Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Viral


__ADS_3

Marvel melihat panggilan tak terjawab dari istrinya ia mencoba telpon balik namun tak juga diangkat.


"Oh ****. Jangan-jangan marah dia."


Marvel buru-buru mengirim pesan pada istrinya.


"Sayang, maaf ya. Tadi aku kelupaan nggak bawa ponsel. Please, jangan marah!"


Marvel mengirim beberapa pesan namun tak dibalas, dia tak tahu saja yang dikirim pesan sudah terlelap dalam tidurnya sedangkan Marvel pusing mikirin pesan yang tak kunjung di bales hingga ia tak bisa tidur hanya bisa guling kanan kiri.  Lalu, ia memilih untuk ke bawah karena ia tak bisa tidur padahal esok rencana pulang.


Bertepatan Leo kehausan, ia turun  untuk mengambil Air karena di kamarnya habis, dan saat di bawah melihat sahabatnya masih belum tidur, ia menghampirinya.


"Sampek segitunya nggak tidur karena besok pulang," celetuk Leo.


"Bukan gitu Leo, aku pusing istriku tak juga telpon balik, berkali-kali aku telpon dan mengirim pesan tak dibales."


"Huh, dasar bos pelupa."


"Kau ngatain aku."


"Bukan  begitu. Kau lupa, jika Kayla hamil pasti bawaannya pengen tidur dan satu lagi kamu nggak ingat disana jam berapa?"


Marvel menepuk jidat jika lupa akan hal itu. Sungguh memalukan padahal umur masih dibawah 30  tahun tapi  pelupa.


...


Pagi buta, Marvel sudah bersiap ia memberikan bonus pada para bodyguard atas kerjasamanya selama di New york, kini lelaki tampan mantan playboy itu bersiap bersama Leo menuju bandara.


"Kami balik dulu," pamit Marvel pada para bodyguardnya.


"Siap bos, hati-hati."


Marvel mengangguk dan masuk kedalam mobil bersama Leo, dan mobil keluar dari parkir apartement meluncur ke bandara. Tiba di bandara tepat pengumuman  untuk segera check in.


Sedangkan di Indo, Kayla yang baru bangun melihat ada panggilan dari suami serta pesan ia mengerutkan dahi.


"Banyak banget sih, ada aja ini suamiku. Ah aku coba telpon."


"Halo, assalamulaikum."


"Waalaikumsalam sayang, kamu kemana aja tadi malam. Aku sampek nggak bisa tidur mikirin kamu."


"Aih kau lebay, ya tadi malam aku tidur, nggak tahu kenapa pengen tidur mulu. Ini baru aja bangun."


"Apa!"


"Ih kamu nyebelin. Mau buat aku tuli mendadak."


"He ... sorry sayang, bukannya disana jam 9 ya."


"Iya, nggak tau nih pengen tidur mulu Yang, anak kita kayanya bakal jadi tukang tidur."


"Jangan sampai. Eh yang,  udah ya aku kerja dulu ya."


"Eh bentar, habis ini aku ke panti lo ya. Dan satu lagi  anak-anak pengen masuk sekolah nih. Gimana?"


"Ya udah kamu cariin aja sayang."


"Jadi boleh."


"Iya. Kan tambah teman dan bisa tahu dunia luar, sayang."


"Baiklah terimakasih suamiku. Love you."


"Love you too. Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Kini bumil cantik itu beralih mengechat para sahabatnya  untuk ikut kepanti asuhan.

__ADS_1


"Hai-hai cantik," sapa Kayla dalam chat grup mereka.


"Hai juga sayangkuh. Ada apa nih," Ega


"Iya nih ada apa," Lala.


"Ikut aku yuk."


"Kemana sayangkuh," Ega.


"Aku mau ke panti asuhan, kalian mau ikut nggak."


"Boleh-boleh, Pasti rame."


"Oke-oke jam berapa?" Lala.


"Jam 10 ya."


"Ok."


Setelah mengechat para sahabat kini ia beralih menuju menuju kamar mandi dan segera menuju walk ini closet berganti dress yang pas di badannya. Setelah rapi, ia mengetuk kamar putra putrinya.


"Hai sayangku," sapa pada Arthur dan juga  Sha.


"Hai Mommy, baru bangun."


"Heemm."


"Sayang, Mommy udah bilang sama Daddy. Dan dibolehin sekolah, nanti Mommy cari sekolahan dulu ."


"Asyik," ucap kesal bocah kecil itu kegirangan.


"Ya udah sekarang, siap-siap ikut Mommy ya."


