
pagi ini diindonesia nampak sedikit rame, karena semua sudah bangun ingin melihat si anak genius berangkat ke Turki.
"Ben, semua sudah dibawa. nggak ada yang terlewat."
"nggak ada bun. selesai semua."
"kamu sampek sana kabary ya Ben. bunda pasti kangen sama kamu."
"baik bunda."
tak lama Ben sudah dijemput Tante Jessi untuk segera berangkat ke bandara. Ayu dan Axel hanya mengantar sampai depan rumah.
"kak hati-hati dirumah ya. aku saranin jangan terlalu dekat dengannya." ucap Jessi memeluk Ayu.
"iya. kamu hati-hati sama Ben, kabary nanty."
"siap kakak ipar."
Sementara bibik Rahma pura-pura beri semangat Ben.
"Ben, semoga kamu menang ya nak."
Ben hanya mengangguk kemudian memeluk bunda bergantian Axel.
"jagain bunda Xel, aku titip padamu." bisik Ben
"baik kak." Ucap Axel sambil mengacungkan jempol
Ben dan Jessi masuk kedalam mobil melambaikan tangan perpisahan, mobil pun melaju keluar gerbang semua kembali kedalam rumah tapi tidak dengan bik Rahma ia mulai berfikir merencanakan sesuatu.
"aku harus keluar dulu , otakku rasanya mau pecah kalau dirumah ini terus."
Bik Rahma masuk dan ijin ke ayu untuk keluar. Bik Rahama clingukan mencari leberadaan Ayu. tak lama maid datang menghampiri
"ada yang bisa saya bantu nyonya."
"Ayu ada dimana ya."
"dikamar Axel nyonya biar saya panggilkan. tolong tunggu disini."
bik Rahma mengangguk tak lupa mengumpat
"dasar sombong." batinnya
maid naik ke lantai 2 dan mengetok kamar Axel.
tok
tok
ceklek
"ada apa bik."
"nyonya Rahma mencari anda nyonya."
"kenapa nggak kesini orangnya."
"saya larang nyonya maaf pesan tuan muda Ben, agar tak sembarang masuk kesini." ucap maid sambil menunduk
"oke baiklah aku turun. Xel kamu mau ikut."
"oke bunda ayo." Axel menggandeng bundanya menuju lantai bawah. disana bibik pura-pura dengan senyum palsu.
"yu, bibik ijin keluar dulu ya."
"mau kemana bik biar diantar sopir ya."
"nggak usah yu, bibik ada perlu sama temen."
"baiklah ini buat bibik maaf cuma ada sedikit." Ayu tersenyum membetikan 5 lembar uang seratusan pada bibik. seketika raut muka berbinar terpancar diwajah bik Rahma, Axel melihat hanya menggeleng sinis. Bik Rahma akhirnya kelaur dengan hati bahagia dapet uang dari ayu.
dimansion
"Bun, jangan terlalu baik dengan wanita itu."
"kenapa sayang hem."
"perasaan Axel dia jahat jadi harus waspada, dia asing bun."
"iya, tapi kamu jangan ikutan jahatin kalau ada yang jahatin kamu ok,Axel. sekarang kamu ganti baju ikut bunda kontrol kandungan."
__ADS_1
"asiaaap."
15 menit kemudian Ayu dan Axel berangkat kerumahsakit diantar sopir, tak lama mereka sampai. Ayu dan Axel bergandengan menuju ruang obgyn, daru kejauhan ada sosok dulu pernah mencuntai Ayu.
"Ayu." teriak Pemuda tampan bernama Rio
"bang Rio. kamu.."
"iya aku Rio aku seneng banget ketemu kamu disini sudah lama sekali aku mencarimu. kamu kemana aja yu." ucap Rio menggebu ingin memeluk tapi Ayu mundur.
"maaf bang kita bukan muhrim." ucap Ayu menolak halus
"oke aku akan nglamar kamu segera."
"ehem."
"Ini anakku bang Axel."
"kamu.." ucapan terhenti karena mendengar penuturan Axel.
"dia bundaku udah menikah dengan daddy jadi om jangan ganggu."
"oh jadi kamu udah nikah, yah aku telat dunk boy. oh ya kalian mau kemana."
"ke dokter kandungan om, kita permisi dulu." Axel sinis dan menggandeng bundanya untuk pergi. Rio mematung melihat kepergian Ayu.
Ayu terkekeh melihat sikap Axel yang posesif minta ampun melebihi daddy. sampai diruang obgyn Axel minta dokternya perempuan.
