Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Jahil


__ADS_3

"Papa," teriak Bebi


"Pa, bangun. Papa, tolong.. Tolong bantu aku."


Para mahasiswa tak ada yang berani membantu dan pada akhirnya, ada seorang cowok tampan membantunya.


"Ayo, kita bawa ke rumah sakit,"


"K-kau."


"Udah, buruan."


Bebi membuka pintu mobil mewah milik Ben. Mau tak mau Bebi yang menyetir mobilnya hingga tak lama, sampai di rumahsakit.


"Suster, tolong," teriak Bebi cemas


"Mari silahkan."


Papa Bebi sudah di masukkan ke Ugd, Bebi mondar mandr cemas, dia tak tahu ada yang lagi lemas terkapar di kursi tunggu.


Setengah jam kemudian, dokter yang menangani Papa Bebi keluar dari ruangan.


"Selamat siang. keluarga tuan Hermawan."


"Saya dokter."


"Jadi begini, saya dokter yang menangani tuan Hermawan. Kondisinya kritis, kalau di operasi mungkin 10 persen hidupnya. Jadi saya minta persetujuan keluarga."


"Papa, Ya Tuhan hanya Papa yang aku punya. Lakukan yang terbaik dokter," teriak Bebi sambil terisak


Ben yang sudah lemas hanya bisa melambai pada Bebi, namun gadis itu tak tahu.


Bebi juga lupa jika tadi bersamanya adalah Ben. Selama operasi, Ben tak dihiraukan sama sekli hingga akhirny Deknkesayangan tepa lewat do area itu.


"Kak Ben, ngapain," taya Sella membuat Bebi menengok k arah suara itu


Sella terkejut ternyata Ben daritadi disitu tanoa ia hiraukan, ia berlari menghampiri.


"Maaf, aku lupa jika tadi kau bersamaku."


"Telat. Ayo Sel, bantu," Ben di papah oleh adek kesayangan menuju ruangan prakteknya.


Ben berjalan tertatih di papah adeknya dan diikuti Bebi. Di dalam ruangan, Sella memberkan minuman berenergi agar kakaknya fit kembali.


Ben sekilas melirik kearah Bebi melihat perempuan mudah ditipu. Bebi menatap balik ke arah Ben, karena tak terima di perhatikan.


"Hai kakak cantik, maaf atas kelakuan kakakku."


"Dia kakakmu."


"Iya, meski seperi prean tapi hatinya baik."


Bebi melongo ingat pernah menyergap Ben di saat balapan. Bebi pun pura-pura bego ta tau menahu.


"Oh ya. Maaf ya, aku tak bisa lama karena Papa ku operasi. Jadi, aku permisi dulu dan buatmu masih bantu aku."


Ben tak menjawab omongan Bebi hanya melirik saja. Bebi sungguh kesal karena sikap angkuhnya Ben. Buru-buru, Bebi keluar dari ruangan Sella. Usai Bebi keluar dari ruangannya, Sella bertanya


"Kak, jutek amat sama gadis cantik tadi."


"Biarin, emang dia siapa."


"Aduh kak, jahat banget sih, itu cewek cantik lo, makanya kakak jomblo mulu."


"Perlu kau tahu, Sel. Cewek tadi adalah satpol pp yang nangkap kakak tempo hari."


"Apa!" pekik Sella smabil gebrak meja


Brak


"Astaga, kau Sel. Mau buat kakak gantengmu ini mati mendadak."


"Idih, narsis banget. Waw, gadis itu tak malu jadi satpol pp."


"Gitu aja harus bangga "

__ADS_1


"Awas aja ya kak, sampai kau suka padanya."


"Amit-amit dah. Udah dulu, kakak mau pulang, mau siap-siap ke pesta teman. Masih juga bua minumnya."


"Iya, hati-hati tuan muda."


"Oke, kau juga pulangnya hati-hati."


"Siap."


Sedangkan di sisi lain, Bebi mencoba menghubungi kekasihnya tak juga diangkat.


"Kemana sih dia?"


Tiba-tiba, ada yang menyahutnya dari belakang.


"Kau itu muda ditipu, dia berkencanlah," ucap Ben dan berlalu


"Apa."


"Duh, dasar tuh cowok bisanya kayak hantu muncul tiba-tiba dan begitu saja hilang."


