Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Mencintai istri orang


__ADS_3

"Apa yang setahun aja kak," tanya Axel bingung


Ben menggaruk kepalanya yang tak gatal lalu, membisikkan kata, "Aku tak tahan pengen ke toilet."


Axel menatap tajam ke arah kakaknya bisanya berucap seperti itu di depannya.


"Sana pergi," usir Axel sambil melotot pada Ben yang tersenyum smirk


Ben turun pelaminan bergegas ke toilet, ia sungguh terpesona saat kedatangan Vivian anak bisnis papa nya.


"Sial. Dia begitu cantik, sempurna."


Ben mencuci muka agar pikirannya tak tertuju pada perempuan yang bersama Alden. Setelah dari toilet, ia kembali ke pelaminan. Dan tak lama, keluarga dari naik ke pelaminan memberi selamat pada mempelai.


"Selamat ya, Ben, Bebi," ucap Regan maxton dan Shafa maxton


"Terimakasih, Om."


"Hai, kak. Selamat ya," ucap Elvano dan Vivian


"Makasih El, Vi. Selamat menikmati acara."


"Iya."


Keduanya turun dari pelaminan, namun mata Ben tak bisa dibohongi karena menatap pada Vivian hingga jauh. Sontak Bebi melihatnya dan menyeletuk


"Oh itu wanitanya."


Ben menoleh kearah Bebi hanya tersenyum miring dan tak menjawab omongan.


Tak terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Satu persatu para undangan berangsur pulang. Bebi yang sudah tak tahan menahan sakit pada kakinya, tak butuh lama ia melepaskan alas kakinya dan membawa ke kamar. Ben melongo melihat kelakuan istri statusnya. Sampai di kamar, Bebi buru-buru melepas gaunnya dan ia mulai berendam. Sambil berendam, ia mencoba menelpon kekasihnya bernama Arya tapi tak kunjung diangkat.


"Dimana dia?" gerutu Bebi lalu mematikan ponsel.


Usai berendam selama 15 menit, ia merasakan tubuhnya lebih rileks. Bebi segera membilas badannya lalu mengganti pakaiannya. Kini gadis cantik itu sudah lebih fresh, ia aka bsrsia menuju alam mimpi. Tapi saat ia keluar dari kamar mandi, ia mendapat tatapan mengerikan dari Ben, Bebi pura-pura tidak tahu.


"Mau aku siapkan air hangatnya," Bebi menawari pada Ben


"Iya."


Bebi kembali masuk ke kamar mandi, lalu menyiapkan air hangatnya. Tak lama air hangat siap, dan ia menyuruh Ben untui segera mandi.


"Mandilah, udah siap airnya."


"Oke."


Ben masuk ke kamar mandi sedangkan Bebi menyiapkan baju gantinya. Bebi yang sudah tak tahan dengan rasa kantuk akhirnya, tertidur dengan bersandar di ranjang.


Saat Ben keluar dari kamar mandi, ia melihat Bebi sudah terlelap. Meski ia tak ada perasaan cinta tapi tetap membetulkan tidurnya. Setelah membetulkan tidur Bebi, Ben melihat ada baju gantinya. Ben segera bergati baju, malam pertam seharusnya bersama orang dicintai namun ternyata tak sesuai harapan.


Ben yang sudah merasakan kantuk, ia pun ikut ke alam mimpi.

__ADS_1


Keesokan harinya, Bebi dan Ben bangun pagi dan sudah pulang ke apartemen karena mereka beraktifitas seperti biasa.


"Ben, aku minta uang untuk ongkos."


"Nih," ucap dingin Ben sambil memberi uang 500 ribu


"Makasih, aku hari ini jaga sampai malam."


"Hem."


Bebi mencium punggung tangan Ben, membuat pria dingin berusia 22 tahun itu mulai melunak. Sungguh ia tak berani menatap gadis cantik itu.


Bebi pun keluar dan berjalan menuju lift, Ben ta serta merta melepas Bebi begitu sjaa . Ia membuntuti arah Bebi dan dengan siapa. Sampai dibawah, gadis ceria itu berjalan menyuduri trotoar hingga 1 km sampai di kantornya ia bertugas. Ben berhenti saat tahu istri statusnya ternyata berjalan jauh.


