
Setelah mengantar Viona, kini Marvel berganti mengantar para sahabat ke parkiran sekolah karena tadi memakai mobil Marvel. Beberapa menit, mobil Marvel sudah tiba di depan sekolah, ia melihat para sahabat terlelap. Dengan jahilnya ia membunyikan klakson.
Tit
Tit
Seketika semua terbangun, Kayla ikutan kesal melihat kelakuan suaminya, ia menimpuk mukanya dengan bantal leher.
Pluk
"Aw, sayang."
"Kamu lebay, Vel."
"Sorry sayang, eh kalian para penumpang ayo turun udah sampai. Dikira aku sopir kalian, hah," cibir Marvel
"Huuuu," sorak para sahabat.
"Dasar menyebalkan kau Vel, untung istrimu tahan."
Dua pasang sejoli turun dan melambaikan tangan berpisah.
"See you, sayangkuh," Ega dan Lala
"See you too," Kayla membalas lambaian
"Lebay deh yang. Besok juga ketemu."
"Biarin," ucapnya sewot
"Uluh-uluh, sayangkuh ngambek. Mau eskrim nggak," rayu Marvel pada istrinya
Kayla yang tergiur akhirnya luluh juga, ia pun mengangguk tersenyum Marvel mengecup tangan istrinya mesra dan mengacak rambutnya karena gemas.
"Ih nyebelin jadi berantakan, kan."
Marvel hanya menyunggingkan senyuman dan melanjutkan perjalanan mencari kedai eskrim. Tak sampai setengah jam terlihat kedai eskrim. Marvel dengan cepat menepikan mobilnya, Kayla melihat kegirangan.
"Come on, ladies," ajak Marvel pada istrinya turun dari mobil.
"Let's go," seru Kayla.
Keduanya bergandengan tangan menjadi pusat perhatian pengunjung lain, mereka kira pasangan seleb sampai ada salah satu menghampiri.
"Hai kak, boleh minta tanda tangannya."
"Maaf kita bukan seleb ya, dek."
"Tapi wajah kalian tak asing ya."
Kayla dan Marvel saling pandang dan tersenyum.
"Mungkin kamu pikir pria inikah," ucap Marvel sambil menunjukkan foto Daddy dan Mami
Seketika gadis remaja itu mengangguk.
"Iya kak, kalian mirip."
"Itu Daddy ku."
"Pantes kayak pernah lihat dimana gitu."
"Kalau adek mau, silahkan foto nggak apa," ucap Kayla ramah.
"Tapi bertiga ya."
"Boleh kak."
Akhirnya mereka berfoto ria bergantian, semua begitu antusias dan pemilik kedai bersyukur kedatangan keduanya malah semakin rame pengunjung. Kayla yang mulai lelah, mengajak Marvel duduk. Marvel kelupaan eskrim, ia bergegas memesankan eskrim untuk istrinya.
"Maaf sayang."
Kayla hanya mengangguk, sedangkan Marvel menemui penjualnya.
__ADS_1
"Pak, es krimnya dua coklat aja."
"Baik den, di tunggu ya."
Tak lama pesenan mereka datang, Kayla pun seperti seminggu tak minum, ia meneguknya habis tak bersisa.
Heghh
Kayla menutup mulutnya karena ketahuan sendawa keras, ia sungguh malu di tatap para pengunjung, Marvel tersenyum geli meluhat kelakuan unik istrinya. Marvel juga mengusap bibir Kayla yang blepotan, semua pengunjung iri melihat pasangan yang bucin dan mereka ikut baper melihatnya.
"Aku mau dunk kayak kakak itu, satu," ucap salah satu pengunjung.
"Aku juga, mereka cantik dan tampan sungguh aku ikut baper lihatnya."
Masih banyak pujian untuk mereka berdua, Tak lama penjual kedai itu menghampiri merka berdua.
"Den, ini untuk kalian," ucap Penjual sambil memberikan sebungkus kotak es krim
"Ini apa Pak," tanya Marvel bingung
"Untuk kalian."
"Jadi, semua berapa Pak."
"Gratis Den, karena berkat aden dan nona kedai saya laris manis. Terimakasih."
"Makasih Pak, tapi ini untuk rejeki Bapak ya," Marvel memberikan 200 ribu pada penjual
"Alhamdulillah, makasih banyak den, nona. Semoga rejekinya lancar."
"Amin."
Tiba-tiba, terlihat para preman mengejar seorang lelaki di sebrang jalan, sekilas lelaki yang dikejar tak asing.
"Vel, sepertinya pernah lihat dimana ya."
"Aku juga sayang, dimana ya."
Saat para preman dan lelaki itu saling mengejar hingga melintas depan mata Marvel dan Kayla barulah mereka ingat.
"Sayang, kau tunggu sini. Pak titip istriku ya."
"Iya den. Istri," tanya diri sendiri bingung
Kayla pun menimpalinya, "Kami memang suami istri, Pak. Hanya saja masih sekolah."
"Maaf non, saya tidak tahu."
