
"Kau kira siapa, hantu."
"Hahahaha, astaga Ben. Kau macam badut, orang dingin bisa kaya gini."
"Ini demi istri dan calon anak."
"Istrimu hamil."
"Lalu, kau pikir apa. Udah aku balik."
"Oke."
Ben melajukan mobilnya menuju apartemen. Sesampainya ia membuka pintu dan sosok yang ia cari tak ada.
"Sayang, kau dimana? Teriak Ben
"Aku disini."
Suara istrinya terdengar di ruang keluarga ia pun buru-buru turun. Saat membuka pintu ruang keluarga ia memeluk tubuh ramping itu.
"Aku merindukanmu."
"Oh ya."
"Kau hari ini harus membayar semua ini sayang."
Tiba-tiba, Ben menggendong tubuh istrinya bak bridal style menuju kamar mereka. Dan pergulatan panas itu tak terhindarkan tapi Ben melakukannya dengan hati-hati. Mereka melupakan seharusnya ke makam Papa dari Bebi.
Pukul 5 sore, Bebi bangun karena merasa kelaparan. Ia melihat suaminya begitu pulas tak tegamembangunkannya. Ia perlaan beranjak dari kasur lalu mandi. Usai mandi ia keluqr dan berteriak
"Aaa."
"Astaga sayag, kau mengagetkanku."
"Kau itu sayang, kenapa tiba-tiba di depan pintu. Untung masih hidup."
"Huh, kalau kau mati aku pun mati."
"Cih, gaya kau."
"Kenapa tak bangunin aku."
"Kau pulas banget jadi, aku nggak bangunin. Mau mandi."
"Iya, tapi sama kau."
"Lebay, udah sana buruan atau mau aku siapkan air hangat."
"Nggak usah sayang, kamu duduk aja yang manis , oke," ucapnya mengacak rambut basah istri dan ia masuk kedalam kamar mandi.
Bebi tersenyum lalu mengganti pakaian, tak lama dia sudah nampak segar dan beralih menonton tv sambil menunggu suaminya.
Saat Bebi menonton tv ada acara yang membuat ia ingin. Beberapa menit kemudian, Ben keluar dari kamar mandi. Bebi tersenyum penuh arti kearah suaminya, Ben menautkan alis nya satu heran kenapa istri menatapnya begitu. Perlahan Bebi berdiri lalu, ia menghampiri suaminya.
"Sayang, aku mau besok ada dangdut."
"Hah."
"Kenapa ngga mau," ucapnya mengerucutkan bibir da melengis tak mau menghadap Ben
"Iya-iya. Mau musik dangdut aja."
__ADS_1
"Mau juga musik korea yang grup band oppa juga kalau ada," ucapnya sambil memberikan tatapan puppy eyes nya.
"Astaga, calon baby keterlaluan," gerutu hati Ben tapi ia tak bisa menolaknya.
"Baiklah sayang, akan aku kabulkan. Boy band nya mau berapa."
"Pokoknya oppa-oppa gitu. Jangan yang tua."
"Tapi yang amna aku datangkan dulu."
"Oppa dulu kan jauh."
"Oke kau tnggu ya esok. Acranya dibuat dimana?"
"Di rumah Mami kan luas."
"Oke."
Bebi memeluk suaminya erat dan Ben mencium kening merasakan bahagia namun, sekarang ia pikirkan bagaimana mendatangkan yang diinginkan istri.
Esoknya, Bebi, sahabat dan keluarga besar sudah berkumpul dikediaman Baratawijaya. Tak lama, pengabul acara, datang bersama para lelaki tampan lainnya.
"Hai, sayang," sapa Ben mencium pipi Bebi
"Hai sayang, mana Oppa."
"Kayaknya nyonya Ben terlihat bersemangat."
"Hanya penasaran. Oh ya, itu para sepupu di dalam."
"Oh ya, kapan datangnya?"
"Siap nyonya."
Ben kemudian beralih menuju ruang keluarga yang sudah penuh anggota keluarganya berkumpul. Ben menghampiri
"Hai sepupuku semua, Apa kabar, kapan datangnya?" sapa Ben
"Kabar alhamdulillah baik, kamu semakin berisi, Ben."
"Gimana nggak berisi, dia makannya aja satu baskom."
"Hah, yang bener Ben?" ucap salahs atu sepupunya
"He ... he Daddy selalu buat Ben malu."
"Kau kan memang malu-maluin."
Semua tertawa melihat keakraban Brian dan anak yang hobi debat.
Tak terasa sudah pukul 11 siang, Tibalah, rombongan boy band asal korea bernama Jk fan kawan-kawan. Semua bodyguard sudah siap siaga dan beberapa petugas kepolisian ikut mengatur jalan acara di kediaman Baratawijaya.
