
Para warga pun berusaha tenang lalu salah satu warga mengantar Kayla. Saat perjalanan menuju rumah Lina, Kayla melihat ada seseorang mencoba memapahnya. Dengan langkah cepat Kayla menghampiri mereka.
"Ada apa ini?"tanya Kala menatap tajam pada dua orang preman di depannya
"Kakak," ucap Lina gugup
"Hei cantik, kau orang kota ya. Jadi mending aku minta aja uangmu."
"Idih, menghayal aja."
"Wah, nih cewek cari mati bro," ucapnya pada teman
Dengan gerakan cepat Kayla lihai menangkis setiap pukulan dari para preman. Cewek cantik itu membuat warga dan Lina terkejut akan kepandaian bela dirinya. Tanpa lama, para preman terkulai lemas dan melarikan diri.
"Waw, kakak keren. Makasih ya."
"Sama-sama."
"Kau pandai sekali nak," puji warga tersebut
"Ini untuk berjaga saja pak, bukan untuk main-main atau menyombongkan."
"Pantas saja kau berani ke sini sendiri. Temanmu tak ada yang mau mengantar."
"Kebetulan mereka sibuk, Pak. Ya aku, sambil jalan-jalan aja."
"Ya sudah, kebetulan ini Lina. Bapak tinggal ya."
"Baik Pak, terimakasih."
"Mari kak," ajak Lina ke rumahnya.
Di tempat lain, Viona tengah merencanakan yang akan buat Marvel berpisah dengan Kayla. Viona keluar dan mencoba mencari keberadaan Marvel, sekilas matanya melihat ada Marvel tengah bersama sahabatnya nongkrong di cafe dekat . Ia berjalan menghampiri mereka, Marvel mengetahui Viona tengah berjalan ke arahnya ia tak memperdulikannya.
"Vel, ada mantan kau datang tuh," Willi
menyenggol lengan Marvel
"Bodo amat," Marvel cuek
"Hai Vel, hai semua," sapa Viona tersenyum manis
Marvel merasa ada sesuatu yang tak enak disaat Viona mendatanginya, entah firasat apa. Viona pun duduk di sebelahnya tanpa mereka curigai, ia pun ikut bercengkrama dengan mereka. Satu jam kemudian, Marvel berpamitan kembali ke kamar karena merasa lelah. Saat Marvel berjalan menuju kamar, badannya merasa menggigil kepanasan seperti ada sengatan. Viona melihat pergerakan tubuh Marvel segera memapahnya.
"Kau, ngapain? pergi sana," usir Marvel sambil menatap tajam tak suka
Saat Viona menyentuh ia sudah ingin saja menerkamnya, ia masih berusaha sadar ia mencoba menelpon para shabat namun tak di angkat. Akhirnya dari kejauhan Lina melihat Marvel seperti setengah sadar ia mendatangi.
"Minggir, kau."
__ADS_1
"Eh siapa kamu, hah."
"Aku tahu semua."
Seketika Viona tegang karena gadis itu berbicara seolah tahu apa yang dilakukannya pada Marvel. Buru-buru ia pergi, sedangkan Lina dengan cepat mengetok pintu kamar Kayla. Kayla membuka pintu terkejut Lina bersama Marv dengan wajah yang sudah merah.
"Kak, tolong kak Marvel, hanya kakak yang bisa. Nanti kakak akan di jelaskan kak Marvel."
"Makasih Lina."
Kayla menutup pintu lalu menidurkan tubuh Marvel di atas ranjang.
"Vel," Kayla menepuk lembut pipi suaminya
"Kayla," ucap Marvel membuka mata karena ia takut menerkam wanita.
"Iya ini aku. Ada apa?"
"Bantu aku."
Marvel pun tanpa lama, mulai mencium bibir manis istrinya hingga tanpa sadar ******* Yasmine keluar.
"Argghh, Vel."
"Aku menginginkanmu," ucap Marvel yang susah payah menahan gejolak akibat obat perangsang itu begitu kuat. Ini adalah malam plus-plus yang Marvel inginkan sejak mereka sah hanya saja ketakutan istri menjadikan mereka tak melakukannya.
Marvel tak mau melewatkan semua ia menelusuri setiap inci tubuh istrinya, ketika bagian intim istrinya sudah basah ia pun segera memasukkan senjatanya mulai membobol gawang. Kayla menahan sakit dan tanpa sadar ia meneteskan airmata, lama kelamaan keduanya menikmati, hentakan demi hentakan dilakukan Marvel hingga keduanya mencapai puncak kenikmatan.