"silahkan nyonya."
"kandungannya memasuki 2 minggu ya. ini saya kasih vitamin dan penguat kandungan. semua sehat."
"terimakasih dokter."
"kapan bisa liat jenis kelaminnya dok."
"nanti umur 6 bulan bisa dek."
Axel mengangguk mengerty kini mereka selesai dan meluncur pulang tapi saat akan masuk mobil ada seseorang memanggil Ayu.
"yu."
"boleh minta nomor ponselnya."
"maaf bang aku nggak bisa sembarang ngasih nomor. kita pulang dulu assalamualaikum." Ayu masuk mobil dan mobilnya melaju
"waalaikumsalam." Rio menghela nafas kasar nampak dari jauh ada gadis seorang dokter sama dengan Rio kesal melihat mereka.
"siapa wanita itu. dasar murahan beraninya menggoda gebetan gue."
Di Amerika serikat
"haloo boy gimana kabarmu diTurki nak."
"Alhamdulillag baik dad, ini bentar lagi mulai lombanya doain ya dad."
"iya dunk daddy doain semoga menang boy. oh ya udah kabary bunda."
"udah coba telpon tapi nggak diangkat dad entah kemana bunda."
"nanty daddy hubungi ya kamu konsen jangan lupa doa."
"iya dad, Ben tutup ya. assalamulaikum."
"waalaikumsalam."
tut
sambungan terhenti kini Brian mencoba menghubungi Ayu
"assalamulaikum."
"waalaikumsalam sayang. kemana aja Ben hubungi kamu loh dia akan mulai lombanya."
m
"astagfirullah maaf dad, tadi habis dari dokter kontrol lupa gak bawa ponsel. habis ini biar aku hubungi dia. daddy lagi apa."
"lagi telpon kamu sayang."
"siapa yang tanya itu, menyebalkan.
__ADS_1
"sayang, jangan manyun tar aku ngilang cium bibir seximu sampai dower lo."
"ihhh apaan sih garing. yq udah aku tutup dulu dad jaga kesehatan kapan pulang."
"minggu depan Sayang, kangen kan. jelas dunk ya kan.. ya kan.."
"lebay. ya udah assalamulaikum."
"waalaikumsalam."
tut
sambungan sudah terhenti
.
.
dikamar tamu wanita paruh baya sudah menyiapkan rencananya kembali, sekarang ia berjalan menuju ruang makan clingukan melihat situasi sekiranya aman dia menuangkan minyak dilantai agar nanti Ayu terjatuh.
tiba-tiba iq mendengar ada suara orang berjalan ia pura-pura ketoilet.
1
2
3
bruggh
"aww." jerit kesakitan Ayu.
"nyonya." teriak maid.
"tolooooong."
Axel mendengar teriakan segera menuju kearah suara.
"ada apa bik, bunda. bunda kenapa."
"bunda jatuh."
"manggggg."
"iya den."
"bantu aku bawa bunda kerumahsakit sekarang."
"iya den."
didalam kamar mandi wanita paruh baya itu tersenyum kemenangan.
"hahahah, rasain kan emang enak tinggql rencana selanjutnya satu persatu aku musnahkan." ia pun keluar dari kamar mandi mengendap-ngendap dan berlari menuju kamar tamu.
di Amerika
kelakuan bik Rahma terekam cctv dan Brian mengetahui karena tersambung diponselnya.
"sialan." teriak Brian sambil gebrak meja
brakkkk
gebrakan itu seketika membuat semua di depannya terkejut, Brian yang terkenal tenang sejak bersama Ayu berubah hari ini seprti macan mengamuk ingin makan orang.
"siapkan jet kita ke indonesia hancurkan wanita itu Jo."
"oke." Ucap Johan sambil menelan ludah kasarnya ia bergidik ngeri melihat bossnya kembali arogan.
diindonesia
"gimana keadaan bundaku dok."
"alhamdulillah kandungannya kuat tuan muda jadi tak perlu khawatir bunda syok, sebentar lagi siuman tadi saya beri suntikan vitamin saja."
"baik terimakasih dok."
"sama-sama, saya permisi dulu."
Setelah kepergian dokter tak terasa Axel meneteskan airmata yang sedari tadi ia tahan ia tak mau orang lain melihat kesakitannya melihat bundanya jatuh.
"Aku akan hancurkan siapa saja berani mengganggu." ucap hati Axel marah
__ADS_1