
Alvin dan Viona menyalami Ferry, Ben, dan ada orangtua dari Sella juga berada dalam ruangan itu. Guru Bk mulai berbicara.
"Selamat pagi tuan-tuan dan nyonya yang saya hormati. Saya mendapat teguran dari pihak yayasan jika ada yang sengaja memfitnah Alvin dan Viona. Saya akan menjelaskan disini, Alvin dan Viona memang sudah menikah tapi atas ijin pihak yayasan. Mereka menikah dan hal itu dikarenakan bukan serta merta boleh menikah murid disini, ini karena ada salah satu murid yang berani menjebak dan hasilnya yang cewek merugi akibat ulahnya. Jadi, saya harap tuan dan nyonya jangan mengikuti hasutan satu orang saja, saya sebagai guru di sekolah malu dengan perbuatan itu, saya merasa gagal mendidik murid-murid, dan seseorang itu adalah Marsella."
Sella seketika nyalinya menciut dan gelagapan berusaha menenangkan orangtuanya bahwa dia tidak bersalah.
"Semua fitnah. Mama dan Papa, lihat kan aku gimana? Nggak mungkin aku nglakuin itu semua."
Dan dari ambang pintu muncul seseorang membuatnya tak bisa berkutik.
"Pembohong. Saya bisa membuktikan jika dia bersalah," Marvel tegas dengan sorotan tajam.
Ferry kagum dengan ketegasan yang terpancar di wajah Marvel sama dengan Ben tidak jauh beda.
Dan sebuah video di tunjukkan di laptopnya, semua ternganga melihat semua dan menoleh kearah Sella. Sella bingung dan tak berkutik berusaha keluar dari ruangan namun dicegah para bodyguard yang menjaga di depan.
"Brengsek kau Vel, lihat aku akan balas semua, kau dengar itu hah," teriak Sella mencoba berontak.
"Coba saja."
Semua tepuk tangan riuh dengan apa yang ia lakukan pada semuanya, ia bernafas lega tersangka utamanya sudah tertangkap. Ia takkan biarkan Sella keluar dari penjara begitu saja.
Para sahabat bangga pada Marvel terutama orangtua dan mertua tak lupa sang istri.
"Gimana kalau kita rayakan ke kafe ku?" ajak Marvel
Kayla mengerinyitkan dahi bingung karena selama ini ia tak tahu kegiatan diluar sekolah Marvel suaminya.
"Vel."
Marvel tahu jika istrinya butuh penjelasan dan ia mengggenggam tangan istri dan berkata, "Nanti aku jelasin."
"Ya udah, nanti pulang sekolah okey."
"Siap," seru kompak
Dan akhirnya kegiatan sekolah kembali lancar, nama baik Alvin dan Viona kembali bersih, Kayla bahagia semua kembali semula.
......
Lain halnya dengan Hilda gadis remaja sepupu Marvel itu, tengah menanti pembicara senior tentang program bisnis. Diam-diam ia ikut les tentang itu karena cita-citanya ingin melanjutkan bisnis keluarga. Setelah menanti setengah jam, akhirnya yang di tunggu datang juga tapi ia bingung dan terkejut yang datang orang yang ia benci dan tak mau bertemu lagi.
"What!" pekiknya
"Kau," saling tunjuk keduanya
Para sahabatnya heran juga, kenapa ada manusia tampan di sini.
"Eh, tadi malam mimpi apa bisa ada mahkluk tampan disini sih," celetuk Ica
__ADS_1
"Hah, cowok tampan mana ada, yang ada buluk semua tuh," Hilda mengejek
"Ih mata kau rabun atau katarak ya, Hil," Ucap Ica tak terima
"Tahu ah, aduh mana sih pembicara nya lama amat. Amat aja ngga pakai lama," gerutu Hilda.
Tak lama, lelaki tampan sahabat Marvel mulai berbicara tentang bisnis yang ia pelajari selama ini.
"Pagi semua, kenalkan saya Raka mahaputra dari SMA Mahaputra. Saya di sini akan jadi pembicara adek-adek sekalian tolong di dengarkan jikalau bingung bisa ditanyakan kembali. Mungkin ada pertanyaan lain dari adek semua."
