
Ketiga cewek itu mengerinyitkan dahi melihat ketiga pria di sayangi menjerit. Kayla sangat shock saat tahu suaminya sampai memegangi lututnya. Kayla yang tak tega mengajak semua keluar yang sebenarnya film nya belum selesai. Saat di luar teater, Kayla segera memberi minum pada Marvel.
"Ini, Vel," memberi air pada suainya cemas terlihat pucat.
Setelah minum ketiga cowok itu, wajah mereka berangsur normal. Para cewek mengelus dada lega melihat ketiga cowoknya sudah sehat kembali. Seketika celetukan pedas muncul dari para cewek.
"Terlihat tampan, gagah tapi apaan takut hantu, cih."
"Iya, masak most wanted kok penakut, jika para fans jika tahu kelakuannya nggak sepadan," cibir Kayla
"Aku tadi mau ketawa lihat kalian, tapi tak tega karena kalian kayak mayat hidup, hahahhaaha."
Ketiga cewek itu akhirya tumpah ketawanya, Marvel, Revan dan Leo tak terima diejek dan dikatain segera menggendong pasangannya masing-masing menuju mobil.
"Eh."
Semua mata tertuju pada ketiga pasangan tersebut karena ada saja dilakukan. Saat sudah masuk mobil ketiganya kompak diam membisu, ketiga cowok berganti tertawa kompak.
"Hahahhaha, come on guys."
Saat perjalanan pulang, Kayla melihat sekilas seseorang yang ia kenal. Gadis itu nampak menangis tersedu-sedu dipinggir jalan dia adalah Viona.
"Vel, berhenti, itu sepertinya Viona."
Marvel pun menuruti permintaan istrinya dan menepikan mobil di pinggir jalan.
"Loh Vel, kenapa berhenti," tanya Leo
"Nanti juga tau, udah diem dulu."
Kayla dan Marvel keluar mobil menghampiri gadis itu. Dan saat didekati benar saja Viona.
"Vi," sapa Kayla
Viona merasa namanya dipanggil, ia mendongak dengan wajah sembab nya ternyata Kayla dan seketika ia memeluk nya. Semua melongo melihat adegan tersebut terutama para sahabat.
"What! Kayla kok bisa baik sama Viona."
"Kita lihat aja dia tulus atau tidak, tapi selama beberapa hari ini kita lihat dia gak ganggu mereka bukan. Dan juga saat Marvel dan Kayla marahan malahan dia jadi penengahnya."
"Aneh nggak sih menurut kalian."
"Udah jangan suudzon dulu, kita lihat sesungguhnya ada apa dengan Viona, kita kan tak tahu apapun."
"Oke."
Kayla kemudian melepas pelukan dan bertanya apa yang terjadi pada Viona.
"Kamu tenang ya, Vi, sebenarnya apa yang terjadi."
"Orangtuaku tahu kalau aku hamil, Kay. Dan sekarang aku diusir, hiks ..."
"Oh my god. Jadi gimana nih, Vel."
__ADS_1
"Nanti aku bicarain ke Daddy agar dia bisa tetap sekolah kayak kamu, sayang."
"Sungguh."
"Iya."
"Makasih Vel, Kay."
Marvel hanya mengangguk sedangkan Kayla tersenyum memeluk gadis itu.
"Oh ya jadi siapa yang menghamilimu, Vi," tanya Kayla
"Dia, dia adalah Alvin."
"Apa!"
Marvel dan Kayla saling pandang terkejut dengan pernyataan dari Viona.
"Aku tahu Vel, kita harus kemana," ucap Kayla
"Kemana sayang."
"Ke rumah Mama Sinta."
Semenit akhirya Marvel baru sadar jika Mama Sibra adalah ibu kandung Alvin, Marvel pun mengajak keduanya bergegas menuju kediaman Mama Sinta. Saat masuk mobil para sahabat seakan bertanya mengapa membawa Viona, Marvel tak tahu dari cara menatap.
"Nanti kita jelasin, kita ke rumah Mama Sinta dulu calon mertuaku."
"Ok-ok bos."
Tintong
Tintong
"Marvel, Kayla."
"Hai Ma, maaf mengganggu," ucap Marvel dan Kayla dan menyalami wanita paruh baya tersebut
"Ayo masuk dulu, mau minum apa kalian?" tanya lembut wanita paruh baya yang masih cantik itu.
