Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Marvel Baratawijaya


__ADS_3

Setelah acara pernikahan Ferry dan Rika beberapa bulan yang lalu, kini Bebi sudah hamil besar tinggal menunggu calon bayi lahir ke dunia. Hari ini wanita cantik yang mulai chubby pipinya tengah sibuk menata baju-baju untuk sang bayi nanti. Tiba-tiba ada tangan kekar memeluknya dari belakang.


"Aku rindu kamu, sayang," Ben mengecup ceruk leher istri


"Tapi apa boleh."


"Aku udah tanya dokter keluarga, katanya malah membuat bayi kita cepet keluar."


Bebi menyunggingkan senyuman berbalik badan lalu mulai mengecup bibir manis suaminya. Ben tak mau menyiakan kesempatan. Dia makin memperdalam ciuman mereka, hingga ******* keluar dari mulut istri. Ben semakin semangat menikmati setiap inci tubuh istrinya, Ben beralih menjelajahi bagian inti istrinya membuat Bebi menggelinjang tak karuan, setelah dirasa sudah basah. Kini, Bebi memuaskan suaminya dengan mengambil kendali di atas tubuh pria tampannya. Ben heran istrinya jadi semangat dan pintar untuk melakukan pergulatan panas, Ben mulai tak tahan mulai memasukkan juniornya kedalam goa istri, ia menghentakkan, mempercepat ritme dan tak lama keduanya berada puncak kenikmatan. Pergulatan mereka berlangsung setengah jam tapi melakukannya pelan.


Keduanya terkulai lemas akibat pertempuran panas, Ben mengecup kening istri


Cup


"Love you, baby."


"Love you too."


Tiba-tiba, Bebi merasakan kram diperutnya hebat, ia kira mungkin sakit perut biasa tapi semakin lama dia tahan semakin sakit.


"Aw," ringis Bebi sambil memegang perut buncitnya


Ben yang memejamkan mata mendengar rintihan istrinya  segera ia bangun.


"Sayang, kau kenapa?" Ben terlihat wajah cemasnya


"Sayang, perutku sa-kit," Bebi sesegukkan


"Aduh, harus gimana? kamu mau melahirkan kah sayang, tunggu ya aku pakai baju dulu," ucapnya panik


Ben tak sadar memakai kaos oblong dan boxer saja menggendong tubuh istrinya turun ke bawah, sampai di bawah para maid bertanya


"Ada apa tuan, nona?"


"Kayaknya mau melahirkan bik, nanti bilang Daddy dan bunda, aku bawa istriku ke rumahsakit."


"Baik tuan."


Ben mempercepat langkahnya ia tak tega melihat istrinya kesakitan, ini pertama kali nya melihat bagaimana seorang istri akan bertaruh nyawa demi sang buah hati. Ben memasukkan tubuh istrinya pelan di dalam mobil tepat di samping nya.  Ia mulai menancapkan gas menuju rumahsakit.


"Sa-kit," rintih Ben mulai terdengar lirih


Ben memacu kendaraan dengan cepat dan  akhirnya ia sudah sampai di rumahsakit. semua mata tertuju padanya karena pria tampan gondrong itu masih menggunakan boxer menggendong istrinya menuju ugd.


"Dokter, suster. Tolong istri saya," teriak Ben membuat semua yang di ruang ugd terkejut


"Tu-tuan Ben, mari silahkan. Saya akan periksa."


"Baik."


Mereka  pun segera memeriksa apakah waktunya melahirkan atau belum, mereka gemetaran saat Ben masih di ruangan itu. Sesaat Ben memicingkan mata , para suster terlihat gugup Ben menyadari lalu pamit keluar.


"Saya keluar dulu, suster."


"Iya tuan."


Setelah kepergian Ben, mereka menghela nafas lega.


"Huh, akhirnya."


Ben yang di luar menunggu, mondar mandir kayak setrikaan tiba-tiba ada tepukan di bahunya membuat menoleh.


"Bunda, Daddy, Axel."


"Bagaimana keadaan Bebi, Ben."


"Masih ditangani didalam Bunda," ucapnya cemas

__ADS_1


"Kau tenanglah."


Tak lama salah satu suster keluar dari Ugd dan menghampiri Ben.


"Maaf tuan apakah anda keluarga dari nona Bebi?" tanya salah satu suster


"Iya benar suster, saya suaminya. Bagaimana keadaan istri saya?"


"Pembukaannya sudah lengkap, kita akan mulai mulai tindakan proses kelahiran, tuan."


