Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Jadi sopir


__ADS_3

Mulai hari ini, Marvel akan mengantar jemput Yasmine setiap hari. Cowok tampan itu menatap cermin "Perfect."


Ia pun menyambar tas punggung dan juga kunci mobilnya segera turun ke bawah. Di ruang makan sudah ada orangtua serta adik-adik perempuannya.


"Pagi semua," sapa Marvel pada semuanya


"Pagi."


"Cie, kayaknya lagi seneng bener," goda Dira  gadis cantik berusia 16 tahun yang duduk di bangku sama dangan Marvel hanya dia kelas dua.


"Siapa?" tanya Marvel balik


"Ya kakak lah, Masak iya Dira."


"Udah deh Dir, jangan ganggu kakakmu," ujar Bebi agar tenang


"Iya kamu suka sekali goda kakakmu, sayang," ucap Ben tersenyum geli


"Udah ah ini malah ribut sendiri, ayo makan cacing Dira udah melambai nih," celetuk Dira


Semua tertawa mendengar ocehan putrinya yang sudah remaja itu, Akhirnya tak mau menunggu lama mereka mulai sarapan pagi nya. Sekitar 15 menit semua sudah selesai, dan satu persatu berpamitan pada Bebi.


"Mi, kita berangkat dulu ya,"pamit Dira


"Daddy juga," ucapnya dan mengecup kening istri


"Tak lupa cowok tampan juga Mi," tersenyum ceria


"Dasar kamu ya, awas anak nakal. Oh ya jangan lupa antar jemput Kayla, kau dengar itu bukan."


"Baik, Mi."


Semua berangkat dan masuk mobil masing-masing. Marvel sungguh grogi ia menatap cermin melihat ketampanananya tak pudar. Ia juga menghela nafas agar grogi nya hilang. Setelah semua sudah baik, barulah most


wanted itu memacu kendaraannya.


"Semangat," ucapnya menyemangati diri


Mobil Marvel melesat keluar dari gerbang utama kediamannya dan menuju tempat Kayla. Tak butuh lama, mobil sport yang dikemudikannya sudah sampai di depan rumah Kayla.


Marvel turun dan memencet bel.


Tintong


Tintong


"Selamat pagi bik, Kayla ada?"  tanya Marvel lembut


"Pagi juga den, dengan aden siapa ini?"


"Saya Marvel, bik."


"Baik tunggu sebentar, den saya panggil nona Kayla dulu."


"Terimakasih bik."


Sesaat gadis cantik berpakaian tomboy itu sudah keluar tepat di hadapannya, dengan  dandanan rok selutut banyak gelang di tangan dan juga kalung warna hitam melingkar dileher jenjang putihnya, rambut hitam tergerai indah di tubuhnya sungguh terlihat cantik hanya saja sikapnya seperti lelaki.


"Pagi nona Kayla," sapa Marvel ramah dengan mengulas senyuman


"Pagi juga, udah jangan basa basi buruan."


Saat akan masuk ke mobil langkah mereka terhenti tatkala mendegar panggilan dari sang Papa Ferry.


"Vel, Kay Kalian mau berangkat."

__ADS_1


"Eh Om, iya Om. Takut telat," Marvel mencium punggung tangan Ferry.


"Ya sudah kalian hati-hati."


"Baik Om, kami berangkat dulu."


"Assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Kayla masuk ke dalam mobil Marvel yang ada didepan dekat kemudi, tapi setelah Papanya masuk Kayla melompat berganti duduk dibelakang.


"Loh, kok kamu pindah belakang, Kay."


"Duh berisik banget sih. Udah buruan jalan," desis Kayla malas diatur


"Huh, berasa sopir deh aku " batin Marvel kesal


Marvel menghela nafas akhirnya mengiyakan dan meluncur ke sekolah mereka, saat sampai di parkiran seorang gadis cantik melirik mobil Marvel. Saat akan menghampiri ia terkejut ada seseorang muncul dari mobil Marvel.


"Siapa dia?" tanya nya dalam hati


Marvel berjalan beriringan bersama Kayla, dan menarik peegelangan tangannya. Kayla ingin berontak tapi Marvel berbisik kepadanya.


"Di sini banyak mata-mata Daddy, jadi jangan bodoh kau gadis buluk," ancam Kayla sengaja agar gadis keras kepala itu menurut padanya. Mau tak mau, Kayla menurutinya sebenarnya ia jijik jika bersentujan tangan dengan orang lain, ia hanya ingin disentuh suaminya nanti bukan Marvel sok kecakepan ini. Saat berjalan bersama semua menatap mereka penuh arti apalagi para sahabat Kayla dan Marvel sekarang ini sudah di depan mereka.


