Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Kembali baik


__ADS_3

Lala sengaja pagi sekali menemui Revan untuk meluruskan masalah yang ada. Kayla dan Marvel pun mundur masuk ke dalam rumah membiarkan mereka berdua menyelesaikan masalah.


Revan menatap gadis yang ia cintai saat ini kebencian, dia hanya bisa membiarkan nya entah omongan yang akan keluar dari mulutnya.


"Honey, aku minta maaf. Kamu salah paham kemarin dia sepupuku Reno, dia dari kampung. Kalau kamu nggak percaya bisa dateng ke rumahku," ucapnya lirih.


"Hanya itu saja."


"Lalu, apa yang harus aku jelaskan honey. Tak ada lagi."


"Kalau ponsel kenapa kamu matiin."


"Kemarin aku matiin karena lowbat sekarang udah beli batrenya lagi. Kamu masih nggak percaya sama aku. Kita udah lama, udah 5 tahun. Aku juga sabar menghadapi hubungan kita, terus kamu mau nya harus sabar kayak apalagi Van."


Revan melirik ke arah wajah yang sudah terisak itu, lalu memeluknya.


"Maafin aku, jika kamu terlalu sabar denganku."


"Aku juga minta maaf jika egois memaksamu."


"Udah sekarang, senyum dunk," ucap Revan sambil mengusap air mata kekasihnya.


Tak lama ada celetukan, membua romantisme seketika hilang.


"Ehem, nanti lagi dilanjut. Buruan berangkat telat nanti."


Keduanya menoleh siapa lagi kalau bukan Marvel si biang kerok pemgganggu. Revan menghela nafas berat lalu beramitan pada Lala.


"Ya udah, sekarang aku berangkat dulu honey. Kasihan si bos laknat nungguin nanti kita lanjut pulang kerja, oke."


"Iya, kamu hati-hati."


Saat akan mencium keningnya ada deheman kembali, membuat keduanya salah tingkah.


"Ehem," kompak Kayla dan Marvel.


"Huh, untung sepupu," gerutunya.


Kini giliran Marvel pamer kemesraan pada istrinya.


"Sayang, kau tau, kau adalah permata hatiku dan takkan pernah terganti, aku mencintaimu. Hati-hati  di rumah ya, oh ya kalau kamu mau jalan. Jalan aja habiskan uang jajanku nanti aku transfer lagi," ucap Marvel sambil membelai wajah cantik istri dan ia sengaja  melirik ke arah Revan. Revan gemas ingin saja melempar sepatu pada Marvel.


"Udah sana berangkat."


"Assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Kedua pria tampan itu masuk mobil dan meluncur ke kantor. Sedangkan Lala masuk ke dakam rumah  kebetulan ia sedang libur.


"Duduk sini La."


"Iya, Kay. Maksih. Mana twins?"


"Bentar aku panggil dulu."


Kayla pergi ke kamar anaknya, sampai di sana Kayla membuka pintu.


"Nona, silahkan."


"Makasih mbak."


"Arthur, Sha."


"Mommy," seru keduanya.


"Ikut ke bawah yuk, ada aunti Lala."


"Oh ya, asyik Mommy. Ayo kita turun."

__ADS_1


"Mbak, kalian istirahat dulu ya. Biar twins sama aku."


"Baik nona, terimakasih."


"Sama-sama."


Kayla keluar bersama twins gandengan naik lift dan turun menghampiri Lala  di ruang keluarga. Sedangkan para babysitter istirahat dengan perasaan kagum pada sosok majikannya.


"Tuan Marvel memang tak salah pilih istri, sudah cantik, baik pengertian pada kita dan tak pilih kasih sama sekali."


"Iya, aku merasa beruntung bisa bekerja di keluarga Baratawijaya."


"Aku pun sama, semoga  mereka langgeng ya hingga maut memisahkan."


"Amien."


Di sisi lain, Ega mulai menata ruang kerjanya kerena besok ia sudah  cuti untuk pernikahannya. Kini, gadis cantik itu menuju ruang presdir memberikan undangan serta ijin cuti pada Marvel. Ega pun mengetuk pintu ruangan.


Tok


Tok


"Masuk."


"Pagi Ga," sapa ketiga pria tampan.


"Ada apa kau ke sini, kalau mau pacaran nanti aja aja pas istirahat."


"Huh, dasar bos menyebalkan. Aku mau ngasih ini sama sekalian dan juga minta  ijin cuti nikah besok."


