Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Ke Kalimantan


__ADS_3

"Siapa?" ucap kompak Marvel dan Leo


"Revi."


"Apa!" Pekik keduanya


"Aku denger dia balas dendam tentang sepupunya Kenzi."


"Ya uda kita harus memberinya pelajaran sepertinya, Leo," ucap Alden bangkit ingin pergi


"Hei, aku lepasin dulu," teriak Raka


Keduanya menoleh ke belakang ternyata Raka bum terlepas ikatannya, mereka tertawa menepuk jidat.


"Hahahhahaha, sorry Ka."


Setelah dilepas, Ketiga cowok itu pergi dari rumah kosong. Di luar , para bodyguard setia berjejer.


Kemudian, Marvel memberi aba-aba yang lain untuk pergi. Marvel dan Raka berpisah, Raka kembali ke luar kota diantar body guard lain.


Marvel dan Leo pun bersiap ke kantor kembali, sampai sana mereka berlari ke ruangan lalu beraliih ke ruang meeting.


Tok


Tok


"Masuk," Ben menatap tajam pada Marvel dan Leo mereka baru saja tiba.


Marvel dan Leo segera duduk di dekat kursi Ben. Ben mukai dengan oembahaan kembali.


"Nah seperti itu ya, kita akan bangun sebuah hotel juga taman baca di dekat perkampungan kecil. Besok kau harus ke Kalimantan, Vel."


"Hah, aku. Kenapa aku," tanyanya


"Kau  harus ke sana besok bersama leo, itu tugas kalian sebagai pemimpin. Nggak mungkin kan Daddy yang udah tua kamu suruh masuk hutan."


"Baik Dad, lalu berapa lama aku harus di Kalimantan."


"Paling lama  seminggu."


"Apa!" Pekik Marvel terkejut karena harus berpisah.


Semua tertawa melihat raut muka Marvel yang menggemaskan. Setelah menentukan siapa yang akan ke sana, Ben pun membubarkan meeting.


"Terimakasih atas waktunya, permisi."


Sedangkan Marvel masih asyik di dalam lamunannya  ia tak bisa meninggalkan Kayla selama itu. Leo menyadari kegelisahan sahabatnya segera ia memberi pengertian.


"Hei bos, udah nggak usah hgalau  Pasti Kayla nggak masak masslah karena memang murni pekerjaan dan itu dari Daddy mu."


Setelah mendengar penuturan Leo, dia pun bangkit dari kursinya dan keluar dari ruang meeting menuju ruangannya.


Di ruangannya riba-tiba, ada yang mengetuk dia adalah Ega calon istri shaabtnya, dan kebetulan ada Leo disitu juga.


"Permisi selemat pagi," sapa ramah Ega membuat dua orang lelaki itu menoleh bersamaan.


"Beb, kanu sama siapa? Kenapa nggak bilang kalau mau ke sini."


"Sengaja, buat kejutan. Pagi pak pesdir."


"Pagi Ga, gimana kamu jadi akan yang aku bilang."


"Iya bos, makasih pekejaannya.Ya sudah,.aku kembali bekerja.


"Aku antar beb," Leo menawari


"Nggak usah, kau kerja juga ya. Kita kan satu kantor."


"Baiklah hati-hati beb."


"Siap bos."


Ega pun menuju ruangannya yang ada di lantai 5 bagian marketing. Di situ manager marketing menghampirinya.


"Selamat pagi nona Ega," sapa manager rmarketing


"Pagi Pak."


"Nah, ini temen-temen semua, ini karyawan baru kita. Silahkan perkenalkan diemin, nona."

__ADS_1


"Selamat pagi semua, saya Ega riskia. Dan mohon support dari kalian."


Setelah perkenalan, dan  di tunjukkan kubikelnya dan apa saja pekerjaannya.


Di sisi lain, Kayla berpamitan pada babysitter nya karena akan ke kantor Baratawijaya.


"Mbak, aku ke kantor dulu ya. Mau ngasih kue buat suami."


"Siap nona."


"Arthur dan Sha di rumah dulu ya."


"Iya Mom."


"Dah, see you."


"See you."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Tak lama, Kayla masuk ke dalam mobil diantar sopirnya. Perjalanan Kayla hanya memakan waktu15 menitan untuk sampai ke kantor jika tak macet. Sesat mobil yang dtumpangi Kayla sudah berada di depan lobby. Kayla turun dan menghampiri resepsionis.


"Siang mbak, aku Kayla. Mau ketemu Marvel ada?"


