
"Kau istriku," tanya nya kegirangan
Arthur terkejut ternyata istrinya adalah Kinan. Kinan juga tak menyangka.
"Arthur, Iya."
"Yuhuuu, waw. Sungguh aku tak percaya ini semua. Ayo sayang, kita keluar, aku ingin tunjukkan bahwa kau yang ku miliki," ajak Arthur bahagia membuat Kinan terkekeh geli.
Arthur dan Kinan turun ke tempat akad nikah, para keluarga sudah menduga anak nakal bakal turun dan memamerkan istrinya kini.
"Tuh kan Dad, apa ku bilang," Kayla pada Marvel.
"Hahhahahaa dasar gila tuh Arthur."
"Sama kayak kau."
"Sedikit."
"Apa yang sedikit."
"Udahlah sayang, malah bahas itu. Oh ya beberapa bulan lagi. Mami dan Daddy anniversary ke 40 tahun atau nama lainnya wedding ruby. Kita harus memberi surprise mereka."
"Siap sayang, kan kau anaknya jadi aku ngikut aja."
Nampak Arthur dan Kinan saling memasangkan cincin bergantian. Setelah itu sesi foto bersama.
Tiba-tiba ada celetukan membuat Arthur dan Kinan menoleh.
"Emang kalian aja yang mau nikah. Kita juga," celetuk Dewa dan di belakang nya ada bidadari surga nya menampakkan diri.
"Sha," ucap kompak Arthur dan Kinan.
"Lebay deh, kenapa?kaget. Udah mending diem dulu, kita mau ijab nih."
"Huh, dasar adik nggak ada akhlak emang, ikutan mulu," gerutu Arthur.
"Udah sayang, kalian kan twins jadi harus sama."
"Menyebalkan banget."
"Ya udah duduk dulu," suruh Kinan pada suami.
Tak lama, penghulu mulai dengan menggenggam tangan Dewa.
"Baiklah kita mulai, bismillahirahmanirrahim. Saya nikahkan dan kawinkan engkau Dewa abadi dengan Sharon Baratawijaya dengan maskawin sebuah mobil senilai 20 milyard dan rumah di bayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Sharon Baratawijaya dengan maskawin tersebut tunai."
"Gimana saksi."
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah."
Keduanya tersenyum bahagia akhirnya menikah juga, Kayla dan Marvel menyuruh Arthur dan Kinan ikut didekat penghulu untuk berfoto bersama. Acara akad nikah berlangsung selama satu jam lamanya selanjutnya resepsi diadakan malam hari pukul 7 hingga 11 malam.
Di kamar pengantin, Arthur dan Kinan nampak saling memeluk satu sama lain melepas kerinduan.
"Semenjak kau pergi, aku udah tak waras. Waktuku cuma untuk kerja dan kerja dan aku tak pernah pulang."
"Oh ya, kasihan Opa Oma mu, Arthur."
__ADS_1
"Itu semua karena mu sayang. Kisah cintaku sama rumitnya dengan Sha, dia ditinggal Dewa bisnis hingga berbulan-bulan tak ada kabarnya, dan sekarang balik-balik nikah, sungguh kejutan tak terduga. Dan kejutan juga buatku emang Daddy raja kejutan mulu, pusing aku."
"Tapi kau suka kan, suamiku."
"Suka sangat, mari kita buat Arthur junior."
"Sayang, nanti aku nggak bisa jalan."
"Nanti aku gendong, please ayolah sayang," merengek manja.
"Iya-iya."
Tak lama, Arthur menatap intens istrinya kemudian beralih membuka kerudung hingga menampakkan wajah cantik alami. Arthur tersenyum bahagia bisa menikahi pujaan hati dari masa putih abu-abu. Arthur mencium kening, mata, pipi dan bibir manis istri dan memperdalam ciuman, sesaat ciuman dihentikan Axel agar istrinya bisa menghirup udara bebas. Sekian menit ahirnya Axel menarik tengkuk istri dan mulai memagut bibir saat Marvel ingin masuk ke dalam rongga mulut, istrinya nampak bingung. Arthur tersenyum karena istrinya belum mahir ciuman.
"Aku akan mengajarimu sayang. Buka mulutmu."
"Aku malu sayang."
"Kita udah sah suami istri, jadi nggak usah malu. Tenang ya, kamu cukup ikuti permainan suami mu saja."
Kinan mengangguk pelan dan Arthur kembali meriah tengkuk istri dan mulai menciumi bibir hingga rongga mulutnya. Semakin ia mencium semakin juga panas menginginkan lebih. Tanpa menunggu lama, Arthur melucuti baju istrinya, Kinan juga melucuti baju suami. Tanpa aba-aba Arthur mulai membuat tubuh Kinan bergetar hebat untuk segera di tuntaskan.
