Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Hanya mimpi


__ADS_3

"Vel ... Vel, bangun nak," Bebi mencoba membangunkan putranya yang mengigau


"Hah."


"Mami, ini Marvel dimana? ini bukan dirumah kan," ucapnya panik


"Hei anak nakal, ini memang bukan di rumah tapi di rumahsakit. Ada apa kau mengigau sampai teriak keras, hem."


"Hanya mimpi ternyata," pikir Marvel


"Ini di rumahsakit Mi, bagaimana Kayla, Mi."


"Tenanglah sayang, ayo ikut Mami."


Marvel turun ranjang dan berjalan mengikuti Mami nya, ia sungguh tak kuasa jika mimpi jadi kenyataan. Ia berpikir masa depan bersama anak-anak dan mimpi hidup bahagia hingga kakek nenek hancur.


Sampai di sebuah ruangan vvip, Marvel masih menunduk dengan wajah sedihnya. Bebi melihat putranya seperti itu menyenggolnya.


"Mau sampai kapan kamu menunduk, cari uang koin. Pengusaha kok masih asyik cari koin," cibir Bebi


Seketika mendongak dan betapa terkejutnya ada sosok ia sayangi tersenyum diatas brankar. Ia tak bisa menahan tangisnya, ia berlari lalu memeluk istri tercintanya.


"I love you beibeh," Marvel memeluk erat istrinya berganti mengecup kening, mata, hidung dan terakhir bibir.


"Ops, dibawah umur balik badan," seruan Ben pada para sahabat Marvel dan Kayla


Sesaat celetukan muncul di bibir Willi yang suka sekali jahilnya.


"Woy, udah selesai belum. Mata kita bisa bintitan nih," celetuk Willi


Marvel mendengar celetukan buru-buru melepas pagutannya pada sang istri dan beralih melempar bantal pada Willi.


Pluk


"Aw, sialan kau Vel."


"Salah kau mengganggu aja."


"Yah aku disalahin, lihat nih kita disini jadi saksi doank."


"Ya sana cari tempat sama pasanganmu," suruh Marvel


"Dasar nggak ada akhlak."


"Hei kenapa malah pada berisik sih," gerutu Kayla


"Sorry sayang, dia sih ganggu kita."


"Udah-udah malah berantem, nanti lagi lanjut Vel. Sekarang biarkan istrimu istirahat kasihan," tutur Ben pada semua


"Nak, Daddy dan Mami pulang dulu ya. Mau lihat twin, kangen sama mereka."


"Baik Dad, hati-hati."


"Sayang, kita pulang ya. Vel, ingat jangan diserang dulu," kekeh Bebi


"Iya Mami sayang."


Marvel dan Kayla menyalami punggung tangan kedua orangtuanya bergantian dengan para sahabat mereka. Setelahnya, Ega menghampiri  Kayla.


"Vel, minggir dulu," usir Ega pada Marvel yang tengah duduk di brankar istrinya.


"Huh, dasar. Pacar siapa ini ngusir-ngusir," desis Marvel


"He ... sorry, Vel. Bentar doank kok."


"Hei cantik, maafin aku ya atas kejadian kemarin."


"Eh Ga, itu murni musibah bukan karena mu. Dan pelakunya itupun Kenzi."

__ADS_1


"Jadi kamu tahu itu sayang," Marvel menyahut obrolan kedua perempuan itu


"Iya Vel, pembunuh bayaran itu yang mengatakan sebelum aku pingsan."


"Tenang sayang, dia akan dihukum berat apalagi status orangtuanya rektor pasti malu setengah mati."


"Aku heran kenapa anak rektor begitu, Kay," tanya Ega


"Beb, masak nggak tahu. Kayla juga jadi idola kampus lo, nggak hanya Marvel yang jadi most wanted," tutur Leo


"Oh ya, tak kusangka kalian tetap jadi primadona di kampus."


"Biasalah, hot Daddy and mommy," Revan menimpali


"Ya udah kalau gitu Kak, Hilda pamit ya kasihan Berlian," pamit pada Hilda pada Kayla


"Aku juga Kay, Vel," ucap Raka


"Oke makasih ya, hati-hati."


"Oke, tos dulu dunk."


Tos


Tos


"Ok see you semua, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah Raka dan Hilda keluar dari ruangan, kini giliran para sahabatnya.


"Kalau gitu aku juga pamit ah," Willi terkekeh


"Dasar bege emang nih anak, kau juga  mau aja Dir sama cowok gila ini," cibir Marvel pada Willi.


