Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Sudah ku duga


__ADS_3

"Alex, kau."


"Iya Dad, Alex sembuh."


Marvel terharu dan berlari memeluk putra bungsunya.


"Maafin Daddy banyak salah, nak," ucap Marvel sesegukan.


"Daddy nggak salah, Alex yang nggak cerita."


Sha, Dewa, Arthur dan Kinan terharu melihat keduanya akur, Kayla berharap akan selalu bahagia seperti ini.


Setelah kesembuhan Alex, berganti Lala berpamitan untuk  menyembuhkan Papa nya ke  New york.


"Lex, mungkin kita harus  berpisah dulu."


"Maksudnya La."


"Aku harus membawa Papa ku berobat ke New york, Lex. Dan aku tak tahu sampai kapan. Mungkin kita tak bisa bertemu lagi, aju juga nggak tahu."


"Hei, jangan sedih aku tetap menunggumu kembali ke sini."


"Tapi."


"Nggak ada tapi. Sekarang bersiaplah aku akan mengantar kalian."


"Makasih."


Setelah mengantar kepergian kekasihnya, Alex merasa sepi. Ia akhirnya menyibukkan diri dengan bermain bersama anak panti asuhan.


"Kak Alex, temen kakak yang cantik itu mana?"


"Dia ke luar negri, berobat untuk Papanya. Apa kau mengenalnya."


"Iya, dia baik membelikan kami apa aja. Dan dia menyuruh kami untuk mendoakan kakak agar cepet sembuh, aku merindukannya."


"Doakan  dia cepet balik, kakak juga merindukannya."


Hingga tak terasa waktu sudah berganti bulan dan tahun selama itu Lala tak ada kabar sama sekali. Alex hari ini akan wisuda kelulusannya, ia akan di dampingi orangtua serta teman dekatnya Abel. Abel gadis cantik yang dipilih Kayla agar Alex tak kesepian namun hati Alex tetap tak bisa dipaksa, ia masih menunggu Lala.


"Ayo Lex, kita berfoto bersama," ajak Abel namun ia hanya tersenyum tipis.


Kayla dan Marvel melihat kedua manusia itu merasa sakit karena Alex benar-benar tak membuka hatinya untuk siapapun termasuk Abel.


"Jalan satunya, kita balik ke Indo, aja Mom."


"Iya, mungkin dia nanti bisa melupakan gadis itu."


"Ya udah kita persiapkan semua segera."


Malam ini di sekolah Alex mengadakan party perpisahan sekolah, Dio merasa kasihan mengajak paksa sahabatnya itu.


"Nah lihat tuh rame kan, kapan lagi bisa begini Lex."


"Itu maumu, Dio."


Tiba-tiba mereka di hampiri gadis cantik bernama Abel. Rasanya Alex tak ingin berlalm jika ada dia.


"Hai, lex, Dio."


"Hai Bel, duduk aja."


"Lex kau mau lanjut ke mana?"


"Suka-suka aku."


"Kau itu Lex, nggak ada manisnya sama Abel."


"Emang dia siapa?"


"Iya iya sorry. Ini minumlah dulu," Dio memberikan minuman pada Alex. Alex yang tak curiga mengiyakan dan meneguknya.


Beberapa saat badan Alex bergetar hebat, ia merasa ada yang sengaja mencampur minuman itu.


"Brengsek!"


Alex berlari sempoyongan di masih berusaha untuk sadar agar tak ada yang berani menyentuhnya. Tak berapa lama, alex jatuh pingsan dan di bawa seseorang.


Kesesokan harinya, ia terbangun dan merasa kepalanya masih pusing. Sekejap ia teringat jika yang berusaha menghancurkannya ia melihat sekeliling ternyata ada di kamarnya.


Dan ketukan di kamarnya membuat ia sadar dari ranjang.


"Mommy."


"Lex, Mommy mau bicara."


"Iya Mom, masuklah."


"Lain kali jangan asal ikut acara. Untung ada yang menolong mu tadi malem."


"Siapa Mom."


"Dia cewek hanya saja di tutup masker dan memakai topi. Rasa-rasanya kenal tapi dimana ya. Mommy lupa."


"Maafin Alex, Mom."


"Iya lain kali lebih jaga diri dan lihat temanmu seperti apa terkadang yang deket bisa memakan kita."


"Baik Mom, makasih nasehatnya."