"Kemana Mommy."


"Nanti juga tahu. Oh ya mbak, siapkan keperluan anak-anak, kalau sudah semua turun kebawah."


"Baik nona."


"Come on guys."


Kayla dan buah hatinya serta babysitter oleh sopir keluarga dan diikuti satu mobil bodyguard berjaga-jaga  karena posesifnya Marvel pada istriinya. Dalam perjalanan ke panti asuhan Kayla menyuruh berhenti di minimarket sejenak.


"Pak berhenti bentar ya, aku mau beli dulu."


"Baik nona."


Sekitar 15 menit dia berbelanja namun sat di ksir ada seorang anak-anak manggil Kayla.


"Kak Kayla ya," tanya anak itu.


"Iya , kenapa dek."


"Kak Kayla, boleh minta fotonya ya," tanya anak itu.


"Boleh tapi kakak bukan artis lo."


"Tapi bintang kak, lihat nih," anak itu menunjukkan foro-fofonya dengan kurir kemarin.


Kayla menutup mulutnya terkejut ada fotonya dengan abang kurir kemarin, ia tak berfikir bakal viral. Dan tak lama beberapa pesan masuk di ponselnya yang banyak memujinya. Kayla tersenyum ramah lalu mengajaknya foto.


"Ya udah sini ya, kakak mau pergi soalnya."


"Baik kak."


Setelah mendapat foto dengan Kayla, bocah itu seketika pergi.  Sedang Kayla membayar belanjaan dan kembali ke mobil.


"Mommy ngapain sih lama amat."

__ADS_1


"Tadi ada yang minta foto, sayang."


"Waw, keren Mommy bisa terkenal."


"Apaan sih, udah. Pak  berangkat ya."


"Baik nona."


Perjalanan pun di lanjutkan hingga tak terasa mereka sudah  di depan panti asuhan, Arthur dan Sha turun dan bersorak bahagi, para anak-anak menyambut mereka dengan baik.


"Hai semua," sapa Kayla.


"Hai kak Kayla."


Dan tibalah mobil dari arah belakang Kayla sudah dipastikan itu adalah Lala dan Ega. Disaat pnghuni mobil keluar, benar itu adalah mereka.


"Hai semua," sapa Lala dan Ega.


"Hai kakak."


"Eh nak Kayla, Lala dan Ega," saat Bu Yuni pemilik yayasan teesebut.


"Siang Bu, apa kabar?"


"Kabar alhamdulillah baik, nak. Kalian makin berisi dan cantik."


"Nyaman berarti, Bu. Tapi kalau Kayla mah lagi berbadan dua, Bu," Lala.


"Oh ya. Alhamdulillah selamat  ya nak."


"Makasih Bu, eh bentar ini ada jajan untuk kalian," Kayla memberikan 3 kantong jajan yang dibeli di minimarket tadi.


"Terimakasih Kak."


"Sama-sama."


"Nak Kayla, ini anak siapa," tanya Bu Yuni menunjuk Arthur dan Sha.


"Coba lihat mirip siapa?"


Bu Yuni melihat muka Arthur ada kemiripan dengan Kayla dan Marvel. Sontak ia berfikir adalah anak Kayla dan Marvel.


"Ini putra putri mu ,nak."


"Iya betul Bu, mereka kembar."


"Sungguh mirip kamu dan Marvel . Udah yuk masuk. Kasihan Ibu hamil."


Semua tersenyum dan masuk ke dalam, Sha dan Arthur bahagia bisa berbaur dengan teman sebaya meski mereka tak sekaya dia. Tapi Arthur dan Sha diajarkan agar tak membedakan teman.


....


Saat Sha main boneka dnegan temanya di panti, ada yang buat ia penasaran. Seorang bocah laki-laki berumur 8 tahun sedang main basket sedirian. Sha menaruh boneka  lalu mendekatinya.


"Ajarin aku, kak."


Seketika bocah laki itu menoleh kearah suara, ia terkejut ada gadis kecil manis menatapnya dan ini pertama kalinya ada yang berani menyapa.


"Ka-kau siapa?"


"Kenalkan aku Sha kak, Sharen wiliam panggil Sha aja."


"Aku Dewa."


"Boleh minta ajarin main itu nggak."


"Basket."


"Iya."

__ADS_1


"Boleh, sini."


Akhirnya Setelah sekian lama, Dewa punya teman dan itu adalah Sha. Bu Yuni terkejut Dewa bisa membuat Dewa membuka hati untuk berteman.


__ADS_2