Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Babymoon


__ADS_3

Ben merasa tangannya ada yang menyentuh, sontak terbangun. Ia mendongak ternyata istrinya sudah bangun.


"Bagaimana keadaanmu sayang, apa ada yang sakit, sayang?" Ben nerocos dan Bebi mengulurkan jari telunjuknya menutup mulut Ben, lalu menggeleng tersenyum


"Kau kenapa bawel, tuan Ben. Kau lihat aku baik-baik aja."


"Maafkan, aku," ujar Ben mencium punggung tangan istrinya yang terlihat sayu


"Maaf terus, emang hari raya."


"Lalu wanita itu."


"Sudah dapat hukuman setimpal, mungkin sekarang dia jadi gila."


"Bagaimana bisa sayang?"


"Udah sayang, kau jangan perdulikan orang sudah jahat sama kamu. Sekarang fokus pada kandunganmu saja."


"Oh ya setelah kamu baikan, kita akan babymoon."


"Babymoon."


"Iya, biar kamu agak riileks aja kita nggak sendiri, tenang aku bakal bawa pada pasukan."


"Hah, yang bener," tanya Bebi kegirangan


"Iya."


"Yes. Makasih sayang," ujar perempuan cantik itu lalu memeluk erat suaminya


Tiga hari kemudian, Ben dan Bebi bersiap babymoon ke Perancis. Mereka membawa serta Alden, Tak lupa para sahabat  agar bisa rame-rame dan melupakan kejadian lalu.


"Pagi Mom, Dad," sapa keduanya


"Pagi Beb, Ben. Mana Axel dan Sella nggqk ikut bareng?"


"Kayaknya masih di kamar."


"Kok masih di kamar, nanti telat. Biar Mami lihat dulu."


Tak lama, Axel dan Sella turun dan ikut makan bersama. Mereka berpamitan berangkat dan meluncur ke bandara. Di bandara, para keluarga kecil pasukan sudah standby.


"Thanks sob, tiap bulan begini aku bakal betah kau suruh-suruh," ujar Rudi


"Cih, dasar otak gratisan."


Semua tertawa renyah karena perdebatan CEO dan asisten itu, tak lama pengumuman penerbangan ke Perancis untuk segera check in. Semua bersiap check ini dan mulai satu persatu masuk dalam pesawat.  Perjalanan kali ini akan memakan waktu lama karena menggunakan pesawat umum bukan jet milik keluarga Baratwijaya.


"Sayang, tidurlah," ucap Ben mengelus puncak kepala istrinya lalu Bebi mengangguk tersenyum mulai tidur di bahu suaminya, sedangkan Axel duduk dengan Rina, Rio dengan kekasihnya ,Semua menikmati perjalanan.


Setelah beberapa jam di pesawat akhirnya landing juga,  Empat keluarga itu turun  satu persatu dan di sana sudah ada 7 mobil mobil jemputan dari keluarga Ben. Keluarga Baratwijaya memang terkenal dalam dunia bisnis dan tak perlu diragukan lagi, maka dari itu perusahaannya tersebar di negara lain termasuk di Perancis.


Ben yang tengah tidur, akhirnya di gendong Ben masuk ke dalam mobil. Dari bandara menuju kediaman Ben membutuhkan waktu hanya 15 menit, sesampainya mereka menghempaskan badan di ruang tamu karena merasakan badan terasa rontok.

__ADS_1


"Huh, leganya,"ucap Rudi sambil menggeleng kepala ke kanan dan ke kiri.


"Lebay, kau Rudi," decih Rio mengejek


"Hei, kau mengejekku. Lebih baik kita-kita diberi vitamin biar fit lagi."


"Hahhahaha vitamin apa nih?" tanya tersenyum mengejek


"Emang ini orang nggak ada akhlak, ampun deh,"Rudi menepuk jidat


Ben yang baru saja dari kamar, menghampiri pada sahabat dan memberikan satu persatu kunci kamar.


"Apa ini?" tanya Rudi heran menatap Ben


Ben menggeleng kepala malas melihat asisten otaknya mulai ke geser


"Otakmu mulai tak berfungsi sepertinya ,Rudi," desis Ben


"Itu kunci surga," celeguk Rio


"Sialan kau, Rio."


