
Marvel dan Kayla baru saja sampai di apartemen tiba-tiba ponsel Kayla berdering.
"Assalamualaikum, Pa."
"Waalaikumsalam nak, kalian udah di apartemen kah?"
"Udah Pa, baru aja."
"Ya udah nanti malam, Papa ke sana ada yang akan Papa omongin."
"Baik Pa. Assalamulaikum."
"Waalaikumsalam."
Kayla menutup telpon lalu membersihkan diri bergantian dengan Marvel. Sekitar 20 menit mereka sama-sama sudah rapi dan wangi.
"Ssyang, nanti Papa mau ke sini, nggak apa kan?"
"Nggak apa sayang. Kayak mau sapa saja kau ini, oh ya mau makan apa?"
"Aku mau jengkol."
"What!" pekik Marvel terkejut
"Kamu nggak salah sayang," Marvel memastikan
"Nggak Apa. Udah ah, pesenin itu sama minumnya apa aja."
"Baik tuan putri."
15 menit akhirnya makanan mereka datang
"Tuan Marvel," tanya kurir
"Ini mas. Makasih," sambil memberikan tip
"Makasih tuan."
Marvel mengangguk dan membawa makanannya di ruang makan.
"Sayang, ayo kita makan dulu," teriak Marvel
"Waw, banyak banget."
"Persediaan, aku tau kamu bakal makan semua."
"Kau meledekku ya Vel, aku gendutkan sekarang."
"Hei sayang, meski kau gendut. Aku tetap sayang kamu. Udah sini aku suapi."
Kayla tersenyum menerima suapan dari suami. Marvel dengan telaten menyuapi istri, entah rasanya begitu romantis terlihatnya.
Di tempat lain Ferry baru saja menjemput Sinta. Sinta merasa gugup karena mereka akan mengungkapkan apa yang di rasakan saat ini apalagi mereka ingin melanjutkan ke jenjang serius. Ferry melihat kegugupan Dewi menggenggam tangannya lalu berkata, "Udah, kamu tenang. Pasti mereka mengerti dan menyetujuinya, sayang."
Akhirnya Sinta mulai agak tenang mendengar penuturan lembut calon suaminya. Tapi berbeda dengan putra Sinta, dia mengumpat sejadinya.
"Brengsek! aku nggak mau dia jadi saudaraku, cuih, Hah sialan," Alvin mengacak rambutnya kasar
Alvin menelpon para teman untuk ikut dengannya ke club ternama untuk meluapkan emosi.
"Aku tunggu kalian, di club biasa."
"Siap."
Alvin menyambar jaketnya lalu menuju club ternama.
Di apartemen, Ferry dan Sinta baru saja tiba dan mulai memencet bel.
Tintong
Tintong
"Papa, Tante. Ayo masuk," sapa Kayla senyum ceria
Keduanya masuk ke apartemen, Dan Kayla menyuruh keduanya duduk.
__ADS_1
"Duduk dulu ya, Pa dan Tante. Kayla panggil Marvel."
"Iya, nak."
Kayla memanggil Alden dan ia berucap, "Vel, kenapa Papa bawa Tante Sinta ke sini."
"Oh ya, mungkin mereka akan jujur sesuatu."
"Sok tahu deh, udah ayo keluar temuin mereka. Aku penasaran banget."
"Siap tuan putri."
Marvel dan Kayla keluar dari kamar menemui Ferry dan Sinta.
"Hai Pa, Tante" sapa Marvel dan mencium punggung tangan mertua berganti dengan Sinta.
"Hai Vel. Gimana kabarmu?"
"Marvel, baik Pa."
"Hai Vel, Kayla. Kayaknya kalian lagi senang banget ya."
"Kok tahu sih Tante, wah bakat banget jadi peramal."
"Apa sih sayang, lebay."
"Udah malah berantem. Kita mau bicara sesuatu pada kalian terutama untuk putri Papa ini. Begini nak, Papa dan Tante akan melangsungkan pernikahan kami sudah saling mencintai. Dan pada hari ini ingin kalian memberi restu. Sayang Kayla, mau kah kamu merestui kami?" ucap Ferry sambil tersenyum
"Jika ini yang terbaik untuk Papa dan Tante. Kayla setuju aja Pa."
"Baiklah terimakasih, sayangku," peluk Ferry pada putrinya.
"Makasih ya, nak," peluk Sinta pada Kayla
"Sama-sama Tante. Bolehkah mulai hari ini Kayla panggil Mama."
Ferry dan Sinta saling pandang lalu tersenyum mengangguk.