"Nggak usah repot Ma, kami ingin beritahu sesuatu untuk Mama."
"Baiklah, ayo bicaralah sayang," ucapnya duduk dekat Kayla
"Begini Ma, mungkin akan mengejutkan tapi ini kenyataannya. Alvin tengah menghamili teman kita, Ma. Namanya Viona sebelah kita ini," ucap Kayla sambil merangkul sahabatnya
Mama Sinta tak percaya apa yang barusan ia dengar, bagaimana mungkin putra semata wayangnya membuat aib seperti ini pikirnya. Yasine mencoba menenangkan Mama Dewi yang terlihat shock sambil mengusap air matanya. Wanita itu kemudian berpindah duduk sebelah Viona.
"Nak, maafin putra Mama. Mama akan menyuruhnya bertanggung jawab. Mama sungguh terkejut ucapan kalian. Mama tak menyangka jika dia berani sejahat itu sama kamu. Lalu, Alvin sudah tahu perihal kehamilanmu, nak."
"Udah Tante, tapi dia menyuruh menggugurkan kndungan ini karena semua memang kecelakaan bukan dari hati Tante, aku bingung kami seperti dijebak seseorang. Aku ada bukti percakapan kami dan cctv dan foto-foto lain."
"Ya sudah nanti biar Mama tegur dia, mulai sekarang kau panggil Mama aja, sebentar lagi kamu akan jadi keluarga kami."
__ADS_1
"Baik Ma. Terimakasih mau menerima Viona."
"Iya nak."
"Oh ya Alvin kemana, Ma."
"Dia nggak pulang udah dari kemarin, entah kemana dia. Velkalau ketemu mungkin sama Alvin ya."
"Iya Ma."
"Ya sudah Ma, kita pulang dulu. Makasih udah nerima kita."
"Sama-sama Kay Vel dan Viona. Mama makasih juga udah dikasih tahu dulu."
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Ketiganya keluar dari rumah Mama Sinta, dan segera mengantar Viona kerumahnya. Sesaat mereka sudah ada di depan rumah Viona. Viona terkejut diantar ke rumahnya.
"Kay, Vel. Kenapa aku di bawa pulang."
"Udah kau tenang, Vi. Kita akan menjelaskan pada orangtuamu."
Viona ragu takut ia diusir lagi, tapi Kayla menenangkannya dan ia menyetujui. Kayla dan Marvel turun diikuti Viona yang masih takut ia sembunyi di dekat garasi. Marvel mulai memencet bel rumah dan yang membuka adalah Mama Adel.
"Assalamulaikum Tante," sapa Marvel
"Waalaikumsalam Vel, ini," tunjuk pada Kayla
"Assalamualaikum Tante, saya Kayla istri Marvel juga teman Viona."
"Oh ya, Ada apa kalian ke sini. Viona tak ada di rumah."
"Ada yang akan kami jelaskan tentang Viona, Tante."
Kayla mulai bercerita hingga tak ada yang terlewatkan, ia tadi juga diam-dam merekam obrolannya dengan Mama Sinta. Nampak raut muka kesedihan dan menyesal pada wanita paruh baya tersebut. Kayla mencoba menenangkan dengan memberi pelukan, tiba-tiba Papa Viona menghampiri mereka.
"Ada apa ini, kenapa Mama nangis."
"Maaf Om, tolong dengarkan rekaman ini, setelah ini terserah Om mau apa."
Setelah mendengarkan percakapan Kayla dan Mama Sinta, Papa Viona terlihat menyesal pula.
"Sekarang dimana Viona, nak."
Kayla tersenyum lega dan memanggil Kayla yang bersembunyi.
"Vi, keluarlah."
Viona dengan gugup keluar dari persembunyian dan menghampiri orangtuanya. Mama Adel berjalan memeluk putri satu-satunya itu, mereka saling berpelukan satu sama lain. Hingga semua teman yang ada di mobil ikut terbawa suasana haru.
"Maafin Papa, Mama, nak."
__ADS_1
Viona mengangguk, ia bahagia punya teman kayak Kayla. Ia malu karena dulunya ia suka sekali mengganggu hubungannya tapi disaat ia terpuruk hanya dia yang bisa di dekatnya. Viona berjanji tidak akan mengganggu dan ikhlaskan Marvel untuk Kayla karena gadis cantik itu memang pantas untuknya.