"Iya nak, Mommy turun dulu. Kau cepetlah mandi dan sarapan. Nanti siang kita balik ke Indo."


"Siap Mom."


Alex menutup pintu kamarnya dan memilih membersihkan  diri. Ia sungguh berterimakasih pada  seseorang yang sudah menolongnya dari orang busuk. Ia akan menyelidiki  siapa dibalik semua ini.


Setslah rapi, Alex mengeoaki barangnya dan barang berharga yang ia miliki dalam foto bersama kekasihnya Lala.


"Semoga kita bisa bertemu kembali, La."


Alex kemudian turun untuk sarapan. Di ruang makan, hanya ada Mommy.


"Mom, mana Daddy."


"Keluar ada urusan , ia ingin menyelesaikan sebelum kita balik ke Indo sayang. Udah  makan dulu."


"Baik Mom."


Alex makan ditemani Mommy, tak lama setelah makan. Alden sudah tiba di rumah.


"Assalamualaikum."


"Waalikumsalam."


"Daddy."


"Hai anak nakal  kau sudah mengepak barang mu."


"Udah semua Dad."


"Kalau Mommy."


"Udah dunk Dad."


"Ya udah let's go."


"Loh sekarang."


"Nggak, tahun depan."

__ADS_1


"Hahhahha ngambek Daddy."


Meeke pun menyeret koper dan memasukan ke dalam mobil. Mereka juga berpamitan pada maid dan memberikan sesuatu sebagai ucapan terimakasih karena sudah mengabdi lama.


"Hati-hati Nyonya, tuan, tuan muda."


"Baik terimakasih."


Mereka masuk ke dalam mobil dan meluncur kebandara. Saat di airport, seseorang memandang keluarga itu dari kejauhan dan meneteskan air matanya.


"Aku mencintaimu," batin seseorang  tersebut.


Alex merasa ada yang memandang ia pun menoleh kebelakang namun tak ada satupun.


"Ayo Lex," ajak Kayla.


"Seperti ada yang melihatku, tapi siapa?" batin Alex.


Di perjalanan, Alex gunakan untuk tidur. Ia berharap ke depanya lebih baik saat  di Indo.


Sampai  di Indo, ternyata para kluarga menyambutnya di banadaa. Semua saling berpelukan apalagi twins..


"Akhirnya kita berkumpul lagi, Mom, Dad," Sha terharu.


"Eh kok melow sih, kenapahem."


"Ya gitu sekarang Mom, bawanya sensitif mulu."


"Kamu hamil lagi."


"Ih apaan sih Mom. Melda masih kecil, Mommy."


"He ... kali aja."


"Udah-udah, mending kita pulang ya. Kasihan Mommy mu capek."


"Siap Mi."


Rombongan mobil keluarga Baratawijaya sekitar ada 6 pun keluar dari bandara, pengunjung  takjum karena  mereka tak ada pilih-pilih menyapa.


Di kediaman Ben, para sahabatnya ternyata sudah menunggu kepulangan Kayla dan Marvel. Mereka bahagia bisa kembali ke Indo. Sesaat rombongan itu datang, Lala, Ega, Dira,Viona dan para suami  antusias menyambut mereka dengan membawa spanduk.


'Welcome back to Marvel and Kayla'


Saat turun dari mobil, Kayla menutup mulutnya tak percaya para sahabat menyambut dengan segala  kelebay-an nya. Kayla berhambur memeluk sahabatnya dan Marvel pun sama.


"Ish kalian udah tua, masih aja kaya gini."


"Tua tua keladi makin tua makin menjadi hhahhahha."


"Udah ayo masuk dulu."


"Eh si tampannya aunti. Kamu kok lesu amat," tanya Ega.


"Lagi patah hati makanya kayak kerupuk melempem."


"Dasar kau sama aja dengan Daddy mu."


"Lah kan emang satu pabrik."


"Udah sana kau sama kak Axel, biar fresh. Calon ceo."


"Loh emang dia bakal gantiin Arthur."


"Iya, Arthur udah nggak mau, makanya besok aku kenalkan sebagai ceo Baratawijaya."


"Keren emang Baratawijaya grup ceo nya tampan-tampan."


"Iya mulai dari Opa Ben."


"Hahhhahha, si mantan plaboy casanova."


"Eits, stop! Apa itu cassanova?" tanya  Alex.


