
"Eh sayang, udah bangun."
Ben menatap lekat wanita yang di cintai di depannya lalu berkata, "Kau tak menyembunyikan sesuatu bukan, sayang?" tanya penuh selidik
"Emang aku terlihat menyembunyikan sesuatu."
"Wajahmu tak pandai berbohong."
"Iya-iya. Nih, fans beratmu barusan menelpon," ujarnya sambil menyerahkan ponsel suami
"Hah, siapa?" Arga bingung
"Rika."
"Ada apa pagi-pagi menelponku?" tanya Arga sambil membuka ponselnya
Bebi hanya mengedikkan bahu berlalu mengambil pakaian kantor suaminya di walk in closet.
Sedangkan Ben melihat ada pesan, dan salah satu dari dari Rika, tapi ia tak membaca semua hanya melihat sekilas. Ben beranjak menuju kamar mandi karena waktu sudah menunjukkan setengah 7.
Tak lama, suami istri itu sudah siap dan rapi, mereka pun ke bawah, Di ruang makan Brian dan Ayunda, Sella dan Axel tak nampak.
"Pagi Ben, Bebi," sapa keduanya
"Pagi Daddy, Mami."
"Mana Sella dan Axel?"
"Jogging katanya."
"Hah," Bebi dan Ben melongo
"Udah sayang, kau seperti doraemon aja. Ayo duduk kita mulai sarapan aja."
"Nggak nunggu mereka dulu, Mam, dad."
"Nggak usah, nati kau telat, Ben."
Mereka kini mulai menyantap sarapan paginya, tak berselang lama Sella dan Axel datang membawa sesuatu.
"Pagi semua," sapa keduanya
Uhuk ... uhuk
"Pagi. Kau tak apa sayang?" tanya Bebi melihat suaminya tersedak lalu memberikan minum
"Huh, nggak apa cuma terkejut tiba-tiba dua hantu datang."
"Ini emang kulkas, kurang ajar, Sel," ucap Axel taj terima
Bebi menahan tawa melihat adik iparny di hina suami.
"Kalian, itu apa?" taya Bebi
"Ini bubur ayam, kamu mau kakak ipar tapi aku tak menawari suamimu?"
"Mau. Sayang kamu mau?" tanya Bebi pada suami
"Nggak sayang, aku udah kenyang."
"Kamu kok pagi sekali, kak, " tanya Axel sambil mendudukkan badan di kursi
"Ada meeting pagi ini, kau tak berangkat."
"Iya setelah ini, kak."
"Pasti dia janjian sama si cantik," ucao Bebi
"Hee.. Tahu aja kakak ipar. Oh ya itu panggungnya sudah tak ada, apa acaranya sudah selesai?" tanya Sella
__ADS_1
"Udah."
"Katanya 3 hari 3 malam?"
"Hah, kata siapa?" Bebi melingo mendemgar perkataan Sella
"He ... he. Nggak jadi. Udah puas kan sayang?"
"Puas, emang kamu diapain, kak?" goda Axel
"Aih kau ya, mana ada. Ben hanya tergoda pada sebelah saja," Ben melirik istrinya memakan bubur berpura-pura tak mendengarkan
"Dasar gombal kamu, Ben."
"Di gombalin aja kadang tak mempan."
"Eh, kenapa pada ngomongin gombal-gombal. Nggak penting banget."
"Udah deh jangan cemberut kasihan baby kita. Udah ya aku berangkat. Ayo Ben pamitan dulu."
"Baik Dad."
Ben mencium punggung tamgan pada orangtuanya berantian, lalu mencium kening istri dan mengelus perut rata istrinya.
"Kami berangkat."
"Hati-hati."
Ben mengacungkan jempol tanda mengiyakan lalu masuk ke dalam mobil mewahnya, mobil itu pun melesat menuju kantor Baratawijaya.
Sedangkan ceo tampan itu baru saja sampai di lobby kantor sudah di datangi wanita cantik bernama Rika.
"Selamat pagi, tuan Ben," sapa Rika tersenyum manis
Ben berhenti dan menoleh kearah suara
"Oh nona Rika. Selamat pagi juga, ada apa sepagi ini sudah di kantor?"
Ben nampak berfikir dan tak butuh lama, ia mengangguk setuju
"Baiklah, sampai ketemu nanti."
