Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
pernikahan sang asisten


__ADS_3

Ben dan Axel masuk kekamar ia bergegas membersihkan diri karena badannya terasa lengket.


"kak, tahu nggak siapa penculiknya."


"kalau nggak salah aku denger dikit tentang mamanya Dewi."


"apa. mamanya Dewi."


"iya. udah sekarang kita tidur besok kan ada ulangan kan."


"yoi."


esoknya Brian, Axel, Ben dan Ayunda sudah berada diruang makan tak ada suara kecuali dentingan alat makan saja. Ben dan Axel saling pandang melihat kedua orangtuanya diam membisu. akhirnya Ben tanpa ragu memulai obrolan


"ehem, dad aku tahu siapa penculikku."


Brian mendongak tatkala mendengar anaknya berbicara


"oh ya siapa nak."


"Vera, mamanya Dewi temenku dad."


"kamu kenal dad." tanya Ayu


"dia dulu suka aku bun." ucapnya lirih


"oh ya.." ucap Ayu melirik tajam pada suaminya, Brian tak punya nyali ia menciut dan pura-pura tidak tahu.


15 menit kemudian Brian dengan kedua putranya berangkat. tak lama mobil mewah berhenti didepan gerbang sekolah, Axel dan Ben berpamitan pada daddynya.


"hati-hati dan yang pinter sekolahnya."


"siap daddy."


Brian pun melanjutkan perjalanan menuju kantor sampai disana ia menelpon seseorang.


"Wis, udah beli kado."


"belum. kalau elo." ucap Wisnu


"gue kasih tiket honeymoon sama rumah."


"percayalah boss sultan. oh ya nanti barengan napa keacara Johan."


"oke."


disisi lain tepatnya dikediaman Wijaya sedang berlangsung akad nikah yang dihadiri kerabat dekat saja.


"saya terima nikah dan kawinnya Nadia putri sanjaya binti sanjaya dengan maskawin tersebut dibayar tunai."


"gimana saksi?"


"SAH."


"SAH."


"Alhamdulillah."


Kini sejoli itu sudah sah jadi suami istri Johan bahagia akhirnya ia mengakhiri masa lajang lapuknya. Brian tak bisa menghadiri saat dia akad nikah tapi diwakilkan oleh istrinya Ayu. Brian akan menghadiri acara resepsi karena pagi ini ia akan meeting dengan beberapa klien penting.


"selamat ya kalian.. segera mendapat momongan".


"makasih nyonya big boss." ucap kedua sumringah


setelah memberi selamat kepada pasangan itu, ia mampir ketoko kuenya sejenak.


Dikantor Baratawijaya, Brian bersama sekretaris tengah rapat dadakan bulanan. semula wajah Brian nampak tenang tapi setelah menerima laporan keuangan kantor 3 bulan raut muka berubah ingin menerkam mangsanya.

__ADS_1


gleg


para karyawan disana seakan sudah mati rasa mendapat sorotan tajam atasannya.


"ada yang bisa menjelaskan semua ini." ucap Brian dan melempar berkas dimeja


tiba-tiba ada panggilan video dari istrinya seketika wajah garang berubah manis, semua rasanya tertolong karena ada nyonya big boss.


"assalamulaikum suamiku. lagi apa?"


"waalaikumsalam nyonyaku. sayang, kamu tak tepat telpon suamimu ini, karena aku sedang rapat dengan karyawan. bisa kah nanti kita lanjut lagi."


"baiklah."


tut


sambungan telepon seketika diputus sepihak oleh ayu. Brian mengacak rambut kasar tahu kalau istrinya pasti marah. tanpa aba-aba ia menyuruh sekretarisnya untuk membeli bunga kesukaan istrinya dan diantar ke toko kue.


didalam toko, Ayu cemberut ia kesal telpon tak tepat waktu. dia pun mengalihkan menonton drakor kesukaannya, tiba-tiba ada ketokan pintu diruangannya.


tok


tok


ceklek


"iya."


"ini ada kiriman bunga untuk nona."


"Dari siapa."


"Tuan Brian, nona."


"makasih."


Seketika wajah Ayunda merona, mendengar suaminya sengaja minta maaf dengan cara memberi kejutan padanya.


"aku minta maaf sayangku, honeyku, nyonyaku.


salam hangat suamimu Brian."


