
"Aku."
"Dira, ya ampun kamu jadi nyuruh jemput Riska. Makasih ya sayang," Kayla menghampiri dan memeluk Dira.
"Iya kak, kan aku tahu kakak kan kangen dia. Ya udah sebagai balas budiku pada kakak ya ini, kak."
"Balas budi apa Dir."
"Kakak jadi panutanku karena aku sekarang tahu betapa sayangnya mereka padaku, kak. Aku menyayangi mu, memang keluarga Wiliam tak salah pilih mantu kayak kakak."
"Kamu berlebihan, udah ah kok jadi melow sih. Ayo Ris, Dir, sini duduk bareng. Bentar lagi dimulai acaranya."
Tak lama, acara pun dimulai. Seorang ustadz mulai membacakan doa setelah tu ada seseorang tampan yang akan membacakan surat untuk sang adik dia adalah.
"Marvel," semua terperanjat kaget saat mengetahui Marvel sudah lengkap memakai pakaian koko putih serta sarung sungguh ketampanannya semakin terpancar.
Kayla semakin kagum dengan sosok suami yang dulu adalah seorang playboy kadal, kini jadi hot Daddy serta pemimpin yang baik buat nya dan anak-anak.
Pria tampan itu pun mulai membacakan surat, semua semakin kagum karena suara Marvel begitu indah hingga tak terasa meneteskan air mata haru. Terutama Hilda, kakak yang selalu menyebalkan hari ini membuatnya merasa bahagia karena lantunan ayat suci untuk dirinya dan sang calon bayi. Hilda berdoa kelak keluarga kakaknya selalu bahagia selamanya.
Setelah Marvel membacakan surat, kemudian ustad memberikan wejangan untuk Hilda dan keluarga. Dan tak lama acara pun berakhir dengan makan bersama, tak lupa keluarga Baratawijaya berbagi ke panti asuhan dan juga membagikan kepada anak jalanan.
.......
Seminggu kemudian
Hari ini tengah menyiapkan pesta megah keluarga Baratawijaya. Pesta megah resepsi pernikahan Revan dan Lala diadakan malam hari dan untuk pagi hari akad nikah keduanya.
Pukul 9 pagi, akad nikah yang diadakan di hotel Baratawijaya. Ruang akad disulap serba putih sesuai kemauan sang calon pengantin. Keluarga sang calon pengantin wanita dan pria sudah berada di ruang akad dan untuk mempelai wanita dan pria masih di kamar hotel.
Di kamar Lala
"Sumpah aku deg-degan banget tahu," ucap Lala sambil mondar mandir.
"La, kalau kamu kayak setrikaan malah bikin aku pusing tahu," gerutu Kayla.
"Aku grogi, Kay. Sumpah."
"Emang kamu doank yang ngerasain. Aku malah pengen pingsan," tutur Ega.
"Emang gugup bangget ya, La," tanya Dira.
"Sangat Dir, coba aja nanti kau suruh Willi nikahin kamu. Udah deh nggak bisa tidur, aku aja pagi baru tidur itupun gak pulas banget."
"Hah, sampek segitunya."
"Yoi."
Sedangkan di kamar pengantin cowok, Revan makin deg-degan sesekali menghela nafas berat seakan ia akan terjun payung dari atas menara.
Marvel yang iseng segera menggoda Revan,.
"Hahhahahha kau itu Van, mau olahraga atau akad nikah daritadi aku lihat tarik nafas mulu."
"Kepo aja loh."
"Tapi bener kan kau grogi," tambah Marvel.
"Sok tahu," ucap Revan melengos.
"Revan, itu gaya aja. Lihat keringat udah kayak biji jagung," celetuk Willi
"Kalau kau tahu nanti pasti aku ganti ketawain kau, Wil."
"No, itu takkan terjadi."
"Gaya loh," Leo
Tiba-tiba, ada bel kamar. Sontak semua berdiri apalagi Revan sudah mengelap keringatnya bercucuran.
"Baca sholawat," Marvel menepuk bahu Revan.
__ADS_1
"Haha."
Saat dibuka ternyata Rina dan juga Bebi, mereka tersenyum lalu menggandeng lengan Revan dan diajak keluar dari kamar. Marvel, Leo dan Willi terkekeh.
"Berasa tahanan, aku," batin Revan.
Dan mereka sudah ada di ruang akad nikah, Revan menghela nafas dan duduk. Sesaat penghulu datang dan duduk di depannya.
"Bisa kita mulai."
"Bisa pak, silahkan," ujar Marvel.
"Bismillahirrahmanirrahim, saya nikahkan dan kawinkan engkau Revan baratawijaya dengan Lala indriani dengan maskawin sebuah kafe dan rumah senilai 1 milyar, dibayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawinnya Lala indriani dengan maskawin tersebut tunai."
"Gimana saksi?"
"Sah."
"Sah."
"Alhamdulillah."
Marvel menyenggol lengan Revan dan mengacungkan jempol karena saudaranya berhasil mengucap ijab lancar, Revan mengulas senyuman dan bernafas lega.
Marvel mengirim pesan pada istrinya agar membawa mempelai wanita untuk turun menemui suaminya di bawah.