"Tidak apa Pak."
"Orang kaya semudah itu," batin penjual
Di sisi lain, Marvel tengah mengejar para preman.
"Hei tunggu," teriak Marvel pada preman mengejar Alvin
Seketika Alvin dan para preman sekitar tiga orang itu berhenti dan menoleh kearah suara.
"Marvel."
"Mau apa kau," tanya salah satu preman
"Ngapain kalian mengejarnya."
"Karena dia merusak bar kami."
Marvel menatap Alvin babak belur sambil memegangi perut tak tega melihatnya. Ia akan menanyakan sedetailnya nanti pada Alvin setelah urusan kelar.
"Berapa kerusakannya, biar aku yang membayarnya."
"Tapi Vel."
"Diem kau, Vin.
__ADS_1
"Hahahahaha, baiklah orang kaya. Semua 10 juta."
"Baiklah bawa aku menemui bosmu."
Preman itu mengangguk lalu mengajak ke bar sedangkan Alvin sungguh malu sejadi-jadinya pada Marvel. Kini Marvel sudah di bar menemui pemiliknya, membayar kerugian yang dilakukan Alvin. Setelah selesai Marvel mengajaknya ke tempat tadi menemui istrinya.
Di kedai
Kayla gelisah menanti suaminya tak kunjung kembali, namun tak lama kegelisahannya pudar tatkala Marvel sudah datang tapi bersama seseorang yang membencinya. Dia adalah Alvin, tapi kali ini berbeda ia menampakkan senyuman.
"Vel," peluk akala erat manja
Marvel mengelus puncak kepalanya dan mengecup keningnya.
"Maaf lama, nyelesein dulu semua sayang."
"Iya."
"Oh ya, ini Alvin, sayang."
"Hai Kay."
Tiba-tiba, Alvin menghampiri Kayla dan berlutut di hadapannya sungguh ia terkejut dibuatnya.
"Eh."
"Maafin aku Kay, selama ini dibutakan kebencian dan dendam."
"A-aku sudah memaafkanmu, Vin."
"Makasih Kay. Vel, aku juga minta maaf sama kamu atas perlakuanku selama ini dan juga makasih sudah membantuku tadi."
"Iya sama-sama."
"Sekarang kalau kamu tak keberatan, sebenarnya ada masalah apa dengan mereka."
"Jadi aku kemarin mabuk berat kepikiran Viona yang hamil, aku shock aku gak mau mempermalukan Mama dan tak sadar merusak properti mereka. Tapi ini sudah kejadian, kecelakaan itu yang buat Sella, aku tau dia benci Viona karena tahu tak melakukan apa yang disuruh nya. Aku tak menyangka bisa jadi begini, hiks .. aku menyesal bisa gabung dengan Sella," Alvin sesegukan
Pov Alvin:
Lelaki tampan itu menjadi pemarah da penuh emosi karena Ibu kandungnya meninggal sesaat setelah ayah kandungnya memilih Rika namun tak lama Rika putus hubungan dengan ayah Alvin karena keluar negeri dan sampai sekarang tak tahu keberadaannya. Hingga suatu saat Alvin diadopsi saudara dari Ibunya yaitu Sinta adik dari Dewinta yang kebetulan tak memiliki anak. Dari situlah, Alvin bertekad akan membalaskan dendamnya pada keluarga Kayla. Sedangkan Rika menikah dengan Ferry.
Marvel mendekati dan memberi semangat pada Alvin.
"Kau tenanglah, kami akan membantumu untuk tetap sekolah. Jadi, apakah kamu mau tanggung jawab?" tanya Marvel memastikan
"Iya aku mau, makasih Kay, Vel. Kalian sungguh orang-orang luar biasa. Makasih atas semuanya dan mohon maaf ke kekilafan ku."
"Sama-sama, Vin."
"Kalau gitu, kita antar ke rumahmu bicara sama Mama."
"Oke."
Ketiganya meluncur ke tempat Mama Sinta, Alvin sungguh gugup dan ketakutan menghadapi Mama nya, ia tak sanggup jika kehilangan Mama nya.
Sesaat, pintu terbuka dan terlihat Mama Sinta.
"Kayla, Marvel. Ada apa nak."
Dan muncullah dari belakang mereka, Alvin dengan wajah tak karuan berlutut di hadapan mamanya.
"Maafin Alvin, Ma. Ampuni Alvin."
"Sayang, bangunlah. Mama udah maafin kau tapi kamu harus tanggung jawab jadilah pria sejati, kau mau kan nak."
"Iya Alvin mau, Ma."
"Alhamdulillah, besok kamu harus melamar Viona, kau mengerti nak."
"Iya Ma, makasih udah dukung Alvin dan Viona meski kita tak cinta."
"Cinta kan tumbuh karena terbiasa seperti aku dan Kayla, kita sama denganmu awalnya kita tak saling cinta. Tenang kita akan kawal kau sama dia sampai halal, Vin," ucap tulus Marvel
__ADS_1
"Makasih Vel."