Begitulah kira ucapan dari suami tersayang, ia pun bergegas menata bunga cantik di vas. setelahnya ia bersiap membuat kejutan pula kekantor suami.


Tak lama taksi yang dipesan Ayu, sudah tiba didepan tokonya.


"Hay Ris, aku pulang dulu ya. kalau ada apa-apa kabari aku."


"baik nona."


"ini untuk kalian." ucap Ayunda tersenyum menyerahkan 300 ribu pada Risma karyawannya


"makasih nona."


"sama-sama."


Risa mengantar Ayu dan membukakan pintu taksi untuk Ayu. Setelah kepergian Ayu, Risma menghampiri teman-temannya.


"hay, kita dapat bonus lagi. mau beli apa."


"hah, beneran."


"iya nih lihat."


"astaga, nona Ayu baik banget ya sama kita."


"semoga nanti dedek bayi lahir selamat dan lancar."

__ADS_1


"amin."


Mobil yang ditumpangi Ayunda tak lama berhanti tepat di lobby kantir Baratawijaya. ia turun dan semua menyapa wanita cantik dan ramah itu.


"Siang nyonya."


"siang."


saat Ayunda masuk lift ia bertemu dengan Wisnu sahabat Brian.


"hay Nyonya Brian , pasti mau bertemu dengan tuan Brian bukan."


"iyalah masak ketemu kamu, dia ada akan."


"Ada nona, tapi sepertinya sedang menerima tamu cewek cantik disana." ucap Wisnu menahan tawa karena usil


"hah, siapa?"


"nanti lihat saja, nah sudah sampai. saya permisi dulu nyonya." ucap Wisnu kembali keruangannya dan mengirim pesan singkat pada Brian


"Hati-hati singa betina siap menerkam tuan Brian."


ting pesan masuk diponsel Brian, ia tengah fokus pada laptop didepannya tak lama pintu terbuka


ceklek


Nampak raut muka Ayunda merah padam dan berjalan terburu-buru, ia clingukan sampai di ruang pribadi Brian. Brian melongo kelakuan istrinya.


"sayang, kau kenapa kok clingukan seperti mencari koin aja."


"apa kau bilang." ucap ketus Ayund


"oh astaga, kau mengagetkanku sayang. ada apa sebenarnya."


"katanya kamu nerima wanita cantik,mana dia. kau sembunyikan dimana." Geram ayunda dan menatap tajam suaminya


Bruan tersentak atas ucapan istrinya, Ia kini benara-benar takut di lempar ke luabnag buaya. Brian pun berjalan mendekati istrinya yang dilanda cemburu.


"Sayang, hei, dengerin ya! Daritadi tak ada wanita siapapun disini kau hanya di isengin sama Wisnu."


Ayunda menatap penuh selidik dan memperhatikannya tak ada kebohongan di mata suami tercinta.


"Oke baiklah, aku percaya. Aku minta maaf hubby," ucap Ayunda sendu


"Baik tapi dengan satu syarat," ucqp Brian tersenyum menyeringai, Ayunda tahu maksud suaminya itu, ia mengheembuskan nafas kasar.


Brian mulai menutup ruangan, dan mengunci dengan remote kontrol agar tak aa siapapun yang bisa mengganggu aktivitasnya. kini Brian sudah menggendong bidadarinya yang sednag berbdan dua menuju ruang pribadi.


Diruang Wisnu, ia mengerinyitkan dahi, merasa aneh kenapa Ayu tak keluar dari ruangan Brian.


"Kenapa sepi banget sih, jangan-jangan mereka tahu aku jahil. Ah, sudahalah aku lanjut kerja saja."


Sekitar sejam kemudian pasangan suami istri baru selsai dengan pergulatan di siang hari, kini mereka sudah rapi lagi dan sedang menyantap makan siang bersama.


"Bagaimana calon anak kita, sayang, apa dia menyusahkanmu?"


"Tidak, dia sangat mengerti bundanya."


"Oh ya tadi acara pernikahan merrka gimana sayang."


"Alhamdulillah lancar, kapan kamu akan datang."


"Tapi pas resepsi sayang, kamu harus ikut tak ada penolakan bawa juga anak-anak juga."


"Iya daddy."


"Ayo suapin daddy, baby."

__ADS_1


"Dasar manja,"


Saat Ayunda akan menyuapi Brian tiba-tiba ada seruan dari pintu ruangan Brian, Mereka terkejut dan menghentikan acara makan


__ADS_2