"Makasih Ma."
"Sama-sama, Ma."
"Oh ya kalian dan berita apa. Coba ceritakan pada Papa."
"Kita akan punya baby, Pa, Ma,"seru Kayla
"Apa! alhamdulillah kita akan jadi kakek nenek, sayang," ucap Pada Sinta menatapnya.
"Iya mas, alhamdulillah. Tapi apakah masih bisa Sekolah Kayla, Mas."
"Masih sayang, karena yang punya Yayasan keluarga Baratawijaya."
"Syukurlah, jaga baby kamu, sayang," ucap Sinta sambil mengelus perut rata Kayla.
Kayla sungguh bahagia akan punya baby dan akan punya keluarga baru tentunya.
.....
Pukul delapan malam, keempatnya menuju kediaman utama Baratawijaya. Sampai disana disambut orangtua Ben. Kayla memeluk agak lama mertuanya Ara karena ia amat rindu.
"Duh, manjanya kamu sayang."
"Em, Kayla kangen kalian."
"Mami juga kangen kalian katanya di rumah Kakek, Nenek ya."
"Iya Mi."
"Ya udah ayo semua duduk dulu kenapa datengnya rame-rame. Ada sesuatu kah."
"Lihat aja nanti, Mi."
Ben dan bersama putrinya dan sepupu baru saja turun dari lantai dua, segera menyapa mereka semua.
"Hai semua, tumben rame-rame. Dan ini pengantin baru nya habis honeymoon."
__ADS_1
"Hai Dad, kira nggak honeymoon tapi babymoon."
"Maksudmu Vel," tanya Ben bingung sambil menatap Bebi
Kayla dan Marvel tersenyum lalu berkata, "Kita akan punya baby, Dad."
"Apa!" pekik Bebi, Ben, Hilda dan Dira
"Alhamdulillah," ucap serempak
"Akhirnya kita akan punya cucu, Fer," ucap Ben
"Iya Ben, nggak nyangka bakal secepat ini. Jangan lupa kita adakan syukuran kecil-kecilan. Kamu mau kan sayang," ucap Ferry pada putrinya
"Iya Pa, Kayla mau."
"Ya sudah, biar para anak buah menyiapkan semua."
Semua bergembira atas pengumuman yang disampaakn kedua sejoli remaja itu, meski mereka menikah dini. Untunglah, saling mengerti meski kadang ada cekcok tapi ketilusa cinta mampu menjaganya.
Di tempat lain, Sella tengah berkumpul bersama teman-temannya di sebuah cafe.
"Sel, gimana Marvel."
"Sebel aku, dia malah menghindar mulu. aku harus cari cara buat dapetin Marvel lagi."
"Kamu coba aja nyuruh anak lain buat ngerjain cewek itu."
"Tenang, udah aku atur."
Tiga hari kemudian, Kayla dan Marvel mulai bersekolah lagi setelah libur panjang. Mereka ini sudah meluncur ke tempat sekolah sampai di sana, di sambut para sahabat.
"Ciye, habis honeymoon."
"Bukan honeymoon tapi babymoon."
"Maksudmu Vel," tanya Leo
"Kalian akan punya keponakan."
"Hah, yang bener. Jadi Kayla hamil."
"Iya."
"Selamat, Kay," ucap kompak
"Makasih."
"Ciye bentar lagi jadi hot Daddy."
"Waw, keren kau Vel. Tokcer juga pusaka kau," celetuk Revan
"Dih diem, berisik. Baru tahu kalau aku perkasa bukan."
Seperti biasa mereka berpisah dan Marvel mengantar istrinya sampai di kelas. Sampai di depan kelas, mereka disapa para saat Kayla.
"Ciye habis honeymoon."
"Hadeh, sapaan kalian membosankan," Kayla kesal
"Eh ngapain kamu gitu Kay, jadi mau disapa kayak gimana."
"Udah, biarin Kayla, La. biasalah mood ibu hamil," ucap Marvel menggoda
"Hah, maksudnya Kayla hamil."
"Yup, betul sekali."
"Waw, alhamdulillah kita akan punya keponakan. Ini harus dirayakan Kay."
"Harus itu, minggu kalian ke rumah."
"Ah siap Vel."
"Ya udah sayang, aku ke kelas dulu. Selamat belajar."
__ADS_1
Marvel keluar kelas lalu menuju kelas tapi saat melewati kelas Viona, terlihat gadis itu murung nampak jelas. Marvel cuek karena ia kesal sudah berani mengusik hubungannya dengan istri.