Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Kau suka padanya


__ADS_3

Saat masuk kamar, Ben celingukan seperti maling ia berjalan menuju kamar mandi tiba-tiba ada seruan dari seseorang membuatnya terkejut.


"Ehem, ngapain kayak maling," celetuk Bebi santai


"Hee.. Sayang, kau mengagetkan ku. Aku barusan bangun."


"Kenapa nggak sekalian aja nggak usah bangun."


."Em, maaf banget aku ketiduran."


Bebi berlalu meninggalkan suaminya, ia memilih keluar kamar daripada berdebat, sedangkan Ben buru-buru mandi setela itu akan merayu istrinya.


Tak lama, Ben sudah selesai dan juga rapi. turun menemui Bebi, sampai di ruang keluarga ia tak juga melihat keberadaan istrinya. Tak jauh dari situ suara orang tertawa yang tak asing terdengar, Ben memastikan itu suara istrinya. Perahan ia berjaanemmndekat dan ia menengok pelan dibalik dinding dan benar itu istrinya bersama Rina.


Saat Ben akan mendekat langkahnya terhenti melihat istrinya sedang asyik bergulat di dapur bersama sahabatnya Rina. Ia semakin terpesona kecantikan istri entah mengapa hanya dengan tertawa auranya terlihat.


Bebi dan Rina tersadar saat tertawa ada yang memperhatikannya, Rina menyenggol lengan sahabatnya ada suami Bebi sedang senyum-senyum nggak jelas kayak kesambet. 


Tak lama, sebuah tepung dilempar oleh Bebi pada Ben


Pluk


Ben tersadar, wajahnya sudah penuh tepung. Lalu, ia mengusap terkejut ada benda di wajahnya. Ia menatap garang istrinya, sontak Bebi menciut dari tatapan suaminya. Ben mulai berjalan maju menuju istrinya, Rina tersenyum kikuk lalu mengambil langkah seribu meninggalkan keduanya . Dan kini Ben sudah berada di depan mata Bebi tinggal beberapa centi saja.


"Kau membuat ku berantakan lagi, oke mari kita berantakan bersama," ucap Ben menyeringai


"Ma-maksud, emppth."


Ben  seketika mencium bibir ranum istrinya membuat Bebi terbelalak dan bertepatan para sahabat lelakinya akan mengambil minuman. Akhirnya para sahabat melihat kejadian tak terduga lagi


"Oh my god, ayo balik," seruan Rudi mengajak yang lain keluar


Saat di ruang keluarga, para sahabat kesal dan duduk kembali. Rina mengerutkan dahi melihat tingkah para lelaki lalu bertanya


"Ada apa, Xel.  kalian, mana minumnya?"


"Nggak jadi."


"Kenapa?"


"Tuh lihat aja sendiri."


Rina dan para cewek yang lain buru-buru ke dapur dan sampai di sana semua terkejut saat tahu bos dan nyonya tak tahu tempat maen nyosor. 


Mereka menggeleng kepala malas lalu mengajak para istri kembali ke ruang kerluarga.


Sedangkan Ben dan Bebi akhirnya menyudahi acara ciuman yang berlangsung lama. Bebi yang awalnya kesal kini berubah senyum nggak jelas. Ben tahu istrinya sudah memaafkannya

__ADS_1


"Kau menikmatinya bukan nyonya Ben."


"Percaya sekali anda."


"Sayang, udah maafin aku kan."


"Iya. Bisa di jelaskan kenapa tadi malam?"


"Nanti aja sayang, aku harus menyelesaikan para penghianat dulu."


"Siapa?" Bebi penasaran


"Udah jangan cerewet, mari kita ajak yang lain makan," ucap Ben lembut dan meletakkan jari telunjuk di bibir istrinya untuk berhenti berbicara


Bebi lalu berjalan bersama Ben mengajak semua makan pagi. Mereka berdua masuk menyapa yang ada di ruang keluarga  tapi malah di tatap  memastikan


"Hai semua, ayo kita sarapan bersama," ajak Bebi


Tapi semua terdiam dan hanya menatap penuh arti. Bebi menoleh ke suaminya , dan hanya dijawab mengedikkan bahu. Ben tahu pasti mereka kesal, lalu ia sengaja menggodanya


"Ya udah sayang, kalau nggak ada yang mau makan. Biar kita habiskan sendiri, dan kita bagikan yang lain. Tahu rasa deh kelaparan," sindir Ben


Saat keduanya berbalik, tiba-tiba semua berjalan menerobos Ben dan Bebi. Dan saat Rudi melintasi keduanya berucap, "Jangan maen nyosor aja bos, buat mata kita bintitan."


