Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Serasi


__ADS_3

Sudah tiga hari ini, Marvel dan Kayla berada di kampung. Hari ini Kayla ingin makan rujak bersama, perempuan cantik itu malah hobi makan semenjak mualnya hilang. Kayla beranjak dari ranjang pelan-pelan agar suaminya tak terbangun. Setelah membersihkan diri  Kayla menuju dapur mencai Nenek.


"Nek, lagi apa?" tanya Kayla  sambil melihat apa yang di kerjakan Liana


"Kayla udah bangun nak, ini Nenek lagi buat ikan  bumbu rujak. Enak lo kau harus coba."


"Boleh Nek, kayaknya enak. Oh ya nanti kita buat rujak yuk Nek, mumpung Kayla udah nggak mual."


"Boleh, nanti kita belanja bahan ke pasar."


"Ah siap Nek. Oh ya nanti ngajak tetangga sekalian Nek, pasti  rame."


"Iya sayang."


Di kamar, Marvel meraba sebelahnya namun tak ada penghuninya sontak ia bangun dan melihat jam dinding. Ia turun ranjang lalu membersihkan diri. Setelah 15 menit si tampan Marvel sudah wangi, aura ke tampanan dan aura ke bapakan terpancar.


"Perfect," Marvel percaya diri menatap cermin di depannya


Marvel keluar  kamar dan mencari istri tercintanya terdengar samar suara istrinya sedang bergurau di dapur. Dan sampai di dapur benar saja istrinya tengah belajar mengulek  cabe.


"Haahaha  ini lucu, Nenek."


"Apanya yang lucu sayang," celetuk seseorang dari belakang. Kayla menoleh ternyata suami


"Eh Vel, ini aku belajar ulek sambel Vel. Aku baru tahu cobek kayak gini."


"Percaya deh tuan putri."


"Apaan sih, Papa Mama yang nggak bolehin aku belajar masak dulu, Vel."


"Ya sayang, udah nggak usah ngegas. Sekarang udah bisa ngulek nya sayang."


"Bisa tapi masih kasar. Eh ya habis ini, aku ke pasar ya sama Nenek."


"Tapi aku ikut."


"Iya."


"Ayo Kay, Nenek udah selesai. Kita ke pasar sekarang."


"Iya Nenek."


Marvel kembali ke kamar mengambil hoodie hitam milik nya dan juga sebuah jaket untuk snag istri.


"sayang, pakailah " menyerahkan Jaket


"Makasih Vel."


Nenek Liana mengulas senyum melihat cucu nya harmonis seperti Ben da Bebi.


"Kalian memang pasangan serasi," batin Liana


Marvel membantu memakaiakan jaket lalu mereka mula keluar rumah menuju jalan ke pasar.


Saat berjalan Kayla bahagia merasakan udara sejuk pagi ini.


"Huh, alhamdulillah masih bisa bernafas dan menghirup udara sejuk, Tuhan," batin Kayla


Saat melewati segerombolan pemuda di balai RW ada salah satu pemuda yang menatap Yasmine tanpa bekedip. Marvel melihatnya, sontak ia ingin menghajar lelaki tersebut.


"Bisa nggak tuh mata di jaga," bentak Marvel

__ADS_1


"Eh santai, kau siapa berani menantangku."


"Tak perlu tahu, yang perlu kau tahu aku adalah suami gadis itu."


"Haahahaha, halu ya kau."


"Ya sudah kalau tak percaya," ucapnya berlalu tapi sesorang mendekat ingin menghajar Marvel


Namun tangan itu di cegah oleh Kayla hingga di pelintir ke belakang.


"Aw, siapa  ini."


"Aku."


Pemuda itu menoleh dan ia terkejut saat tahu cewek incarannya memiliki kekuatan lebih.


"Ampun nona, lepaskan aku."


"Cih, dasar pengecut. Lain kali jangan banyak omong," sergah Kayla lalu melepaskan.


Kayla mengajak Nenek dan  suami kembali berjalan menuju pasar. Setelah 20 menit berbelanja,  mereka kembai ke rumah. Di rumah, Kayla dan suami membantu kupas buah, setelahnya Marvel mulai menghaluskan.


"Vel, Kay Kalian lagi apa," tanya Nenek


"Ini Nek, kupas buah. Tenang Nek, bumbu udah jadi."


"Keren kau, Vel."


"Iya dunk Nek, calon Daddy."


"Dasar mantan playboy."


"Ini Nek, udah selesai semua, kita bawa ke depan."


