Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Setuju


__ADS_3

Kayla ingin pergi tapi tangan kekar Marvel menghentikkan langkahnya. Marvel menarik tangannya hingga tubuh Kayla terhimpit badan Marvel. Kayla gugup kembali saat keduanya  saling menatap intens, tiba-tiba  ponsel Marvel berdering membuat Kayla lega.


"Kau diem, urusan kita belum selesai," ancam Marvel masih merangkul lengan Kayla sambil mengangkat telepon


"Iya, assalamualaikum Dad."


"Waalaikumsalam, kau dimana nak?" ucap Beb lembut


"Lagi di jalan, Dad."


"Kau bisa ke rumah Kayla, Vel. Ajak dia ke rumah ya."


"Iya Dad, Marvel akan bawa Kayla ke rumah."


Deg


Kayla mendengar jika dia di suruh ke rumah Marvel, Kayls semakin tak karuan hatinya. Marvel melihat gadis tomboy itu tengah berfikir, ia menyunggingkan senyum lalu menarik tangan lembut Marvel agar mengikutinya.


"Eh," Kayla terkejut


Marvel membukakan pintu mobilnya agar Kayla masuk.


"Tapi mobilku," tanya Kayla bingung


"Tenang, ada bodyguard Daddy."


Kayla semakin heran seperti apa keluarga Marvel yang dengar-dengar kaya raya. Saat memasuki pintu gerbang utama terbuka, mansion luas  terpampang di depan  mata membuat Kayla terpana dan kagum akan keindahan rumah bak istana itu. Marvel melihat keterkejutan gadisnya ia hanya tersenyum tipis. Mobil Marvel berhenti dan ia turun membantu membukakan pintu untuk Kayla. Kayla tahu jika Alden hanya ingin buat dirinya jatuh cinta tapi ia tak kan masuk ke dalam perangkapnya dengan cepat Kayla mendorong tubuh Marvel agar menjauh.


"Hei, kau itu tak diajari sopan santun ya," bentak Marvel sudah emosi


"Apa, nggak terima tuan playboy hah," ucapnya menyindir


"Kau," ucap Marvel menunjuk Kayla


Kayla menatap tajam  ke arahnya, Marvel tanpa kata-kata lagi ia berjalan masuk ke dalam tanpa memperdulikan Kayla. Dia sudah kesal dengan tingkah cewek keras kepala itu, ia buru-buru naik ke kamarnya. Bebi dari kejauhan melihat Karvek dan Kayla berjauhan segera ia menghampiri.


"Hai Kay, apa kabar?" sapa Bebi sambil berpelukan


"Kabar Kayla alhamdulillah baik, Tan. Tante bagaimana?"


"Seperti yang kau lihat, Kay. Kamu marahan sama Marvel," tanya Bebi menyelidik


"Enggak kok Tan, kami baik-baik aja."


"Oh syukurlah, ayo ikut Tante ke dapur. Kamu suka kue."


"Suka Tante. Tapi belum pernah coba sih buatnya."


"Bagaimana kalau kita buat bareng."


"Boleh, Tante."

__ADS_1


Akhirnya keduanya saling kerjasama membuat kue brownis, sekitar 30 menit akhirnya selesai juga. Bebi mengambil piring dan Kayla segera menaruh diatasnya lalu Bebi mulai menghiasinya dengan buttercream dan dikasih topping diatasnya.


"Taraaaa..  akhirnya jadi. Nah sayang, kasih ke Marvel bawa ke kamarnya."


"Kayla, Tante," tanyanya ragu


"Iya Kayla, lalu siapa lagi. Ini kesukaan Marvel tahu, ayo sayang bawa ke sana, ya."


Kayla tersenyum lalu  membawa kue menuju kamar Marvel. Kayla gugup takut Marvel semakin marah karena kelakuannya tadi. Ia ragu untuk mengetuk pintu kamar cowok playboy tersebut dan saat bertepatan Marvel membuka pintu kamarnya. Kayla dan Marvel sama-sama terkejut tapi pandangan cowok tampan beralih pada yang di bawa Kayla. Ia tersenyum tipis menyadari jika Kayla ingin minta maaf kepadanya, saat tatapan cowok tampan itu pada Kayla, ia takut dan berbalik badan tapi tangan kekar menahannya.


"Mau kemana, hem?" tanya Marvel menatap nakal pada Kayla


"A-aku mau ke bawah. Ini," ucap Kayla gugup dan memberikan kue pada Marvel


"Ikut aku," ajak Marvel menuju balkon tengah


Marvel mendudukkan gadis tomboy itu barulah ia duduk. Marvel tersenyum tipis menatap gadis tomboy, semakin lama  Marvel semakin dekat hingga tinggal beberapa centi saja Saat Marvel akan mencium bibir manis itu, tiba-tiba seseorang membuyarkannya.


