya bingung
"Nanti setelah mengantar Mami, Marvel ke sini lagi."
"Baiklah," Bebi menuruti putranya
Marvel dan Bebi berpamitan pada ferry agar diberi ketabahan dan ikhlas. Ferry mengangguk mengiyakan.
__ADS_1
Beberapa menit setelah mengantar Mami nya, Marvel kembali ke rumahsakit tempat Kayla di beri obat penenang. Sampainya cowok tampan itu masuk ruangan Kayla. Ia berjalan mendekat melihat gadis tomboy itu.
"Aku akan berusaha jadi pelindung terbaik mu, Kay."
Ucapan Alden terdengar di telinga Yasmine, ia begitu terkejut apa yang diucapkan putra Arga tersebut. Yasmine tak mau percaya diri karena ia tahu Marvel suka main-main dengan para cewek.
Marvel duduk di ranjang Kayla dan menggenggam tangannya. Kayla sungguh gugup di buat sang playboy tak karuan hatinya. Sebelum hatinya semakin terkoyak, ia dengan cepat terbangun Marvel terkejut lalu melepaskan genggaman tangannya.
"Ngapain kamu pegang tanganku, hah" ucap Kayla berusaha menutupi kegugupannya
"Siapa juga? tadi tak sengaja kesenggol," Marvel berpura-pura
Keduanya asyik dengan kepuraan masing-masing karena gengsi mereka yang besar. Tak lama, Ferry dan Ben menghampiri mereka.
"Kay, mari pulang."
"Iya Pa."
"Kau sudah tak apa kan, Kay," tanya Marvel keceplosan cemas
"U-udah. Ayo Pa," ajaknya agar tak semakin gugup atas perhatian Marvel
Ben tersenyum miring melihat kelakuan putranya yang tak jauh beda darinya. Ben menepuk bahu putra kesayangan agar segera keluar dari ruangan.
Keesokan harinya, kediaman Ferry sudah dipenuhi para pelayat mulai dari tetangga, saudara hingga rekan bisnis termasuk para sahabatnya. Satu persatu mereka mengucapkan bela sungkawa padanya. Pria paruh baya tersebut terlihat begitu rapuh karena ia sangat menyayangi istrinya.
"Fer, aku turut bela sungkawa."
"Sama-sama. Kau duduk saja."
"Makasih, Ben."
"Dimana Kayla?"
"Udah sama calon suaminya."
Ben mengeriyitkan dahi bingung siapa calon suami yang dimaksud Ferry. Ferry menepuk bahu saat tahu sahabatnya mulai pikun.
"Kau lupa jika Marvel calon suami putriku."
"Astaga, aku lupa Fer," ucapnya menepuk jidat
"Dasar kau emang sudah tua," celetuk Ferry menahan senyum
"He ... tapi soal kejantanan jangan ditanya."
"Iya-iya percaya."
__ADS_1
Dan akhirnya para sahabat lain datang menghampiri Ferrt, sedangkan Marvel kini menenangkan Kayla di gazebo.
"Udah Kay, stop nangisnya jelek tahu."
"Eh, mending kau pergi jangan ganggu aku," ucapnya sambil mendorong kuat Marvel
Bruk
Marvel terjatuh hingga badannya kotor banyak kotoran menempel di badannya, Marvel menatap tajam Kayl terkejut baru kali ini tatapan Alden mengerikan seakan ingin memakannya hidup-hidup. Marvel tanpa berkata apapun ia melangkahkan kakinya keluar dari gazebo lalu ikut Daddy nya kumpul.
Kayla yang tak enak hati mengejar Marvel tapi, sayangnya Marvel sudah berkumpul dengan para pria. Ia urungkan untuk menghampiri, Kayla berniat minta maaf pada Marvel esoknya. Dari kejauhan Marvel tahu Kayla ingin berbicara dengannya, ia sengaja memberi pelajaran pada cewek keras kepala itu agar tak seenaknya.
Setelah acara pemakaman itu selesai, Ben dan keluarganya berpamitan pada Ferry.
"Kita pulang dulu, Fer, Kay."
"Makasih Ben, Vel dan semua."
"Sama-sama."
Kayla ingin menyapa Marvel tapi terhenti saat Marvel tak memperdulikannya. Dengan perasaan tak karuan ia naik ke kamarnya. Dia kesal di cuekin Marvel saat ia merasa bersalah padanya.
"Dasar brengsek tuh cowok, sama aja semua," gerutu Kayla sambil memukul Bantalnya
Ia tak sadar marah-marahnya hingga buat ia tertidur pulas.
Seminggu kemudian setelah acara tujuh harian Mamanya, Kayla kembali beraktifitas. Disaat itu pula ia merasa kesepian, Marvel sudah tak lagi ada di dekatnya. Cewek tomboy itu bergegas turun lalu berpamitan pada bibik.
"Bik, kalau Papa nyari. Bilang aku ke pantai ya."
"Baiklah non, hati-hati."
"Iya bik, assalamulaikum."
"Waalaikumsalam."
Gadis cantik itu mengendarai mobil mewahnya menuju tempat yang membuatnya lebih tenang. Ia akan menghabiskan waktu di sana daripada di rumah yang akan membuat ingat pada Mamanya. Sesaat, Gadis itu sudah berhenti dan memarkirkan mobilnya.
Kayla berjalan menyusuri pasir pantai dan sekarang berdiri menghirup udara segarnya.
"Aku kangen Mama," teriak Kayla
"Aku benci kau, Marvel. Sangat benci."
"Kau itu playboy cap kadal selamanya tetap begitu, dasar sialan kau."
Setelah puas berteriak ia duduk tanpa ia sadari sedari tadi cowok tampan itu sudah belakangnya ia menahan marah karena gadis nya mengatai seenak jidat.
__ADS_1
"Siapa cowok yang kau benci."
Ucapan cowok itu membuat Kayla terkejut saat menoleh