Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Hamil anak Ben


__ADS_3

"Hai Ben," sapa Dewi menunjukkan senyum manis


"Hai," ucap Ben dingin


"Kebetulan sekali kalian disini juga."


"Perasaan kompleks ini jauh dari tempatmu," ujar Ben sambil terus mencium punggng tangan istrinya


"Oh aku tadi kebetulan lewat, dan ada teman juga daerah sini."


Ben merasa risih jika ada nyamuk berkeliaran mengganggunya. Ben sengaja tak memperdulikannya dengan bercerita sendiri dengan istrinya. Dewi kesal diacuhkan oleh Ben dan akhirnya tak tahan berpamitan.


"Ben, Bebi, aku balik dulu ya ada janji sama klien," ucapnya kikuk


"Baiklah."


Usai Dewi pergi, Bebi menyeletuk


"Aku tahu kau sengaja kan, tuan dingin."


"Memang. Aku males diganggu, lebih baik ganggu kamu," ucap Ben lalu menggelitiki badan istrinya


"Hahahhahaha, ampun sayang."


"Ayo, bilang ampun nggak."


"Iya ampun, hahhahahha."


Dan tak disangka datang lagi pengganggu kelas teri


"Asik benar, kayaknya," ucap Axel mendekati mereka bersama Rina


"Kau itu macam nyamuk pengganggu."


"Sialan, aku disamakan nyamuk. Kakak berarti raja nyamuk."


"Kalian nggak capek ya, debat terus," ucap Bebi berlalu meninggalkan Ben Ben buru-buru mengejar istrinya


"Eh sayang, maafin aku ya," ucapnya sambil memegang tangan


"Iya, udah ayo kita pulang."


"Oke."


Satu bulan setelah pertemuan Dewi dengan sejoli itu, kehidupan Bebi dan Ben baik saja hingga hari ini Bebi dan Ben kini kidup berdua di apartemen mewah. Tak disangka Bebi, tepat pagi ini merasakan mual hebat.


Howek ... howek


Bebi memuntahkan seluruh isi perutnya, ia  merasakan pusing teramat. Dia ingat jika sudah satu bulan tak datang bulan. Ia memutuskan keluar untuk membeli tespack di apotik, setelah mendapatkan. ia mencoba memakai dan beberapa saat hasilnya muncul.


Saat membuka tespack, Bebu terkejut dua tanda garis muncul, tak terasa air matanya menetes di pipinya. Bebi baagia sungguh karena ini yang ia nntikan bersmaa Ben.


Bebi mengusap air matanya lalu meyimpan alat untuk diberikan pada suaminyananti saa pulang. Saat akan keluar apartemen dia berpapasan dengan pria paruh baya.


"Maaf apakah anda bernama Bebi?" tanya nya


"Iya. Maaf anda siapa?"


"Saya seorang ayah dari Dewi. Pasti anda tahu jika dia menyuka Ben suami anda. Beberapa minggu lalu mereka bertemu diacara pesta."


Belum samapi selesai berbicara Bebi mencegahnya.


"Maaf tuan, saya tidak kapasitas mendengarkan keluhan anda. Mohon maaf anda bisa pergi dari sini. Karena saya masih bayak pekerjaan, permisi."


Pria paruh baya itu kesal lalu, menelpon seseorang.

__ADS_1


Sedangkan di kantor, Ben cemas jika suatu saat Dewi membuat rumit rumah tangganya karena dia pernah memarahi Dewi agar menjauh dari keluarganya. Ia pun menelpon istrinya.


"Halo, sayang. Kau lagi apa?"


"Halo sayang, aku lagi di di toko. Ada apa?"


"Aku nggak apa sayang, mungkin karena banyak kerjaan. Aku minta maaf belum bisa mengajakmu honeymoon."


"Kenapa tiba-tiba bicara itu. Aku tak butuh itu,  aku hanya butuh kamu di sisiku selamanya, aku mencintaimu, Ben."


Ben tersenyum manis mendengarkan ucapan istrinya, ia merasa bahagia mempunyai istri sebaik Bebi. Dia akan berusaha membahagiakan istri dan anak-anaknya kelak.


"Aku juga sangat mencintaimu sayang, berjanjilah kau akan percaya padaku apapun yang terjadi nantinya."


Bebi merasa aneh dengan ucapan suaminya tapi ia tak mau terlalu memikirkan, yang terpenting pernikahan baik-baik saja.


