Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Tak jera


__ADS_3

"Sayang, kau kenapa," Tanya Raka cemas saat Hilda  terlihat tergesa-gesa.


Hilda melihat Raka di depannya memeluk dan menangis, "Aku kira kehilanganmu lagi."


"Tenang, aku disini. Ayo kita pulang, aku udah baik kok."


"Tapi kita harus pergi ke suatu tempat dulu, kak."


"Kemana?"


"Bayi kita dan pengasuhnya di culik, kak."


"Apa!" pekik Raka mendengar penuturan kekasihnya.


"Bagaimana bisa sayang."


"Saat aku pulang, mereka tak ada di rumah. Tiba-tiba, ada telpon nomor tak dikenal ternyata penculik. Ak kesini ingin mengajakmu mencari. Mereka minta tebusan 1 milyar, aku nggak ada segitu Kak," ucapnya sesegukan


"Soal uang, biar kakak. Ayo kita urus para kucing liar itu. Oh ya, aku kabari Bunda dulu."


"Halo assalamulaikum Bun."


"Waalaikumsalam nak. Ada apa?"


"Rayan, mau mencari Berlian. Dia diculik, Bun."


"Apa! Ya sudah kamu hati-hati."


"Iya Bun, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Raka meraih tangan Hilda mereka buru-buru naik mobil menuju alamat yang dituju, Raka sebelumnya sudah menghubungi pihak berwajib untuk jaga-jaga.


Saat sudah di gedung tua, Raka menyuruh Hilda untuk tetap di mobil. Ia tak mau terjadi apa-apa.


"Kamu disini sayang. Aku akan membawa mereka dengan selamat."


"Nggak, aku mau nemenin kamu. Aku nggak mau kehilangan kalian. Tenang aku masih bisa jaga diri," ucapnya menegaskan agar Raka memperbolehkan


"Baiklah, ayo. Kau jangan jauh-jauh dariku sayang."


"Iya."


Keduanya berjalan menyusuri rawa dekat gedung tua itu perlahan dan berhenti dekat jendela, Raka mengintip dan melihat apakah ada putrinya atau tidak, sesaat terdengar suara tangis bayi.


"Berlian, kak. Ayo kita masuk."


"Tunggu sayang, kita lihat dari sebelah sana. Karena dari sini tak ada mereka. Kita jalan ke belakang saja."


"Ayo."


Saat di belakang, nampak Lia menggendong Berlian yang menangis.


Howek ... howek


"Kak, Berlian."


"Iya sayang, kita jangan gegabah. Lihat itu disana ada dua cewek menjaga."


"Tapi kak."


"Udah diem dulu."


Tak lama, muncul  salah satu cewek yang di skors oleh Raka menghampiri Lia. Raka terkejut ternyata tiga cewek itu tak ada jeranya mengganggu Hilda. Raka geram dan iseng membunyikan musik seram.


Aung ... aung

__ADS_1


"Idih, serem amat Lis," ucap Rina


"Kau sih ngajakin kesini," Rima


"Ini salah kalian berdua, terus ini gimana," Lilis


"Udah ah mainnya, kita pulang yuk."


"Enak aja main pulang, urusan belum kelar nih."


"Tapi."


Aung ... aung


"Duh, sumpah deh aku bisa kencing disini, Rim."


Raka menggeleng kepala heran ternyata tiga cewek bego itu penakut ternyaata ia semakin saja usilnya dengan membunyikan suara kunti.


Hi... hi ...hi


"Emaaaaak, ampuuuun," jerit ketiganya


"Aw, kabur," seru mereka


Mereka lari terbirit-birit meninggalkan gedung itu  sedangkan Raka dan Hilda tertawa terpingkal-pingkal melihatnya.


"Hahahhahhaha."


"Udah kak, ayo kita jemput Berlian dan Lia."


"Iya ayo sayang."


Keduanya akhirnya bisa membawa pulang Berlian dan Lia. Saat keluar dari gedung, di depan  ketiga cewek sudah di hadang pihak kepolisian.


"Terimakasih Pak, bantuannya."


"Dan untuk kalian, aku pastikan setelah keluar dari penjara kalian takkan bisa bekerja kembali."


"Selamat ya, ini hukuman kalian," ucap Hilda mengejeknya


Setelah kejadian itu, Raka ingin Hilda serumah dengannya bersama Bunda tapi Hilda menolak karena status mereka masih kekasih. Alhasil, Raka mengiyakan karena benar adanya.


Di rumah, Hilda bersiap untuk bekerja. Ia sudah menyiapkan susu dan  perlengkapan  untuk Berlian.