"Dasar bodoh, itu uang udah aku kasih. Lalu, buat apa?" pikir Ben bingung. Ben melihat jam tangan sudah menunjukkan pukul 7 pagi, ia memutuskan kembali ke apartemen lalu bersiap berangkat kerja.


Sebelum mengemudikan mobilnya, Ben menelpon salah satu bodyguard untuk membuntuti kemana pun Bebi.


"Kabari aku apapun yang ia lakukan."


"Baik bos."


"Penasaran, buat apa duit yang aku kasih itu."


Telpon ia tutup lalu, melajukan mobil menuju kantor Baratawijaya.


Tak butuhlama, pria tampan itu sudah berada di depan lobby, semua karyawan menyapa dan dibalas olehnya dengan senyum ramah.


"Pagi Dad, Xel."


"Pagi."


"Cie, pengantin baru sampek telat datengnya," goda Axel.


"Apaan, berlebihan kau, Xel. Aku tapi ada perlu sebentar."


"Oh ya, jangan sampai menyukai gadis orang lain," sindir Axel


"Yang bener kau, Xel," tanya Brian


"Bener, Dad."


"Jangan dengerin dia, Dad," bantah Ben


"Ben, Daddy peringatkan jangan asal suka sama orang lain. Apalagi kau udah menikah."


"Iya, Kak. Aku yakin Kak Bebi, cewek yang tepat yang dikirim untuk Kakak."


"Sok tau kau."


"Ya udah, kita mulai aja ke ruang meeting."

__ADS_1


"Siap Dad."


Ketiga pria tampan itu berjalan dan masuk ke dalam lift menuju ruang meeting yang ada di lantai 7.


Sedangkan Bebi kini sednag bertugas di jalan bersama kedua sahabatnya Lila dan Rina.


"Pengantin baru, gimana malam pertama dengan pria tampan itu," tanya Rina


"Pengen tahu aja."


"Aih, aku kan penasaran. Jadi kan bisa persiapan."


"Dasar mesum. Udah mending kita keliling kali aja ada yang langgar," ajak Bebi pada keduanya


Ketiganya keliling di sekitar pasar dan saat itu melihat ada perampok mencoba merampas tas orang.


"Woi, berhenti," teriak Bebi meneriaki oermapok lalu perampok itu berlari sabil memwbwa tas.


Rina, Bebi dan Lila berlari mengejar perampok itu hingga masuk ke dalam gang kecil dan buntu membuat perampok itu bingung kejebak. Bebi tersenyum menyeringai lalu, mulai menghajar perampok itu di bantu kedua sahabatnya .


"Keren," ketiga cewek itu tos bareng


Dan akhirnya ketiga cewek berhasil melumpuhkan perampok dan membawanya ke kantor polisi terdekat.


Waktu pun cepat berganti malam, Ben yang baru pulang dari kantor melihat apartemen masih sepi pertanda istrinya belum pulang. Ben merebahkan badannya ke sofa dan akhirnya tertidur. Sedagkan di tempat lain tepatnya di kantor satpol pp, Bebi dan kedua sahabatnya bersiap pulang.


Saat Bebi akan keluar dari kantor, ada yang memanggilnya.


"Bebi."


Mereka menoleh ternyata adalah kepala satpol pp yang masih muda.


"Kalian mau pulang barnega nggak," kepala satpol pp itu menawari


"Maaf Pak, kita jalan aja soalnya deket."


"Yang bener, Bebi.:


"Iya, Pak."


"Ya sudah, kalian hati-hati."


"Siap Pak, permisi."


Kepala satpol pp itu menghela nafas saat ìa gagal mengantar Bebi.


"Sepertinya butuh perjuangan."


Di sisi lain, Bebi dan kedua saat mulai berjalan tak searah karena beda tempat. Bebi perlahan berjalan menuju apartemennya namun perasaannya tak enak ssperti ada yang membuntuti.


"Siapa ya, beraninya membuntuti."

__ADS_1


Bebi mempercepat gerak kakinya agar Orang itu tak mengikuti, saat sampai di perempatan tiba-tiba ada seseorang membekap Bebi.


__ADS_2