
Tak butuh lama, Leo dan Revan sudah mendapatkan info akurat. Leo dan Revan kembali mengetuk ruangan Marvel.
Tok
Tok
"Masuk."
"Ini yang kau butuhkan."
Sejenak Marvel membaca biodata dari Alexa, ia mengerinyitkan dahi lalu bertanya pada kedua sahabatnya.
"Apa ini bener akurat."
"Iya kita kan ahli hacker. Tenang bro, jika kau ingin memastikan sesungguhnya. Kau coba dekati nanti pasti terbongkar semua.
Marvel menunduk menangis saat mengetahui jika data yang dimiliki Alexa hampir semua seperti Kayla. Kedua sahabat mencoba menenangkan Marvel.
"Tenang sobat, kita ada disini kami pasti bantu kamu."
"Thanks."
Di tempat lain, Alexa menuju mall untuk berbelanja kebutuhan saat akan ke kasir ia melihat gadis cantik sedang menangis sendiri di dekat outlet pakaian. Alexa berjalan dan menghampirinya.
"Hai cantik, kamu kenapa menangis hem," ucap Kayla menatap bocah kecil sekitar tiga tahun.
"Aku tersesat tante, aku lupa balik ke tempat kakakku tadi."
"Kamu ingat alamat rumahmu, hem. Biar Tante antar pulang."
"Iya ingat. Ini alamatnya," ucapnya sambil menunjukkan alamat di kertas kecil gadis kecil itu adalah Sha. Kayla menatap dalam wajah anak kecil itu sekilas mirip Marvel tapi dia hanya bisa menerka saja. Kemudian Alexa mengantar bocah cantik itu menuju rumahnya.
Di kantor
Alden baru saja selesai makan siang bersama Leo dan Revan namun langkahnya terhenti saat ponselnya berbunyi.
"Iya assalamulaikum mbak."
"Waalaikumsalam tuan. "
"Ada apa mbak?"
"Maafkan saya tuan, itu. Em, Sha hilang."
"Apa!" Pekik Marvel hingga suaranya nyaring para karyawan di lobby sontak terkejut mendengar teriakan terutama Leo dan Revan.
"Sekarang kau dimana mbak."
"Saya di pos mall depan, tuan."
"Baiklah, aku kesitu."
Marvel menutup telpon bergegas menuju mall yang di tuju, Revan dan Leo ikut mengejar karena takut terjadi apa-apa padanya.
Sampai di mall, Marvel sudah bertemu babysitter dan Arthur kemudian, ia mengerahkan anak buah. Sungguh tak menyangka kejadian terulang kembali. Ia berinisiatif minta cctv di tempat terakhir tadi.
"Pak, tolong lihat rekaman di tempat tadi."
"Baik tuan."
Marvel, Leo dan Revan memperhatikan area dekat tempat terakhir Sha. Nampak Sha keluar dari toilet lalu ia celingukan tak lama ada seorang wanita menghampirinya.
"Brengsek! ayo kita cari dia."
Ketiga pria itu bergegas mengejar pelakunya, sedangkan Arthur dan babysitter diantar sopir ke rumah.
__ADS_1
Di sisi lain, kini Sha dan Alexa sudah di depan rumah megah milik Marvel. Alexa teingat keluarga kecilnya berfikir jika Marvel sudah melupakannya. Ia nampak sedih teringat kenangan dengan suaminya kala itu. Sha melihat Alexa murung segera bertanya.
"Tante, kenapa sedih."
"Em, tante nggak apa-apa sayang. Oh ya ini coba telpon ayahmu," Alexa memberikan ponsel.
Tiba-tiba, dari arah belakang mereka ada seruan membuat nya menoleh.
"Tak perlu."
Alexa dan Sha menoleh ke arah suara, Alexa terkejut ternyata Marvel. Ia pun tak berani menatap ia memakai kacamata hitamnya kembali.
"Daddy."
"Sha, kamu kok menghilang sih sayang, Daddy khawatir."
"Maaf Dad, tadi Sha tersesat lupa jalannya untung ada tante cantik ini," tunjuk Sha pada Alexa
"Em, Saya permisi dulu."
"Tante, jangan marah sama Daddy."
"Enggak , tante pulang ya."
"Hati-hati Tante."
"Iya."
Alexa buru-buru pergi dari tempat itu, tapi tangannya dicekal oleh seseorang itu adalah Marvel.
"Siapa kau sebenarnya?"tanya Marvel memberikan jika dugaannya adalah salah.
"Saya Alexa. Permisi."