"Udah-udah kalian apa nggak capek ya ngomong," celetuk Axel yang sedari tadi diam dan sekarang mulai nerocos


"Hahhahaha, pak pengusaha satu ini kayaknya daritadi sudah menahan tak mengomel," Rio lagi-lagi mengejek


Dengan sigap Axel membekap badan Rio dari belakang, Rudi melihat ikut menyeringai ūwajah Rio terlihat panik, Ben makin menyeringai lalu ikutan, Mereka menyeret tubuh Rolio hingga di dekat kolam.


"Hey manusia laknat, kau minta apa sebelum kau merasakan dinginnya air ini?" tanya Ben mengancam membuat ketiga pria ikut terkekeh


"Hahahahahaha," ketiga pria tak tahu malu menertawakan Rio kedinginnan, Wina tak terima lalu, mengajak para istri iseng pada suami.


1


2


3


Byur


"Haahahahaha, Rasain kalian. Emang enak," ucap kompak para cewek


Rio tertawa dengan wajah sudah kedinginan, para Ciwi kemudian menolong Rio tapi tak mau menolong para suami yang seenak jidat mengerjai.


Bebi kembali ke kamar dengan masih tertawa terpingkal-pingkal melihat Ben tercebur Dan saat akan melepas pakaiannya untuk membersihkan diri, tiba-tiba tangan kekar mencekalnya. Bebi terkejut dan menoleh.


"Mau kemana kau sayang."


"A-aku ya mau mandi lah."


"Bareng."


"Apa!"

__ADS_1


"Tidak ada penolakan ini karenamu, sayang," ucapnya lalu menggendong tanpa permisi menuju bathub. Ben mendudukkan badan Bebi pelan-pelan di bathub dan mengisi air hangat agar keduanya rileks.


Ben mulai membantu melepaskan pakaian istrinya, ia sungguh terbuai badan mulus istrinya. Ia ingin memakan istrinya saat ini, tapi ia urungkan mengingat mereka baru saja dari perjalanan panjang. Akhirnya mereka hanya mandi bareng saja tanpa melakukan adegan hot.


Sesaat, Bebi dan Ben sudah berganti pakaian lalu mengajak untuk turun makan malam. 


Di ruang makan yang berukuran luas itu terhidang bermacam makanan Indo dan Itali.


"Waw, keren ini. Kita di jamu banyak banget."


"Kapan lagi dengan bos sultan,"ucap Rio terkekeh


"Eh kalian mau makan apa review makanan."


"Hahahaha, lau lihat sweety ku. Tuan Ben marah," ucap Rio menyindir sambil merangkul tubuh Hesti istrinya.


"Mau makan tidak?"


"Iya-iya bos jangan marah, nanti cepet tua."


Ben menatap tajam Rudi lalu, mereka mulai ritual makannya. Setelah acara makan malam selesai, kini berganti menikmati suasana di kota tersebut. Mereka berjalan  beriringan bersama pasangan dan anak mereka masing-masing.


"Waw, indah sekali"


"Iya sayang, kita foto yuk sayang," ajak Bebi pada suaminya


"Boleh, jarang kita kayak gini."


Sedangkan di tempat lain, seseorang gemas karena kelakuan mereka. Ia bersiap dan menginjak pedal gas mobil mewahnya. Pria itu menambah kecepatan agar tak tertinggal mereka. Beberapa menit, ia sudah sampai di tempat sama dengan Ben dan lainnya.


Pria itu melihat posisi Ben, dan buru-buru menghampiri menepuk bahu.


"Hei, lama tak berjumpa denganmu," sapa seseorang lalu Arga menoleh karena terkejut


"Ferry. Kau disini juga."


"Iya, halo apa kabarmu, sobat."


"Baik, kau makin keren."


"Kau pun sama, tuan muda. Kau sama siapa?"


"Istri danpara sahabat lain. Ayo bergabunglah "


"Nanti malam aja kita kumpul, aku masih ada pekerjaan ini tadi kebetulan lewat."


"Baiklah, ini kartu ku nanti kau hubungi aku," ycap Ben sambil memberikan kartu pada Ferry.


"Oke, see you."


"See you."


Dari kejauhan ada bidadari menatap Ben sedari tai, ia tersenyum pun berjalan menghampiri Ben.

__ADS_1


"Hai, Ben sayang."


"Kau."


__ADS_2