Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Revan salah paham


__ADS_3

Revan menghela nafas berat saat mendengar nasihat dari Mamanya. Padahal ia tengah menyiapkan sesuatu untuk kekasihnya itu. Revan mencoba menelpon kekasihnya Lala namun tak aktif.


"Huh, kemana dia. Apa dia masih marah."


Revan sungguh tak enak hati, ia buru-buru mandi dan ingin segera  menemui kekasihnya lagi. 15 menit kemudian, Revan sudah rapi dan terlihat tampan. Ia  menyambar hoodie hitamnya dan kunci mobil llu turun ke bawah. Saat di bawah ada Oma Opa serta orangtuanya sedang asyik berbincang di ruang tamu.


"Van, kau mau kemana nak," tanya Axel.


"Revan mau keluar bentar, Pa," ucapnya sambil melirik Mama nya.


"Kamu jadi cowok jangan males, Van," Rina menyindir Revan  membuat semua menatapnya bingung


"Maksudnya apa Ma," tanya Axel pada istrinya


"Tanya sendiri pada putramu."


"Ada apa sebenarnya, Van."


"Nanti aja ya Pa, Revan jelasin. Revan keluar bentar."


"Baiklah, kamu hati-hati."


Revan  mengangguk dan menyalami punggung tangan kedua orangtua dan Opa, Oma nya.


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Revan keluar dari rumah dan menancapkan gas mobil menuju kediaman Lala, sedangkan Lala kini tengah ada sepupunya dari kampung berkunjung ke rumahnya. Mereka asyik bercanda di depan rumahnua.


"Ren, lihat ini lucu ya," tunjuk Lala sebuah video pada Reno sepupunya


"Eh iya, gila nih orang. Besok aja aku keliling ya mumpung libur sekolah nih."


"Siap, tapi jangan lupa ongkirnya."


"Siap deh."


Tak lama Revan baru saja tiba di depan rumah Lala  ia turun dari mobil dan melihat kekasihnya sedang asyik tertawa bareng seorang lelaki. Hati Revan sungguh sakit melihat pemandangan itu. Saat ia berbalik badan tak sengaja ia menabrak pagar rumah Lala. Lala terkejut , ia berlari ke depan ternyata ada Revan.


"Van, "teriak Lala tapi tak di gubris


Revan melajukan mobilnya kencang. Lala takut jika Revan salah  paham, ia pun berpamitan pada Reno untuk pergi menyusul Revan.


"Ren, aku pergi dulu."


"Mau kemana kak,"


"Udah kau masuk aja, bentar kok."


"Baik kak, hati-hati."


Lala mengangguk dan menyusul Revan namun ia kehilangan jejak karena mungkin Revan mengendarai kencang.  Lala menghela nafas berat


"Kenapa jadi seperti ini."


Lala pun menelpon Kayla minta bantuan


"Halo assalamualaikum, Kay."


"Waalaikumsalam La, ada apa?"


"Em, minta tolong dunk. Ada Marvel nggak sama kamu."


"Ada, ini di sebelahku. Ada apa La?"


"Bilang pada Marvel cari Revan, dia salah paham sepertinya sama aku. Dia melihat ku sama sepupu dikira sama cowok  lain, aku kejar tapi dia menghilang. Tolong bilang sama suami mu, please."


"Oke, kamu tenang ya. Aku bilang ke dia."


"Makasih Kay, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."

__ADS_1


Kayla menutup telponnya dan beralih pada suaminya yang masih setia didepan laptop ruang kerjanya.


"Masih sibuk, Vel."


"Udah selesai kok,  ada apa hem."


"Bisa minta tolong cari Revan, dia lagi berantem sama Lala."


"Ada aja tuh anak, ya udah aku ambil hoodie dulu sayang. Kamu nggak apa aku tinggal."


"Nggak apa sayang, udah sana buruan cari dia. Takut kenapa-kenapa."


"Ya udah ayo ke kamar."


"Ih malah ke kamar sih."


"Kan aku mau ambil hoodie sayang."


"Hee, maaf aku kira," ucap Kayla menggaruk tengkuknya yang tak gatal


"Kamu mesum sayang, nanti aja ya kalau udah kelar."


"Dasar mesum."


"Sama kamu juga, yuk," ajak istri ke kamar


Setelah menyambar Hoodie hitamnya serta kunci mobil, Marvel mencium kening istri lalu turun ke bawah.  Tanpa menunggu lama, Marvel mengemudikan mobil sport keluaran terbarunya menuju suatu  tempat yang ia perkirakan jika Revan jenuh.


Beberapa menit, Marvel sudah berada di depan club yang biasa ia dulu kunjungi di saat galau bersama sahabatnya.  Saat ia masuk kedalam  club, ia celingukan mencari Revan tak lama ia mengetahui jika sepupunya tengah mabuk. Ia berjalan menghampiri dan memapahnya untuk segera pulamg.