"Sayang, bawa pengantinnya."
"Oke."
Setelah membalas Kayla mengajak semua turun.
"Eh, ayo sudah waktunya. Cie udah sah," goda Kayla
"Beneran, Kay," tanya Lala memastikan.
"Cie ... makin deg-degan aku turun."
"Udah, bismillah."
"Bismillahirrahmanirhim."
Kayla, Ega, Dira, Riska, Viona menjadi bridemades pengantin wanita yaitu Lala. Mereka semua sangat cantik apalagi Kayla si hot Mommy yang sedang hamil makin auranya terlihat.
Saat para cewek brisemades turun dan berjalan mengiringi pengantin, pasangan masing-masing sontak berdiri berdiri bebarengan. Para orangtua menahan tawa melihatnya.
"Astaga, mereka kompak sekali ya, Beb," ucap Rina berbisik.
"Iya Rin, semua kompak. Keren emang."
Dan pengantin pria akhirnya berjalan menyambut istrinya, Revan sungguh terpukau melihat Lala yang kini jadi istrinya. Mereka menandatangani dokumen dan berlanjut memasangkan cincin dan terakhir mencium kening sang istri. Sesi selanjutnya mereka berswafoto bersama.
Cheerrss
Semua kompak bahagia bersama, dan beberapa kali foto dan bergantian dengan para anak-anak mereka.
Akhirnya acara akad nikah berakhir dan berganti acara resepsi malam harinya. Kini Marvel dan Kayla beristirahat sejenak di kamar.
"Sayang, kamu tadi kok cantik sih."
"Emang biasanya nggak cantik."
"Cantik, tapi tadi begitu terlihat anggun, aku terpesona sayang. Gimana kandunganmu."
"Dia tak rewel kok, dia mengerti Mommy nya."
"Sayangku, Daddy boleh jenguk nggak," Marvel mengelus perut yang agak buncit istrinya itu.
"Kamu ini pasti yang jadi alasan anak kita, udah ayo," ajak Kayla.
__ADS_1
Marvel tak mau menunda lama segera ia mengunci pintu dan memasang mode dnd pada kamarnya. Kayla pun menyerang suaminya lebih dulu entah mengapa sejak dia mengandung lagi, ia merasa ingin disentuh suaminya tiap hari. Dan selalu lah Kayal yang menyerang tapi kalau dulu Marvel.
Setelah pergulatan berlangsung satu jam lamanya, dan keduanya tumbang tanpa mereka sadari waktu sudah pukul 5 sore.
Salah satu mua yang ingin merias Kayla berulang kali menelpon tak kunjung diangkat. Mua itu pun turun memberitahu keluarga Baratawijaya jika mereka tak bisa masuk.
Mua itu menemui keluarga yang ada di kamar pengantin.
"Permisi tuan, nyonya. "
"Oh iya Mbak, kenapa."
"Maaf tuan, nyonya. Saya tidak bisa masuk ke kamar tuan Marvel karena dipasang mode dnd."
Lala dan Revan mendengar mereka terkejut
"Apa!"
"Eh honey, yang nikah kita. Kenapa mereka yang malam pertama sih," gerutu Lala
"Hahahahaha mereka sedang menikmati moment mengulang lagi. Apa kamu udah tak sabar honey."
"Oh apaan sih honey," Lala mukanya merah seperti tomat karena digoda suaminya.
"Udah, biar Mama yag turun tangan," ucap Rina.
Rina mencoba menghubungi Bebi, agar segera naik ke kamar Marvel karena harus segera di rias Kayla nya.
"Huh, ini emang anak nakal. Yang nikah siapa malah dia yang malam pertama, dasar Marvel, ya," gerutu Bebi kesal.
Tintong
Tintong
Saat membuka pintu, Marvel ingin marah namun sebuah ketukan kaki membuatnya mendongak.
"Mami."
"Aw, Mami. Sakit," ringis Marvel karena di jewer oleh Bebi.
"Buruan mandi, ajak Kayla dia mau di rias ini. Mami kasih waktu 10 menit."
"Iya Mi, lepasin dulu dunk."
"Mami nggak mau nunggu di dalam."
"Nggak, disini aja."
"Ok, tunggu Mi."
Marvel buru-buru membangunkan istrinya yang masih terlelap.
"Sayang, bangun ada singa betina."
"Apa. Mana sayang kamu ini nakutin aja."
"Ada di depan pintu buruan, kau kan mau dirias."
"Eh iya."
Tak butuh lama, keduanya sudah fresh namun ada pemandangan yang mereka tak sadari , keduanya keluar dari kamar dan menghampiri Bebi.
"Mami."
"Jadi Mami singa betina nya," batin Kayla terkekeh.
Bebi memoloti dan menepuk jidat, saat tahu putra dan menantunya teledor. Bebi seketika memberikan sebuah foundation pada Kayla.
"Pakai ini."
Marvel dan Kayla saling pandang lalu mereka berlari masuk ke dalam melihat kaca di dalam kamar. Mereka pun menjerit bersamaan.
__ADS_1
"Aaaa."