
wanita itu benama Vera , saat SMA ia menolak Brian karena belum sekaya sekarang ini. ia nyesel saat media meliput kegiatan Brian, ia menerka betapa kayanya seorang Brian
"Gue harus rebut dia dari tangan wanita miskin itu."
ucapnya sambil meremas buku menu disampingnya dan pergi meninggalkan restaurant itu.
.
.
"Boss, makasih udah bantu acara tadi gue."
"lebay lo. udah gue pulang dulu. mau jenguk junior."
"cih."
diperjalanan ponsel Brian berdering, ia menepikan mobilnya dan berhenti.
"haloo assalamulaikum sayang."
"waalaikumsalam dad, lagi dimana."
"ini dijalan mau pulang sayang, oh ya ada yang kamu mau hem."
"aku pengen sop kepala ikan tuna."
"hah. itu belinya dimana sayang."
"Coba lihat mbah google daddy. udah ya jangan lama."
"oke assalamulaikum."
"waalaikumsalam."
.
.
Disekolah SD ternama Ben dan Axel bersiap pulang mereka menunggu sopir menjemputnya tak laam ada seorang gadis cantik sebayanya menyapa.
"Hay Ben, Xel." sapa Dewi sekelasnya
"nunggu sopirmu ya."
"Iya Dew, kamu udah dijemput."
"bentar lagi kayaknya."
tak lama muncullah seorang wanita cantik sexy turun dari mobil mewah berjalan mendekati Dewi.
"Hey Dew, ayo."
"iya mi. Ben ,Xel aku pulang dulu ya."
Wanita itu membuka kacamata saat melihat kedua bocah laki-laki yang disapa anak gadisnya.
"siapa anak ini kenapa mirip Brian." gumam hati Vera
"hay boy, boleh tahu nama orangtua kalian seprti wajah kalaian tak asing."
"Brian baratawijaya tante. dua ayahku."
"oh ya. kebetulan sekali dulu ayahmu pernah deket sama tante."
ketiga bocah cilik itu saling pandang bingung, Vera melihat kebingungan akhirnya mengalihkan.
"ya udah kita pulang dulu atau mau tante antar."
"kita nunggu sopir tante."
"baiklah kita duluan ya."
Axel dan Ben mengangguk beberapa menit akhirnya sopir datang menjemput. diperjalanan Axel bertanya pada Ben.
"kak, tante itu aku nggak suka terlalu akrab kayaknya kita harus jaga jarak deh."
"iya kakak juga tahu dari gestur tubuhnya."
Ben melihat ada billboard tentang olimpiade beladiri ia segera searching di mbah google tempatnya.
"Xel, mau ikut kakak nggak."
"kemana kak."
"nih baca." Ben menyodorkan ponselnya dan Axsl melihat terkejut.
"kakak mau ikutan begini."
"kalau diijinkan aku harus ikut, aku pengen lindungi orang yang kusayang dari orang jahat terutama bunda."
"oke Axel juga ikut kak, kapan kita ijinnya."
"lihat sikon dulu Xel."
__ADS_1
"oke siap." ucap Axel cengengesan
Dimansion
Ayu tengah asyik membuat kue dibantu maid ia ingin mengenalkan produk terbaru di toko kuenya.
tak berselang lama akhinya 3 kue baru sudah jadi
"coba icip bik."
"baik nyonya."
"enak nyonya pas nggak bikin eneg."
"beneran bik
"iya nyonya anda berbakat sekali."
"makasih bik, ini untuk bibik dan yang lain,ini untuk Ben dan Axel sma suamiku titip ya bik."
"baik nyonya."
"saya mandi dulu bik, gerah soalnya bentar lagi suamiku pasti pulang."
"iya nyonya."
selang beberapa menit deru mobil mewah memasuki pelataran rumah besar itu siapa lagi kalau bukan siempu ganteng. saat masuk rumah ia clingukan mencari istrinya.
"bik, istri saya dimana."
"diaaras tuan sedang mandi."
"bik, ini taruh dimangkok dan bawa kekamar saya."
"baik tuan."
saat Brian akan jalan menuju lift rumahnya terdengar suara riuh gaduh si dua bocah tampan baru pulang sekolah.
"assalamulaikum." Ben dan Axel mencium punggung tangan daddynya.
"waalaikumsalam."
"daddy sudah pulang."
"iya, emang nggak boleh. daddy kangen sama dedek diperut bunda heee."