"Sayang, emmph," Kinan menahan desahannya
"Keluarkan desahanmu sayang," bisik Arthur.
Arthur dan Kinan kini mulai semakin panas hingga ac kamar tak bisa menembus badan mereka yang sama bercucuran keringat. Arthur yang sudah tak tahan mulai menerobos gawang milik Kinan pelan-pelan. Nampak Kinan menahan rasa sakit dan tak terasa meneteskan air mata, Arthur akhirnya bisa menembusnya.
Huh
"Love you sayang."
Axel mulai memacu lebih dalam hingga beberapa saat akhirnya tumbang juga mereka berdua.
"Sama-sama suamiku."
Saat keduanya ingin menutup mata sejenak, tiba-tiba ada bunyi telpon Arthur.
"Aduh siapa sih, ganggu tidur."
"Halo siapa nih."
"Siapa. Lihat siapa yang telpon," ucap seseorang kesal di sebrang telpon.
Arthur melihat panggilan telepon dari Mommy, sontak matanya terbuka lebar.
"Assalamualaikum Mommy," ucap Arthur bernada manis.
"Waalaikumsalam. Kau dimana? Ini waktunya di rias istrimu."
"Ini jam berapa Mom."
"Jam 5 ."
"Cepet amat."
"Mommy pikir malah lambat, emang kau ngapain."
"Nggak ngapain-ngapain kok, Mom. He ..."
"Jangan bilang kau sudah melakukan sama Kinan."
"Ya begitu Mom, sayang kalau dianggurin."
__ADS_1
"Emang ikan. Udah sana turun di kamar Dewa, mua ada disitu nunggu kalian."
"Baik Mom, asaalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Arthur menutup telpon dan mengajak istrinya segera turun sebelum Mommy menyemburnya.
"Sayang ayo bangun mandi. Kita harus segera ke bawah. Kamu mau dirias sayang, Mommy nunggu."
"Hah, yang bener. Jam berapa sih."
"Jam 5. Ayo kita mandi bareng."
"No. Nanti nggak mandi malahan."
"Nggak, aku janji. Ayoo."
Mau tak mau akhirnya Kinan menyetujui agar cepat selesai, dan benar saja Arthur tak menjamahnya. Setelah Kinan dan Arthur sudah rapi mereka segera turun ie kamar Dewa dan Sha, Sampai disana, Sha menyeletuk.
"Pasti udah malam pertama."
"Sok tau lo," elak Arthur.
"Dari wajahmu kelihatan kak, ngaku aja. Makanya lama."
"Kalau iya emang kenapa, iri ya."
"Oh nyebelin banget kak," rengek Sha pada suaminya Dewa.
"Nanti aku bakal bikin kau nggak bisa keluar kamar sayang."
Gleg
Wajah Sha nampak pias mendengar ucapan suaminya.
"Hahhhahah mampus lo Sha," ejek Arthur pada adiknya.
"Apaan sih ribut banget, ini juga obrolan nggak disaring sama sekali," ucap Kayla baru saja tiba dan menjewer telinga Arthur.
"Aw, Mommy. Sakit tahu."
"Kau ini selalu debat sama adikmu nggak malu sama Kinan dan Dewa. Kalian sudah berumah tangga sayang," ucap Kayla kesal dan tegas menegur twins itu.
"Maaf Mom," ucap Arthur dan Sha.
"Udah sekarang, Kinan dan Arthur ayo duduk di rias. Kamu Sha sama Dewa duduk di situ dulu sambil nunggu kakakmu."
"Baik Mom."
Setengah jam akhirnya, Arthur dan Kinan selsai dirias sama halnya dengan Dewa dan Sha sudah selesai di rias dan berganti baju. Malam hari ini mereka memakai gaun warna biru laut pas body dan luarannya memakai jaket denim tak lupa memakai sepatu kets putih, pengantin twins itu sengaja memakai busana seperti itu agar tak capek kakinya. Untuk sang pria nya memakai jaket denim dan dalaman hitam serta celana jeans biru laut tak lupa sepatu kets warna putih.
Tak lama, mereka sudah berada di gedung resepsi. Semua mata tertuju pada kedua pasang pengantin tersebut.
"Keren emang keturunan keluarga Baratwijaya."
"Iya, aku iri."
Saat pengantin menuju pelaminan, ada seseorang berusaha membuat pesta berantakan terdengar suara tembakan dua kali.
Dor
Dor
__ADS_1