"Kamu ngapain kesini haha, dasar cewek sialan," Revan mulai ngelantur


"Dasar kalau udah nggak waras ya begini," desis Marvel  memasukkan Revan ke dalam mobil.


Marvel  membawa Revan tak pulang ke rumah, karena dia tahu bakal jadi perkedel jika ketauan mamanya Elena. Dia berinisiatif membawa kerumahnya untuk sementara. Sampai di kediamnnya, ia minta bantuan securty membawa Revan ke dalam kamar tamu.


"Pak tolong ya, badanku udah mau rontok. Entah makan apa nih anak."


"Baik tuan. Apa tuan mau dipanggil tukang pijit mungkin," securty menawari


Setelah memasukkan Revan ke kamar tamu nya ia memberi tip buat securty.


"Makasih tuan."


"Sama-sama."


Marvel pun berjalan menuju lift naik ke lantai dua ke kamarnya. Ia berjalan pelan karena punggungnya seperti ketarik. Saat membuka pintu kamar , tepat di depanya Kayla ingin turun dan membuat keduanya menjerit bersamaan


"Aaa."


"Ih kamu ngagetin sayang," ucap Kayla


"Kamu juga ngegetin yang, udah aku masuk dulu."


Kayla mengerutkan dahi melihat suami jalannya aneh


"Kamu kenapa Vel."


"Ini gara-gara Revan, aku memapahnya lalu punggungku kayak ketarik sayang."


"Sini biar aku balikin ke semula."


"Hah memang bisa."


"Aku kan dulu juara pencak silat, udah sini."


Marvel menuruti istrinya lalu Kayla mulai menarik tangan sampai punggung dengan totokan dan akhirnya


Krek


"Awww," ringis Marvel


Namun badannya ia gerakkan jadi enak. Ia tersenyum dan mencium pipi istrinya

__ADS_1


"Makasih sayang, jadi enakan."


"Hem. Lalu Revan gimana?"


"Dia mabuk berat tuh  di kamar. Aku nggak mungkin bawa kerumahnya bisa diceramahi  tujuh hari tujuh malam sama Tante Rina. Besok aku introgasi tuh kamvret."


"Oh gitu, ya udah kabari Lala dulu."


Yasmine menelpon sahabatnya memberitahu keadaan kekasihnya.


"Halo assalamulaikum Kay."


"Waalaikumsalam La, Revan udah ketemu dia tadi di club. Lalu, dia sekarang udah di rumahku."


"Dia mabuk."


"Ya begitulah, besok aja kalau kau mau nemuin. Nggak mungkin orang mabuk ditanyain."


"Iya makasih Kay. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Yasmine menutup telponnya dan mengajak suaminya untuk segera tidur.


"Selamat tidur sayang, have a nice dreams."


Marvel mengecup kening istri dan ikut dalam mimpi indah.


....


Esoknya, Revan mersakan kepalanya pusing dan mual ia berlari ke dalam kamar mandi. Memuntah kan isi perutnya.


Howek .. howek


"Aw, sakitnya. Sialan, ini semua gara-gara cewek sialan itu."


Revan mengedarkan pandangannya melihat sekeliling nampak asing dan disana terlihat foto twins juga Marvel Kayla. Dan ia pastikan kini di rumah mereka, ia bergegas mandi karena akan terlambat ke kantor.


Setelah 20 menit ia mandi, ia lupa tak bawa pakaian kerja. Tepat saat ia butuhkan ada suara ketukan dari pintu. Ia berjalan dan membukanya


"Marvel."


Marvel tersenyum tipis lalu memberikan pakaian kantor untuk Revan


"Ternyata seorang Revan kalau galau juga sama denganku."


"Manusia juga bisa khilaf."


"Nah tahu tuh, udah pakai ini aku tahu kamu membutuhkannya."


"Thanks."


"Buruan, aku tunggu di ruang makan."


"Oke."


Revan pun menutup pintu lalu memakai pakaian yang diberikan Marvel , untungnya ukuran tak jauh beda dengan Marvel. Setelah rapi ia keluar dari kamar dan menuju ruang makan. Di sana, sudah nampak ramai. Duo gembul twins terkejut ada Revan


"Om Revan, kapan ke sini. Kok Sha nggak tahu."


"Hai cantik, tampannya, Om Revan. Om Revan tadi ngilang makanya cepet kesini."


Pluk


Sebuah napkin meluncur di muka Revan


"Jangan ngajarin anakku yang nggak-ngak."


"Maaf tuan muda," Revan berpura minta ampun


"Udah, ayo duduk Van."


"Thanks Yas."

__ADS_1


Setelah selesai makan Revan dan Marvel berpamitan berangkat kerja.


"Dah twins," Revan melambaikan tangan saat akan masuk ke mobil, ada seseorang membuat langkah Revan terhenti


__ADS_2