
Sebuah sinar mentari pagi membuat si cantik terbangun dari mimpi indahnya, ia membuka mata seakan terlahir kembali. Ia menengok ke kanan karena merasa tangannya susah di gerakkan ternyata ada seseorang yang rela menunggunya sampai tertidur di sebelahnya.
Kayla atau Alexa meneteskan air mata saat suaminya masih setia ke padanya walau ia kini tak merasakan kehangatan tapi Marvel tetap sama baginya.
Sebuah nada dering ponsel emmbuyarkan lamunan Aexa, Marvel terlonjak kaget karena bunyi ponselnya. Ia mengucek mata dan melihat ada panggilan dari Mami nya.
"Ya halo assalamualaikum, Mi."
"Waalaikumsalam nak, kamu dimana? Kau tak pulang."
"Maaf Mi, Marvel kecapekan jadi ketiduran di rumah temen."
"Oh begitu ya sudah, buruan pulang. Kasihan twins."
"Baik Mi, assalamualaikum."
Marvel pun menutup telponnya lalu, ia melihat Marvel menuju kamar mandi. Setelahnya Marvel menuju brankar Alexa.
"Lex, aku pulang dulu. Cepet sembuh."
Marvel keluar dari ruangan dengan wajah sedihnya harus pergi meninggalkan Alexa sendirian. Ia tak tau hatinya begitu sakit saat keluar.
"Perasaan apa ini Tuhan, apa aku berhianat pada istriku," tanya dalam hati.
Sedangkan Alexa semakin terisak tatkala suami pergi darinya. Ia ingin sekali memeluk tubuh yang ia rindukan sebagai sandarannya. Bu Rose yang baru saja datang, setelah diberi info oleh Marvel, segera masuk menemui Alexa.
"Sayang," sapa Bu Rose
Alexa tersenyum lalu Bu Rose menghampiri dan memeluknya penuh kehangatan.
"Sabar ya nak, Ibu akan segera mempercepat siapa kamu sebenarnya,"
Alexa mengangguk dan menuruti perkataan Bu Rose yang sudah dianggap seperti Ibu kandungnya sendiri.
Marvel tiba di kediamannya pukul 7 pagi, saat ia akan masuk kamar ada panggilan dari Bebi.
"Marvel."
"Mami."
"Kamu darimana aja sayang, jangan bilang kamu jatuh cinta lagi."
"Mami ngomong apaan, Marvel dari rumah temen," elaknya
"Kamu lupa siapa Daddy mu," Bebi mengingatkan
Marvel menggaruk kepalanya yang tak gatal dan tersenyum kikuk. Ia pun menghampiri Mami Bebi.
"Apakah Marvel salah, Mi. Mencintai perempuan selain Kayla, Mi. Tapi hati Marvel masih sama dengan nya. Tapi di lain sisi Marvel begitu penasaran dengan perempuan baru itu."
Bebi tersenyum kepda putranya yang tengah galau.
"Kamu nggak salah, jalani semua, Vel. Kayla mungkin sudah mendapatkan kebahagiaannya, jad kamu harus tetap bangkit demi twins, kamu menyayanginya bukan."
Marvel mengangguk lalu memeluk Bebi. Ben menghela nafas saat tahu bagaimana putranya terpuruk di keadaan seperti ini, Ben berharap putranya bisa bahagia dari sebelumnya.
Bebi pun menyuruh Marvel untuk menemui putra putrinya yang kini sudah mulai besar. Marvel membuka pintu perlahan lalu melihat putranya Arthur sedang di meja belajar dan Sha dengan bermain boneka kesukaannya. Hot Daddy tersebut berjalan menghampiri keduanya, ia juga mengkode kedua babysitter mereka untuk meninggalkan kamar tersebut.
"Morning kesayangan Daddy," sapa Marvel pada Sha dan Arthur.
"Hai morning Dad, Daddy kemana aja," tanya Sha sambil bermain boneka.
"Iya Dad, habis darimana," Arthur menimpali
"Maaf sayang, Daddy habis dari rumah teman di sakit."
"Oh begitu, Dad, tante Alexa nggak main ke rumah kita ya. Sha ingin ngenalin tante itu pada kakak."
__ADS_1
"Iya, Arthur penasaran. Katanya dia yang nolong Sha pas hilang di mall."
"Iya, kapan-kapan biar Daddy ajak ke sini."
"Makasih Dad."
"Sama-sama, udah makan kalian."
"Udah Dad."
"Baiklah, kalau begitu Daddy istirahat dulu ya."
"Siap Dad."
Marvel mencium kening putra putrinya lalu ke kamarnya. Di kamar, ia mulai melucuti bajunya lalu menuju kamar mandi berendam di bathub sejenak melupakan masalah yang ada.
Keesokan harinya.
"Pagi Dad," sapa dua bocah berusia 3 tahun itu
"Pagi juga, sayang."
"Dad, kita nanti mau ikut ke kantor."