"Hahaahhahaha, udah ngejeknya. Biar kayak tamunya banyak gitu lo Vel, keluar satu persatu."


"Kalau ingat bioskop, aku jadi geli lihatnya."


"Udah ... udah jangan bahas itu," Marvel mengalihkan karena  keingat kejadian memalukan itu saat Kayla nyidam


"Hahahahaha, takut dia."


"Udah ah, nggak selesai-selesai. Aku pulang dulu kak," pamit Dira


"Iya Dir, makasih."


"Aku juga Kay, Vel," Ega


"Aku juga Kay, Vel," Revan


"Kalian emang the best."


"Kok bisa."


"Karena tahu diri kala me time ma istri."


"Idih belagunya me time, kau Vel."


"Udah ya bye, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah kepergian mereka, Marvel sengaja mengunci pintu agar tak ada yang berani menganggunya dengan istri. Ia begitu merindukan istri tercintanya.


"Kau tahu yang, aku kira bakal kehilanganmu."


"Kamu doain aku ya."

__ADS_1


"Nggak sayang, aku sempet mimpi tadi."


"Disaat seperti ini masih mimpi kamu, Vel."


"He ... maaf sayang terbawa suasana, lihatlah aku udah kayak gembel."


"Udah sekarang istirahat ya. Love you."


"Love you too."


Setelah memastikan Kayla tidur,  ia ikut menyusul. Marvel berharap tak ada yang mengganggu kehidupannya dengan istri.


.........


Seminggu kemudian, acara perhelatan akbar pernikahan Hilda dan Raka di rayakan di hotel Wiliam. Pagi ini Hilda sudah disulap menjadi cantik paripurna  dengan sedikit polesan sudah  terpancar auranya.


"Waw, kau sungguh cantik nona," ucap mua memandang hasil kerjanya di cermin


"Makasih mbak, ini berkat mbak juga."


Acara akad nikah akan dilaksanakan pukul 9 pagi, kini para rombongan keluarga Raka sudah mulai berdatangan dengan iringan 10 mobil. Raka turun dari mobil ia begitu gugup, Rere melihat putranya nampak nervous segera memeluk lengannya.


"Bismillah, sayang."


"Bismillahirrahmanirrahim," ucap Raka


Lalu, Raka dan rombongan keluarga mulai masuk gedung hotel Baratawijaya. Dan sebuah red carpet menyambut kedatangannya. Acara ini begitu mewah karena memang Ben yang mengaturnya ia tak mau putri kesayangan hanya sederhana. Tak lama Raka, sudah dudk di tempat akad dan disitu juga sudah ada Ben dan willi.  Beberpaa saat, penghulu datang.


"Bagaimana bisa dimulai."


"Silahkan Pak."


"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan  dan kawinkan  kau Raka anggara dengan putriku Hilda Baratawijaya dengan maskawin rumah senilai 2 miliyar dan juga mobil sport senilai 5 milyar, dibayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Hilda Baratawijaya dengan maskawin tersebut tunai."


"Bagaimana saksi."


"Sah."


"Sah."


"Alhamdulillah."


Semua beryukur ijab qabul berjalan lancar hanya satu tarikan nafas dan sekali ucapan lantang berhasil menjadi sah suami istri.


Kini Kayla, Ica, Dira , Ega dan Lala memanggil Hilda untuk menemui suaminya.


"Ayo Hil, suamimu menunggu."


"Cie, udah sah."


"He ... iya kak."


Bridemades serta mempelai turun dan menuju tempat akad nikah. Saat Hilda mulai menuju ke arah tempat akad, Raka meneteskan air mata mengingat perjuangan mereka sangatlah. panjang.  Raka berdiri dan menyambut istri untuk duduk di sebelahnya. Ia terpesona dengan keanggunan istrinya pagi ini.


Setelah menandatangani dokumen pernikahan, keduanya saling menyematkan cincin di jari bergantian. Hilda mencium punggung tangan suainya  lalu Raka mencium kening istri agak lama dan berucap.


"Love you forever."


"Love you too kak."


Lalu mereka berswafoto bersama mengabadikan moment seperti ini. Dan satu persatu para undangan memberi selamat pada kedua mempelai.


Ben dan Bebi bahagia akhirnya putrinya menemukan cinta.


"Terimakasih Daddy."


"Untuk."

__ADS_1


"Semua, aku mencintaimu Benardo baratawijaya."


"Aku juga mencintaimu Mami, makasih mendampingiku selama ini."


__ADS_2