"Anda siapa nona?"


"Saya istrinya."


"Oh maaf nona, saya kira."


"Kira apa mbak."


"Oh tidak nona, saya salah tanggap saja."


Dan akhirnya resepsionis menyarankan jika bisa ke ruangan presdir.


"Silahkan nona."


"Baik, terimakasih mbak."


"Sama-sama nona."


"Siang nona Kayla," sapa sekretaris dan Asisten


"Siang, semua."


"Silahka masuk. Tuan sudah menunggu anda."


"Kalian lebay banget, makasih ya."


"Sama-sama nona."


Kayla sebelumnya mengetuk pintu.


Tok


Tok


"Masuk."


"Siang tuan," menyapa suami dengan sopan.


"Sayang, kamu ada aja. Ayo masuk."


"Terimakasih tuan."


"Kamu itu bikin gemes aja, bikin aku mupeng mulu," Marvel beranjak dari kursi dan berjalan menghampiri istri serta mengecup keningnya.


Cup


"Apaan sih, ini di kantor."


"Tapi nggak akan bisa mengganggu kita, nona " ucapnya mulai menciumi istri.


"Vel."


Marvel seketika mengunci ruangan otomatis dan kedap suara. Ia pun mulai melucuti baju istrinya satu persatu. Kemudian berganti dirinya, dan ciuman mereka semakin panas hingga sesuatu tegak harus segera dituntaskan.

__ADS_1


"Sayang, aku udah nggak tahan."


"Oke aku percepat."


"Kau sungguh membuatku candu, sayang."


Huh


Akhirnya tak lama Marvel dan Kayla tumbang juga. Keduanya mandi keringat akibat pertempuran siang membara.


Di luar ruangan, Revan dan Leo ingin minta tanda tangan namun mereka tak mendengar suara apapun. Dan feeling mereka pasti sedang hena-hena.


"Ini bos, emang nggak ada ahklak, Leo. Seenak jidat hena-hena di kantor."


"Aku udah biasa," Leo nada santai


"Jadi kalau aku pas keluar kota juga gitu."


"Iya."


"Udah nggak usah lebay. Mari kita tunggu tuan muda sampai puas."


Revan menghela nafas berat sedangkan Leo terkekeh.


Di ruangan, Marvel dan Kayla membersihkan badan agar terlihat segar kembali.


Cup


"Makasih sayang."


"Kau ini tak tahu tempat, Vel."


"He ... maaf, aku nggak bisa tahan jika melihat keindahanmu yang menggoda iman."


"Lebay."


Dan ruangan itu kembali terbuka kuncinya, Marvel kembali ke depan laptop sednagkan Kayla membaca majalah di sofa. Sebuah ketukan mulai terdengar.


Tok


Tok


"Masuk."


"Ada apa?"


"Minta tanda tangan, oh ya kita besok jam 6 pagi ke sana."


"Sini."


Marvel lupa jika akan  memberitahu istrinya jika ke Kalimantan esok, setelah Leo pergi dari ruangannya ia mendekat ke arah istrinya.


"Sayang, aku mau bilang besok pagi aku ke Kalimantan."


"Hah, kenapa ke sana kan jauh Ve."


"Iya, karena ada proyek baru. Aku dan Leo kesana untuk permintaan Daddy untuk kesana meninjau."


"Ya udah nggak apa. Tapi berapa lama?"


"Paling lama seminggu."


"Apa!"


"Sayang, kamu mau bikin tuli suami mu ini, hem."


"Kamu sih nggak kira-kira perginya. Lama banget tuh."


"Nanti aku usahakan cepet ya. Kamu tenang oke."


"Iya."


"Ya udah aku pesenin cemilan sama minuman biar kamu santai, oke."


Tanpa terasa waktu cepat berlalu, Kayla ktiduran di sofa sedangkan Marvel kelupaan makan siang. Ia melihat ada rantang makanan serta kue . Dan ia mulai menyantapnya. Marvel makin tak sanggup jika berjauhan dengan bidadarinya itu semenit saja sudah kayak setahun apalagi seminggu bisa karatan tombak nya.


Setelah menyelesaikan maka ia membangunkan istri lalau mengajaknya pulang.


"Sayang, ayo bangun. Kita pulang udah sore."

__ADS_1


"Hem, iya aku cuci muka dulu."


Keduanya pun turun ke lobby dan bersiap pulang namun mereka berpapasan dengan seseorang membuat Kayla kegirangan.


__ADS_2