"Baik, lakukan yang terbaik, sus. Oh ya boleh saya mendampingi istri."


"Boleh tuan, mari silahkan masuk."


"Dad, Bunda, Ben masuk dulu. Doain ya."


"Iya, Ben."


Suster dan Ben masuk ruangan bersalin sedangkan orangtua Ben dan Axel duduk di depan ruangan, tak lupa mengabari asisten Ben yaitu Rudi.


...


Di ruangan bersalin, ini pertama kalinya Ben mengetahui persalinan seorang istri. Ia gugup dan bercampur bahagia akan melihat bayinya kedunia.


"Tuan, silahkan sebelah sini," ajak suster mengarahkan untuk di sebelah Ben. 


Bebi melihat raut wajah tegang suaminya segera menggenggam tangan kekar ayah dari anak-anaknya.


"Sayang, kau pasti bisa."


"Sayang, kenapa kau yang menyemangatiku," ucap Bebi bingung


"Aku tahu kamu tegang dan takut, bukan."


Ben menggaruk kepalanya yang tak gatal, semua suster memandangnya geli. Dan tak lama dokter kandungan datang dan memberi aba-aba.


"Sudah dok."


"Baiklah ikuti aba-aba dari saya. Ambil nafas dan keluarkan pelan-pelan."


Hah


Huh


"Ayo mulai mengejan dan mendorongnya keluar, nona."


"Eghhhhh."


"Ayo lagi nona," seru dokter memberi semangat


"Eghhhhh."


Huh


"Ayo nona! sebentar lagi terlihat kepalanya."


"Egghhhh."


Huh


Huh


Ben mengecup kening isri dan mengelap keningnya.


"Eghhhh."


Dan akhirnya

__ADS_1


Howek ... howek


"Syukurlah bayinya lahir selamat, selamat nona tuan. Bayinya Laki."


"Sukurlah."


Ben mengecup semua area wajah istrinya, tak ada kata yang diucapkan selain kebahagiaan. Ben bangga bisa menyaksikan mulai nyidam hingga persalinan.


Sesaat bayi itu sudah di mandikan dan diselimuti. Seorang suster kemudian memberikan bayi tampan pada Ben untuk di doakan. Ben tersenyum bahagia lalu mendoakan putra kecilnya . Setelahnya, ia memberikan pada suster kembali.


"Terimakasih suster."


"Sama-sama tuan."


Ben beralih mengantar Bebi menuju ruang rawat diikuti para orangtua.


"Istirahatlah sayang," Ben mengecup kening istri


Kini tinggallah Ayunda menemani menantunya yang terlelap setelah melahirkan. Sedangkan Ben dan Axel menuju ruang bayi karena ingin melihat bergantian.  Sampai di ruang bayi, Axel masuk bersama seorang suster dan mulai menggendong kwponaan tampannya.


"Kau sungguh tampan, kelak kau akan jadi rebutan para cewek," ocehan seorang paman


Sekitar 10 menit akhirnya keluar dari ruangan dan kembali ke ruang rawat Bebi. Saat kedua pria itu berjalan menuju ruang rawat Bebi  terhenti saat ada seruan dari seseorang.


"Ben, Axel."


Keduanya menoleh kompak melihat wanita cantik memanggil adalah Rina sahabat Bebi


"Halo sayang, kamu sendiri?" tanya Axel pada sang kekasihnya Rina


"Iya sayang."


"Cih sayang segala," ejek Ben


"Udah diem dulu, Ben. Sekarang ikut kita."


Seketika membisu dan mengikuti kedua pria di depannya.  Sampai di depan ruangan, Ben dan Axel membuka pintu, terkejut sudah banyak yang datang mulai orangtua dan sahabat.


"Waw, rame amat."


"Dasar kau Rio tak berubah," celetuk Ucap Rudi


"Di mana cucuku," tanya Brian


Seketika semua tertawa melihat kedua pria paruh baya asyik dengan celetukannya. Tak lama ruangan itu bertambah rame karena kedatangan Rudi dan kawan-kawan lain


"Hai ... hai," sapa para sahabat


"Oh my god, lihat mereka malah bikin rusuh saja,"


ucap Ben


"Hai bos, maaf."


"Kau itu ngapain bawa mereka."


"Biar rame bos."


"Nanti istriku terganggu."


Pluk


Sebuah bantal melayang didepan wajah, Ben.


"Lebay kau, Ben," celetukan Rio


"Udah diem, jadi siapa nama putramu Ben."

__ADS_1


"Marvel baratawijaya."


__ADS_2