Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Dibalik cerianya


__ADS_3

Setelah mengantar Kinan, sungguh hatinya bahagia karena esok ia akan mengantar  Kinan ke sekolah , sungguh Arthur tak menyangka jika dia bisa bicara seperti itu.


"Oh my god. Hatiku marathon."


Tiba-tiba ada ketukan dari kamarnya.


Tok


Tok


"Mommy."


"Sayang, nanti ikut Mommy belanja ya, Sha ada ekstra loh."


"Iya Mommy," ucapnya ceria.


"Kamu kayaknya bahagia banget. Ada apa?"


"Ada deh Mom."


"Ya udah, Mommy kebawah dulu."


"Iya Mom."


Malamnya Arthur sudah bersiap mengantar Mommy nya ke supermarket. Saat keduanya di sana, Arthur terkejut ada wanita paruh baya memarahi  Kinan. Arthur dan Kayla saling pandang. Arthur tak tega segera menegurnya.


"Ada apa ini."


"Siapa kau. Jangan ikut campur, ini putriku."


"Saya teman Kinan, kenapa anda berbuat kasar pada putrimu, nyonya."


"Karena dia tak becus kerja, masak pulang hanya membawa uang segini saja."


Kayla pun segera menengahi.


"Maaf nyonya, bukannya saya ikut campur. Alangkah baiknya ini di bicarakan baik-baik di rumah."


"Kalian tahu apa tentang kami, kalian hanya orang kaya yang sok memahami kami. Sekarang kau masuk dan carilah uang yang banyak," ucap Ibu Kinan sambil mendorong putrinya.


Arthue ingin menolong tapi dicegah oleh Kayla, sungguh Arthur ingin membawa pergi Kinan karena ia tak tega diperlakukan oleh Ibunya sendiri seperti itu.


Kayla melihat putranya sadari tadi melamun ia pun mendekatinya.


"Kenapa Arthur."


"Em, nggak apa Mom. Udah selesai."


"Udah nih,yuk."


Sepanjang perjalanan menuju ke rumah, pikiran Arthur tertuju pada Kinan yang ada di supermarket tadi. Hingga tak terasa mereka sudah sampai di kediaman, Arthur lantas tak turun namun melajukan mobilnya kembali.


Kayla melihat putranya tak biasa, mengerti akan perasaan itu. Kayla mengetahui jika Arthur mulai menyukai Kinan.


Sedangka Arthur kini sudah berada di depan rumah Kinan, ia memperhatikan apa yang terjadi pada gadis cantik itu. Setelah menunggu satu jam akhirnya ,nampak Kinan pulang kerja dan sesaat masuk ia diusir kembali oleh Ibunya.


"Pergi kau jangan harap balik ke rumah. Jangan harap kembali ke sini lagi, kau mengerti."


"Ibu, maafin Kinan."


"Pergi sialan! kau dan ayahmu sama aja pembawa sial."


Ibu itu seketika menutup pintu rumah dan Kinan berusaha meminta maaf tapi tak dihiraukan. Arthur merasakan sakit saat tahu dibalik keceriaannya tersimpan luka mendalam. Arthur berjalan mendekat dan mengulurkan tangan untuk Kinan. Kinan mendongak saat ada tangan di depannya, ia terkejut Arthur di depannya.


"Arthur."


Arthur berdiri mendekat dan memberi pelukan untuk Kinan, Kinan terharu sekaligus gugup ia tak tahu harus bahagia atau sebaliknya. Ia malu karena terbongkar sudah dibalik kehidupanya selama ini. Arthur mengajaknya ke sebuah kafe, untuk makan sejeanak.

__ADS_1


"Makanlah. Aku tahu kamu belum makan kan."


"Makasih Arthur, maafin aku nyusahin kamu. Aku," ucapan Kinan terpotong saat Arthur menutup mulutnya dengan jari.


"Udah diem, makanlah."


Kinan mengangguk lalu ia memakan semua sampai ludes. Arthur tersenyum tipis saat gadis cantik di depannya rakusnya sama dengan Sha adiknya.


Setelah 15 menit, Arthur mengantarnya di suatu tempat, membuat Kinan bingung. Mereka masuk di sebuah apartemen mewah milik Arthur, dia diam-diam menabung untuk kehidupannya. Dia juga membuka kafe yang ia tempati tadi saat makan bersama Kinan.


"Arthur, ini apartemen siapa."


"Ini punyaku, masuklah."


