Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Maafkan Mami


__ADS_3

Kayla dan Ega masih saja cemberut saat di kantin karena penasaran akan kemana study tournya karena Lala tak memperbolehkan melihat di mading.


"Udah deh, senyum dunk. Aku kasih tahu ya," ucap Lala merayu kedua sahabatnya


"Kalian tahu, Kita ke Yogya," tambahnya


Kayla dan Ega semuala tak menghiraukan, tiba-tiba mendengar kata "Yogya", seketika berseru.


"Waw, keren. Kesempatan kita jalan-jalan, pasti seru banget," Ega kegirangan


"Iya bener banget, kapan lagi kita ke sana," Kayla antusias tapi tak lama ia tertlihat lesu mengingat sekarang dia dan Marvel hidup tak seperti dulu.


Kedua sahabatnya melihat wajah gelisah Yasmine segera bertanya.


"Kau kenapa, Kay?" tanya Ega


"Em, kayaknya aku nggak ikut deh," Kayla mengusap wajah kasarnya.


"Loh, emang kenapa? apa Marvel tak mengijinkan kalau kamu ikut nantinya."


"Bukan itu Ga, La. Kalian tahu kan kita sekarang hidup sederhana buat makan kita harus bisa mengatur semua. Jadi, kayaknya mending uangku aku tabung, aku nggak tega sama Marvel," ucapnya sendu


Tiba-tiba, ada seseorang yang datang menghampiri dari belakang.


"Kita akan ke Yogya, sayang," ucapnya tersenyum pada istrinya


Ketiga cewek tersebut terkejut saat tahu yang datang adalah Marvel suami Kayla.  Kayla mengulas senyuman.


"Tapi, Vel," Kayla bertanya pelan takut membuat Marvel marah


"Sayang, denger ya. Kita akan tetap kesana. Jadi tersenyumlah," ucap Marvel sambil mengelus wajah cantik istrinya.


"Oh no, so sweet banget sih kalian," Ega tersenyum melihat keromantisan keduanya


"Ingat ya, kita masih ada di sini," celetuk Lala tak terima


"Hahahahaha, dia nggak terima, Vel," ucap Yasmine


"Seneng ya, kalian. Enakin aja berdua, bagai bumi milik sendiri kita numpang," Ega


"Kayaknya dua jomblo ini, harus kita carikan pasanagn sayang," Marvel cekikikan melihat tingkah kedua sahabat Kayla.


"Boleh-boleh, Vel. Biar aku nggak sendiri mulu, hua."


"Dasar emang duo jones."


Setelah mengobrol di belakang sekolah ketiganya kembali ke kelas, seperti biasa Marvel mengantar istrinya namun saat akan sampai ada yang menyindir.


"Hei, temen-temen, most wanted kita nggak mungkin ikut tour. Tenang aja,


aku yang akan mentraktir kalian nanti, kan tahu sendiri dia udah miskin," ucap Alvin menyindir pedas pada Marvel


Marvel tersenyum menyeringai lalu


Bugh


"Ini balasan buat orang yang sok tahu," ucap Marvel lalu mengajak Kayla pergi, sedangkan kedua sahabat Kayla mengacungkan jempol ke bawah pada Alvin.

__ADS_1


Alvin kesal lagi dan lagi ia kalah telak pada Alden.


"Brengsek."


Saat keempat sampai di depan kelas, Marvel berpamitan.


"Kau keren tadi, Vel," Ega mengacungkan jempol tangannya


"Itu pantas buat orang yang sok tahu. Udah ya sayang, kau masuk ya. Love you."


"Iya, love you too."


Marvel berjalan menuju kelas namun di belokkan ia berpapasan dengan gadis yang mencintainya dulu, Viona tepatnya.


"Hahahahahaha, dasar miskin," ucap Viona menyindir


Marvel tak menanggapi ucapan Viona, ia  terus melanjutkan jalannya menuju kelas. Semenjak ia dihukum oleh Daddy nya, entah siapa yang menyebar berita tentang hidupnya tak semewah dulu. Awalnya ia berat tapi karena dukungan dari istri tercintanya, ia bertahan dan semangat.


Di kelas


Leo, Willi dan Revan tengah berkumpul, Marvel pun menghampiri mereka.


"Nah ini dia, most wanted kita,"ucap Willi


"Apaan," tanya Marvel mengerutkan dahi menatap Willi


"Kau ikut besok ke Yogya  kan, Vel," tanya Leo


"Iya aku ikut."


"Beneran,"tanya Revan memastikan


Marvel tersenyum mirinng


"Iya-iya. Santai, slow man."


"Ini aku catat ya nama mu."


