Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Gilanya Marvel


__ADS_3

"Uda ayo buruan anter aku pergi."


"Kay tunggu, sebenarnya kamu kenapa dengan Marvel."


"Aku hamil, La. Hiks ... hiks. Tapi Marvel nggak mau," ucapnya sesegukan.


Lala heran kenapa dengan Marvel hingga nggak mau menerima kehadiran buah hati mereka.


"Kenapa dia nggak mau, itu buah hati kalian, Kay."


"Dia trauma dulu pas aku ngelahirin sudah kayak orang gila, saat aku berjuang melawan maut."


"Astaga, Marvel kau gila."


"Lalu, aku mau anter kamu kemana Kay," tambahnya.


"Kita cari tempat yang nggak mungkin di jangkau Marvel."


Kayla berfikir ia akan ke New york menemui Bu Rose. Pasti dia akan di tampung lagi pikirnya.


"Aku ke Bu Rose aja, La."


"Hah, New york."


"Hem."


"Tapi Kay, kalau mertua mu tahu gimana  kalian ini."


"Tolong jaga rahasia ini, dari semua La."


Lala dan Kayla masuk ke dalam mobil menuju bandara. Sepanjang perjalanan perasaan Kayla campur aduk. Tiba-tiba, ada dering ponselnya terlihat panggilan dari Marvel. Namun ia tak menggubrisnya.


Marvel baru saja di telpon oleh suster jika Kayla menghilang ,  seketika pulang ,dia juga mengecek barang-barng sudah tidak ada di lemari. Ia mencoba telpon istri namun tak diangkat.


"Brengsek."


Kemudian ia beralih menelpon pada pihak bandara.


"Tutup semua pernerbangan."


"Siap bos."


Di bandara


Semua orang berdemo karena penerbangan ditunda, pihak menegemen pun memberikan pengumuman jika sedang ada eror sistem dan perlu diperiksa lagi. Lala dan  Kayla heran kenapa bisa eror.


Tak lama, beberapa bodyguard berlari menuju lobby bandara dan sosok di belakang ada pria tampan mencari istrinya. Lala dan Kayla melihat banyak bodyguard di sekitar bandara, seketika ingat kalau itu pasti suruhan Marvel.


"Marvel," ucap kompak keduanya.


Saat akan berlarii ada tangan kekar mencegah Kayla, ia menengok ke belakang dan benar saja Marvel dibalik semua ini.


"Kamu mau kemana?"


"Lepas, aku mau pergi. Jadi jangan halangi aku."


"Sayang, please maafin aku."


"Vel, aku capek. Kamu juga nggak mau anak ini bukan. Udahlah setelah anak ini lahir kau bebas dengan siapa aja yang bisa menuruti keinginanmu."


"Sayang, maafin aku. Aku terlalu takut kehilanganmu. Aku mohon maafkanlah aku, aku mau menerima anak ini. Asal kamu mau kembali, ya."


"Kenapa kamu seenak jidat ngomong, hah. Kamu tau nggak sakit saat kamu bilang tak ingin anak ini, dan memilih berpisah dariku. Apa semua itu khilafnya seorang Ayah," ucapnya lantang.


Seketika Marvel berlutut di hadapan Kayla dan semua orang dibandara itu. Lala terkejut dan juga Kayla.


"Pergi kemanapun kau suka."


"Aku takkan pergi sayang. Please mafin aku," ucapnya sambil memohon pada istrinya.


Kayla tak tega melihat seorang suami  sampai berlutut,  terlihat cowok itu lemah dan tak punya harga diri di hadapan perempuan seketika ia mengajak suaminya berdiri.


"Iya aku maafin kamu."


"Beneran sayang."

__ADS_1


"Hem."


Suit .... suit


"Cie ...  akhirnya baikan," goda Lala pada keduanya.


Marvel memeluk istrinya erat serta mencium kening istri. Ia berfikir kemarin trauma  membuatnya akan kehilangan  semua yang di miliki. Marvel mengajak istrinya pulang sedangkan bodyguard menyuruh pihak management untuk membuka blokirannya. Semua bernafas lega saat mendengar pengumuman jika penerbangan bisa dilakukan lagi.


Marvel mengucap terimakasih pada Lala karena menemani istrinya saat gelisah, setelah memastikan Lala sampai di depan rumahnya dengan  selamat,  Marvel dan Kayla pulang.


Sedangkan Lala yang baru saja tiba di rumah, ada bunyi telepon tertera nama Revan.


"Halo assalamualaikum. Honey."


"Waalaikumsalam honey. Kau di mana?"