Marvel menghela nafas berat saat tahu jika dirinya begitu penasaran dengan wanita bernama Alexa tersebut. Ia merasa Alexa seperti istrinya dari cara memperlakukannya dulu.
Alexa masuk ke dalam mobil, terisak mengingat ternyata anak kecil yang ia tolong adalah putri kecilnya yang sudah besar. Sungguh hatinya tercabik-cabik ingat tak bisa bersama selama dua tahun.
Tiba-tiba ada ketukan dari mobilnya, ia buru-buru mengusapnya.
"Nona Alexa, ternyata anda. Saya kira tadi adiknya Marvel," tanya Leo
"Oh enggak, ya sudah saya permisi tuan."
"Silahkan nona."
Alexa memacu kendaraannya keluar dari gerbang utama, ternyata sedari tadi Marvel mengawasi Alexa dari kamera cctv nya. Marvel bertekad akan cari tahu semua sampai ke akar-akarnya.
Tiga hari kemudian, Marvel merasa hampa saat Alexa tak lagi ia lihat. Ia teringat pantai yang mempertemukanya pertama dengannya. Ia berinisiatif ke tempat itu sepulang kerja. Dan waktu pun sudah pukul 4 sore, ia bergegas keluar dari ruangan namun ia berpapasan dengan Mami Bebi.
"Vel, kamu mau kemana nak."
"Marvel mau keluar ke rumah teman, Mi."
"Teman mana, nak."
"Temen baru, Mi."
"Ya uda kamu hati-hati. Nanti Mami mampir ke rumah ya."
"Baik Mi."
"Mau Marvel antar ke rumahkah."
"Boleh."
__ADS_1
Marvel dan Bebi pun meluncur ke tempat Marvel. Setelah sampai ia berpamitan ke tempat yang ia tuju selanjutnya.
Tak butuh lama, Marvel sudah berada di depan rumah sederhana sesuai yang ia ingat saat pertama berjumpa Alexa. Ia melihat ada seorang Ibu-ibu di depan rumah, segera ia bertanya.
"Permisi, Bu."
"Oh iya nak, bisa dibantu."
"Begini Ibu kenal namanya Alexa."
"Maaf anda siapa?"
"Saya rekan kerja nya ,Bu."
"Kau seperti," Ibu Rose mengungat wajah Marvel namun ia menutup mulutnya karena keceplosan.
"Seperti siapa Bu."
"Oh tak apa nak, oh ya kebetulan Alexa putri Ibu. Dia sedang sakit di dalam."
"Hah, sakit apa Bu."
"Ia tak mau menjawabnya nak, dia mengigau sepanjang malam karena dia tak mau di bawa ke dokter, nak."
"Bolehkah, aku melihatnya."
"Silahkan nak, mari."
Marvel masuk ke dalam rumah yang lumayan besar, dia mengernyitkan dahi saat melihat perempuan itu nampak pucat di kamarnya.
"Alexa, nak bangun ini ada Marvel."
Sontak Alexa terkejut lalu ia membentak Marvel.
"Pergi, kau jahat. Ayo pergi, aku kehilangan semua karena mu, hiks ... hiks."
Tiba-tiba, Alexa jatuh pingsan.
"Alexa."
"Biar Marv bawa ke rumahsakit, Bu."
"Baiklah, makasih nak."
"Iya Bu."
Marvel menggendong tubuh Alexa ke dalam mobil dan ia mengantar ke rumahsakit terdekat. Sesat dokter dan suster masuk ke ruang igd tempat Alexa di periksa. Dan beberapa menit dokter itu keluar.
"Keluarga pasien."
"Saya dokter. Dia sakit apa dok."
"Dia depresi dan juga sakitnya karena efek oprasi plastik yang ia lakukan."
"Maksudnya dia sempat oprasi plastik, dokter."
"Iya. Dan efek panjangnya mual, muntah serta demam. Saya sudah memberikan obat penenang serta penghilang rasa sakit nyeri."
"Terimakasih dokter.
"Sama-sama."
Marvel terkejut dengan penjelasan dokter tersebut. Apakah benar dia operasi plastik dan apa tujuannya. Siapa Alexa sebenarnya, ia sungguh penasaran.
Marvel masuk kedalam ruangan Alexa. Ia mendekati brankar perempuan cantik itu terlihat ada yang berkilau di balik kerah. Ia mencoba melihatnya. Ia semakin terkejut saat mengetahui kalung itu adalah milik istri yang ia beri dulu mulai dari ukiran, inisial dan juga kalung berlian itu susah didapat hanya orang tertentu saja bisa memilikinya.
__ADS_1
"Nggak mungkin, dia Kayla. Wajahnya beda, apa yang sebenarnya terjadi?"