Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Touring


__ADS_3

Tiga hari kemudian, Marvel dan Kayla pagi ini bersiap ke sekolah tapi untuk berangkat touring. Kayla senang bisa ikut tapi juga kepikiran takut uang mereka habis. Kedua insan itu tengah berjalan tapi ada seseorang dari belakang membunyikan klakson sengaja.


Tin


Tin


"Waw, pasangan orang miskin ikut juga," celetuk Alvin sengaja menyindir pedas lalu  pergi meninggalkan Marvel dan Kayla.


Keduanya tak menghiraukan ucapan sampah, mereka kini kebal apa saja ucapan yang dilontarkan oleh Alvin dan teman yang lain.  Marvel dan Kayla di sekolah disambut para sahabat.


"Pagi sahabatku dan pangerannya," sapa Lala pada kedua insan itu


"Pagi," ucap kompak Marvel dan Kayla


"Bro, udah bawa barang lengkap kan," tanya Leo


"Udah dunk."


"Oke, ayo aku absen naik ke bus ya," seru Willi.


"Oke."


Satu persatu mereka masuk sesuai absen yang disebut oleh Willi, perwakilan dari kelas 3. Marvel dan Kayla duduk bersebelahan tak diacak karena pasti mereka akan marah jika dipisah apalagi status sudah menikah. Lala duduk sebelah Leo karena sesuai acak tempat duduk sedangkan Ega duduk dengan Revan. Willi dengan menyesal duduk dengan Alvin si biang kerok tapi menurutnya ini kesempatan mengerjai.


Setelah memastikan semua sudah masuk bus, Para guru memberi aba-aba agar berdoa sebelum melakukan perjalanan.


"Selamat pagi semua, semoga perjalanan ini selamat sampai tujuan, mari kita berdoa sesuai kepercayaan masing-masing, berdoa di mulai."


Setelah selesai berdoa, Bus pun mulai melaju satau persatu. Ada sekitar 6 bus rombongan sekolah ternama tersebut. Marvel dan Kayla memilih untuk tidur karena perjalanan cukup memakan waktu lama.


Sedangkan di tempat lain, Ben bertemu dengan para sahabat di kantornya. Ini adalah pertemuan mereka kembali. Dan seseorang yang sedari tadi kedatangannya ditunggu akhirnya muncul.


"Pagi semua," sapa Ferry di ujung pintu ruangan Ben dengan senyum khasnya sambil salah satu tangannya di masukkan di kantong celana. Pria paruh baya itu nampak lebih bahagia dari raut muka. Ben, Rio dan Axel dan Rudi  pun menyapa.


"Waw, apa kabar duda tampan kita," sapa ketiganya


"Sialan kalian. Eh bentar lagi aku nggak duda tahu," Ferry tak terima dan duduk di sebelah Ben


"Eh siapa yang nyuruh kau duduk."


"Kau itu udah tua masih aja pelit bos."


Seketika Ben tertawa melihat besannya sekaligus sahabatnya terlihat kesal.


"Hahahhaha, lihatlah kawan kau masih saja suka merajuk. Udah mending kita bahas lain."


Ketiganya pun mulai mengobrol hangat mengingat masa-masa dulu dan yang paling seru sekarang ini Ben dan Ferry menjadi besan sungguh tak disangka.


.....


Rombongan bus sekolah Marvel berhenti sejenak mengisi bensin, Marvel yang kebelet kencing dengan cepat turun.


"Sayang, aku ke toilet dulu."


"Iya."


Tiba-tiba, bus mulai melaju dan Kayla ingat suaminya.


"Pak, stop! ada yang masih di toilet," teriak Kayla cemas Marvel ketinggalan.

__ADS_1


"Oke nona."


Kayla lega suaminya tak jadi ditinggal dan benar saja Marvel muncul dengan terburu-buru dan duduk disebelah Kayla.


"Apa ada yang masih dibawah lagi," seru Sopir bus.


Willi pun berdiri memastikan bangku duduk terisi semua setelahnya ia berseru pada Sopir.


"Sudah semua, pak."


"Baiklah, terimakasih semua."


Bus melaju sedang dan 3 jam kemudian akhirnya mereka sampai di kota Yogya. Semua berseru melihat pantai dan hutan yang mereka lewati. Dan akhirnya bus berhenti di sebuah penginapan elit dekat kunjungan wisata.  Semua keluar dari bus satu perrsatu.


