Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Debat


__ADS_3

"Sayang, kamu kapan datangnya udah kayak hantu aja."


"He... baru saja. Kamu kenapa bilang begitu, hem," ucap Rendra ingin memeluk tapi tercegah


"Ehem."


Deheman seseorang membuat mereka tak jadi berpelukan. Dan orang itu adalah Ayunda.


"Huh, kakak. Malah kayak jin aja."


"Dasar ya, kakak dibilang jin. Berarti kau adiknya jin."


"Ini malah obrolan jin," ujar Rendra terkekeh


"Kan gara-gara kak Ayu, sayang."


"Udah Ren, kamu pulang. Siapa yang nyuruh kamu kesini."


"Perasaanku nggak enak aja kak Ayu. Jadi aku memastikan calon istriku baik-baik saja. Baiklah, aku pulang. Sampai ketemu besok."


"Assalamulaikum."


"Waalaikumsalam."


Kini Rendra sudah keluar dari apartemen, sedangkan Ayu membantu Jessi menata gaunnya.


"Kak, tadi ada nenek lampir kesini."


"Apa, nenek lampir. Siapa maksudmu?"


"Orangtua dari Viona."


"Viona yang pura-pura diculik itu."


"Iya, seenaknya nyuruh batalin pernikahan karena anaknya gila."


"Sukurlah, kau tak mau."


"Iya kak, pengen aja tuh mulut aku kasih cabe."


"Ada aja kamu, Jes. Udah ini yang buat akad nikah yang mana?" tanya Ayunda


"Yang ini kak, cantik kan."


"Iya cantik, tapi cantikkan gaunnya," Ayunda terkekeh


"Ih dasar kakak nyebelin."


"Udah, sekarang kau tidur biar besok nggak sakit. Jam berapa ke hotelnya?"


"Jam 6 pagi aku kak, soalnya make up artisnya pagi kan akad nikahnya jam 9."


"Oh ok, kalau kamu butuh bantuan. Kabari kakak."


"Iya kak, makasih."


"Ya udah, kakak pulang dulu ya."


"Iya kak, hati-hati."


"Iya, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Ayunda keluar dari apartemen Jessi dan berjalan menuju lift. Saat masuk ke dalam lift ada 5 orang, awalnya ia tak curiga. Tapi saat ia keluar dari lift, ia merasa ada yang mengikutinya.


Tiba-tiba, ada yang mendekap badannya dri belakang.


"Berhenti atau aku tusuk kau," ucap seseorang yang sudah membawa pisau dan di dekatkan ke arah perut Ayunda.


Ayunda tersenyum miring lalu menarik tangan pria itu dan membantingnya.


"Oh ****. Ternyata kau pandai bela diri. Oke, kau memang ingin melawanku."

__ADS_1


"Ayo maju."


Dan pria itu mulai menendang tapi Ayunda bisa menghalaunya. Dan makin lama pertarungan makin panas, Ayunda yang kesal dengan gerakan cepat, menendang tepat di dada lalu menginjaknya.


Bugh


"Siapa yang menyuruhmu?"


"A-aku takkan bilang."


"Oke, kau ingin keluarga mu mati."


"Ja-jangan."


"Lalu siapa?"


"Nyonya Dania."


"Siapa dia?"


"Istri dari pengusaha Neo grup."


"Oh begitu, pergilah," Ayunda menyuruh penjahat itu pergi karena ia masih berbaik hati.


Kini Ayunda memilih mencari minimarket terdekat karena kehausan. Setelah mendapatkan yang diinginkan, Ayunda pulang.


Sesampainya di mansion, Ayunda mencari baby Sella. Dan saat tahu baby cantiknya tertidur pulas bersama babysitter, ia tersenyum lalu mengecup kening baby Sella. Kini, wanita cantik itu kembali ke kamar untuk membersihkan diri.


Di kantor, terlihat Brian dan Joha baru selesai meeting. Dan saat kembali ke ruangannya Brian terkejut saat ada salah satu bodyguard mengirim video tentang istrinya.


"Jo, aku harus pulang."


"Kenapa, ini masih jam 2 loh."


"Ada sesuatu penting."


"Pasti istrimu kan."


"Oke, hati-hati."


Brian menyambar kunci mobil lalu buru-buru turun dan melajukan mobilnya menuju mansion. Di perjalanan, Brian tak habis pikir bodyguard hanya menjadi penonton.


"Oh ****," umpat Brian


Akhirnya mobil Brian, sampai di mansion. Ia berlari menuju kamar mencari istri tercinta. Saat membuka kamar ia tak melihat sosok itu namun mendengar gemricik air di dalam kamar mandi.


