Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Twins 17 tahun


__ADS_3

Waktu cepat berlalu, hari ini tepat pukul 12 malam twins berulang tahun ke 17 tahun. Sha dan Arthur duduk di kelas 3 SMA sekolah kalangan biasa karena mereka tak mau menunjukkan jika mereka kalangan orang kaya.


Sha dan Arthur memang diajarkan oleh Kayla tak boleh pilih teman dan mereka dari kecil sudah di perkenalkan. Maka tak jarang jika Sha yang sifatnya bar-bar, dia lebih suka bermain sepulang sekolah dengan anak-anak panti asuhan dekat tempat tinggalnya.


Sedangkan Arthur sifat yang dingin membuat para cewek di sekolah selalu banyak cara untuk mendekati namun sayang mereka tak ada yang di respon.


Kini , Kayla serta sahabat Sha mengetuk pintu  memberikan surprise, saat membuka pintu kamar terlihat gelap  dan Kayla menyalakan lampunya tapi malahan mereka terkejut saat lampu menyala.


"Sha."


Sha terlihat bersidekap di dekat pintu kamarnya, membuat Kayla dan sahabatnya  Kinan.


"Yah nggak surprise dunk, Sha. Ah kamu nggak asyik," gerutu Kinan


"Siapa suruh, aku kan nggak suka  ulangtahun dirayain segala, memalukan."


"Sayang, kau ini diberi kejutan malah gitu. Tahu nggak Mommy perjuangan ini buat kue nya dan Kinan belain nggak tidur lo."


"Ya maaf Mom,  tapi sekali ini aja aku tiup, sumpah aku males banget Mommy."


"Apalagi aku," ucap seseorang dari belakang Kayla dan itu adalah Arthur, anak laki-lakinya sama dengan Sha tak suka perayaan.


"Arthur."


"Ini Daddy  yang nyuruh, Mom," ucapnya sambil cemberut.


"Hahahahha, tau rasa deh kamu. Sekarang tiup lilinnya ya."


"Eh tunggu ,mom, Alex dan Daddy juga ikut enak aja," ucap Marvel.


"Oke-oke, make wish dunk lalu tiup ya."


Arthur dan Sha mulai mengucap permintaan di hati.


"Ya Allah semoga aku dapat jodoh sugar daddy yang sayang  sama aku dan kaya, amin," ucapnya di hati Sha terkekeh geli.


"Ya Allah, semoga aku jadi pengusaha sukses dan bisa melindungi adik-adikku. Amien."


Kayla melihat Sha dan Arthur senyum-senyum tak jelas segera ia membuyarkannya.


"Ehem."


"Udah kan make wish nya, sekarang tiup dunk."


"Yeee."


"Kasih potongan pertamanya dunk buat siapa?"


"Buat Mommy dunk. Thanks Mom."


"Makasih sayang."


"Dan ini untuk Daddy dan Alex, terakhir si unyuku Kinan."


"Kak, ayo kasih," Sha menyuruh Arthur memberikan kue untuk Kinan, Arthur sungguh grogi ini kali pertamanya ia memberikan sebuah kue untuk cewek lain selain Mommy nya.


"Ini," Arthur menyerahkan potongan kue untuk Kinan, dan dia sungguh gugup juga saat Arthur benar memberinya.


"Makasih Arthur."


"Hem."


Marvel dan Kayla terkekeh geli melihat Axel sedingin es.


"Yaudah aku balik ke kamar dulu ya Mom, Dad."


Arthur tersenyum kikuk menatap Kinan dan berlalu, sungguh jantung Kinan ingin serasa melompat saja saat Arthur menatapnya.

__ADS_1


"Oke, selamat tidur sayang."


"Yes Mom."


"Kinan juga pamit Tante, Om."


"Baiklah, oh ya kamu naik apa, Nan."


"Taksi Tante."


"No, nggak baik ini udah malem. Biar Arthur mengantarmu ya."


"Nggak usah Tante, biar Kinan pulang sendiri."


"Sha, aku pulang dulu ya."


"Tapi Nan, aku takut kau kenapa-kenapa."


"Eh aku kan jago bela diri kayak kau, udah deh. Aku nggak apa-apa."


"Beneran."


"Iya."


"Aku pulang dulu permisi Tante, Om."


"Hati-hati."


Kinan mengangguk dan keluar dai rumah Marvel. Di saat Kinan keluar, dari atas nampak seseorang menatap gadis cantik itu. Merasa tak tega ia pun turun.


"Arthur, mau kemana," tanya Kayla melihat putranya buru-buru.