"Saya kak," ucap Ica lantang
"Udah punya doi belum ya," ucapnya cekikikan
"Huuuuu," sorak semua siswa sekitar 30 orang di ruangan itu
"Tenang, baik saya akan menjawab. Saat beum ada dan belum kepikiran. Ok, mungkin ada pertanyaan lain."
Hilda melengos saat ditatap oleh Raka dan pura-pura tidak tahu, Raka tahu jika gadis di depannya kesal. Entah mengapa ia merasa tak asing dengan wajah gadis itu.
"Oke, jika tak ada lagi. Kita mulai ya belajarnya."
Raka mulai menjelaskan dasar-dasar bisnis hingga tak terasa sudah satu jam lamanya dan ia mengakhiri.
"Baik terimakasih semuanya, sampai ketemu minggu depan lagi."
"See you kak," seru siswa di ruangan itu.
Di lapangan, Hilda mulai bergerak mengikuti pelatihnya dan saat ia mulai adu tarung dengan sesama teman. Raka melihat demgan tatapan sulit diartikan, entah mengapa ia kagum melihat sosok cantik itu bergerak aktif melawan temannya dengan jurus ia miliki. Diam-diam ia memotret Hilda dan setelahnya, ia berlalu dari tempat itu.
Sepanjang perjalanan, ia melihat foto yang ia ambil tadi di sekolah Hilda, Ia merasa ada yang lain dari gadis ini.
"Mirip siapa ya nih cewek," batinnya menerka
Tiba-tiba, dering ponselnya tertera nama Marvel, seketika ia ingat jika ia mirip dengan Marve. Raka menepikan mobilnya berhenti dan mengangkat telpon.
"Halo, Vel."
"Hei Ka, lagi sibuk nggak."
"Nggak sih, ada apa?"
"Bisa ke kafe ku nggak, kita lagi ngumpul nih."
"Oke, bisa. Jam berapa."
"Sekarang kalau bisa."
"Oke boleh, aku akan kesana sekarang."
__ADS_1
Raka menutup telpon dan memutar balik kendaraannya untuk menemui sahabatnya Marvel. Beberapa menit mobil Raka sudah sampai di depan Kafe milik Marvel. Lelaki tampan itu turun dari mobil dan masuk ke dalam kafe.
"Ka," panggil Marvel
Raka melambaikan tangan dan berjalan menghampiri mereka semua.
"Hai bro," sapa Willi, Leo, Revan dan Alvin
"Hai juga, bawa pasangan semua nih."
"Yoi, lah kau mana doi nya."
"Hahahahahaha, sementara jomblo dulu."
"Aih, gaya kau, Ka," Marvel cekikikan
"Kau bisa diem nggak sih , Vel. Buka kartuku mulu."
"No, kapan lagi aku bisa meledek kau. Oh ya, tadi seminar dimana kau."
"Waw, jadi dia pembicara Vel," tanya Revan
"Iya Van, dia multitalent kata lainnya."
"Bisa aja kau, Vel. Sama dengan kau, Vel. Kau buka Kafe, bengkel mobil danjuga game."
"Marvel memang tak bisa diragukan lagi, makanya siapa yang nggak klepek-klepek padanya," Leo
Ucapan Leo membuat Kayla bersidekap dan menatap tajam pada Leo.
"Ops sorry bu bos. Ralat tak ada yang berani sama pawangnya, hahahhhaha."
"Kau itu Leo, suka sekali jahil," Revan
"Kayak kau nggak aja Van, kita itu emang dasar tukang jahil semua."
"Udah dulu ngobrolnya, kita makan dulu kasihan baby ku."
Semua menepuk jidat bebarengan karena kebucinan Marvel pada istrinya, Kayla hanya bisa tersenyum geli melihatnya.
....
Setelah makan, Marvel mengajak istrinya untuk naik ke lantai dua. Sedang yang lain mengobrol santai dan ada juga bernyanyi di panggung.
Di lantai dua, Marvel menutup dan mengunci pintu segera, lalu mendorong tubuh istrinya hingga terpojok di dinding.
"I love you, Kayla."
"Love you too."
__ADS_1
Marvel meraih tengkuk istri lalu mencium bibir sexy itu, sesaat ciuman itu ia lepas untuk memberi ruang istrinya dan saat akan mulai mencium kembali, terdengar ketukan di pintu.
"Sial."