Gleg


Ben menelan ludah kasarnya lalu mengajak Alex untuk ke ruang kerja untuk diberi penjelasan.


"Come on boy."


Di ruang kerja.


"Jadi pertanyaanmu tentang cassanova kan?"


"Iya Opa. Jadi apa maksudnya?"


"Cassanova, petualang **** dan selalu merayu para wanita tak ada perasaan cinta apapun. Jadi, itu julukan Opa, boy."


"Jadi cassanova seperti itu dan itu adalah Opa."


"He .. iya. Maafin Opa, nak. Tapi semenjak bertemu Oma, Opa sudah taubat. Tanya Roy asisten Opa, dia tahu segalanya."


"Hem baiklah,  jadi Alex udah tahu sekarang. Alex nggak marah sama Opa, Alex sayang Opa," memeluk Ben.


"Makasih boy, cucuku yang nakal."


"Hahahahhaha."


Keduanya tertawa bersama sedangkan di balik pintu sudah sedari tegang takut Alex tak menerima penjelasan Ben. Ternyata sebaliknya meeka malahan bercanda.


Keesokan harinya, Ben, Marvel, Arthur dan juga Alex. Bersiap ke kantor Baratawijaya untuk penggantian posisi.  Sebelumnya mereka sarapan pagi bersama, kiranya kurang dari setengah  jam mereka sudah selesai dan berpamitan pada pasangan masing-masing. Alex menghela nafas berat saat semua asyik dengan pasangan.


"Huh, kenapa harus lihat sih," gerutu Alex dan tiba-tiba ada tepukan di bahunya.


"Nggak boleh iri, nanti kau mau. Kakak carikan, kakak tau tak mudah, tapi apa kau tak mau mencobanya."


"Lihat nanti aja kak."


"Yang semangat dunk."


"Iya."


Akhirnya para lelaki berpamitan, Alex berusaha untuk tak gugup. Ini pertama kalinya berhadapan dengan karyawan di Baratawijaya grup. Sampai di kantor, semua karyawan sudah di kumpulkan di lobby.


Asisten Dimas dan sekretarisnya sudah berada di belakang para ceo Baratawijaya grup.


"Selamat pagi semua, saya Ben.  kalian pasti tak asing dengan saya. Hari ini akan ada pergantian ceo yang akan di ganti oleh cucu saya bernama Alexandro baratawijaya."


Prok


Prok


Semua bertepuk tangan lalu Ben menyuruh Alex untuk berdiri di dekatnya.


"Dan ini dia Alex, cucu saya dia  adalah  adik dari Arthur Baratawijaya. Silahkan nak, beri sambutan pada karyawan semua."


"Selamat pagi semua, saya Alexandro Baratawijaya putra dari Marvel baratawijaya saya outra bungsu. Saya minta dukungan dari kalian semua karena ini pertama buat saya terimakasih."


Prok


Prok


Semua bersorak bahagia mendapat ceo tampan lagi. Tak lama setelah perkenalan saat aka nik ke lantai atas Alex menabrak seorang cleaning service.


Brug


Byar


Seketika air pel menyebar membuat gadis itu panik dan segera membersihkan.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan," ucap gadis itu


Tak ada jawaban dari Alex ,tapi cukup mengejutkan bagi gadis itu. Alex mencopot jas lalu  menyisingkqn lengan kemejanya.Dia membatu membersihkan lantai, semua melongo apalagi keluarga nya.


"Dia sehat kan," ucap Arthur.


"Mungkin salah minum obat kali."


"Eh kalian itu bukan membantu malah ngomong nggak penting."


"Maaf Opa."


"Udah ayo kita tunggu di atas. Kamu Dimas, tunggu Alex."


"Baik tuan."


Setelah 15 menit  akhirnya mereka berdua selesai,gadis itu memberikan sebotol air mineral untuk bosnya.


Huh


"Akhirnya. Makasih. Kamu uda lama kerja di sini."


"Baru dua hari tuan."


"Kenapa mukamu pakai masker."


"Ada Tahi lalat nya tuan,  jadi daripada semua membully mending saya tutupi dan saya sudah  minta ijin pada HRD."


"Oh ya sudah, kamu buatin kita kopi antar ke ruangan."


"Maaf tuan ruangan mana."


"Ceo."


"Hah."


Alex dan Dimas naik keatas ia bergegas mandi lalu mengganti pakaianya. Sekitar 15 menit, Gadis itu sudah  di depan pintu membawa nampan berisi kopi.