Arthur tak menjawab dia berlari memakai hoodie dan menyambar kunci mobil, sedangkan Kinan  duduk sendiri di kursi di trotoar tiba-tiba ada mobil berhenti.


"Masuklah," ucap Arthur mebuat Kinan terkejut.


"Udah buruan masuk, udah malem."


"I-iya."


Kinan masuk ke dalam mobil Arthur, tak lama mobil melaju ke tempat Kinan.  Saat didepan rumah, Kinan turun ingin berterimakasih,  namun Arthur berlalu tanpa mengucap apapun.


"Astaga, dasar kulkas," gerutu Kinan.


Sampai di rumahnya, Arthur tak tahu mengapa hatinya berdebar dekat Kinan. Dan ini untuk petama kalinya ia rasakan.


"Ada apa dengan jantung ini, sial."


Arthur pun mulai memejamkan mata, dan berharap esok bisa terbangun dengan badan kembali segar.


Keesokan harinya, saat Arthur dan Sha berangkat terlihat di jalan mereka melihat Kinan berjalan sendiri.


"Kinan."


"Kak berhenti dunk."


"Eh Sha, ada apa?"


"Bareng yuk."


"Nggak uda, kan udah deket."


"Udah ayo. Menghemat tenaga nanti kan olahraga."


"Tapi."


"Ayo masuk, mau telat," ucap Arthur tanpa menatapnya sungguh Kinan ingin sekali menghajar kulkas kutub utara tersebut.

__ADS_1


"Iya."


Kinan masuk kedalam mobil mereka dan Arthur melajukan menuju sekolah . Saat sampai mereka terkejut saat Kinan iku turun dari mobil twins.


"Ngapain cewek itu satu mobil sama twins ya."


"Dia kan sahabat Sha. Masa kalian lupa."


"Iya sih, tapi nggak biasa kan."


"Tahu, udah yuk masuk."


Arthur berjalan lebih dulu, Kinan dan  Sha berjalan di belakangnya. Semua bersorak ria saat Axel melewati mereka.


"Huuuuu. Kak Arthur love you."


Arthur tak menghiraukan ucapan para cewek-cewek di sekolah. Sungguh Arthur mirip dengan marvel waktu SMA jadi most wanted.  Tak kalah dari Arthur, pesona Sha juga menarik para Cowok sekolah, ia sama tak menghiraukan.


"Sha, cantik banget kau."


Sha mengibaskan rambutnya dan mengacungkan jempol ke bawah, Kinan terkekeh melihat aksi Sha selalu ada saja dilakukan. Saat keduanya akan masuk kelas ada yag tak sengaja menabrak Kinan.


Brug


"Aw," ringis Kinan dan seseorang mengulurkan tangan padanya.


"Sorry."


Kinan menatap cowok itu adalah siswa baru bernama Gery.


"Oh iya gak apa," Kinan tak menerima uluran tangan ia berdiri sendiri.


"Lain kali jalan pakai mata bos," celoteh Sha pada Gery.


"Oke."


Sha menggandeng Kinan masuk kelas, adegan tadi dilihat oleh Arthur dan ia mengulas senyum tipis.


"Luar biasa," batin Arthur


Tak lama, guru datang dan memperkenalkan Gery pada semua.


"Selamat pagi anak-anak, saya akan memperkenalkan murid baru di kelas ini, dia adalah Gery."


"Salam kenal semuanya," ucapnya menunduk hormat pada semua teman.


"Silahkan kamu duduk, sebelah Arthur."


"Baik, terimakasih, Bu."


Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang, dan waktunya para murid beristrahat. Arthur dan Dimas kemudian keluar dari kelas menuju kantin, sedangkan Sha dan Kinan masih mencatat. Dan tak lama, mereka berdua selesai.


"Akhirnya."


"Ayo Sha," aja Kinan pada Sha agar ke kantin.


Saat mereka  beranjak dari kursi, Gery mendekat


"Hai, boleh berteman nggak."


"Iya boleh, aku Sha dan ini Kinan."


Kinan mengulas senyum lalu Sha mengajak Gery untuk ikut ke kantin. Sampai di kantin, Arthur menatap Kinan penuh rasa kesal. Entah  mengapa dia tak suka jika Kinan bersama Gery. Dimas menatap Axel seperti sedang marah  segera menyenggol lengannya.


"Liat tuh mie bakso mu, Atthur."


Axel terkejut mi bakso sudah seperti lautan sambal.

__ADS_1


__ADS_2