Dan tak lama, acara dimulai seorang mc cantik dan tampan mulai membukanya.
"Selamat siang semua, bagaimana kabarnya?"
"Kami harap baik-baik semua, oh ya sudah tak sabar dengan boyband oppa kita bukan. Tapi sebelumnya saya akan meminta tuan Ben untuk naik ke atas panggung memberikan sambutan hangatnya, silahkan tuan," ucap Mc cantik dan diikuti tepuk tangan
Ben naik ke atas panggung dan mulai berbicara beberapa kata sambutan.
"Selamat siang semua, terimakasih sudah datang di acara yang sederhana ini. Ini adalah kemauan calon bayi saya, maka dari itu semoga ini menjadikan anak saya setelah lahir menjadi anak yang berguna. Amin. Terimakasih buat istri saya Bebi dan keluarga saya yang support acara ini. Terimakasih semua."
__ADS_1
"Waw, ternyata gara-gara nyidam, teman-teman. Kita doakan agar kelahiran nanti lancar dan sehat semua. Amien."
"Nah, sudah tak sabar bukan melihat penampilan dari boyband kita. Mari kita sambut ini dia, Jk dan kawan-kawan," seru dua mc tersebut
Happy mulai bernyanyi hingga beberapa karyawan Baratawijaya diperbolehkan ikut berjoget. Mereka ikut terhanyut dalam kebahagiaan keluarga Ben. Ben selaku tuan rumah, ingin ikut berjoget tapi ia urungkan ketika mendapat tatapan tajam dari pawangnya. Para sahabat terkekeh melihatnya.
Acara itu memang tak haya untuk istri tetapi buat menghibur para karyawan, merka terlihat bahagia menikmati ini, Ben berfikir kapan lagi bisa begini bersama. Semua lelah mereka di kantor terbayar dengan acara tersebut dan membuat semakin semangat bekerja di Baratawijaya group.
Acara berlangsung sampai pukul 9 malam agar semua karyawan merasakan kebahagiaan berkumpul bersama secara bergantian.
Bebi yang mulai letih, berpamitan pada semua. Ben tak tega lalu mengandeng tangan istrinya naik ke kamar. Saat dikamar, Ben membantu melepas sandal sang istri, Bebi tersenyum manis melihat suaminya begitu perhatian padanya.
"Makasih atas perhatianmu tuan Ben."
"Ini sudah kewajibanku sebagai suamimu, akan selalu ada untukmu dan anak-anak."
"Aku sangat mencintaimu " ucap Bebi membelai pipi tembem suaminya lalu Ben memegang dan mengecup tangan lembut istri
"Aku pun sangat sangat mencintaimu, sampai kapanpun."
"Sekarang kamu bersihkan diri dan istirahat. Aku akan memantau ke adaan di luar."
"Baik tuan muda," ucap Bebi menyunggingkan senyuman dan masuk ke kamar mandi
Ben menyiapkan pakaian ganti untuk istri setelah itu, turun menemui teman-teman dan keluarga yang lain. Acara itu masih rame berdatangan karyawan Barawijaya group, Ben tak menyangka mereka seantusias ini. Ben menerka jika memang karyawan butuh refreshing meski sebentar. Ia akan mengatur jadwal kembali untuk acara selanjutnya, agar mereka semakin semangat bekerja pikirnya.
Ben menghampiri para sahabat yang sedang berkumpul di dekat panggung.
"Hai."
"Kau cepet amat, apa nggak hena-hena dulu."
"Sial. Aku tahu diri kalau si istri lelah."
"Ku pikir kau tak seperti itu."
"Kau seneng banget ngejek aku mulu, Rio."
"Kau kan bucin mana bisa tahan."
"Eh kalian ingat pawangnya."
"Oh iya nona muda kita," ucap Axel dan semua tertawa
....
Esoknya, Ben masih tertidur pulas, sedangkan Bebi terbangun karena ada sebuah panggilan sedari tadi di ponsel suaminya. Ia melihat ada telepon dari Rika, ia mengrinyitkan dahi kenapa wanita itu pagi-pagi sudah mengganggu. Bebi punya ide cerdik, dia sengaja menerima telpon dan menaruh ponsel itu di rekaman miliknya.
"Halo Ben, halo," suara sebrang telepon
Seketika wanita itu menutup telponnya karena mendengar ada suara ******* di telinganya. Risa mengumpat, "sial, brengsek kalian!"
Sedangkan Bebi tak tahan tertawa akhirnya pecah juga
"Hahahahahaha, rasain. Aduh perut sakit sekali," ucapnya sambil mengeluarkan air mata akibat tertawa
Ben mendengar seseorang cekikikan ia terbangun dan melihat ternyata istrinya
"Sayang, kau kenapa tertawa seperti itu?"
"Hah," Bebi seketika berhenti tertawa
__ADS_1