"Mbak, ini udah siap semua. Aku berangkat dulu ya."


"Loh nggak diantar tuan Raka."


"Nggak, mungkin dia sibuk. Nggak apa, kan juga deket. Aku berangkat ya, assalamulaikum."


Saat keluar dari pintu, ia terkejut ada sosok tampan sedang bersandar di mobilnya. Hilda mengulas senyuman lalu mendekat.


"Morning ratu manja."


"Ih, apaan sih."


"Udah, ayo berangkat. Nggak ada yang ketinggalan kan."


"Ada, jejakku."


"Garing. Come on baby."


"Let's go."


Tiba di toko, sudah banyak pelanggan yang mengantri dan salah  satunya cewek sexy sengaja jauh-jauh untuk bisa bertemu Raka.


"Waw, rame ya kak."

__ADS_1


"Iya, tumben."


"Mungkin ada promo kali kak."


"Iya kali. Udah ayo kita turun, sayang."


Raka membukakan pintu mobil untuk calon istrinya dan menggandeng tangan masuk ke dalam toko. Saat Raka dan Hilda mulai menata ada cewek sexy menghampiri.


"Ehem, selamat pagi tuan Rayan," sapa  wanita itu


"Oh ya pagi, bisa dibantu nona," ucapnya ramah


"Begini saya ingin memesan beberapa kue untuk acara ulang tahun. Bisakah tuan?" tanya genit dan mulai menyentuh tangan Raka. Raka yang risih segera menghindar.


"Maaf nona, saya alergi jika disentuh wanita selain istri saya," ucapnya  sambil mengambil tisue basah mengelap bekas tangan wanita itu.


Wanita itu terlihat kesal wajahnya, ia melirik perempuan berpakaian pramuniaga menahan senyum dengan menatap tajam.


"Apa lihat-lihat. Baiklah kalau begitu, saya permisi tuan," Wanita ngacir seperti tak ada muka lagi


...........


Dan akhirnya pukul 8 pagi, toko di buka. semua pelanggan berhambur menyerbu toko. Hilda dan karyawan kewalahan hingga Rayan membantu mereka.  Saat istirahat, Raka memanggil Hilda untuk makan bersama. Semua karyawan makin curiga dengan kedekatan keduanya. Hingga ada gosip jika mereka  berbuat mesum. Meli dan Yanti kesal karena temannya di gosipkan.


"Jangan sok tau ya, kalian."


"Siapa yang sok tahu, lihatlah mereka mesra setiap saat."


"Jaga mulut kalian ya, kalau denger tuan Rayan. Baru deh ampun."


Dan dugaan Yanti benar, tak disangka dari belakang mereka muncul Rayan.


"Ada apa ini, mau kerja atau gosip."


"Dan kamu apa maksudnya dengan pembicaraan kalian."


Dua karyawan itu seketika diam saat Rayan mengintrogasi.


"Loh kenapa diem. Ok berarti benar kalian menggosipkan saya dan calon istri saya."


"Hah, calon istri."


"Iya, kami akan menikah minggu depan. Jadi lain kalau, bibir itu di rem untuk menggosipkan orang. Carilah info akurat jangan asal ngomong. Kalia ini aku masih mengijinkan kalian kerja, tapi jika terulang lagi kalian takkan mendapatkan pekerjaan lagi."


"Ma-maafkan kami tuan."


Raka mengangguk dan kembali keruangannya. Di ruangan, terlihat Hilda sedang tertidur pulas. dia yang tak tega, membiarkan istirahat. Ia  pun memilih kembali fokus pada laptop di depannya.


Selang 10 menit, terdengar bunyi telpon dari ponsel Hilda tertera nama Mami Bebi. Raka ingin mengangkat tapi takut Mami pingsan dan ia biarkan bunyi tapi semakin lama bunyi tak juga berhenti. Dengan terpaksa ia mengangkatnya.


"Halo assalammualaikum."


"Waalaikumsalam, ini bener nomor Hilda kan."


"Iya bener, Tante. Ini Raka, Hilda sedang istirahat mungkin nanti bisa telpon lagi."


"Apa! Raka."


"Iya Tante ini Raka, Raka anggara."


"Hah."


Seketika Bebi pingsan mendengar jika Raka yang dinyatakan meninggal dalam kecelakaan menjawab telponnya.


Salah satu maid melihat nyonya jatuh pingsan, segera minta tolong yang lain.  Dan tepat Marvel dan Kayla baru saja datang  ke rumah, mereka mendengar teriakan maid itu segera menghampiri.


"Mami."

__ADS_1


__ADS_2