Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Kayla di teror


__ADS_3

Marvel berlari keluar dari sekolah hingga melihat jalan depan namun tak menemukan istrinya. Ia mengusap wajahnya kasar lalu menelpon bodyguard Daddy nya minta bantuan.


"Halo, tolong cari istri saya sekarang juga. Kabari jika melihatnya."


"Baik, tuan muda."


Marvel kembali masuk ke sekolah mencari tahu semua sedangkan Kayla kini tengah di jalan sedang duduk di kursi trotoar dengan wajah sendu, tiba-tiba ada sebuah tangan memberinya sapu tangan, Kayla mendongak.


"Papa."


Ferry tersenyum Seketika Kayla memeluk Papanya yang lama ia rindukan, sejak menikah dengan Marvel, ia tak pernah bertemu lagi. Kini dara cantik itu memeluk erat sambil meneteskan air matanya.


"Hei anak Papa yang cantik, kamu kenapa hem?"tanya Ferry lembut.


"Kayla rindu Papa. Papa kenapa tak menghubungi Yasmine," ucap Kala menatap sendu seolah meminta jawaban.


"Maafin Papa, cantik. Papa ingin kamu belajar mandiri apalagi kamu sudah ada suami. Jadi denger ya nggak boleh cengeng, ini kamu kenapa bisa di jalan dan masih pakai seragam sekolah."


Kayla mengusap air mata lalu ia mulai berbicara.


"Temen-temen di sekolah ngira Marvel dan Kayla pasangan mesum di penginapan  Yogya kemarin, Pa. Kayla malu, meski nanti dijelaskan tetap saja tak percaya."


"Ya udah, kamu ikut Papa. Nanti Papa yang urus semua, ayo masuk kebetulan Papa ada pertemuan."


Kayla tersenyum dan mengangguk mengikuti Papanya masuk ke dalam restaurant, saat berada di sana, Kayla di kenalkan seorang wanita paruh baya yang masih cantik.


"Kay, kenalkan. Ini teman Papa. Namanya Sinta"


Kayla menatap wanita itu terlihat baik dan ia tersenyum menyalaminya.


"Kayla, tante."


"Sinta, sayang. Kau sungguh cantik."


"Terimakasih tante. "


"Ya udah kau duduk ya sayang, Papa akan hubungi Marvel."


"Tapi Pa, Kayla malu."


"Kenapa hem?"


"Dia berhak tahu sayang, kasihan dia pasti lagi nyari kamu."


Dan benar saja belum sampai Ferry menelpon, lelaki tampan itu sudah masuk restaurant dan menghampiri mereka.


"Hai Pa. Apa kabar?" sapa Marvel mengulas senyuman.


"Eh hai, V, Papa baik. Sungguh Papa tak menyangka, kayak telepati aja tahu kita d sini," ucap Ferry berdiri memeluk menantunya.


"He ... he. Papa bisa aja."


"Udah duduk, Vel."


Alden melirik sekilas istrinya di depannya namun yang dilirik pura-pura tidak tahu. Ferry melihat sejoli itu menggeleng kepala heran. Ferry pun mulai pembicaraan.


"Oh ya Vel, kenalkan ini teman Papa. Namanya Sinta."


"Oh ya Tante, saya Marvek suami Kayla."


"Kamu tak usah formal, Vel. aku Sinta."


"Baik Tante."


Saat mereka mengobrol, ponsel Marvel berdering dan terlihat kontak Daddy nya memanggil. Marvel mengerutkan dahi lalu berpamitan mengangkat telepon.


"Maaf Pa. Marvel angkat telpon dulu dari Daddy."

__ADS_1


"Baik Vel."


Marvel berjalan agak jauh dari tempat Papa Ferry duduk lalu ia mengangkat telpon.


"Ya halo, assalamualaikum. Dad."


"Waalaikumsalam Vel. Coba ceritakan kenapa Kayla bisa hilang."


Marvel menghembuskan nafas kasar saat Daddy nya tahu dengan cepat soal dirinya mencari Kayla.


"Nggak hilang kok, Dad. Hanya saja sembunyi, Ini Marvel sama dia."


"Ya sudah, Daddy nggak mau ini kejadian lagi Vel. Cari solusi agar kalian tak bertengkar lagi."


"Kita tak bertengkar Dad."


"Lalu."


"Itu gara-gara."


"Gara-gara apa, kau itu bikin Daddy penasaran."


"Marvel bisa atasi sendiri, Dad."


"Kau yakin, hem."


"Iya Dad, jangan khawatir."


"Baiklah boy, hati-hati. Daddy harap tak ada masalah besar. Daddy tutup dulu, assalamualaikum."


"Waaalaikumsalam."


Diam-diam Kayla mendengar semua pembicaraan Marvel dengan Daddynya, ia bahagia Marvel tak menceritakan sebenarnya. Kayla berniat akan minta maaf sudah kabur darinya tadi.


Setelah selesai menelpon, Marvel berbalik badan dan betapa terkejut tepat di belakangnya, ada Kayla tengah melamun. Marvel tersenyum miring lalu menepuk bahu istrinya.


Kayla terlonjak kaget saa dirinya di tepuk Marvel, ia berfikir bisanya dia masih bisa membayangkan.


"Vel, maaf," ucapnya menunduk sambil meremas jarinya


Marvel menarik dagunya lalu berkata, "Kau tak salah sayang, kau tenang ya. Aku akan cari tahu siapa yang buat gosip."


