Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Aku suaminya


__ADS_3

"Aku memaafkanmu," ucapnya Bebi dan memasukkan senjata api di kantong celananya kembali


Dan saat Bebi berbalik badan mengajak suaminya, langkah terhenti saat ada seseorang memeluknya.


"Makasih Bebi, kau sungguh baik," ucap Rika memeluk Bebi dari belakang.


Buru-buru, Ben yang posesif melihat kelakuan Rika segera melepaskan pelukan mereka.


"Eh lepas. Hanya aku yang boleh meluknya," Ben memarahi


Semua menepuk jidat melihat sikap posesif Ben sang mantan cassanova itu. Kalau sudah berurusan dengan istrinya ia tak mau dibantah.  Rika terkekeh melihat betapa Ben menyayangi Bebi, ia sadar bahwa cinta tak harus memiliki.


"Tak ku sangka, lelaki dingin itu luluh denganmu, Bebi," batin Rika kagum


.....


Mereka semua sudah berada di bandara untuk segera kembali ke Indonesia, hanya Rika dan Ferry masih di Perancis karena urusan Ferry belum selesai.


"Hati-hati bos, minggu depan aku ke Indo."


"Oke, aku tunggu."


Dan akhirnya mereka mengucap salam perpisahan satu sama lain saat pengumuman penumpang untuk segera check in. Rombongan Ben melambaikan tangan dan masuk ke dalam pesawat.


Di dalam pesawat, Ben menyuruh istri dan untuk tidur karena perjalanan memakan waktu lama.


Sebelumnya, Bebi juga sudah diberi obat penguat kandungan dan juga vitamin agar kandungannya sehat.


Beberapa jam kemudian, Rombongan  Ben sudah berada di bandara Indonesia. Mereka di jemput masing-masing keluarga. bebi memeluk mertuanya bergantian. Ia sungguh merindukannya dan papanya dia aan berkujunga ke makam keesokan harinya.


"Bebi kangen Bunda, Daddy," rengek Bebi pada mertuanya.


"Duh manjanya."


Ben melihat istrinya bermanja ria buru-buru ia mengajaknya segera pulang.


"Sayang, kau hanya boleh manja pada suamimu, mengerti," Ben mengingatkan


Semua terkekeh melihat sikap Ben berlebihan pada istrinya, Tak lama semua berpamitan pada yang lain untuk kembali ke rumah masing-masing.


"Sampai jumpa semua."


Ben tersenyum dan melambaikan tangan pada para sahabat. Setelahnya, ia masuk ke dalam mobil bersama keluarga nya menuju kediaman.


Mobil rombongan keluarga Ben tak lama sampai di kediamannya. Ada tiga mobil diikuti dua mobil bodyguard.


"Sayang, ayo bangun udah sampai."


"Udah sampai, cepet amat."


"Kau lupa siapa suamimu, sayang."


"Hadeh, mulai lagi deh dia," Bebi menepuk jidat melihat keangkuhan suaminya


Ben menyunggingkan senyuman lalu mengajak istrinya turun dari mobil. Ben menggandeng tangan Bebi erat masuk ke dalam rumah. Saat masuk, Bebi terkejut melihat kedatangan orangtua angkatnya dan saat akan berlari ia tercegah oleh tangan kekar.


"Ih, lepas sayang," Bebi kesal Ben menggenggam erat, ia iseng pada istrinya


"Aduh sayang, maaf ini nggak bisa dilepas," Ben dengan nada memelas


"Ih lebay, ayo lepasin."

__ADS_1


"Hahahaha Ben. Ayo lepasin! Kasihan Bebi," ucap Briam terkekeh mengerjai istrinya


"Iya-iya."


Akhirnya, Bebi lepas dari cengkraman tangan. Sampai di rumah, Bebi masih bermanja pada mertuanya Ayunda


"Bunda."


"Sayang," rengek Ben


"Ih kamu itu cemburu dengan Bundamu, nak."


"Sedikit."


"Dasar anak sama bapak tidak ada bedanya," cibir Ayunda


"Udah-udah sekarang kita ke ruang keluarga, pasti mereka capek bukan."


"Tapi kita ke kamar dulu Bunda, Daddy" Pamit Ben pada semua.


"Aku juga Bunda, daditadi kakak ipar aja," cemburu Axel


"Kamu ini, sama aja dengan Ben. Udah snaa istirahat."


"Baik Bunda."


"Kiat ke kamar dulu,ya Bunda, Daddy," pamit Be


"Eh kamu ngapain ikutan, biarin istrimu."