"Kalian," tanya Lala  curiga


Buru-buru Kayla melepaskan genggaman Marvel tapi tak bisa.


"Ih, lepasin" gerutu Kayla pada Marvel


Maŕvel tak kurang akal dengan jahilnya ia mencium pipi dan berlalu.


Cup


"Alden," teriak Yasmine membuat para sahabat menutup telinganya


Salah satu sahabat Marvel menghampiri Kayla


"Kau pacaran sama Marvel, Kay," tanya Wilii menyelidik


"N-nggak siapa bilang. Aku malah pengen mencakar mukanya sok kecakepan itu."


"Tapi dia cium kamu, Kay."


"Hiii... sumpah aku kesel ma tuh cowok ya," membersihkan pipi nya dengan cepat lalu pergi ke kelasnya. Para sahabat Kayla menyusul gadis tomboy itu dan ingin meminta penjelasannya.


Di kelas Kayla diam membisu, Lala dan Ega duduk berdekatan lalu berkata.


"Kau ada apa dengan Marvel, Kay," tanya Lala


"Kau itu kepo banget deh, kita nggak ada  apa-apa."


"Beneran, Kay," Ega memastikan


"Duh, udah deh nggak ada bahasan lain apa selain tuh cowok."


"Aku peringatkan pada kau ya, jangan terlalu benci nanti cinta."


"Ih ogah aku, howek."


"Awas aja kemakan omonganmu, Kay."


Yasmine melengos tak memperdulikan sahabatnya mengoceh.

__ADS_1


Sedangkan di kelas Marvel, Viana yang sedari tadi menyaksikan adegan romantis Marvel dengan cewek kelas lain sungguh sakit hatinya. Ia masih berusaha menutupi kemarahannya.


"Hai Vel,"sapa Viana pada  Marvel


"Hem."


"Kenapa berbeda saat dengan cewek itu dari nada bicaranya," batin Viana bertanya


"Vi,  mending kau kembali di bangku mu. Bentar lagi pelajaran di mulai," ujar Leo


Viana pun mengiyakan karena tak  ada respon sama sekali dari Marvel untuknya. Ia heran apa yang dilihat dari cewek kayak cowok itu pikirnya.


Dan benar saja tak lama pelajaran di mulai, semua siswa di kelas Marvel mulai aktivitas belajarnya.


Saat waktu istirahat tiba, terdengar bunyi ponsel Kayla dari sang Papa. Ia mengerutkan alisnya lalu berpindah tempat mengangkat telpon.


"Sayang, kau ijin pada guru ya. Mama mu kritis."


"Apa!" Seketika tubuh gadis cantik melemah dan akhirnya pingsan


Bruk


"Kayla," teriak Lala dan Ega


"Eh bantuin ke uks."


Akhirnya Kayla dibawa ketua kelasnya dan diikuti para sahabat ke ruang uks. Saat di raung uks kebetulan Willi tengah mengambil obat pusing tapi matanya tertuju pada gadis yang terbaring.


"Kayla."


"Kayla kenapa, La."


"Tadi habis nerima telpon lalau pingsan, Wil."


"Ya udah kalian tunggu di sini."


"Oke."


Willi dengan langkah seribu menghampiri Marvel sedang asyik main gitar di dalam kelasnya. Cowok tampan itu terlihat ngos-ngosan di depan Marvel.


"Eh kampret, kau kenapa?"


"Itu, itu Kayla."


"Ada apa dengan Kayla."


"Dia pingsan ada di uks sekarang."


"Apa!"


"Eh kau mau bikin kita tuli ya, Vel."


Marvel tak menghiraukan ucapan para sahabat ia berlari menuju ruang uks. Marvel membuka pintu ruang uks, ia terkejut gadis cantik itu terbaring lemah.


"Kay, kau kenapa," ucap Marvel terlihat khawatir dan menepuk pipinya pelan


"Dia habis mengangkat telpon pingsan, Vel," ucap Lala


Alden melihat panggilan terkahir dari papa Kayla. Dia memberanikan diri menelponnya


Setelah bertanya, ia tahu jawabannya. Sontak cowok tampan itu meminta pada Lala mengambil minyak untu membangunkan Kayla.


"Kay, ayo bangun."


Dan akhirnya Kayla sadar ia melihat ruangan itu asing.

__ADS_1


"Aku dimana?"


__ADS_2