"Vel, aku tak tahan."
Cup
Dan akhirnya keduanya tumbang bersama, dan mereka pun melakukan pergulatan beberapa kali hingga menjelang pagi karena obat itu masih bereaksi. Kayla sungguh kelelahan dibuat oleh suaminya.
Tak terasa pukul 7 pagi, keduanya masih di alam mimpi hingga sebuah bel bunyi berkali-kali akhirnya membangunkan keduanya.
"Arggh," Kayla merintih kesakitan
"Sayang, maaf masih sakit," tanya Marvem cemas
"Iya Vel."
"Udah kamu mandi. Biar aku buka pintunya."
Tanpa ngomong apapun, Marvel yang tak tega dengan istrinya membopong ke kamar mandi. Dia mencuci muka lalu membuka pintu. Saat membuka ternyata para sahabat sudah di depan bersidekap menatapnya.
"Kalian. Ada apa?" tanya Marvel sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
"Kalian ngapain sih," tanya Ega dan nampak di leher Marvel ada tanda tak biasa
__ADS_1
"Oh aku tahu temen-temen. Mereka sedang asyik bikin anak," celetuk Ega sambil tertawa
"Kau jangan asal ngomong, Ga," ucap Lala menyenggol Ega
"Eh siapa yang asal ngomong, tuh lihat leher Alden kenapa."
Seketika semua melihat tanda merah di leher Marvel yang terlihat saat memakai kemeja. Marvel reflek menutup tanda itu dengan tangannya.
"Waw, Kayla ganas juga ya," Leo cekikikan
"Ini gara-gara obat."
"Hah, obat. Maksudnya, Vel," tanya Willi.
"Aku di jebak, untung Lina tepat waktu nolong aku, ah udah nanti bahasnya ini kalian ada apa menggedor pintu."
"Di suruh siap-siap, ayo buruan kita balik ke kota."
"Oke thanks."
Marvel menutup pintu kembali, ia terkejut istrinya terlihat makin cantik, ia berjalan menatap penuh arti mendekati dengan cepat Marvel mencegahnya.
"Stop! Nanti kita ketinggalan bus, ayo buruan mandi."
"Tahu aja kamu sayang. Baiklah, tapi lihat jika sudah di kost, takkan ku biarkan kau keluar dari kamar," Marvel tersenyum tipis dan masuk kekamar mandi membersihkan badan.
Kayla menelan ludah kasarnya, ia tersenyum mengingat kejadian semalam bersama suami, ia baru tahu rasanya begini membuat ia terngiang-ngiang. Kali ini ia tak takut lagi, ia akan menjalani apa yang sudah di gariskan Tuhan padanya. Ia sungguh mencintai Marvel, meski hidup sederhana bersama, ia berjanji akan setia selamanya. "Terimakasih Mama, atas jodohnya," batin Kayla bersyukur karena Mamanya jadi perantara mereka berdua.
Sekitar beberapa menit, semua siswa sudah berkumpul semua, Marvel dan Kayla ingin berterimakasih pada Lina namun dia tak ada, mereka pun akhirnya naik bus. Saat sudah masuk semua, nampak Lina dan seorang pria paruh baya dari kejauhan tersenyum dan melambaikan tangan. Marvel dan Kayla dan Yasmine saling pandang terkejut mengetahui Lina agak jauh.
"Sayang, kau melihatnya,"tanya Marvel ragu sambil memegang tangan istrinya
"Iya aku melihatnya, ternyata kita sama Vel. Eh kenapa tanganmu dingin sekali."
"Hee ... takut sayang."
"Idih, most wanted dan gelar playboy gak lucu ya ternyata penakut," ucap Kayla mengejek Marvel
"Awas kau sayang, sampek kos ya."
"So what."
Bus pun melaju sedang kembali ke kota, sesungguhnya Marvel dan Kayla sama-sama penasaran siapa Lina sebenarnya. Tapi mereka positif thinking karena Lina memang baik.
Beberapa jam kemudian, bus mereka sudah samapi dii halaman sekolah. Marv membangunkan istrinya tetlihat tidur pulas.
"Sayang, ayo bangun. Udah sampai."
Yasmine menggeliat melihat ke jendela ternyata benar sudah sampai. Saat mereka turun dari bus, dikejutkan seseorang.
__ADS_1
"Kalian."