"Papa tak kasihan sama Ben, ini," dengus kesal Ben


"Dasar nggak berubah."


Ben menyunggingkan senyuman lalu mengajak Bebi beristirahat di kamar. Sebelumnya, Ben dan Bebi bergatian mencuci muka terlebih dahulu.


"Besok kamu ngga cuti duli, sayang," tanya Bebi.


"Nggak sayang, banyak pekerjaan yang tertunda."


"Ya sudah "


Mereka akhirnya merebahkan tubuhnya di ranjang yang ia rindukan.


"Aih, aku rindu ranjang ini," ucapnya sambil tersenyum dengan posisi terlentang


Ben menggeleng melihat tingkah istrinya.


"Kau kangen ranjangnya atau penghuni ranjangnya, sayang," celetuk Be sambil cengar cengir tak jelas


"Sayang, kau itu percaya diri sekali  tiap hari ketemu masak iya kangen. Udah sana bersih-bersih mungkin jin dari Perancis mengikutimu makanya ngomong ngelantur."


"Sayang- sayang, sepertinya hobimu jadi ngatain suami sendiri sekarang," Ben mencubit hidung mancung istri karena gemas


"Ih sakit tahu, sayang."


Arga tersenyum mengecup kening dan menuju kamar mandi. Ia berendam di bathub ingin merileks kan badan setelah perjalanan jauh. Tanpa terasa ia sudah satu jam di kamar mandi, hingga ada gedoran membuat terbangun.


Tok


Tok

__ADS_1


"Hubby, kau itu mandi atau pingsan."


"He ... maaf sayang, aku ketiduran."


Bebo menghela nafas heran bisanya suami bisa ketiduran, ia berpikiran mungkin kelelahan saat perjalanan tadi. Sesaat, Ben sudah keluar dari kamar mandi merasakan badannya lebih segar. Ia memicingkan mata tertuju pada istrinya ternyata sudah memejamkan mata. Ben tersenyum lalu menuju walk-in closet berganti pakaian. Setelah berganti, ia memposisikan tubuh istrinya dengan baik dan ikut menuju alam mimpi.


Pagi harinya, Bebi bangun dan turun ranjang pelan-pelan agar tak mengganggu suaminya. Setelah mencuci muka Bebi keluar kamar turun ia ingin menghampiri mertuanya di ruang makan sednag menata makanan diatas meja.


"Pagi Bunda," sapa Bebi


"Pagi Bebi, ada apa, Nak?" tanya Ayunda


"Lapar, Bunda. He..."


"Ya udah kau tunggu dulu, bentar lagi ini selesai."


"Bebi batu, Bunda," Bebi menawarkan


"Udah kamu duduk saja," ucap Ayunda mengulas senyuman


"Oh ya kapan perkiraan melahirkan?"


"Bulan tujuh, Bunda."


"Kau tiap bulan kontrol kan."


"Iya Bunda, semua sehat."


"Syykurlah. Nah, ini selesai. oh ya, Ben masih tidur."


"Iya Bunda."


"Kalau kau udah lapar banget ambillah, ibu hamil nggak boleh menunda makan."


"Baik Bunda. Tapi Bebi mau jalan pagi bentar, kayaknya enak."


"Boleh, kalau Bunda nggak capek."


Dari atas ada sepasang mata melihat Bebi pergi dengan Bundanya. Dia adalah Ben. Ia bergegas mencuci muka lalu mengikuti kedua wanita yang ia cintai, saat dibawah ia berpapasan dengan Brian dan Axel.


"Ben, kau terliha gelisa," tanya Brian


"Itu, Dad. Ben mau joging dulu "


"Aku ikut kak."


"Ayo buruan."


Saat Bei dan Ayunda berjalan, ada segerombolan pemuda tampan melintas di depan mereka. Ada salah satu pemuda yang melirik ke arah Bebi, tapi Bebi acuh saja. Selang berapa detik, pemuda itu kembali di hadapannya.


"Hai, selamat pagi, kak," sapa Pemuda itu


Bebi dan Ayunda mendongak tak percaya ada pemuda yang menyapa


"Iya," jawab Ayu kikuk


"Kak, boleh kenalan nggak  Aku Angga, kak," ucapnya mengulurkan tangan pada Ben


Bebi tak bergeming tapi tangan kekar menerima jabat tangan pemuda itu


"Kenalin, aku suaminya."

__ADS_1


__ADS_2