
Mami Ayunda seketika telpon Ben namun tak diangkat, wanita paruh baya semakin ketakutan dan menelpon suaminya.
"Halo Dad, assalamualaikum," ucap Ayunda sebrang telepon dengan nada bergetar ketakutan
"Waalaikumsalam Mom, ada apa?"
"Dad, Bebi," ujarnya sambil bingung mulai bicara darimana
"Ada apa dengannya?"
"Aku kehilangan dia, Dad," ucap wanita paruh baya itu sesegukkan
"Mami tenang. Di sana tak ada bodyguard?"
"Tadi sepertinya ada, tapi entah kemana sekarang."
"Ya udah, Mami tenang dulu. Mami sudah mengabari Ben."
"Udah, tapi tak di angkat."
"Mami pulanglah dulu sama sopir, biar Daddy ke kantor Ben."
"Baik Dad, hati-hati. Assalamulaikum."
"Waalaikumsalam."
Daddy Brian segera mengambil jaket lalu menyuruh sopir mengantarnya ke kantor Baratawijaya.
"Pak, buruan antar saya ke kantor Ben."
"Baik tuan."
Sedangkan Ben saat ini ada di ruang bawah tanah tengah mengintrogasi seseorang mencurigakan di area kantor dan kini telah di tangkap para bodyguardnya.
"Siapa yang menyuruh kalian?" Ben menodongkan senapan
"Kami takkan buka mulut, meski kau menembak kami."
"Hahahahaha, dia membayarmu berapa?" tawa Ben mengejek
"Tak perlu ku jawab."
"Oke jika tak mau jawab, bagaimana kalau saya tunjukkan video ini."
Dan sebuah video muncul di layar besar di hadapan mereka. video itu tentang keluarga 3 tawanan itu, semua terkejut bagaimana bisa orang di hadapannya mengetahui semua.
Ben mematikan video tersebut lalu bertanya kembali pada ketiganya
"Masih tak mau buka suara."
Mereka masih tak bergeming, Ben yang sudah tak sabar buru-buru menembak di udara
Dor
Dor
Semua terkejut melihat raut muka Ben berubah jadi sadis jika sudah bersama lawannya, Rudi tersenyum miring melihat kelakuan beringas yang lama hilang tapi muncul kembali.
"Oke aku hitung."
Satu
__ADS_1
Dua
Ti
Saat hitungan akan ke tiga, salah satu mereka mencegahnya
"Oke aku jawab, dia adalah Rika ceo Flower group."
"Oke, kalian tak membohongi saya bukan, jika iya maka taruhannya keluarga kalian " ucap Ben menodongkan senapan tepat do pelipis salah satu tawanan.
"Kau lihat saja, dia kini mulai beraksi," ucap tawanan membuat Ben mengerutkan dahi dan berbalik
"Maksud mu apa?"
"Kau juga akan tahu."
"Sial. Rudi lakukan tugasmu."
"Siap bos."
Ben selesai urusannya, kini ia kembali ke kantor. Tiba-tiba, ponselnya berdering tertanda mertuanya Rio menelpon. Ben segera mengangkat telponnya
"Halo assalamulaikum Dad. Ada apa?"
"Kau dimana , Ben?"
"Aku ada di kantor. Ada apa Dad?"
"Tapi kau tak ada diruanganmu."
"Oh iya Dad, maaf Ben dari kantin," Ben asal mengucap agar tak curiga
"Kau cepatlah ke ruanganmu, buruan."
Ben berlari dan segera masuk lift yang langsung terhubung ke lantai ruangannya. 5 menit akhirnya Arga sudah di depan ruangannya.
"Dad," sapa Ben pada pria paruh baya sedang menatap jendela yenga menghadap kejalan raya lalu ia menoleh
"Ada apa, Dad?" tanya Ben menyelidik
"Bebi, Ben," ucap pria paruh baya itu lirih
"Ada apa dengan Bebi, Dad?"
"Dia sepertinya diculik, waktu di mall sama Mami."
Deg
Ben terkejut mendengar penuturan Daddy Brian dan seketika ia ingat perkataan pria yang ia siksa di ruang bawah tanah. Secepat kilat, Ben berlari menuju ruang bawah tanah tanpa berpamitan pada mertuanya karena dia sudah panik.
"Ben, kau mau kemana," teriak Brian tapi tak digubriis Ben
Ben sudah di ruang bawah tanah lalu menarik kerah salah satu tawanan.
"Beritahu dimana mereka menculik istriku, bedebah," bentak Ben sambiil mencekik
"Ben, ada apa ini?" tanya Rudi tapi Ben masih tak melepaskan
"Mereka menculik istriku, Rudi kerahkan anak buah dan suruh ikuti petunjuk yang ada di cincin istriku," perintah Ben
"Siap bos."