"hah." kedua anaknya melongo ,Brian meninggalkan mereka berdua yang masih ditempat.
dikamar Brian mendekati wanitanya perlahan , Ayu tak menyadari jika suami mesumnya sudah datang
"hay, kapan datengnya kok gak denger dad. udah kayak jelangkung aja."
"wah istriku ngatain daddy tampan kayak jelangkung yah nggak asyik, aku balikin aja sop iganya."
"eitss kalau dibalikin nggak dapet jatah sebulan,mau."
"ngancem dah , kalah kan aku."
Ayu menyunggingkan senyuman lalu terdengarlah ketokan,Brian segera membukanya
"makasih bik."
"sama-sama tuan."
pintu ditutup kembali dan ia mengjaak istrinya untuk makan di balkon.
"sayang duduklah ini sop iga pesenanmu."
"makasih dad. kamu yang terbaik."
saat Ayu hendak menyendok terdengar lagi ketokan.
"huh, siapa lagi sih dad. mau nyendok aja susah amat."
"jangan marah kasihan dedek, biar aku lihat."
ceklek
"hay dad, bund mana."
"lqgi makan ada apq."
"ini." Ben menyodorkan tentang bela diri diponselnya
"kamu mau ikutan ini Ben."
"iya dad, boleh ya."
"iya boleh tapi gak mengganggu sekolahmu oke."
"baiklah dad makasih. Ben makan dulu juga dibawah."
"iya selamat makan."
__ADS_1
Brian kembali menemui Ayu,
"siapa tadi dad."
"Ben, dia mau ikutn ekstra beladiri sayang."
"lalu kamu ijinkan."
"iya. apa gak boleh."
"boleh hanya tanya. udah aku lanjutin lqgi makannya."
"iya makanlah." ucap Brian mengelus kepala Ayu.
malamnya semua berkumpul diruang makan tak lama kedatangan Jessi, Johan dan Nadia.
"assalamulaikum."
"waalaikumsalaam."
"hay, ayo makan bareng."
"sorry brow gue udah kenyang. gue ada urusan sama si boss."
"oke tunggu diruang kerja, gue makan dulu."
Jessie ikutan makan bareng sedangkan Johan dan Nadia berada diruang tamu.
"sayang, lihat ini. bagus ya gaunnya aku pengen pas nikah kayak gini."
"terserah kamu sayang. oh ya besok kita pesen gedung ya pulang kerja."
"iya cintaku."
saat asyik baca majalah terdengar bunyi beldan dibukalah pintu oleh maid.
"siapa bik." tanya Jesie
"ini non cari tuan Brian."
jiwa Jessie seketika meronta ingin melihat siapa yang datang, ia pun berjalan menghampiri.
"elo."
"Iya gue cewek miskin, mana Brian kok elo yang muncul."
"eh elo ya nggak tahu diri banget, kak Brian udah punya istri masih nyamperin apa uang lo habis hah."
"sialan lo ya." tangan Vera akan melayang tapi sudah ditangkis oleh Brian.
"kalau cuma mau buat keributan lebih baik pergi dari sini."
"Gue cuma kangen sma elo Bria." Vera berhambur memeluk Brian dan itu sontak membuat Ayu geram.
"lepasin suamiku nona." ucap ayu juga menghempaskan pelukan Vera..
"oh elo wanita miskin gue tahu pasty cuma pengen harta Brian doank kan."
"eh elo yang mau hartanya doank. nggak ngaca hah."bentak Jessie
"stop." teriak Brian
"elo balik atau gue seret elo dari sini."
"tapi Bri."
Vera mendengus kesal ia menatap tajam Ayu dan Jessi bergantian. ia akan mengubah rencana kembali.
Axel dan Ben buru-buru beranjak dari ruang makan dan melihat apa yang membuat ribut.
"ada aap dad?"
"cuma ada lalat pengganggu aja lewat sudah sana lanjut makannya."
Axel dan Ben kembali keruang makan sedangkan Johan dan Brian diruang kerja, para wanita diruang keluarga.
diruang kerja.
"kayaknya elo harus antisipasi buat Vera nglakuin hal yang nggak-nggak Bri."
"iya gue tahu, gue nggak mau terjadi apapun pada keluarga. elo ngapain ngajak gue kesini."
"gue mau ijin minggu depan pernikahan."
"cepet amat lo buat ngilangin status kejombloan."
"gue juga mau ngarasain gawang tahu."
"hahahha dasar bujang lapuk."
dirumah Vera
Vera membanting barang-barangnya kesal dan akhirnya ia menelpon seseorang untuk membantu rencananya.
__ADS_1
"gue butuh elo."