
"Kalian tunggu di sini, biar aku yang turun."
"Tapi Leo," Kayla panik
Leo turun dari mobil lalu menghadapi empat preman di depannya.
"Ada urusan apa kalian menghentikanku," cerca Leo pada para preman
"Serahkan perempuan cantik itu," tunjuk salah satu preman pada Kayla.
"Cih, nggak semudah itu, aku peringatkan kalian. Kalian itu salah musuh."
"Jangan banyak bacot lo."
Ketiga preman itu menyerang Leo dan satunya lagi menghampiri Yasmine yang ada di mobil.
Tok
Tok
"Keluar," teriak preman itu
Di dalam mobil, Riska mulai panik karena preman itu menggedor keras. Sedangkan Kayla akan turun.
"Ris, aku akan hadapi para preman itu sama Leo.
Kau tunggu sini."
"Tapi Kay."
"Udah kamu tenang, oke."
Kayla turun lalu menghadapi preman yang menggedor pintu mobilnya.
"Ada apa kau menggedor."
"Kau harus ikut aku cantik."
"Sialan, enak sekali kau. Bilang pada bosmu, seenak jidat minta aku."
"Huh, banyak bacot juga lo."
Preman itu pun menyerang Kayla, dia yang ahli bela diri dengan cepat menangkis semua pukulan dan serangan padanya. Tak mau menunggu lama, Kayla menendang bagian perut preman itu hingga tersungkur dan ia memelintir tangannya preman itu.
"Siapa yang menyuruhmu."
"Jawab," bentak Kayla
"Re-revi."
"Oh oke, ucapnya menyeringai.
Kayla menendang lalu para preman kembali ke mobil dan berlari. Riska ternganga saat tahu temannya jago bela diri.
"Keren kamu, Kay."
"Biasa aja kok, udah kita lanjut Leo, dan jangan bilang tentang ini pada Marvsl."
"Baiklah, come on ladies."
Ketiganya pun masuk ke dalam mobil melajukan menuju kediaman Kayla. Sedangkan ada sesorang tak jauh dari tempat Kayla tadi berhenti menatap penuh arti dan menancap gas mengikuti.
Di kediaman Marvel dan Kayla.
Saat pintu gerbang di buka, Riska melongo melihat tempat tinggal mereka berdua bak istana. Ia menelan ludah kasar mengingat rumahnya ibarat seperti kandang ayam. Ia kagum dengan keduanya tak pilih teman. Mobil pun akhirnya berhenti tepat di depan halaman rumah Marvel.
"Ayo, Ris," aja Kayla
"Baik Kay."
"Kau sungguh kaya sekali, Kay."
__ADS_1
"Bukan aku Ris, tapi Marvel. Ya nggak Leo," ucap Kayla sambil memandang sekilas Leo
"Ya begitulah, tapi dia udah kecipratan hahhahahah," gurau Leo
"Bisa aja kau, Leo. Udah ayo."
"Aku balik ke kantor dulu, Kay."
"Oh iya Leo, baiklah, makasih ya."
"Sama-sama."
Leo pun masuk mobil dan meluncur ke kantor Baratawijaya kembali, sedangkan Kala masuk kedalam rumah bersama Riska. Riska dibuat terpana dengan dalam rumah, ia sungguh tak menyangka jika temannya sultan.
"Duduk dulu Ris, bentar aku mau," ucapannya terpotong saat Marvel tiba-tiba, masuk tanpa menyapa istri dan mukanya merah seperti menahan kesal.
Kayla mengerinyitkan dahi melihat suami tak biasa. Ia berpamitan sebentar pada Riska untuk melihat Marvel.
"Em Ris, aku lihat Marvel dulu ya. Kayaknya dia capek banget."
"Oh ya udah nggak apa, Kay. Maaf ya."
"Nggak apa kok, bentar. Bik," panggil maid
"Iya non."
"Tolong buatkan minum sama kasih cemilan buat temenku ya."
"Baik non."
"Bentar ya Ris."
"Iya Kay."
Kayla berlari menuju lift untuk naik ke lantai dua dan ia membuka pintu kamarnya pelan-pelan. Kayla celingukan melihat keberadaan suaminya namun tak juga menemukan sekilas matanya menangkap keberadaan suami terlihat sedang di balkon. Ia pun menghampirinya.
"Sayang," peluk Kala dari belakang namun ia lepas karena menghirup asap rokok. ia memandang suaminya yang tak biasa merokok itu dan bertanya.