Ben buru-buru pulang untuk menghadiri pesta temannya bernama Rio. Sampai di rumah, ia bergegas mandi dan berganti pakaian tapi saat ia membuka pintu kamar akan turun, ia terkejut ada Axel.


"Astaga, kau ini, Xel. Ada apa ngagetin aja."


"Mau ngajak bareng ke pesta, aku kura kakka nggak ikut."


"Ikutlah, ayo."


Saat di bawah, mereka berpamitan pada orangtuanya.


"Dad, Bun. Kita ke pesta Rio bentar."


"Oke nggak pakai lama."


"Siap, kita berangkat dulu, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Silahkan tuan."


"Terimakasih."


Saat masuk ruangan, ia terkejut begitu keren.


"Waw, keren kak."


"Iya, Rio sekarang makin kaya."


"Udah masuk dulu."


Sampai di dalam, Ben malahan ingin ke kamar mandi.


"Xel, kau duluan. Aku ke toilet."


"Baik kak."


Saat akan ke toilet ia tak sengaja bertabrakan dengan seorang perempuan cantik


Bruk


"Aw."


"Maaf, " ucap Ben sambil mengulurkan tangannya tapi Permpuan cantik itu memilih berdiri sendiei.


"Maaf."


Ben sungguh terpesona pada perempuan itu, sampai-sampai lupa jika dia ingin ke toilet.


Di tempat acara, Axel mencari kakaknya tak juga datang. Ia memutuskan menuju toilet, karena kakaknya tak kunjung kembali. Sampai di toilet, Axel melihat kakaknya malah bengong.


"Kak, daritadi kakak begini saja."


"Eh apa Xel, sorry."

__ADS_1


"Dasar kakak itu kenapa malah bengong, jadi ke toilet nggak."


"Iya tunggu."


"Astaga, Xel. Sabar-sabar."


Mereka tak lama balik ke acara, hingga pukul 11 malam. Keesokan harinya, Ben bangun seperti biasa lebih awal karena ia ingin joging. Di jalan, ia tak sengaja melihat ada seorang wanita tua tengah meminta-minta.


"Maaf nyonya, saya adanya ini."


"Tidak apa nak, saya bersukur masih ada yang memberi."


"Dimana tempat tinggal Nyonya."


"Saya disini saja, nak. Saya tak punya rumah."


"Kalau anda mau, anda bisa kerja di rumah saya, nona."


"Sungguh, nak."


"Iya nyonya. Kau bisa datang ke rumahku ini alamatnya," Ben memberikan kartu namanya


"Terimakasih nak, kau sungguh baik. "


"Sama-sama nyonya. Saya permisi dulu."


"Iya, hati-hati."


Ben memutuskan untuk kembali kerumah, Sedangkan di ruang keluarga, Brian dan Ayunda ingin menyampaikan sesuatu pada Ben namun takut di tolak.


"Kita ajak dia ke rumah sakit aja, Bun."


"Baik Dad, biar Bunda yang bicara sama dia."


Dan tak lama, acara sarapan pagi dimulai. Setelsh 15 menit merka selsai semua, Ayunda mulai berbicara


"Ben, nanti ikut Bundake rimah sakit nak."


"Ada apa, Bun?"


"Ada teman Bunda sakit, jadi kitaharus menengoknya?"


"Karena dia ingin bertemu denganmu, kau bisa kan."


"Jam berapa, Bun."


"Jam makan siang, Bunda Dan Daddy tunggu di rumah sakit ya."


"Oke, kalau gitu Ben pamit dulu."


"Kau kuliah pagi."


"Iya, Dad. Nanti mampir ke kantor tapi bentar."


"Kenapa bentar, kan disuruh ke rumah sakit."


"Oh ya, lupa Daddy."


"Astaga, ternyata Daddy udah tua," celeteuk Axel


"Kau ini, Meledek Daddy."


"Becanda, Dad. Kita berangkat."


"Iya hati-hati "


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Axel dan Ben meluncur ke kampus, di sana Ben melihat Kekasih dari Bebi makin mesra dan jahilnya Ben merekam.


Ben tertawa terpingkal-pingkal membuat Axel bertanya


'"Ada apa kak?"

__ADS_1


__ADS_2