"Habis nganter Kayla kabur tapi nggak jadi."


"Jadi Kayla tadi mau kabur."


"Iya, tapi nggak jadi keburu Marvel datang, lalu mereka baikan."


"Oh gitu sukurlah kasihan. Katanya dia hamil lagi ya, honey."


"Iya."


"Nanti malam aku jemput ya, kita dinner. Kan dah lama sekalai nggak gitu, mumpung aku nggak lembur, honey."


"Beneran."


"Iya. Dandan yang cantik my honey."


"Baiklah honey."


"Assalamualikum."


"Waalaikumsalam."


Revan menutup telpon dan beralih pada gaun yang ada  dipaperbag lalu menyuruh kurir untuk mengirimnya.


"Halo, pak bisa datang ke alamat perumahan Ga no.1."


Kurir itu adalah kurir langganan keluarga Axel, maka dari itu Revan tinggal telpon dan mereka secapat mungkin datang.


Beberapa menit kemudian, kurir itu datang mengambil barang dari Revan untuk diantar ke rumah Lala. Tanpa menunggu lama, kurir sudah berada di depan rumah Lala.


Tintong


"Iya, pak. Bisa dibantu," tanya Mama Lala.


"Ini benar kediaman Lala indriani."


"Iya benar pak."


"Silahkan tanda tangan dulu, nyonya."


"Terimakasih pak."


"Sama-sama."


Mama Lala menutup pintu lalu membawa paperbag itu  ke kamar Lala.


Tok


Tok


"Mama. Ada apa?"


"Ini ada bingkisan buat kamu."


"Dari siapa Ma."


"Mungkin Revan, La."


"Baiklah makasih, Ma."

__ADS_1


"Iya, Mama ke bawah dulu."


Lala menutup pintu kamarnya, lalu membuka bingkisan dan ada ungkapan  cinta dari Revan.


"Untuk honey, dipakai ya. Love you."


Lala tersenyum, lalu bergegas mandi agar wangi di dekat Revan nantinya. Tak teras pukul 7 malam, kini Lala sudah terlihat cantik memakai gaun warna peach selutut. Ia turun dan berpamitan pada orangtuaya.


"Malam Ma," sapa Lala pada orangtuanya.


"Malam sayang, kau cantik sekali. Mau kemana, hem?"


"Pasti makan malam sama Revan, ya kan," goda Mama Lala.


"Tahu aja Mama."


"Eh La, kapan Revan serirus sama kamu nak," tanya Papa Lala.


"Em, Lala belum tahu Pa. Kita masih fokus karir dulu."


"Nak, kalau bisa jangan lama-lama. Lihat Papa mu ini udah tua, pengen gendong cucu ya kan Ma."


"Iya benar La, coba tanya Revan."


"Iya Mam, Pa. Nanti Lala tanya," ucapnya tersenyum kikuk


Dan terdengarlah deru mobil Revan, Lala mengajak keluar orangtua menemui Revan.


"Assalamulaikum Om, tante," sapa Revan dan menyalami punggung tangan orangtua Lala.


"Waalaikumsalam nak. Kalian mau kemana."


"Kami mau makan malam Tante , Om."


"Oh ya sudah hati-hati ya."


"Baik Om, Tante. Assaalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Merke berdua kini menuju suatu tempat, sepanjang perjalanan Revan menggenggam erat tangan  kekasihnya, Lala sungguh bahagia sesekali  membalas genggaman tangan Revan. Saat akan sampai, Revan menutup mata kekasihnya.


"Kenapa di tutup, honey."


"Nanti juga tahu, udah ayo gandeng lenganku."


Dan dalam hitungan mundur.


3


2


1


Penutup mata dibuka oleh Revan. Seketika Lala terperangah melihat keindahan di dengan matanya dan menutup mulutnya.


"Honey ini."


Revan berlutut  di depan Lala dan berkata, "will you marry me."


Lala meneteskan air mata, akhirnya penantian nya selama  5 tahun berubah manis hari ini tepatnya malam ini.


"Gimana honey, kenapa nggak di jawab. Capek ini."


"Aish, kau ini romantis dikit kenapa."


"He .. iya ya. Jadi bagaimana honey."


"I will."


"Thank you so much."


Dan sebuah musik mengiringi makan malam mereka berdua yang tak terlupakan selamanya.


.......

__ADS_1


Sedangkan Marvel  kini manyun karena calon bayinya mengerjai nya saat ini, tepatnya Kayla yang mengerjai.


"Uluh.... uluh, gemoy nya."


__ADS_2