Bebi malu sejadi-jadinya mendengar celetukan Rudi yang terdengar samar tapi masih jelas, Ben melihat Wajah merah istrinya malah makin gemas ia mengecup pipi Bebi yang merona.


"Tapi kau suka kan," Ben mengedipkan mata genitnya


Akhirnya semua mulai  sarapan pagi, setelah selesai  ritual makan. Para pria berpamitan untuk keluar sebentar.


"Sayang aku keluar sebentar. kabari kalau ada apa-apa."


"Siap sayang."


"Jangan kemana-mana nanti sore kita balik ke Indo," ucap Ben lembut mengelus pipi Bebi dan beralih pada perut Bebi


"Iya, kamu hati-hati."


Cup


Pria tampan gondrong itu mencium kening istri dan mencium pipi. Setelah berpamitan, mereka berangkat  diantar sopir keluarga menuju suatu tempat.


Di sisi lain, Rika kini tengah menyiapkan sarapan untuk Ferry. Semakin hari hubungan mereka makin dekat. Ferry selalu memperhatikan apa yang dilakukan  wanita berbadan dua itu ya meski bukan anaknya. Ferry memastikan wanita itu sudah berubah,  Ferry melihat Rika seperti awalnya mencintai dulu tetap cantik dan baik


.


Tapi saat mereka asyik makan bersama, terdengar ada bel di pintu. Saat Rika beranjak dari kursi tapi Ferry mencegah.

__ADS_1


"Biar aku yang buka, kamu lanjutin makan."


Rika mengangguk dan melanjutkan makan. Ferry nengusap bibir lalu, berjalan menuju pintu depan.


Saat membuka pintu ia terkejut ada sahabatnya, ia berusaha menutup pintu namun ia kalah karena mereka ada empat.


"Oh ****," umpat Ferry dan membiarkan Ben dan yang lain. Ben duduk sejenak lalu mulai berbicara


"Kau menyembunyikan sesuatu dariku?" ucapnya menatap Ferry terlihat gelisah


"Ma-maksudmu apa bos?" ucap gugup pria tampan postur tinggi itu


"Kau jangan coba menghianatiku, Fer," teriak Ben


Saat Rika asyik makan ia terkejut, nama Ferry disebut hingga berteriak. Ia beranjak lalu pergi melihat ke depan. Rika terkejut ada Ben dan yang lain, ia  berbalik ingin berlari tapi sebuah tangan kekar mencegahnya.


"Hei wanita ular, mau kemana kau," cegah Rudi


"Rudi, lepaskan dia. Kasihan," ucap seloroh Ferry membuat para pria menatap tajam


"Kau! jangan bilang kau menyukainya, Fer. Jawab!" bentak Ben


Ferry merasa bersalah menyembunyikan hatinya pada Rika sejak dulu saat Rika menyukai Ben hanya demi persahabatan, namun kini ia tak bisa lagi menahannya.


"Iya, aku mencintainya," ucap lantang Ferry


"Kau," Arga seketika melayangkan pukulan di wajah Ferry


Bugh


Bugh


Uhuk ... uhuk


Rika berontak saat tangannya digenggam Rudi, ia melepaskan diri lalu berlari menolong Ferry yang sudah di hajar Ben.


"Stop, Ben! Ferry tak bersalah. Aku yang salah, aku yang minta tolong padanya," ucap sesegukan Rika menangisi Ferry yang berlumur darah


"Kalian memang penghianat. Dan kau wanita ular, jika polisi tak bisa membawamu kembali ke jeruji besi, aku yang akan mengantarmu ke neraka," ancam  Ben sudah bersiap mengeluarkan senjata api dari kantong celananya


Rio yang tak tega berusaha mencegah Ben tak gegabah.


"Stop Ben! ingat Bebi sedang mengandung. Kau tak boleh gegabah."


Ucapan Rio akhirnya bisa meredam amarah Ben yang sudah di ubun-ubun


"Brengsek, jika tak ingat istriku. Sudah ku lenyapkan kalian, brengsek. Bawa di ke rumahsakit, Rudi, pastikan aku tak melihat dua ular ini," ucap Ben lantang dan pergi dari apartemen.

__ADS_1


Rudi dan Rio menghela nafas lega dan membawa Ferry kerumahsakit bersama Rika


__ADS_2