Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Pengumuman


__ADS_3

Setelah tadi malam berunding dengan para sahabat tentang teror untuk istrinya, Marvel minta bantuan bodyguard Daddy untuk mengawasi 24 jam. Marvel begitu protektif sejak teror menghantui istri, kini Marvel berpamitan pada Kayla berangkat sekolah.


"Sayang, kamu di rumah hati-hati. Kalau ada apa-apa kabari aku," ucapnya lalu mencium kening istri.


"Iya, kau juga hati-hati, Vel."


Marvel mengangguk lalu mengacak rambut istrinya karena gemas, Kayla mengantar Marvel sampai di depan pintu setelah memastikan Marvel berangkat, Kayla masuk kembali ke dalam apartemen.


Marvel mengendarai mobil mewahnya dengan kecepatan lumayan karena ia ingin segera mencari tahu dalang semua. Saat sudah sampai di sekolah, ia melihat dari kejauhan Viona dan Alvin berbicara bisik-bisik dan itu membuat Marvel curiga. Setelah beberapa menit, Alvin terlihat berjalan sendiri dan diikuti Viona. Marvel pun mengikuti Alvin dari belakang pelan-pelan tapi Alvin mendadak berhenti saat ponselnya berdering, Marvel bersembunyi sementara agar tak diketahui.


"Sial tuh Alvin, nggak klakson kalau mau berhenti," batin Marvel cekikikan karena ia ikutan mendadak mengerem.


Sedang Alvin mengangkat telpon saat tau penelponnya Mamanya.


"Sayang, nanti malam ikut Mama makan malam ya. Nggak ada penolakan."


"Baiklah Ma."


Alvin menghembuskan nafas kasar, ia berfikir pasti Mamanya mendapat gebetan baru yang belum tentu dia suka. Alvin memasukkan ponselnya kembali ke saku seragam dan melanjutkan jalan menuju kelas.


Sedangkan Marvel masih membuntuti Alvin hingga sampai di depan kelasnya. Saat di sana, Marvel melihat tak ada hal yang mencurigakan akhirnya kembali ke kelasnya.


Marvel masuk ke kelas  dan bertanya pada para sahabat.


"Gimana Wil, ada perkembangan."


"Cctv sekolah, kau harus minta pada petugas security, jadi kita tahu siapa pelakunya."


"Cerdas juga kau, Wil."


"Siapa dulu, willi," Willi memperlihatkan


keangkuhan membuat Marvel menimpuk mukanya dengan buku.


Pluk


"Sial kau, Vel."


"Udah ah, jangan manyun kayak anak cewek."


Tak lama, guru mapel datang mulai mengajar. Marvel dan yang lain bersikap baik jika sudah datang, meski ia pewaris yayasan tempat ia bersekolah ia tak menggunakan kekuasaan itu untuk hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain.


Di sisi lain, tepatnya di kantor Baratawijaya group salah  satu bodyguard baru saja masuk ingin melaporkan pada Ben.


"Permisi, nona. Apakah ada tuan Ben, saya bodyguardnya."


"Tunggu sebentar, saya tanyakan dulu pada asistennya tuan."


"Baik, terimakasih nona."


Tak sampai 15 menit, Rudi datang menghampiri ruang sekretaris.

__ADS_1


"Mari ikut bersamaku," ucap Rudi mengajak bodyguard Ben


Rudi membuka pintu lalu bodyguard di suruhnya masuk, sedang Rudi keluar ruangan dan kembali ke ruangannya.


"Permisi tuan Ben."


"Hai, duduklah. Ada apa kau kesini" tanya Ben sambil menatap laptop untuk keluar dari websitenya.


"Ini tentang tuan muda Marvel dengan nona muda Kayla, tuan."


Ucapan bodyguard membuatnya melepas kacamata lalu beralih menghampiri bodyguardnya yang tengah duduk di sofa.


"Coba jelaskan."


"Nona muda di teror seseorang, saya sudah menyelidikinya, dia adalah teman satu sekolahan dengannya. Tapi saya masih belum mengerti kenapa dia berbuat pada nona muda. Dan satu lagi tuan, pelakunya laki dan perempuan mereka kerja sama."


"Siapa nama kedua anak itu?" tanya nya memastikan


"Alvin dan Viona."


"Oh begitu, ok. Lalu apa ada lagi."


"Ada tuan, mereka juga yang membuat gosip tentang tuan muda dan nona muda, dikira mereka berbuat mesum di penginapan saat study tour di Yogya."


Ben nampak berfikir lalu menelpon sesorang dan tak sampai 10 menit, orang itu sudah muncul.


Tok


Tok


"Ada apa, tuan?" tanya Rudi sambil melirik bodyguard.


"Kita ke sekolah, oh ya kepala sekolah SMA tempat anak-anak masuk atau tidak, coba kau tanyakan, kita kesana."


"Baik, aku tanyakan dulu tuan."