"Iya catat aja semua, sekalian sekeluargaku."


"Dasar gila."


Marvel kembali duduk di bangkunya, ia merasa bingung karena uangnya pas-pasan. Sepulang sekolah, ia berniat akan mencari pekerjaan semampunya agar Kayla tak kekurangan.


Tak lama, pukul 1 siang waktu pulang pun tiba. Marvel dan Kayla pulang bareng dan berjalan menyusuri jalan di atas terik matahari. Marvel yang tak tega melihat istrinya kepanasan dengan cepat, ia melepaskan jaket dan menaruh diatas kepala istrinya agar tak kepanasan. Kayla merasa kepalanya tak kepanasan lalu, ia mendongak  ternyata suami tak membiarkan surya menembus tubuhnya. Kaypa menoleh ke arah suaminya, ia bahagia meski sederhana tapi Marvel tetap perhatian padanya.


"Kenapa senyum-senyum?" tanya Marvel menatap istrinya penuh cinta


"Seneng aja, dari kejadian kemarin aku bahagia meski begini kita bisa rukun terus, Vel."


"Ini berkat dukunganmu, sayang. Maafkan aku atas semua egoku membuatmu menderita seperti ini."


Kayla berhenti sejenak dan menghadap  tepat di depan suaminya sambil memegang pipi mulus tanpa noda itu.


"Aku tak menderita, Vel. Aku bahagia, keterbukaan dan kejujuran itu kunci utama."


"Kau begitu dewasa Kay, aku malu sebagai pemimpin rumah tangga."

__ADS_1


"Kita saling belajar dan support. Jika ada yang salah jadi saling mengingatkan."


"Iya sayang, makasih semuanya."


Kayla dan Marvel melanjutkan jalan menuju kost an mereka. Sampai di kost, Marvep tak istirahat dulu melainkan ia berpamitan pada istrinya.


"Sayang, aku keluar ya. Mau cari kerjaan agar kuta bisa bertahan hidup."


"Kamu tak makan dulu, Vel atau istirahat aku takut kamu sakit."


Marvel menggeleng pelan dan tersenyum.


"Kamu makan dulu ya, doakan suami mu dapat kerjaan."


"Iya Vel, hati-hati. Aku tunggu kamu."


Marvel mendekat lalu mencium bibir ranum istrinya, keduanya pun terhanyut tapi Marvel ingat akan tugas hari ini dan akhirnya melepaskan. Marvel mengusap bekas ciuman di bibir istrinya dengan telunjuk.


"Aku jalan dulu, kau di rumah hati-hati sayang."


Kayla mengangguk dan tersenyum bahagia. Marvel keluar dari kost ia pun menyusuri jalan dan  sambil melihat loker yang tertera di toko. Tak sampai lama, ia melihat lowongan yang tertempel di toko bangunan. Ia mendatangi dan bertanya pada pemilik tersebut.


"Maaf permisi, pak. Apakah di sini masih menerima pegawai?"


"Iya masih nak, tapi angkat barang-barang. Kalau tak keberatan bisa mulai bekerja hari ini."


"Boleh pak, saya mau," Marvel tersenyum bahagia akhirnya mendapat pekerjaan meski sebagai angkut barang


Kemudian, pemilik toko tersebut memberitahu apa saja yang di kerjakan oleh Marvel, pemilik itu melihat Marvel seperti orangkaya  dari penampilannya. Dan juga pernah melihat wajah Marvel entah dimana. Tak mau berpikiran buruk, pemilik itu membiarkan Marvel bekerja.


Saat Marvel asyik bekerja ada seseorang meneteskan air mata melihatnya dari kejauhan. Dua adalah Bebi Mami Marvel. Entah kapan Daddy nya akan berhenti menghukum putranya.


"Pak, jalan."


"Baik nyonya."


Bebi melanjutkan perjalanannya menuju kediaman, saat sampai di rumah ia berlari menuju kamar. Dira  mengerutkan dahi melihat Mami terlihat buru-buru.


Dira pun  berjalan dan mengetuk pintu kamar Mami nya.


Tok


Tok


"Sayang."


"Mami. Mami kenapa?" tanya Dira cemas


Seketika Bebi memeluk putri kecilnya sambil nangis sesegukan. Dira bingung apa yang terjadi dengan Mami nya hingga seperti ini.


"Mami, melihat kakakmu Marvel."


"Hah, dimana Mi?" tanya Dira terkejut


"Dia bekerja di sebuah toko bangunan."


"Apa!" pekik gadis cantik itu mendengar Mami nya berkata seperti itu

__ADS_1


"Maafkan Mami, Vel. Mami nggak bisa apa-apa,"


__ADS_2