
Semakin hari Marvel dan Kayla makin dekat dan pernikahan pula tinggal beberapa jam lagi. Hari ini gadis cantik itu dilarang menghubungi Marvel. Sama halnya Marvel karena sudah menahan rindu, keluarga melarang mereka karena memang ritual adat tak memperbolehkan jika mempelai dipingit.
Kayla yang rindu dengan Marvel terpaksa menahan dengan cara menonton drakor kesayangan. Saat lagi asyik dan tegangnya menonton, terdengar ketukan dari pintu kamar gadis cantik itu.
Tok
Tok
"Siapa sih?" gerutu sendiri
Dengan langkah malas ia membuka pintu dan betapa terkejut dua sahabatnya muncul
"Hei, calon pengantin," seru keduanya sambil memeluk Kayla
"Oh my god, kalian. Sungguh aku bahagia, aku kira kalian nggak datang. Makasih ya," ucapnya memeluk kedua sahabat
"Hei gadis cantik, kami ini setia meski kita tak sekaya dirimu."
"Yang kaya Marvel bukan Aku."
"Cie sekarang, tak sungkan panggil namanya. Eh ya Kay, masak iya habis nikah kamu masih panggil nama," Ega ingin tahu
"Huh, dasar kepo nih anak," gemes Kayla pada Ega
"Hahhahhaha, Kay boleh tanya. Kau sungguh sudah ada falling in love sama most wanted kita."
"Mau tahu, ya," goda Kayla membuat sahabatnya cemberut
"Ih kamu ini, malah godain kita."
"Udah deh, jangan ngobrol mulu kaki ku pegel nih," gerutu Ega
Kayla dan Lala saling pandang dan akhirnya terkekeh. Ketiganya kini menonton drakor yang disukai.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di kediaman Ben, Marvel saat ini tengah dikerjain para sahabat di kamarnya.
"Joni jalan ke pasar," seru Willi pada Marvel meniru gaya monyet mondar mandir di depan
Marvel gemas karena para sahabat dengan isengnya mengerjai dirinya.
Tanpa menunggu lama, kini gilirannya mengerjai satu persatu. Dengan gerakan cepat, Marvel mencoret wajah mereka.
"Oh no, Vel," Willi geram
"Vel, dasar brengsek," ucap Revan
"Oh my god, kau Vel," kesal Leo
__ADS_1
"Tahu rasa kalian."
"Hahhahahaha ampun bos," ucap kompak pada sahabat Marvel
Marvel menyenderkan badannya mengingat sebentar lagi statusnya akan berubah. Sungguh terasa cepat, ia tak menyangka akan menikah hari ini.
"Hai, Al bagaimana rasanya hari ini," goda Willi
"Kau itu kepo banget, kalian lihat wajahku seperti apa?" ucap ketus Alden
"Iya-iya tuan muda," ketiganya cekikikan
Waktu cepat berputar Marvel dan para sahabat terbangun, saat suara gaduh di depan pintu kamarnya. Marvel beranjak dan membuka pintu ternyata.
"Aw, sakit," Marvel meringis
"Hey, kau itu tidur jam berapa? kamu mau Kayla Mami nikahkan dengan yang lain," celetuk Bebi membuat mata Marvel terbuka lebar, Bebi terkekeh geli saat tahu putranya sadar.
Kini, Marvel masuk dan membangunkan para sahabatnya bersiap.
"Hei, ayo bangun," seru Marvel sambil memukul mereka dengan bantal
"Ih Vel, jangan lebay."
"Kalau kalian masih merem ya, aku siram ini," ancam Marvel
"Waw, keren kau Vel," Willi terkejut
"Lihat saja, Kayla makin tergila-gila padamu," celetuk Willi
"Iya Vel, kau beda. Aku cowok aja kagum apalagi para cewek."
Dengan percaya diri Marvel menyahuti para sahabat, "Baru tahu aku tampan dan keren, kalian kemana aja, hah."
Semua melengos gemas mendengar ucapan Marvel karena kesombongannya. Tiba-tiba, pintu diketuk. Marvel buru-buru membuka pintu.