Brian mengulas senyuman lalu duduk di tepi ranjang menyingsingkan lengan kemeja putihnya. Tak lama, nyonya tercinta keluar dari kamar mandi dengan handuk diatas pahanya. Ayunda terkejut ada suaminya, Brian yang sadar Ayunda hanya memakai handuk tersenyum menyeringai.


"Kau menggodaku, sayang," ucap Brian berjalan menghampiri istri yang mulai gugup


"Si-siapa menggodamu, tuan Brian. Dan sejak kapan kamu udah di kamar."


"15 menit yang lalu dan itu membuat keberuntunganku. Sekarang kau takkan bisa lari dariku, hem," ucap Brian dan mendekap badan mungil istri.


Dan pergulatan panas pun tak dapat dihindarkan, satu jam kemudian.


"Ih, nyebelin kamu, Dad," ucap Ayu bangun dan berlari ke kamar mandi.


"Sayang, maaf aku sedikit khilaf," teriak Brian sambil terkekeh


Beberapa jam kemudian, mereka di ruang makan sedang menikmati makan malam bersama.


"Ben, besok kamu dan Axel ijin ya. Kan Tante Jessi nìkah. Siap Dad. Kita bawa kado apa ya."


"Nggak usah, Daddy udah siapin kado."


"Oh ya, kemana Dad," tanya Axel


"Pengen tahu, atau pengen banget."


"Malah main tebak-tebakkan, Dad," ucap kesla Axel


"Hahahahhaha, Maldives."

__ADS_1


"Hah, keren."


"Kalau kalian mau, kapan-kapan kita barengan kesana."


"Boleh Dad, saat liburan kan asyik. Ya kan Kak," tanya Axel pada Ben


"Oke, setuju. Ya udah, kalian istirahatlah dan jangan tidur larut malam."


"Siap bos."


Usai kedua bocah tampannya naik ke lantai dua kamar, Brian merangkul istri untuk ke ruang kerjanya.


"Ikut aku, sayang."


"Kemana?"


"Udah, ikut aja."


Brian merangkul istri dan berjalan menuju ruang kerja yang ada di lantai satu. Saat di ruang kerja, Brian duduk mendekat dan memberikan video.


"Apa ini, Dad,," tanya Ayu


"Lihalah."


Ayunda membuka ponsel Brian dan membuka isi video tersebut, saat melihatnya ia terkejut. Usai melihat, ia menatap suaminya itu penuh arti.


"Bodyguardmu, yang ksih ini kan Dad. Jangan marahi mereka, aku yang minta."


"Sayang, jangan terlalu memikirkan mereka. Aku takut kau kenapa-kenapa. Tapi buktinya nggak apa kan."


"Kau selalu menyepelekan kekhawatiranku."


"Tapi aku berusaha menjaga Dad, tolong mengertilah."


"Udahlah, percuma juga debat," ucap Brian berlalu keluar dari ruang kerjanya


Ayunda menghela nafas, ia berfikir mungkin suaminya kelelahan hingga berbicara seperti itu.


Ke esokan harinya, Ayunda bangun dan meraba samping ternyata suai tidak ada. Ia duduk sejenak, ingat tadi malam berdebat dan suami entah kemana.


Kini, Ayunda memilih menyiapkan baju untuk putra putrinya ke acara sakral Jessi dan Rendra. Setelah selesai menyiapkan, ia mencoba menghubungi Brian namun tak diangkat. Ayunda pun keluar dari kamar dan melihat putra putrinya.


Tok


Tok


"Bunda. Masuklah," ucap Ben


"Iya, mana Axel."


"Axel di kamar mandi. Kenapa wajah Bunda lesu."


"Nggak apa. Ini kalian pakai ya, Bunda akan ke kamar Sella."


"Baik Bunda."


Usai Ayunda keluar dari kamar, Ben merasa ada yang disembunyikan. Axel tang kelaur dai kamar mandi menepuk bahu kakaknya.


"Kak."


"Eh, Xel."


"Ada apa kok melamun?"


"Tadi Bunda kesini, tapi aku lihat wajahnya tak ceria. Ada apa ya?"


"Mungkin kecapekan kak."


"Mungkin saja benar, Xel. Oh ya ini kau pakailah, ini di kasih Bunda."


"Oke."


Di satu sisi, saat Ayunda ingin masuk ke kamar. Ia berhenti karena mendengar suara tertawa seseorang tak asing di balkon.

__ADS_1


__ADS_2