__ADS_1
Rudi keluar dari ruang bawah tanah lalu menghubungi semua bodyguard dan juga ia melihat posisi Bebi lewat gps yang terpasang di cincin.
Sedangkan di tempat lain, Bebi terbangun melihat ruangan remang-remang dnegan pencahayaan lampu kerlap kerlip, Ia melihat bajunya juga sudah berganti pakaian sexy. Ia mencoba melepaskan tali yang mengikatnya namun tak bisa karena ikatannya begitu kuat.
"Sial. Sayang, tolong aku," ucapnya dalam hati
Tak lama, ada beberapa orang berbadan tegap masuk dan di belkang mereka ada sesorang yang ia kenal.
"Kau," Bebi menatap tajam pada Rika wanita yang menculiknya.
"Waw, nyonya Ben ternyata kau tahu aku. Baiklah, mari kita bermain-main sebentar. Setelah ini, aku rasa suami mu pasti membuangmu karena merasa jijik."
"Dasar wanita gila," seru Bebi
"Hahahahaha, aku gila karena suami mu yang begitu tak tahu dirinya menolakku. Kau itu tak punya apa-apa. Sedangkan aku punya segalanya, kenapa dia memilihmu," Rika mendekat sambil menarik dagu Bebi.
"Ayo, kalian maju. Silahkan salurkan hasrat kalian pada wanita itu," suruh Rika tersenyum miring
"Waw, pertunjukkan akan segera di mulai," seru Rika
Dihati Bebi, ia mengumpat wanita ular itu, "Dasar wanita psikopat. Ya tuhan tolonglah aku."
Ada sekitar 3 pria mulai menanggalkan baju mereka satu persatu, Bebi melihat mereka hatinya ketakutan, ia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari ikatan tapi tak bisa.
Mereka mulai mendekat dan saat tangan salah satu pria akan menyentuh wajah cantik Bebi, tiba-tiba ada dobrakan dari ruangan
Brak
Bebi mendongak melihat siapa yang menolongnya dan ternyata suami nya, ia bersyukur karena Tuhan menjawab.
Ben memukul tiga pria seklaigus di hadapan Bebi dan Rika. Rika mendelik, semua sudah mulai terkulai lemas ia buru-buru keluar tapi ditahan Rudi.
"Lepas," berontak Rika
Tak lama 3 pria itu sudah terkapar, Arga menatap sendu pada istrinya tak tega atas perlakuan Rika. Ia memakaian jas pada tubuh sang istri yang sudah seperti telanjang.
Ben mengelus wajah istrinya yang meneteskan air mata, "Maafkan aku, sayang."
"Kau tak salah, sayang." Ben memeluk sekian detik, lalu menggendongnya keluar dari neraka wanita ular itu.
Setelah kepergian Ben dan Bebi, kini Rudi beraksi. Ia mencekoki Rika minuman yang sudah dicampur obat perangsang. Tak lama obat itu mulai beraksi, dan Rudi memanggil anak buah ada sekitar 10 orang untuk menggilir wanita ular yang sudah tegang itu.
"Jangan," Rika ketakutan
Rika melihat banyak orang mulai mendekat, ia berjalan mundur hingga sudah terbentur dinding. Salah satu pria itu mulai menarik dan menyentuh Rika, ia berusaha menolak tapi ia menikmati sentuhan itu akibat obat yang di berikan Rudi.
Akhirnya mereka bergilir menikmati tubuh wanita culas tersebut. Itu adalah hukuman dari Ben bagi seseorang berbuat jahat pada orang tersayangnya.
Sedangkan Ben dan Bebi saling memeluk erat, terlihat Bebi begitu ketakutan. Ben berusaha menenangkannya, Ben membawa istrinya ke rumahsakit terdekat untuk pemeriksaan.
Beberapa menit akhirnya, sampai di rumahsakit. Ben menggendong tubuh istrinya dan masuk ke dalam ruangan pemeriksaan. Sekitar satu jam lamanya akhirmya dokter keluar
"Bagaimana keadaan istri saya, dokter?"
"Nyonya Bebi hanya sedikit shock, saya sarankan buat kondisinya kembali dengan berikan dia hiburan agar ia melupakan kejadian buruk menimpanya dan untungnya janin kuat," tutur dokter tersebut
"Baiklah dokter, terimakasih. Apa saya boleh melihat istri saya?"
"Boleh tuan, silahkan."
Ben masuk ke dalam ruangan istrinya, ia merasakan sesak saat melihat istrinya terbaring di ranjang
__ADS_1
"Aku suami tak becus melindungimu, sayang. Maafkan aku," ucapnya merutuki diri sendiri sambil memeluk istrinya
Tiba-tiba, ada tangan menyentuh Ben