"Waw, seger dan asri banget," sorak Lala girang


"Iya La, rasanya seneng dan damai disini," Ega menimpalinya


"Indah bangat ya, Vel," Kayla antusias


"Iya sayang. Eh kalian foto dunk di situ buat kenang-kenangan," ucap Marvel semangat


"Oke-oke, boleh juga."


Marvel, Kayla dan para sahabat mulai berswafoto. Alvin dan Viona melihat kesal dan pergi meninggalkan mereka.


"Norak banget sih," batin Viona


Tak lama, para guru memberi aba-aba kembali.


"Nah anak-anak kita sudah sampai di kota Yogya. Semoga study tour ini lancara. Sekarang barang-barang kalian  bisa di taruh ke dalam kamar. Dan ini kunci kalian," ucap Guru itu sambil menyerahkan kunci pada  para muridnya


Marvelyang semula dengan Willi satu kamar akhirnya menukar dengan Kayla diam-diam. Willi tahu tak bisa dipisah akhirnya mengiyakan.


"Thanks."


Marvel celingukan melihat situasi lalu menggandeng istrinya masuk ke dalam kamar hotelnya.  Mereka tak tahu saja ada yang sedari tadi ingin tahu apa yang mereka lakukan.


"Mereka satu kamar, oh my god," ucap seseorang melongo sambil menutup mulutnya.


Gadis cantik itu pergi kembali ke kamarnya, sedangkan Marvel tengah bermanja ria dengan istrinya.


"Sayang, sini."


Kayla mengeriyitkan dahi bingung dan duduk dekat Marvel.


"Apa Vel."


"Aku bahagia, ini seperti honeymoon ya."


"Honeymoon. mendengar kata itu aku merinding Marvel."


"Kalau gitu aku buat kau merinding bagaimana."


"Apaan sih, Vel."


"Sayang, please."


"Nanti aku pikirkan lagi," ucap Kayla lalu pergi dari kamar menemui sahabatnya.

__ADS_1


Marvel mendengus namun apa boleh buat ketakutan istrinya memang benar adanya, jika mereka melakukan pasti disangka hamil duluan.


Di kamar Ega dan Lala.


"Hei," sapa Kayla didepan pintu kamar mereka


"Kayla. Ayo masuk."


"Iya thanks."


Mereka pun duduk di tepi ranjang sambil menonton tv.


"Kay, mana Marvel. Kau tinggal sendiri  nanti ada nyulik gimana?"


"Paling yang nyulik sahabatnya," jawab Kayla santai


"Tahu sih, kalau cewek lain."


Kayla pun matanya melotot menatap Lala membuat nyalinya menciut.


"Kau itu kalau sudah berhubungan dengan suamimu, wajahmu terlihat seperti ingin memakan manusia mentah-mentah Ya."


"Oya dunk, kita harus waspada."


"Ciye udah bucin. Oh ya kalian udah melakukan itu kan. Gimana udah kan?" tanya Lala antusias


"Dasar kepo banget kau."


"Iya Kay, masak kalian belum," tanya Ega


"Ih kalian ini ya, kepo banget deh. Mending ambil makanan itu aku laper."


"Eh jangan ini persediaan nanti malam. Gimana kalau kita keluar aja."


"Tapi jalan aja ya, aku ngirit nih," Kayla


"Boleh, tenang aja aku traktir gimana," ucap Lala


"Wah tumben, habis dapet lotre nih," ejek Ega


"Arisan."


"Dasar calon emak-emak. Hahahahaha."


"Biarin, tapi menghasilkan."


"Ya-ya. Ya sudah ayo buruan ngomong mulu."


Ketiga gadis cantik itu turun dan keluar dari hotel jalan-jalan. Namun sessat perjalanan mereka terhenti karena melihat sosok tampan itu tengah bersama wanita lain. Dia adalah Marvel suami Kayla. Kayla menatap mereka dari kejauhan membuatkannya yang dilakukan. Dengan isengnya ia menelpon suami dan ternyata diangkat.


"Halo assalamualaikum sayang. kau dimana?"


tanya Marvel pada Kayla


"Waalaikumsalam. Aku lagi jalan. Kamu masih di kamar?"


"Aku udah dijalan tadi mau beli bubur buat kamu, eh malah dapet musibah. Tadi ada cewek kebetulan lewat dekatku dan tiba-tiba ada  motor  menyerempetnya. Maafkan aku sayang, aku masih bantu dia mau  membawanya ke klinik. Nanti aku telpon lagi ya."


"Baiklah hati-hati."

__ADS_1


Kayla tersenyum puas mendengar penjelasan dari Alden karena kejujurannya.


"Aku bahagia kau berubah, Vel."


__ADS_2