Setelah menelpon kepala sekolah dan memastikan bahwa ada di tempat, mereka bergegas turun dan meluncur ke sekolah.  Pria paruh baya itu nampak geram karena seseorang berusaha  menghancurkan putra dan menantunya, hanya saja ia tetap tenang.


Mobil yang ditumpangi Ben dan Rudi kini sudah berada di sekolah tepat waktu istirahat tiba. Semua menatap kagum Ben dan Rudi meski sudah kepala empat ketampanan mereka tak bisa dipungkiri. Para siswa masih tak menyadari jika kedua pria itu adalah orangtua Marvek dan Leo, mereka asyik berteriak menatap.


"Waw, sugar daddy aku," salah satu siswi


"Mereka terlihat berkelas, Oppa."


Dan masih banyak lagi pujian yang dilontarkan pada kedua pria itu, Kini Ben dan Rudi masuk ruang kepala sekolah.


Tok


Tok


"Silahkan masuk tuan Ben dan tuan Rudi, silahkan duduk," ucap Kepala sekolah dengan hormat

__ADS_1


"Termakasih Pak. Oh ya, kumpulkan semua guru dan beritahukan soal Marvel dan Kayla bahwa mereka sudah menikah dan kau bersaksi atas pernikahan mereka."


"Baik tuan, saya permisi keluar sebentar."


Setelah menunggu hampir setengah jam di ruang kepala sekolah, akhinya kepala sekolah muncul.


"Maaf tuan tadi ada sedikit masalah tapi sekarang sudah clear."


"Oke tak apa, sekarang tugasmu beri pengumuman agar anak-anak semua ke lapangan."


"Baik tuan."


Ben dan Rudi keluar ruangan diikuti kepala sekolah menuju lapangan, para guru diberitahu oleh kepala sekoah tentang pesan Ben segera melaksanakan. 10 menit para siswa sudsh berumpul di lapangan tanpa terkecuali. Marvel dan dan sahabat berdiri di barisan depan, Marvel berfikir jika Daddy begini tandanya ia sudah geram. Tanpa menunggu lama, Kepala sekolah mulai berbicara.


"Baik, terimakasih saya ucapkan pada tuan Ben dan tuan Rudi sudah meluangkan waktu berkunjung di sekolah ini. Dan saya mengumpulkan siswa karena ada pengumuman yang akan di berikan tuan Ben, silahkan tuan."


Ben maju lalu ia melirik deretan depan nampak anak kesayangannya berdiri di samping sahabat dan satu tatapan tertuju pada Alvin dan juga Viona, Ben mengkode para bodyguard untuk berada dekat posisi Alvin dan Viona. Ben mulai berbicara.


"Selamat siang anak-anak. Maaf jika saya mengganggu waktu kalian makan siang, nanti akan ada gantinya dari saya. Namun perlu kalian ketahui, saya akan menunjukkan video  agar kalian tak salah paham pada putra dan menantu saya."


Semua siswa nampak bingung dan saling pandang, mereka seakan bertanya siapa putra dan menantunya di sekolah ini pikir mereka.


"Pasti kalian bertanya-tanya siapa mereka, ini saya tunjukkan."


Dan tampak sebuah video di layar besar menunjukkan perkenalan Marvel dan Kayla, lalu tentang wasiat tentang Mama  Rika, kemudian akad nikah keduanya. Semua melongo dan menutup mulut tak percaya jika mereka jika most wanted menyandang ststus suami Kayla, seketika mereka terilhat lesu setelah mengetahuinya.


Para sahabat merangkul Marvel cekikikan karena para fans Marvek terlihat tak bersemangat.


"Hahahaha, lucu sumpah mereka."


Nampak dari kejauhan, tatapan tajam Alvin  dan Viona membuat Ben tahu jika memang dia tak menyukai putra dan menantunya.  Ben tersenyum miring dan  ia menunjukkan sebuah video.


Seketika video itu membuat semua membulli Alvin dan Viona.


"Huuu, dasar cewek dan cowok tak tahu diri."


"Yang terlihat siapa sekarang, hah."


Ben mengkode bodyguardnya untuk membawa keduanya maju ke depan.


"Apaan sih," keduanya mencoba berontak saat di gelandang bodyguard.


Mereka sudah di depan lalu semua bersorak para siswa lain.


"Huuuuu," sorak semua sambil mengacungkan jempol ke bawah.


"Tenang-tenang semua, kepala sekolah akan menyampaikan sesuatu terlebih dahulu," ucap Ben


"Baik, saya akan bertindak tegas pada siswa yang membulli dan fitnah apalagi meneror itu sudah tindak kriminal. Saya akan  menskors mereka dua minggu lamanya. Saya juga berterimakasih pada tuan Ben, karena tindakan seperti terbongkar. Saya minta maaf atas perbuatan anak didik kami, tuan Ben," ucapnya terlihat menyesal.


Marvel diam-diam memvideo semua live dan dihubungkan ke ponsel istrinya agar tahu sebenarnya. Kayla mengusap air mata, tersenyum dan bahagia berpelukan dengan Mami.

__ADS_1


"Kau lihat, sayang."


__ADS_2