Uhuk ...uhuk
"Minumlah, Dad," Sha memberikan segelas air
"Kenapa kamu pengen ke kantor sayang?" Tanya pada putri kecilnya
"Pengen main aja, kan disitu ada aunti Ega."
"Iya memang benar. Tapi nggak boleh nakal ya."
"Siap Dad."
"Mbak, ikut ke kantor ya sama twin. Mereka ingin maen kesana, bersiaplah."
"Siap tuan."
Tak lama mereka berangkat bersama, tak butuh lama Marvel sudah tiba di kantor bersama putra putri dan kedua babysitternya. Semua karyawan menyapa dua bocah kecil lucu itu dan dibalas lambaian. Tapi langkah mereka terhenti saat ada perempuan seksi memanggil Marvel.
"vel."
Marvel berhenti dan menoleh ternyata Revi dengan pakaian seksi, Marvel sungguh malu jika manusia ulat ini di kantor.
"Hai Vel, pagi twinnya tante."
"Pagi tante."
"Tumben kalian kesini."
"Iya tante, kami pengen maen."
"Bolehkah tante ikut."
"Boleh."
Marvel menghela nafas berat saat Revi ikut ke ruangannya.
"Rev, mending kau pulang. Mataku risih lihat pakaian kurang bahan."
"Ops sorry, Vel. Besok aku ganti deh. Oh ya besok ada pesta perjamuan di kota x, kamu datang ya sama aku."
"Ogah, ayo sayang kita tinggal tante ini. Dia masih sibuk."
Marvel mengajak kedua buah hatinya agar segera naik ke lantai ruangannya. Revi merasa di cuekin gemas dan menghentak-hentakkan kaki kesal pada Marvel. Revi mau tak mau pergi dengan muka kusut nya, dan saat berbalik ia bertabrakan dengan seseorang.
__ADS_1
"Hai Rev, apa kabar?" Sapa Kayla alias Alexa
"Kau. Kau mengenalku, aku rasa kita tak saling kenal."
"Oh ya, kau lupa aku adalah korbanmu dengan Jason," bisik Alexa membuat Revi melotot terkejut
"Bagaimana, kau ingat siapa aku," tanya Alexa menatap tajam pada Revi.
Revi gelagapan lalu berkata, "K-kau Kayla."
"Waw, kau ternyata ingat ya. Tepat sekali, ternyata benar kau dalang dari semua ini. Hebat sekali permainanmu, wanita brengsek. Jangan coba rebut suamiku, kau mengerti, atau aku bakal bongkar kedokmu."
Revi menelan ludah kasar saat mendapat ancaman dari Kayla.
"Sekarang pergi dari sini pengacau," bentak Alexa.
Revi buru-buru pergi dari tempat itu namun Ega mendengar percakapan mereka semua, ia meneteskan air mata saat tahu jika sahabatnya masih hidup dan baik saja tapi dengan wajah berbeda. Ia pun berlari memeluk Alexa.
"Aku merindukanmu, sobat," peluk Ega erat tapi membuat Alexa terkejut
"Apa maksudmu, aku tak mengenalmu," elak Kayla
"Kau jahat Kay, kami bertahun-tahun mencarimu. Kami merindukanmu sobat, apa kau marah padaku hingga pura-pura tak mengenaliku."
Alexa tak mau idetitas terbongkar ia buru- buru memakai kacamata hitamnya lalu pergi meninggalkan Ega di tempat. Ega menangis sesegukan melihat sahabatnya pergi begitu saja.
Alexa masuk ke dalam toilet dan mengusap air matanya, ia sungguh merindukan sahabatnya namun demi membongkar kejahatan seseorang ia memilih bodoh tak mengenali Ega. Sekian menit, Alexa di toilet lalu ia mulai tenang dan pergi menuju keruangan Marvel. Sampai di depan ruangan ia mengetuk pintu.
Tok
Tok
"Masuk."
"Pagi tuan," sapa Alexa tapi tak berani memandang suami tercintanya
"Pagi, Alexa. Masuklah."
"Tante," seru Sha saat mengetahui yang ia rindu ada di depan mata
"Hai sayang, apa kabarnya?"
"Baik tante, tante kemana aja. Sha kangen tante."
"Maaf Sha, tante sibuk. Oh ya kebetulan Tante bawa banyak makanan."
"Wah, makasih tante. Oh ya tante itu kenalin kakak Sha, namanya Arthur."
"Hai Arthur," sapa pada bocah ganteng itu dan tanpa terasa ia membelai wajah Arthur.
"Hai juga tante, ini yang diceritain kemarin sama aku ya."
"Tentang apa hem."
"Katanya tante nolong, Sha."
"Oh itu, kebetulan saja, Arthur."
"Udah kamu duduklah, Lexa."
"Iya."
"Ini buat kamu, makasih udah bawa ke dokter."
"Sama-sama."
Marvel diam-diam curi pandang pada Alexa, ia memperhatikan perempuan di depannya mirip Kayla.
__ADS_1
"Aku harap kau itu Kayla ku."