Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Wanita bertopeng


__ADS_3

"Sayang,  aku kenapa bisa di bawa ke sini."


"Aku panik sayang, jadi nggak kepikiran telpon Om Erik. kamu menggigil aku udah takut banget."


"Oh so sweet, makasih udah khawatirkan aku."


"Sama-sama, aku kan jadi suami siaga untukmu dan calon anak kita. Oh ya, kebetulan kita ada di sini, kita check baby kita ya."


"Iya sayang. Makasih atas perhatianmu, love you,"  ucap Kayla mengalungkan tangannya ke leher Marvel, keduanya pun saling berciuman beberapa detik saja karena mendengar ketukan.


"Em, maaf sayang. Aku lihat  dulu, siapa yang berani mengganggu kita," ucapnya sambil mengusap bekas ciuman di bibir istri.


Wajah Kayla berubah jadi seperti tomat mendengar ucapan suaminya. Dan saat membuka pintu ternyata dokter kandungan.


"Selamat pagi tuan Marvel."


"Pagi juga dokter. Mari silahkan masuk," ucapnya mengulas senyuman.


Dokter itu masuk diikuti Marvel dari belakang.


"Selamat pagi nona, apa kabarnya? apakah ada yang dirasain nona?" tanya ramah dokter cantik itu.


"Aku nggak rasa yang aneh-aneh sih, dok."


"Oke, saya periksa dulu ya."


Dokter mulai memeriksa  janin berusia 2 bulan tersebut.


"Nah hasilnya janin sehat, namun tak boleh capek ya. Jaga kondisi nona."


"Terimakasih Dokter."


"Sama-sama. Saya permisi dulu tuan Marvel dan nona Kayla. Dan tolong rutin periksa kandungan ya, agar tahu perkembanganya."


"Iya dokter."


Setelah kepergian dokter tersebut, tiba-tiba dering ponsel Marvel. Ia melihat Mami menelponnya dan segera mengangkat.


"Halo assalamualaikum, Mi."


"Waalaikumsalam, kamu dimana, Vel?" tanya Bebi cemas.


"Marvel ada di rumahsakit, Mi."


"Loh kamu sakit apa?"


"Marvel baik aja Mi, tapi Kayla yang  sakit. Marvel panik buru-buru ke dokter."


"Oh begitu, sama seperti Daddy mu tukang panik. Kau kesitu sadar pakai baju apa, hem."


Ucapan Mami nya membuat ia menengok pakaian apa yang ia pakai saat ini, ia terbelalak saat tau hanya kaos oblong hitam dan boxer, ia menepuk jidatnya.


"He .... Mami seperti peramal aja ya. Marvel panik mana kepikiran  ganti baju."


"Lau mana Kayla, Mami mau bicara."


"Bentar Mi."


Marvel menyerahkan ponselnya pada istri.

__ADS_1


"Halo assalamulaikum, Mi."


"Waalaikumsalam, kau katanya sakit apa nak."


"Kayla hanya demam tapi Marvel lebay, biarin aku di rumahsakit, Mi. Tolongin Kayla," rengek manja


"Aih kau itu, udah turutin suamimu. Dia sama persis kayak Daddy berlebihan bin lebay. Udah ya  kau istirahat sayang. Dan bilang pada Marvel segera ganti baju. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Setelah menutup teleponnya, Kayla melihat tampilan suaminya dan benar saja ada yang aneh. Ia berfikir kenapa baru sadar sekarang setelah mertuanya telpon, jika hanya memakai kaos dan boxer. Kayla menahan tawanya lalu, memanggil Marvel.


"Vel, kau sungguh menggelikan. Kenapa baru sadar sekarang ya, astaga aku tak tahan untuk tidak menertawakanmu," ucap Kayla tertawa terpingkal-pingkal.


Marvel tak terima segera menghampiri dan dalam sekejab ia meraih tengkuk istrinya dan memagutnya.


"Emmpth."


Marvel tersenyum puas melakukannya karena si bawel berhenti tertawa, sekian menit dilepaskan oleh Marvel. Kayla malu sejadi-jadinya dan melengos melihat kelakuan suaminya mencuri ciuman.


"Senyum dunk," goda Marvel


"Apaan sih, males."


"Kalau nggak mau, ya udah nggak aku beliin eskrim."


"Ih, ngancem bisanya."


"Makanya senyum tuan putri."


"Iya," senyum  iklan pasta gigi di tunjukkan Kayla.


Marvel seketika tertawa terbahak-bahak, Kayla tak terima langsung melemparnya dengan bantal.


"Aw, sayang."


"Rasain."