Ketiganya membawa secobek besar menuju halaman rumah, Marvell menggelar tikar Kayla dan Nenek mulai menaruh rujak dan minuman.


"Udah semua kan, bentar Nenek panggil yang lain."


"Siap Nek."


Tak sampai 10 menit, para tetangga berdatangan ada sekitar 5 orang, serta membawa anak mereka. Marvel dan Kayla saling pandang terkejut ada banyak orang.


"Halo, nona Kayla dan tuan muda Marvel," sapa tetangga


"Hai Ibu, maaf ya mengganggu waktunya."


"Nggak apa nona Kayla, kita malah seneng diundang. Oh ya katanya lagi isi ya."


"Iya Bu."


"Kita doakan lanncar sampek melahirkan ya."


"Amien, makasih doanya Ibu-ibu."


"Udah-udah ayo duduk. Kita makan ya, rujaknya," ajak Liana


"Serbu," sorak anak-anak


Marvel dan Kayla seketika tertawa, selain makna ujak Marvel juga mengajak menyanyi bersama, Kayla baru tau jika Marvel multitalent makanya pata cewek pada klepek-klepek padanya.


"Aku beruntung jadi istrimu, Vel," batin Kayla  bahagia

__ADS_1


Waktu tak terasa sudah menjelang 12 siang, semua berangsur berpamitan. Mereka hari ini senang karena bisa berkumpul dan bernyanyi bersama  menghilangkan penat sungguh jarang-jarang hal ini terjadi.


"Makasih nona Kayla dan tuan muda Marvel."


"Maaf Bu, lain kali panggil nama aja biar terdengar akrab aja."


"Oh ya Kayla."


"Makasih kak Kayla dan kak Marvel," ucap  anak-anak


"Sama-sama sayang, oh ya ini untuk kalian di sekolah ya. Belajar yang pinter, ok," ucap Kayla sambil membagikan uang 100 ribuan.


"Terimakasih Kak."


"Sama-sama."


"Makasih Kayla dan Marvel, kami permisi pulang dulu. Assalamualaikum."


"Sama-sama. Hati-hati, waalaikumsalam."


Kayla dan Marvel membereskan semua dan mereka bersiap untuk istirahat.


Di kediaman Ben, Ferry dan Sinta sedang berkunjung mereka juga memberitahu rencana baik.


"Ben, aku dan Sinta akan melangsungkan pernikahan bulan depan."


"Apa kalian sudah memikirkan marang-matang tentang rencana ini."


Ferry dan Kayla saling pandang dan menggenggam erat.


"Kita sudah yakin, Ben. Doakan langgeng."


"Iya doaku menyertaimu, kawan. Oh ya kalian udah tau kalau Marvel dan Kayla ke rumah orangtua angkat  Bebi."


"Belum, mereka honeymoonkah."


"Bukan, Kayla pengen berkunjung kesana besok udah balik. Kau kesanalah esok."


"Apa Kayla menyetujuinya ya, Ben."


"Pasti Fer, dia anak baik pasti dia mengerti kamu. Udah sekarang siapkan mental aja," ucapnya cekikikan


"Sialan lo."


Keempat orang dewasa itu berbincang hangat dan saling mensupport, Ben bahagia sampai sekarang persahabatan mereka tak luntur meski diusia yang sudah menginjak 40an.


Esoknya, pagi sekali Marvel dan Kayla bersiap kembali ke kota. Kakek Nenek membawakan mereka oleh-oleh.


"Makasih Nenek, Kakek. Udah ngijinin kita disini. Maafin Kayla jika merepotkan."


"Tidak sayang, Nenek dan Kakek bahagia kalian di sini."


"Oh ya Vel, soal tempo dulu tentang cerita masa lalu orangtuamu,  Kayla hanya korban keegoisan orang tua jadi jangan pernah salahkan istrimu, ia tak mengerty apa-apa. Itu memang sebuah kesalahan namun mereka kini sudah saling mengerti."


"Makasih Nek, penjelasanya. Marvel paham."


Akhirnya semua clear atas penjelasan Liana dan Adi. Marvel dan Kayla masuk mobil meluncur ke kota.


"Sayang, tidurlah. Masih panjang perjalanannya."


Kayla mengangguk dan menuruti perkataan suami.

__ADS_1


Marvel menyadari bahwasanya ia salah,  ia akan menebus kesalahannya dengan berusaha tak membuat air mata jatuh dipipi istrinya.


"I love you, Kayla," batin Marvel sambil mengelus kepala istrinya yang sudah terlelap tidur


__ADS_2