"Cie nikah doank, nggak kawin," goda Marvel pada Ega sambil melirik Leo.


"Apaan sih lo bos."


"Oke kita pasti datang, boleh ijin nggak."


"Apa?"


"Aku mah terserah pawangnya aja, Vel. Udah dulu capek akau berdiri mulu, nggak ditawarin minum apa kek."


"Kamu mau apaan beb?"


"Nggak ada beb ,gurau aja."


"Ya udah aku balik ke ruanganku, Masih banyak pekerjaan."


"Siap beb."


"Makasih Ga."


Setelah Ega pergi dai raingan Leo senyum-senyum nggak jelas membuat menggeleng kepala pelan lalu iseng menimpuknya dengan bantal sofa.


Pluk


"Pasti mikirin ya nggak-nggak nih," Revan.


"Mau tau aja kau."


"Aku tahu pasti otak kau kotor  udah bayangin kebol gawang Ega."


"Salah satunya itu," ucap Leo dengan sanntai nya.


"Dasar sinting," Revan


Setelah berdebat, kini  ketiganya kembali kerja. Dan waktu pun cepat berlalu, terlihat jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Ketiganya baru saja selesai meeting membahas  prooyek baru di New york.


Marvel baru saja masuk ruangan, tiba-tiba ada sosok memeluknya dari belakang ia terlonjak kaget dan menoleh ternyata istrinya.  Akhirya pun seketika tersenyum.


"I love you beibeh. Kan kau datang."

__ADS_1


"Sudah setengah jam yang lalu. Sengaja surprise."


"Tadi aku kira orang lain untung nggak langsung mukul kamu sayang."


"Kamu berfikir siapa?"


"Cewek lain sayang, aku takut sungguh."


"Sela kau tak bermain api apa yang harus ditakutkan."


"Kau betul sayang, sungguh banyak sekali pelajaran yang bisa  diambil  dari kejadian kita. Jika teringat rasanya ingin bunuh diri saat aku kehilahan semua.


"Ah udah melow nya, jadi pengen nangis. Sekarang makan ya, aku tahu kamu belum makan."


"Makasih perhatianmu sayang."


"Hal kecil memang diperlukan d dalam rumah tangga sayang, makanya aku relain buat kamu. Ini ya, dihabiskan."


"Makasih."


Marvel mulai makan sesekali ia menyuapi istrinya agar ikut makan. 15 menit kemudian, Marvel sudah selesai ritual makannya , ia mencuci tangan dan kembali bekerja. Sedangkan Kayla membersihkan sisa makanan tadi. Tiba-tiba, ada ketukan dari seseorang.


Tok


Tok


"Masuk."


"Maaf tuan, ada Ibu-ibu ingin bertemu dengan anda," ucap sekretaris


"Siapa?"


"Herlina."


"Baiklahsuruh masuk."


Wanita paruh baya itu masuk dengan mententeng tas brandend dan juga emas berlian di tangannya. Marvel tersenyum tipis melihat penampiilan orangtua dari Revi.  Ia tak terlalu merespon keberadaanya.


"Ada apa nyonya, ingin bertemu denganku."


"Cih, kau itu sok sibuk. Kah itu sama  aja dengan Ben


"Kalau anda berniat kesini untuk menghina keluarga saya, lebih anda pergi."


"Kau mengusir ku, denger ya Marvel baratawaijaya. Dimana kau sembunyikan putriku."


"Siapa yang  mnyembunyikannya."


"Jangan berlagak bego, atau ku bingkar semua kelakuanmu."


"Silahkan, tapi anda akan gigit jari jika semua yanģ anda miliki saat ini hilang dalam hitungan detik."


"Siala kau mengancamku."


"Bukan, tapi realita."


"Brengsek," teriak Herlina mama Revi yag tak terima.


Kayla mendengar suara gaduh, iapun keluar ingin tahu dengan siapa Marvel berbicara.


"Maaf anda siapa ya nyonya, tolong pelankan suara anda karena ini kantor."


"Saya Herlina mamanya Revi, kau siapa mengaturku,"  Pada Kayla


Marvel naik pitam saat istrunyadibentak lalu membentak balik Herlina.


"Jangan pernah membentak istriku , kau itu sama aja dengan putrimu yang bodoh itu."


"Waw istri, Istri yang merebut calon anakku."

__ADS_1


"Kau itu jangan sok tau nyonya dan ikut campur urusan putrimu."


__ADS_2