Di tempat lain tepatnya di sekolah, Sella yang baru saja  pulang dari Belanda mendengar jika ada desas desus Viona hamil dan sekarang ia ingin memcari tau kebenarannya.


"Hahahahahaha, jika bener. Rasain kau, Vi, makanya jangan macem-macem denganku," batin Sella menyeringai


Tak lama, para sahabat Marvel dan Kayla melintas. Ia  tak sengaja mendengar percakapan mereka saat di kantin.


"Guys, nanti tengok Kayla yuk. Katanya dia sakit lo."


"Boleh, dia di apartemen atau di rumahsakit. Udah ditanyain belum, Ga," tanya Lala


"Katanya di rumahsakit,  aku takut baby nya kenapa-kenapa."


"Doakan tak terjadi apa-apa beb, udah lanjut makan dulu ya," ucap Leo pada Ega


"Siap beb."


Sella bergegas pergi dari tempat itu entah apa yang akan ia lakukan.


Di sisi lain, Marvel baru saja pergi untuk membeli pesenan sang istri, ia juga sudah menyuruh beberapa bodyguard Daddy untuk menjaga Kayla. Beberapa menit ada seorang suster ingin melihat keadaan Kayla dan salah satu bodyguard mempersilahkan.


"Silahkan suster."

__ADS_1


Suster itu masuk dan berjalan menuju brankar Kayla, Kayla terkejut ada suster yang tiba-tiba datang, padahal baru beberapa menit ke sini melihatnya.


"Apa ada yang ketinggalan sus," tanya Kayla memastikan


"Iya ada, ini," suster itu menyerang  Kayla, untung dia bisa menangkisnya.


"Sialan, siapa kau."


"Tak perlu tahu."


Suster bertopeng itu menyerangnya bertubi-tubi tapi Kayla bisa melawannya, Kayla kesal karena tak tahu maksud penyerangannya, dengan cepat ia menyerang balik.


Bugh


Bugh


Kayla berhasil memukul lawannya tepat pada pelipis dan wajahnya. Para bodyguard mendengar suara gaduh segera masuk, tenyata ada penyerangan.


"Serang dia," ucap salah satu bodyguard dan dengan cepat suster bertopeng itu melawan  dan menendang kemudian ia keluar dari ruangan. Para bodyguard mengejar suster itu dan yang lain menjaga Kayla. Tak lama, Kayla merintih kesakitan.


"Aw, tolong."


"Nona, saya panggilkan dokter. Kalian jaga, aku panggil dokter."


"Siap."


Tak lama, datanglah dokter bertepatan pula Marvel baru saja datang. Ia melihat dokter masuk ke ruang Kayla, buru-buru berlari ke  ruangan.


"Ada apa ini."


"Maaf tuan, nona Kayla sepertinya kelelahan kembali. Karena ada bercak darah sedikit di alat vitalnya."


"Apa! bagaimana bisa," bentak Marvel hingga ia menatap tajam pada para bodyguard yang menjaga Kayla.


"Ada yang bisa jelaskan diantara kalian."


Semua menunduk dan akhirnya salah satu bodyguard masuk ruangan.


"Permisi bos, kami melapor. Tadi nona Kayla diserang suster bertopeng,  dan sekarang wanita itu sudah di ruang bawah tanah tuan Ben."


"Bagaimana kalian bisa kecolongan ada suster menyamar, oh my god. Kalian jaga wanita itu jangan sampai lolos jika gagal kalian taruhannya, mengerti."


"Mengerti bos."


Para bodyguard keluar sedangkan Dokter dan suster memberi obat penguat kandungan, Marvel pun segera menebusnya.


"Kami permisi dulu, tuan."


"Baik, terimakasih dokter."


Marvel mendekati ranjang istrinya tak kuasa menahan air mata sedari tadi ia tahan karena begitu takut kehilangannya.


"Sayang, maafin aku ninggalin kamu tadi. Jika bakal tahu kejadian begini, aku takkan meninggalkanmu," ucapnya seraya mencium tangan istrinya berkali-kali penyesalan yang datang terlambat.


Sesaat perempuan tomboi itu bangun karena mendengar keluh kesah suaminya, ia menoleh dan memegang lembut tangan suami.


"Kenapa kamu, hem?"


"Maafin aku sayang. Maaf, kenapa kau tak minta tolong pada para bodyguard jika ada yang nyerang," ucap Marvel sesegukan

__ADS_1


"Hei, aku tak apa lihat aku. Aku minta maaf buatmu cemas, aku juga minta maaf hampir mencelakai calon anak kita."


"Udah stop! Diam sayang," ucap memeluk istri erat


__ADS_2