Kinan kagum Arthur yang terlihat dingin ternyata menyimpan sejuta rahasia yang tak bisa orang lain ketahui.


"Duduklah, nanti kamu tidur di kamar sebelah kanan."


"Tapi Arthur, aku."


"Udah, nanti ada saatnya kau membayar untuk ini semua padaku."


Kinan mengerutkan dahi berfikir maksud ucapan Arthur yang datar itu. Arthur tau jika Kinan memikirkan ucapannya segera ia berbicara.


"Udah nggak usah dipikir dulu, yang penting kita sekolah dan lulus."


"Iya. Makasih Arthur."


Sedangkan di tempat lain, Dewa berulang kali mengikuti Sha. Sha risih dan tiba-tiba menghadang mobil Dewa.


"Stop Om! Jangan ganggu Sha mulu. Sha capek diikutin Om."


"Sha, aku hanya ingin berteman denganmu."


"Ya udah aku terima tapi jangan ngikutin aku lagi."


"Iya. Aku minta nomer ponselmu Sha."


"See you too."


Sampai di kamar, Sha masih bingung kenapa tiba-tiba Om itu hadir  di kehidupannya. Ia berfikir akan doanya saat ulangtahun itu terkabul. Ia menepuk jidatnya jika benar itu adalah jodohnya.


"Astaga, doaku apakah terwujud. Dasar  emang ini mulut nggak bisa di rem."


Saat akan makan malam Sha celingukan mencari sosok kakaknya yang biasanya nongol tapi tak ada.


"Mom, udah dari kemarin kakak nggak ada. Kemana dia."


"Katanya tidur di tempat Dimas."


"Tumben, emang bisa kulkas itu galau."


"Siapa kulkas?" Tanya Marvel pada putrinya


"Ya kak Arthur, Dad," Alex menimpali.


"Astaga, sejak kapan kau ganti namanya."


"Udah lama, sejak kayak es batu."


"Dasar ya emang ini kalian ya."


"Hahahhahah ampun Daddy."


Mereka mulai makan dan setelah itu pergi ke kamar masing-masing. Di kamar, Sha mendapat telpon  dari Dewa. Ia pun mengangkat.


"Iya ada apa Om."

__ADS_1


"Besok aku antar ke sekolah ya."


"Tapi Om, sekolah kan deket."


"Udahlah Sha jangan menolak. Kita kan sekarang berteman."


"Baiklah jika memaksa."


"Nah gitu dunk, ya udah aku tutup dulu. See you."


"Too."


Dewa menutup telponnya dan girang karena Sha akhirnya mu juga diantar. Dewa sudah tak sabar ingin segera pagi, mengantar sang bidadarinya.


........


Pagi pukul 6 waktu setempat


Setelah alarm jam beker, Dewa bergegas mandi dan ingin segera menjemput Sha. Pertama kalinya ia tak ingin telat apalagi membuat kecewa Sha.


"Perfect."


Setelah di rasa sudah  wangi dan rapi, pria pebisnis itu meluncur ke tempat Sha.  Tak lama, akhirnya sampai di depan rumah Sha.


Tintong


Tintong


"Pagi Tante, assalamualaikum."


"Pagi, waalaikumsalam. Siapa ya?"


"Saya Dewa teman Sha, Tante. Saya dulu anak panti asuhan Bu Yuni."


"Apa kamu Dewa yang anaknya pendiam itu."


"Iya benar Tante."


"Waw, surprise banget kau ada di sini. Ayo masuk."


"Terimakasih Tante, Sha ada."


"Sha ada, tunggu ya."


"Siap Tante."


Kayla pun pergi naik ke lantai dua memanggil Sha agar segera turun.


Tok


Tok


"Sha, ayo bangun. Udah siang ada gemenmu tuh datang, nak,"ucap Kayla menempel di pintu kamar putrinya dan sekejab Sha membuka pintu.


"Ih Mommy, ini masih pagi."


"Sayang, tapi ini udah siang lihat jam berapa itu."


"Astaga, ya udah Sha mandi dulu."


Sha buru-buru mandi dan berpakaian  seragam.


"Duh telat ini aku."


Tak lama Sha sudah  rapi dan turun tapi saat di bawa ada pemandangan menyilaukan, terlihat ada pria tampan memakai kemeja tampak duduk di ruang tamu itu adalah Dewa.


"Hah, Om kok udah disini."

__ADS_1


"Apa. Om," tanya Kayla pada putrinya.


Dewa tersenyum kikuk mendengar Kayla bertanya seperti itu.


__ADS_2