"Pengen aja," Marvel terkesan cuek, ia pun berpindah tempat
"Vel, kalau ada masalah cerita jangan diamin aku. Dan juga aku tak tahu salah ku dimana, kalau kau diem terus."
Marvel tak menghiraukan ucapan istrinya, yang membuat ia kesal karena adalah menyaksikan bagaimana istri menghadapi para preman. Ketakutan dulu membuat ia trauma karena tak mau kehilangan kembali tapi Kayla malah melakukan itu. Dia sudah di suruh Leo untuk tetap mobil tapi ia tak menghiraukan.
Kayla yang kesal dengan tingkah Marvel mendiamkannya, segera ia menyambar rokok dan membuangnya, dan ia pergi meninggalkan Marvel begitu saja. Setelah istrinya keluar dari kamar ia mengumpat sejadi-jadinya.
"Oh ****!"
"Brengsek!" umpat Marvel sambil mengusap wajahnya kasar.
Di ruang tamu, Kayla mnghampiri Riska lalu mengajak ke ruang keluarga karena ada putra putrinya.
"Hai sayangnya Mommy," sapa Kayla pada twin
"Hai Mommy, mana Daddy."
"Daddy mana, Mommy."
"Lagi istirahat sayang, kalian udah makan."
"Udah Mom. Mommy ini ciapa?" tanya Arthur pada Kayla
"Oh ya ini tante Riska."
"Hai boy, kenalkan tante Riska."
"Hai tante Liska. Aku Arthur."
"Hai boy, kamu main apa," tanya lembut Riska
"Ini Arthur main ulal tangga, tante."
__ADS_1
"Tante boleh ikut."
"Boyeh, ayo main."
Kayla bahagia putranya mau akur dengan orang yang baru ka kenal. Sekilas, Kayla melihat suaminya memakai hoodie hitam berjalan tergesa-gesa, Kayla buru-buru mengejarnya.
"Vel," seru Kayla tapi Marvel tak menghiraukan ia memacu mobil sportnya menuju kafe.
Sedangkan di tempat lain, Revi kesal karena gagal. Ia pun menendang meja yang ada di depannya.
Brak
"Brengsek!"
"Aku harus cari cara lain, Apa ya," Revi nampak berfikir.
Tak lama, keluar lah ide dan ia segera menghubungi seseorang.
"Halo, Jason. Apa kabarnya?" tanya Revi manis
"Kabarku baik, ada apa Rev?"
"Besok ke acara ulangtahunku ya."
"Tapi aku nggak janji ya."
"Ada Kayla, juga loh."
"Oke, aku usahakan."
"Ya sudah sampai besok ketemu lagi Jason."
"Iya."
Revi tersenyum menyeringai, kali ini ia akan menang.
Di club, nampak Marvel sudah minum beberapa gelas meluapkan emosinya. Pertama kali ini ia berkunjung dan mabuk berat, Willi melihat sahabatnya galau segera bertanya.
"Stop Vel!" Willi meraih gelas yang ada di tangan Marvel
"Siniin minumannya, Wil."
"Aku tanya, kau kenapa sampai ke sini, hah" bentak Willi
"Itu semua karena Kayla yang kelahi tadi, dia tak menghiraukan peringatanku, Wil. Aku benci dia, aku diamkan dia sampai ia sadar, kau tahu hem," ucapnya sudah teler
"Gila kau Vel, kenapa kau diamkan," ucap Willi menggeleng kepala heran, dia bergegas membawa Marvel ke kediamannya.
Pukul 10 malam, akhirnya mereka sampai di rumah Marvel. Willi memencet bel ternyata Kayla membukanya.
"Willi, kenapa dia."
"Minum terlalu banyak alias mabuk."
Kayla pun mengambil alih memapah suaminya.
"Em Willi kau tahu nggak , kenapa dia begini?" tanya nya menyelidik
"Katanya ia lihat kau kelahi , Kay."
Kayla menghela nafas berat saat ia ketahuan menyembunyikan dari suami.
"Ya udah, makasih infonya dan diantar pulang suamiku ,Wil."
"Sama-sama. Aku balik dulu, Kay."
"Iya hati-hati."
Setelah Willi pulang, Kayla memapah suaminya sampai di kamar. Dan ia mulai mengganti baju suami. Kayla sejenak duduk di depan cermin rias.
"Kenapa kamu diamkan aku, Vel. Kalau kau bilang mungkin aku akan menjelaskannya."
__ADS_1
Kayla pun beranjak dan naik ke atas ranjang ikut mimpi bersama suami.