Tok


Tok


"Permisi tuan, ini kopinya."


"Oh ya silahkan. Maaf nona siapa yang menyuruhmu."


"Aku."


"Oh gitu, ya sudah. Kau kembali lah kerja."


"Baik tuan."


Setelah kepergian gadis itu, semua  mengobrol tentang kemajuan Baratawijaya grup.  Sesekali mereka meminum kopi buatan gadis  bermasker tadi. Alex merasakan rasanya beda seperti.  Tak lama para ceo tampan itu pamit pulang, dan Kini tinggallah Alex dan Dimas.


"Kak cari tahu siapa cleaning service bermasker tadi."


"Sepertinya kau tertarik dengannya."


"Dia mirip seseorang kak, dari suara dan sikapnya."


"Kamu terlalu merindukan  mungkin jadi ke bawa."


"Entahlah, yang pasti feeling berkata seperti itu. Ayo buruan kak."


"Iya adekku."


Tak butuh lama, Dimas sudah mendapat info dari HRD.


"Ini yang kau mau."


"Cepet amat."


"Katanya cepet."


"Iya-iya. Jangan ngambek."


Alex membaca nama dan tahun kelahiran sama dengan kekasihnya yang menghilang itu. "Lala rahardian. Nggak mungkin dia kan," batin Alex.


"Kak, suruh orang buat selidiki dimana dia tinggal dan siapa temennya deket dengannya."


"Oke."


Kemudian Alex kembali kerja dan di bantu oleh Dimas. Di sisi lain, gadis itu sedang membersihkan kamar mandi tiba-tiba ada  yang memanggil.


"La, Lala. Ayo istirahat dulu."


"Oh ya sebentar, tinggal dikit ini."


10 menit kemudian Lala turun bersama Riris teman seprofesinya.


"La, kau makan apa."


"Aku nasi sama  tempe aja, Ris. Lagi hemat."


"Eh jangan  biar aku yang beliin lauknya ya. Aku lihat kamu makan itu terus."


"Eh nggak usah, Ris."


"Uda, nanti kalau gajian gantian kau."


"Oke baiklah."


Setelah maka siang bersama mereka kembali kerja dan tak terasa waktu sudah menunjukan pkukl 4 sore, Riris dan  Lala pulang bersama.  Mereka tak sadar sedari tadi ada yang menguntit pelan tapi pasti Penguntit tahu lokasi tempat kos Lala. Dan ia buru-buru menelpon Alex.


"Halo bos, saya sudah mengetahui dimana tempat tinggalnya."


"Kirim alamatnya sekarang."


"Baik bos."


Dan bunyi notif pesan dari ponsel Alex melihat ada lokasi dan alamatnya. Ia berpamitan pada Dimas untuk pulang lebih dahulu ada keperluan.


Setelah sampai di lokasi yang dituju, Aex memakai masker dan mencari tahu lewat Ibu-ibu terdekat.


"Maaf permisi, Bu. Mau tanya cewek yang selalu pakai masker itu namanya siapa dan asal darimana?"


"Oh  itu, kalau di rumah dia tak pakai masker, mas. Cuma kerja aja gitu."


"Oh begitu, boleh minta bantuannya nggak Bu."


"Apa mas."


Alex membisikkan rencananya dan langsung disetujui oleh Ibu tersebut. Ia juga memberikan hadiah untuk kerjaan itu.


"Jangan lupa kabari saya, Bu. Makasih."


"Siap mas."


Alex memutuskan untuk segera pulang karena dia merasa lelah, dia juga berharap apa yang di hatinya benar  nyata.


Sedangkan ibu yang di suruh itu mulai beraksi terlihat gadis cantik itu tengah menjemur pakaian di depan rumah.


Dan Ibu itu sudah memotret yang ada di depannya  dengan jelas. Ibu itu juga sudah mengirim beberapa foto  pada Alex.


Ting


Bunyi pesan di ponsel Alex. Alex yang baru saja mandi. Ia melihat ada pesan dari asing segera melihatnya.


"Kan sudah ku kira itu kamu."

__ADS_1


Alex terlihat senang sampai ada ketukan beberapa kali tak ia dengarkan.


"Alex," teriak seseorang dibalik pintu  memanggil namanya dan Alex tahu siapa pelakunya.


__ADS_2