"Ehem, belum sah," deheman Bebi  menahan senyum


Sedangkan sejoli itu nampak salah tingkah, Marvel menggaruk kepalanya yang tak gatal bingung sama halnya Kayla ingin tenggelam saja didasar laut.


"Udah dinikmatin kuenya, itu buatan Kayla spesial buat kamu, Vel," ucap Bebi lalu pergi meninggalkan mereka.


Marvel menatap ke arah Kayla, tapi gadis itu berpura-pura tidak tahu.


"Untung saja ada Mami, kalau tidak aku lahap kau," ucap Marvel lalu mencoba kue brownis


Marvel mengunyah menikmati rasanya begitu lezat di lidahnya, sungguh luar biasa menurutnya.


"Tutup mulutmu, nanti lalat masuk ke dalam."


Kayla reflek menutup mulutnya membuat Alden menahan senyumnya.


"Ayo buruan, suapi."


"Iya."


Dengan pelan-pelan, Kayla menyuapi  Marvel hingga kue itu tak bersisa. Saat menimati berdua dengan Kayla, ponsel Marvel berdering terlihat Viona mantan pacar abal-abalnya  menelpon.


"Kay, aku angkat telepon dulu."


Kayla hanya mengangguk kalu ia juga bermain ponsel, sedangkan Marvel mengangkat telepon.


"Ada apa Vio?"


"Hai sayang, kenapa jutek begitu?"


"Stop Vio, kita sudah berakhir."


"Kata siapa? ingat ya Vel, kau tak bisa memutuskanku sepihak."

__ADS_1


Telpon diputus sepihak Viona, Marvel tak peduli apa pun terhadap cewek gila seperti Viona.


Marvel tak tahu saja, Viona bisa jadi penghambat Marvel dan Juga Kayla.


Kini, Marvel kembali menemui Kayla di balkon.


"Maaf lama, biasa para pengganggu."


Kayla hanya manggut-manggut saja tanpa bertanya siapa menelponnya, padahal dihati Marvel ingin sekali Kayla kepo padanya.


Tanpa terasa sudah pukul 6 sore, Ben baru saja pulang ke mansionnya. Ben menghampiri istrinya sedang menata makanan di ruang makan.


"Hai sayang," sapa Ben sambil mengecup pipi sang istri


"Hai, Dad."


"Eh ya, Kayla udah ke sini belum?" tanya Ben memastikan


"Udah kok Dad, tenang aja."


"Syukurlah. Setelah makan malam, Daddy akan mengumumkan pada mereka berdua."


"Siap Dad."


Tak lama  , Dira , Kayla dan juga Marvel memasuki ruang makan.


"Malam Om," sapa ramah Kayla pada Ben


"Malam Kay, mari makan."


Semuanya mulai berdoa  dan menyantap makan malam bersama penuh ceria. Marvel sesekali mencuri pandang Kayla. Kedua orangtuanya tahu jika Marvel sudah ada rasa pada Kayla gadis tomboy tersebut.


Selang beberapa menit semua sudah selesai makan, Kayla membantu Bebi menaruh piring bekas makan mereka ke dapur. Bebi bahagia memiliki calon menantu yang berhati mulia seperti Kayla.


Dan kini tibalah waktu Ben memberitahu pengumuman untuk Marvel dan Kayla, Semua diharap  ke ruang keluarga. Saat sudah berkumpul semua, Ben mulai berbicara.


"Maaf ya Kay, mungkin kamu bingung kenapa Om mengumpulkan di sini, ada yang Om akan sampaikan ke kalian semua terutama kamu dan Marvel. jadi begini, Om dan Papamu Ferry, Tante Bebi dan juga Mama mu Rika sudah lama bersahabat dan saat tahu kau lahir ke dunia, Mamamu ingin menjodohkan kamu dan Marvek, karena dari kecil ia sudah berfikir jika kalian cocok."


"Maaf Om, apa itu wasiat Mama sesungguhnya."


"Iya Kay, makanya sebelum pergi dia sudah berpesan agar memberitahu kalian. Soal cinta bisa setelah pernikahan bukan. Om dan Tante sama halnya dengan kalian jatuh cinta setelah pernikahan tapi, kita tak dijodohkan melainkan karena seseorang berniat jahat pada kami. Tapi kami bersyukur atas kejadian itu kita bisa awet seperti ini," ucap Ben dan mengecup pipi Bebi


"Jadi bagaimana Marvel dan Kay?"


"Kayla mau Om, demi Mama."


"Baiklah, lalu kau Marvel."


"Iya Marvel menerima."


"Tapi Om, apakah kita masih bisa sekolah."

__ADS_1


"Iya bisa sayang, karena yayasan sekolah itu milik keluarga Om."


"Hah."


__ADS_2