Dan kini sore menjelang, Bebi memutuskan untuk berisitirahat sejenak di kamar. Saat akan memejamkan mata, tiba-tiba ada ketukan


Tok


Tok


"Iya bik, Ada apa?"


"Maaf nona, ada nona Dewi ingin bertemu anda."


"Ya sudah, aku akan turun."


Bebi bernajak dari tempat tidur lalu l, mencuci terlebih dahulu baru lah turun.


Saat Bebi sudah sampai di ruang tamu, Dewi celingukan.


"Maaf ada apa nona Dewi?"


"Apakah Ben, ada?"


"Maaf, Beb. jika ini menyakitimu tapi aku harus jujur."


"Jujur tentang apa?"


"Aku mengandung anak dari Ben."


Deg


Bebi terkejut dengan pengakuan Dewi, di pikiran kapan mereka melakukannya. Hati Bebi sakit tapi ia tak mau gegabah, dia ingin menanyakan nanti pada suaminya.


"Maaf nona Dewi, kiranya saya percaya pada suami."


"Hei, kau itu wanita apaan hah," bentak Dewi


Bebi berbalik badan dan menatap tajam pada Dewi


"Maksud anda apa? Saya wanita baik-baik, sedangkan anda apa," bentak balik Bebi


"Brengsek," umpat Dewi sambil menarik rambut indah Bebi membuatnya meringis


"Aw."


"Bik, tolong," teriak Bebi


Maid berlari menuju ruag tamu da dia melihat nona Bebi di tarik oleh wanita itu, segera ia menghempaskan.


Bruk


"Dasar pembantu sialan."

__ADS_1


"Bik, panggil security."


"Tak perlu, aku bisa sendiri. Ingat ya, aku tak terima ini," Dewi pergi meinggalka apartemen Bebi dan Ben dengan perasaan kesal karena tak bisa membuat kedua nya pisah


Usai kejadian itu, Bebi melarang maid nya untyk memberi masuk wanita tadi. Tak lama, Ben masuk ke dalam apartemen di saat Bebi melamun di kamar, Ben masuk tapi Bebi tak menyadari khadiran suaminya.


"Hai, sayang," sapa Ben sambil meletakkan tas dan jas nya lalu, ia menyisingkan lengan kemeja


"Sayang," ucap Ben sambil memeluk


"Eh, kau. Kapan masuknya."


"10 menit yang lalu, kenapa melamun. Ada hal yang kau pikirkan, sayang."


"Tadi Dewi kesini megaku hamil anakmu. Tapi aku tak percaya saja."


"Sungguh gila dia, tenang sayang. Aku sumpah tak pernah tidur dengannya. Aku akan mencari kebenaran ini. Dia mencoba membangunkan macan tidur."


"Jangan macam-macam. Aku tak suka."


"Aku hanya memberinya pelajaran."


"Udah, sekarang kamu mau aku siapkan air hangat."


"Nggak udah sayang, aku sendiri."


"Ya udah, aku siapkan baju aja ya."


"Baik, terimakasih sayang."


"Iya."


Ben mulai melucuti bajunya lalu berendam air hangat untuk merileksasikan pikirannya tapi ia terfikir kejadian tadi pada istrinya. Sedangkan Bebi menyiapkan pakaian ganti setelah itu, ia akan memberi kejutan pada suaminya nanti.


Setengah jam kemudian Ben baru selesai mandi, ia keluar dari kamar mandi terihat istrinya suda tertidur. Ben menggeleng kepala tersenyum melihat pemandangan indah itu.


"Tidur aja cantik."


Ben segera berganti baju lalu, ia mencium kening istri dan menyelimutinya. Ben turun ke bawah ingin bertanya pada salah satu maid. Ben berjalan menuju kamar maid dan mengetuknya.


Tok.


Tok


"Tuan."


"Bik, keluar dulu ya di ruang tamu, saya mau bicara."


"Baik, tuan."


Tak berapa lama, maid itu menghampiri Ben.


"Iya tuan, ada apa?"


"Tadi ada wanita kesini bik?"


"Iya ada tuan."


"Wanita itu bernama siapa?"


"Dewi kalau nggak salah, namaya tuan."


"Bibik tahu dia bicara apa pada istri saya."


"Saya tak tahu itu tuan, hanya yang saya tahu, dia tak terima di perlakukan nona Bebi."

__ADS_1


"Kenapa dia bilang begitu?"


__ADS_2