
Esoknya, Sepulang sekolah Marvel, Kayla and the geng buru-buru ke salon untuk merias diri. Marvel yang posesif tak memperbolehkan istrinya memakai terlalu terbuka.
"Sayang, pakai gaun ini ya," Marvel memberikan gaun cantik berwarna peach selutut dan masih ada lengannya sedikit tapi tetap elegan.
"Pasti ini mahal, kan," ucapnya sambil menerima pemberian Marvel.
"Udah nggak usah ngomel, yang penting buruan takut telat."
"Iya-iya bawel."
Ketiga cowok sudah terlihat rapi dan tampan memakai setelan warna navi dengan dalaman menjulang sampai ke leher. Apalagi calon Daddy muda, Marvel semakin terpancar aura nya.
15 menit kemudian, ketiga cewek cantik itu sudah cantik dengan riasan tipis tapi auranya terlihat. Ketiga cowok menatap tak berkedip apalagi Marvel melihat istrinya sungguh tergoda.
"Waw, so beautiful. Gimana kalau kita batal aja kesana sayang."
Seketika Kayla mencubit pinggang Marvel.
"Aw, sakit sayang."
"Makanya ngomong disaring dulu."
Para sahabat tertawa bersama melihat kebucinan seorang mantan playboy pada cewek tomboi. Tak mau menunggu lama, mereka meluncur ke tempat acara lamaran yang di gelar di kediaman Viona.
Sampai di kediaman Viona, ternyata orangtua Kayla dan Marvel sudah datang terlebih dahulu.
"Eh Daddy mu makin tua makin tampan aja, Vel," celetuk Ega
"Iya aku suka rambut gondrongnya tak berubah, auranya semakin terlihat," Lala cekikikan
Leo dan Revan tak terima jika kekasih mereka memuji Daddy Marvel kemudian berdehem
membuyarkannya.
"Ehem," kompak kedua pria bucin itu
Marvel dan Kayla tersenyum geli melihat kedua pasang sahabatnya, lalu bergantian menyalami kedua orangtua Marvel.
"Ayo, masuk" ajak Ben pada anak-anak untuk segera masuk.
Prosesi lamaran Viona dan Alvin berlangsung lancar tanpa ada halangan. Setelah keduanya mengikat, kini satu persatu memberikan selamat pada kedua calon pengantin tersebut.
"Selamat ya, Vi," ucap Kayla memeluknya
"Makasih Kay, kau terbaik."
"Selamat ya, Vin."
"Iya makasih, Kay."
"Selamat Vi," Marvel menyalami
"Makasih Vel."
"Selamat Vin."
"Iya Vel, makasih udah mau datang. Dan berkat kalian, aku sadar, terimakasih semuanya,"
ucapnya sambil melambai sahabat Alden yang Kayla
"Ya Vin, kita kan sahabat," seru semua
__ADS_1
Alvin dan Viona bahagia mendapat sahabat yang benar tulus ada saat suka maupun duka. Alvin juga akan belajar mencintai Viona seperti Marvel mencintai Kayla.
Selang satu bulan setelah lamaran, hari ini Ferry dan Sinta akan melangsungkan pernikahan di masjid terdekat kediaman Sinta. Pernikahan di gelar secara sederhana hanya kerabat dan sahabat saja yang diundang dan hanya hanya akad nikah.
Tak berapa lama, penghulu datang dan duduk di depan Ferry, pria paruh baya gugup saat akan mengucapkan janji untuk kedua kali nya. Arga membisikkan kata yang membuat Ferry lupa kegugupannya.
"Ingat nanti malam, bro," bisik Ben membuat Ferry menggeleng kepala pelan, heran dengan Ayah satu ini masih jahil pada nya.
Sesaat Penghulu bersiap, "Bagaimana tuan bisa dimulai."
"Silahkan Pak."
"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau Ferry atmaja dengan Sinta kumalasari dengan maskawin mobil dan rumah senilai 1 milyar dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya, Sinta kumalasari dengan maskawin tersebut di bayar tunai."
"Bagaimana saksi."
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah."
Hanya satu kali pengucapan Ferry akhirnya sah menjadi suami dari Sinta. Kini, Sinta keluar kamar di dampingi Bebi, Hesti dan Wina menemui Ferry di pelaminan. Ferry kagum dengan kecantikan Sinta yang tak luntur oleh usia. Dan saat para bridemades muda muncul bersama pasangannya, Ferry dan Dewi saling menautkan cincin di jari mereka bergantian. Setelah itu, sesi berfoto bersama keluarga dan diikuti memberikan ucapan selamat pada kedua pengantin tersebut.