Kayla mengangguk dan Marvel mengajaknya kembali ke meja mertuanya. Di sana, Ferrt terlibat tertawa bersama Sinta, Kayla merasa wanita itu berharga buat Papanya. Kayla dan Marvel duduk kembali.


"Gimana kabar Daddy mu, Vel," tanya Ferry


"Alhamdulillah baik, Pa."


"Syukurlah, nanti malam Papa akan berkunjung kesana."


"Iya Pa. Oh ya Marvel ijin mau ajak Kayla pulang dulu."


"Ya udah kamu ajak pulang, Vel. Hati-hati kalian."


"Baik pa. Papa juga sama Tante hati-hati pulangnya nanti."


"Iya nak."


"Iya Vel," senyum Dewi


Kayla memeluk dan mencium punggung tangan Sinta  dan Papanya, bergantian dengan  Marvel.


Kini, keduanya keluar dari restaurant namun Kayla menarik tangan Marvel untuk berhenti dan mengajaknya sembunyi di belakang tong sampah besar.


"Ada apa sayang," bisik Marvel sambil menutup hidungnya karena bau menyengat dari tong itu.


"Lihatlah Vel, itu bukannya Viona," tunjuk Kayla

__ADS_1


pada Viona tengah berjalan dengan seorang pria dewasa disebrang jalan masuk ke hotel.


"Bentar sayang," ucap Alden mengeluarkan ponsel lalu merekam kejadian itu, Kayla melihat suaminya begitu ia pun bertanya.


"Kenapa direkam, Vel."


"Suatu saat aku butuh ini sayang, udah yuk pulang," ajak Marvel  dan menggandeng masuk ke dalam mobil mewahnya.


Dalam perjalanan menuju apartemen, Willi mengirim pesan pada Marvel. Marvel tak langsung membukanya karena masih menyetir, Setengah jam kemudian mobil mewah Marvel sudah terparkir cantik. Marvel turun dan membukakan pintu mobil untuk istrinya.  Ketika masuk lift, Marvel melihat pria yang kemarin ikut keluar akibat teriakan sahabatnya, ia hanya tersenyum kikuk. Kayla melihat sikap Marvel meliha pria itu menahan tawa. Akhirnya lift terbuka, Marvel membungkuk hormat pada pria itu lalu mengajak masuk istri.


"Vel, aku tau kau tadi ingat tak enak kan sama pria itu."


"Kau tahu saja sayang, itu gara-gara temenmu. Oh ya, tadi kok kamu bisa ketemu Papa."


"Aku juga nggak tahu Vel, tiba-tiba Papa menghampiriku."


"Oh gitu, ya udah aku mandi dulu ya. Soalnya mau ketemu Willi, bolehkan sayang."


"Boleh, tapi jangan lama-lama."


"Siap tuan putri."


Cup


Marvel  mencium pipi Kayla lalu ia masuk ke dalam kamar mandi. Sedangkan Kayla memilih baju untuk suaminya.  Tak lama, lelaki tampan yang statusnya kini jad suami Kayla terlihat keuar dari kamar mandi dengan telanjang dada dengan tubuh sixpack nya dan handuk dililitkan di pinggang membuat Kayla menelan ludah kasar, perempuan cantik itu masih saja grogi jika berhadapan makhluk tampan ini.  Marvel tersenyum tipis dan dudk di tepi ranjang  bersama istrinya. Marvel mendekatkan wajahnya pada istrinya, Kayla merasakan debaran hebat di hatinya sungguh ia ingin tenggelam saja.


"Yang, tolong hapus air liur mu," celetuk Marvel membuat Kayla down, ia reflek mengusapnya


Sungguh suami jahil seperti Marvel, Marvel tertawa terbahak-bahak melihat istrinya.  Kayla sadar dikerjain ia pun kesal lalu menyumpal mulut Alden dengan handuk.


"Emmppth."


"Rasain. Ngerjain istri tahu rasa lo," ucap Kayla lalu masuk kamar mandi.


Marvel shock tak terpikirkan olehnya jika Kayla bakal membalas, ia pun membuang  handuk itu dan beralih mengganti pakaian yang sudah disiapkan istrinya. Tiba-tiba ponselnya berdering pertanda sahabatnya sudah menunggu.


"Halo, bentar Wil."


"Hei, Vel. Kau itu hena-hena dulu ya. Tahu nggak kita menjamur dan berkerak."


"Hahaahahaha, enak itu tinggal dijual tuh jamur."


"Sialan lo."


Marvel menutup telpon dan menunggu manusia cantiknya keluar dari kamar mandi. Saat Marvel menunggu Kalyla, ponsel istrinya terdengar ada notif pesan beberapa kali membuatnya penasaran . Saat akan melihat, Kayla keluar dari kamar mandi.


"Ada apa, Vel?"


"Ini ada pesan tak tau dari siapa. Punyamu, sayang."


Kala mengambil ponselnya  lalu membuka, disitu terlihat nomor asing. Ia mengerutkan dahi saat membaca isi pesan tersebut. Marve  melihat ekspresi istrinya seketika merebut ponsel Kayla.


"Brengsek."


"Sabar Vel, mungkin ini orang yang sama kayak di sekolah."


"Sepertinya sayang, kau ikut aku yang. Aku takut kau di sini sendiri."


"Baiklah."


Marvel dan Kayla kini sudah rapi dan pergi menemui para sahabat di cafe biasanya.  Di cafe, Willi heran kenapa bawa Yasmine padahal katanya sendiri.


"Loh, Vel."


"Dia diteror, sepertinya orang yang sama di sekolah pelakunya."


"Oh my god."

__ADS_1


__ADS_2