"Baik tuan Ben, oh ya saya ada sedikit makanan dari rumah untuk anda," ucap Risa memberikan satu kotak makan
"Maaf nona saya tak terbiasa menerima dari oranglain lagipula saya juga sudah sarapan di rumah, terimakasih atas pemberiannya," Ben menerimanya dengan senyuman terpaksa
Seketika Rika merasakan sesak teramat dalam atas penolakan Ben, ia akan melakukan rencana keduanya.
"Hem, baiklah saya pamit undur diri tuan Ben."
"Silahkan nona."
Setelah memastikan Rika sudah pergi dari hadapannya, ia menyerahkan kotak pada resepsionis.
"Ada apa tuan?"
"Ini untukmu, kebetulan aku tak selera jika bukan dari istriku."
"Oh baiklah tuan, terimakasih."
"Sama-sama."
Arga buru-buru naik ke ruangannya saat akan masuk ke dalam lift ia berpapasan dengan Rudi.
"Kau telat Rudi?" tanya Ben datar dan pasang wajah sok cool
"Sepertinya tidak tuan, karena masih setengah jam lagi jam kerja di mulai."
"Baiklah, ke ruanganku dulu, Rudi."
__ADS_1
"Siap bos."
Keduanya keluar dari lift dan masuk ke dalam ruangan Ben. Ben sebelumnya menelpon OB untuk membuatkan kopi, Ben menghempaskan badannya di sofa lalu ia mulai berbicara
"Kau tahu, dari kemarin ada yang tak beres dirumahku."
"Lalu."
"Ya kau udah menangkap orang-orang itu."
"Kau secepat kilat ternyata, dan yang buatku heran Rika CEO Flower group yang selalu saja mencari kesempatan ketemu denganku."
"Aku tahu maksudmu, Ben. Sepertinya dia menyukaimu, aku harap kamu bisa berhati-hati saja pada wanita ular itu."
"Aku tahu, oh ya habis ini kita ke ruang bawah tanah. Aku ingin tahu siapa dalangnya."
"Siap, rumahmu sudah kau perketat penjagaannya."
"Tentu saja. Oh ya tiap bulan aku ingin mengadakan tour bersama karyawan kau atur jadwalku."
"Beneran?"
"Iya lah masak aku bohong. Udah laksanakan saja perintahku."
"Siap bos."
"Oh ya, aku mau kamu cek mandor di Bandung, apakah ada yang bermasalah atau tidak."
"Baiklah."
Rudi keluar dan bebarengan OB akan masuk ruangan Ben
"Permisi, tuan."
"Iya silahkan taruh situ saja."
"Sapa permisi, tuan."
Ben mengangguk lalu fokus kembali pada pekerjaannya sedangkan Bebi kini sedang berada di mall bersama Mami Ayunda. Ia melihat-lihat baju dan perlengkapan bayi yang nampak lucu.
"Mom, lihatlah lucu sekali," ujar Bebi menunjukkan baju bayi
"Iya nak, lucu sekali. Jangan bilang kau mau beli perlengkapan sekarang."
"Hanya lihat saja, Mon."
"Sukurlah karena kata orang dulu pamali jika belum 9 bulan."
"Iya, Bebi tahu."
Tiba-tiba Bebi merasakan ingin kencing segera berpamitan pada Maminya.
"Mom, Bebi ke toilet dulu. Tak tahan."
"Mami ikut ya."
"Tak usah, bentar aja kok Bebi."
"Baiklah Mami tunggu sini."
Ayunda merasa lega saat tahu dari kejauhan ada para bodyguard menjaga mereka. Selang 20 menit Bebi tak kunjung balik, Mami Ayunda kebingungan lalu tanpa menunggu lama lagi segera masuk ke dalam toilet namun tak ada Bebi.
Deg
"Nggak, nggak mungkin Ara hilang," ujar Mami Ayunda keringatnya bercucuran teringat ia kehilangan putrinya dulu saat kecil
"Ia mencoba menelpon Ben tapi tak juga diangkat beralih pada Rudi sama halnya tak diangkat. Dan akhirnya ia menelpon Brian.
"Halo sayang, ada apa?
__ADS_1
"Bebi."
"Ada apa dengan Bebi, kau tak apa kan."