"Come on boy, sudah saatnya," ajak Ben pada putra tampannya.
Marvel menghela nafas lalu tersenyum berjalan beriringan dengan Daddy nya. Cowok tampan itu turun menuju ruang akad nikah. Semua mata tertuju pada lelaki tampan di depan mata mereka. Para undangan terkesima melihat para lelaki berjalan bersama, apalagi pesona Ben yang tak lekang oleh waktu.
Bebi menatap tajam pada suami dan putranya, karena Bebi merasa mereka tebar pesona di depan para wanita. Dengan cepat lengan kedua lelaki itu di rangkulnya. Ben dan Marvel heran dengan tingkah Maminya. Bebi mengarahkan keduanya untuk segera duduk, lalu ia ikut duduk di belakang mereka.
Tak berapa lama, penghulu datang dan duduk tepat di depan Marvel. Pernikahan mereka di hadiri hanya keluarga terdekat dan juga hanya akad nikah saja atas kemauan Kayla.
"Baik semua harap tenang, saya akan mulai. Bismillahirrahmanirrahim, ikuti saya nak Marvel. Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Kayla wijaya binti Ferry atmaja dengan maskawin sebuah rumah mewah dan sebuah restaurant."
"Saya terima nikah dan kawinnya Kayla wijaya binti Ferry atmaja dengan maskawin tersebut tunai."
__ADS_1
"Bagaimana saksi?" tanya penghulu pada para saksi.
"Sah."
"Sah."
Semua mengucap syukur alhamdulillah karena proses akad nikah berjalan lancar, Dan kini saatnya Marvel dipetermukan dengan istri tercinta. Sungguh hati Marvel grogi saat waktu tiba bersama.
Nampak dari kejauhan gadis tomboi di sulap menjadi bidadari hari ini, ia terpukau melihat keindahan di depannya hingga ia rela berjalan menghampiri gadis tersebut yang sekarang resmi jadi istrinya. Sungguh semua kagum atas perlakuan Marvel pada istrinya, Apalagi para sahabat melongo melihat.
Saat Marvel meraih jemari Kayla, gadis itu tersenyum malu menerima uluran dari Marvel. Mereka berdua berjalan menuju tempat akad nikah dan mulai tanda tangan, serta tak lupa saling memasangkan cincin. Setelah selesai memasangkan cincin, Marvel mencium kening istri sambil berkata, "Kau mulai sekarang tanggung jawabku."
Ucapan Alden membuat perasaan damai menyelimuti hati Kayla. Semua bersorak saat Alden menciumi seluruh wajah istrinya.
"Hei, nanti dilanjutkan di kamar. Kita pada laper," celetuk Leo dan para sahabat lain
Marvel dan Kayla terkekeh melihat sahabat mereka kesal, dan akhirnya satu persatu memberi selamat pada sepasang pengantin tersebut.
"Waw, temen kita udah nikah. Bentar lagi jebol gawang," goda Lala membuat Kayla malu kayak udah
"Kau itu La, ngomong nggak disaring dulu."
"He... he..."
"Dasar kau emang memalukan," ucap Ega
Setelah mereka, kini giliran para sahabat Marvel.
"Aih, dasar playboy nya taubat duluan,"ujar Revan
"Makanya jangan mainin cewek mulu."
"Udah-udah kalian berisik sekali, ayo mana kado buat kita."
"Cih, kau udah sultan masih ngarep kita ngasih," ujar Leo
"Biarin."
Semua para sahabat menepuk jidat karena Marvel bertingkah. Waktu pun tanpa terasa sudah menunjukkan pukul 4 sore. Marvel melihat raut muka istrinya dari menghampiri untuk mengajak istirahat.
"Sayang, ayo kita istirahat dulu," ucapnya lembut
Kaylq tersenyum dan mengangguk, Marvel menggandeng tangan istrinya menuju kamar. Di kamar Marvel, Kayla mengrinyitkan dahi melihat kamar yang tak biasa. Kamar itu dihiasi beberapa taburan bunga dan lilin indah.
"Cantik."
"Kau suka sayang," ucap Marvel di ceruk leher sang istri
__ADS_1