"Ciye, udah sah," goda Ben pada Ferry
"Apaan sih, kau itu goda mulu, Ga."
"Selamat bro," Hesti dan Rudi
"Happy wedding kawan," Erik dan Wina
"Makasih semua, makasih udah nyempetin datang," seru Ferry
"Eh momennya pas, ayo kita foto bersama," ajak Arga pada sahabatnya
"Oh ok, kapan lagi begini, masak iya kalah sama bridemades muda," ucap Erik terkekeh
1
2
3
Ceerrrss
Para bridemades muda tertawa melihat kedua orangtua mereka tak mau kalah asyik berpose di depan kamera, mereka juga kagum dengan persahabatan tak luntur oleh waktu.
"Lihatlah mereka sayang, semua kompak. Semoga kita bisa seperti itu selamanya," ucap Marvel pada istrinya.
"Iya Vel, amin," memeluk suaminya erat dibalas Alden mencium kening Kayla
Setelah acara sesi foto para orangtua, kini bridemades muda maju bersama pasangannya menuju pelaminan dan memberi selamat pada Ferry dan Sinta.
"Selamat Pa, Ma," Kayla dan Marvel
"Makasih Vel, sayang."
"Selamat ya Pa, Ma," ucap Alvin dan Viona
__ADS_1
"Makasih Vin dan Viona."
"Selamat Om dan Tante," ucap kompak Para sahabat Marvel dan Kayla
"Makasih semua, udah datang ya. Selamat menikmati hidangannya."
"Tenang Om, kita bakal membersihkan semua," celetuk Willi seketika Marvel menimpuknya dengan kertas.
Pluk
"Dasar otak gratisan."
"Hahahahahaha, kayak nggak hafal aja kau, Vel."
Semua bridemades muda mengakhiri dengan sesi foto bersama pengantin. Meski acara sederhana tapi membuat kenangan terindah di sana.
....
Dua hari kemudian setelah acara pernikahan Ferry dan Sinta, kini Kayla gerak seperti menggigil, ia mengucek mata dan ternyata benar istrinya menggigil sampai pucat.
"Sayang, sayang," ucap Marvel sambil menepuk Kayla
Tanpa menunggu lama, ia menggendong istrinya turun dan membawanya ke rumahsakit. Ia tak kepikiran lagi menelpon dokter keluarganya, ia sudah panik sendiri. Sampai di rumahsakit, ia memanggil suster.
"Suster," teriak Marvel sambil menggendong istrinya
Ń
Suster mendengar teriakan Marvel, keluar dan membawa brankar. Tak lama, dokter keluar dari ugd
"Bagaimana dokter keadaan istri saya," Marvel cemas
"Istri ada kecapekan tuan, saya sudah memberi vitamin untuknya."
"Termakasih dokter."
"Sama-sama."
Marvel pun meminta suster untuk memindahkan ke ruang inap vvip, karena ia ingin istrinya istirahat total. Ia ingat istrinya ikut andil dalam pernikahan mertuanya kemarin.
Setelah memastikan istrinya terlelap dan tak panas lagi, ia memutuskan untuk ikut tidur kembali di dekat ranjang istrinya. Pukul 6 pagi, suster memeriksa kembali keadaan Kayla. Marvel pun terbangun dengar sapaan suster.
"Selamat pagi tuan,"
"Pagi sus," Marvel buru-buru masuk kamar mandi mencuci muka. Suster beralih pada Kayla dan akhirya ia terbangun.
Kayla melihat sekeliling asing, ia melihat ada suster segera bertanya.
"Suster."
"Pagi nona, sudah bangun. Saya periksa dulu ya."
"Sus, saya kenapa ada di sini."
"Anda demam nona, untung suami anda siaga."
"Sekarang suamiku kemana ya sus."
Tiba-tiba, ada celetukan dari arah kamar mandi.
"Aku di sini, sayang."
__ADS_1
Kayla tersenyum dan merengek manja ingin di peluk, "Sini."
Suster itu iri melihat keromantisan kedua sejoli tersebut dan berpamitan keluar karena tak enak pada keduanya.