
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore, Brian masih di kantor, ia tersenyum melihat wajah istrinya terlihat tenang dalam mimpinya di ruang pribadi . Ia mencoba membangunkan istrinya pelan-pelan
"Sayang, bangunlah. Udah sore," ucap Brian lembut
Ayu menggeliat lalu membuka mata dan melihat senyum tampan suaminya tepat dihadapannya.
"Apa kau mulai mengagumi ketampanan suamimu, sayang," goda Brian
Ayunda sektika menutup mukanya karena kepergok menatp suaminya
"Udah nggak sah malu, ini semua milikmu. Sekarang ayo cuci muka."
"Emang jam berapa?" tanya Ayu beranjak dari ranjang
"Udah jam 4, sayang."
"Hah, aku lama banget tidurnya."
"Udah nggak apa. Ayo buruan aku mau ajak kamu ke suatu tempat."
"Baiklah."
Tak lama wanita cantik itu sudah kembali rapi dan menawan, ia lalu keluar dari ruangan bersama Brian menggandeng lengannya. Saat masuk lift mereka tak sengaja barengan dengan Wisnu. Brian yang jahil mengeluarkan celetukannya menyindir
"Sayang, kau tahu yang jahil sama bosnya akan segera ku habisi," ucap Brian menahan tawa, Ayu melihat ekspresi Wisnu ikutan menahan tawa
"Iseng banget," batin Ayu
Tak lama lift sudah terbuka
"Saya duluan bos," Wisnu tersenyum kikuk.
"Oke."
Kedua sejoli itu berjalan di loby menjadi pusat perhatian karena mereka sangat serasi. Banyak mata memandang kagum ke arah mereka, Ayu dan Brian membalas senyuman.
Kini, mobil mewah Brian melesat menuju suatu tempat. Selang beberapa menit, mereka sudah sampai di depan butik langganan keluarga Baratawijaya.
"Kenapa kesini, Dad?" tanya Ayu bingung
"Udah nanti juga tahu."
Brian turun membukakan pintu istrinya lalu masuk ke dalam butik. Dan seorang karyawan butik menyapa mereka
"Selamat sore, tuan Brian, nona."
"Sore mbak. Ambilkan satu gaun terbaik di sini."
"Baik tuan."
Karyawan itu dengan cepat mengambilkan gaun sedangkan Ayu
"Kau itu pemborosan, Dad. Gaunku masih banyak."
"Udah simpen saja sayang."
"Cih, dasar orang kaya."
"Jangan mengumpat suamimu sayang."
"Bukan mengumpat ngomong beneran ini."
Tak lama karyawan sudah membawakan satu gaun sungguh cantik, Brian menyuruh istrinya segera mencoba
"Ayo sayang."
Dengan malasnya Ayu mencoba gaun pilihan suami. Dan saat ia menatap cermin, sungguh tak di sangka gaun itu benar cantik.
__ADS_1
Ayu keluar, tersenyum menunjukkan pada suami
"Sekarang, lihatlah Dad."
"Waw, amazing. Kan aku udah bilang kau cocok sayang."
"Iya - iya maaf. Makasih Dad."
Brian mengulas senyuman dan ssgera membayar gaun pilihan Ayu. Mereka akhirnya pulang setelah mendapatkan apa yang dimau.
Di tempat lain, Vera tengah bersiap untuk acara pernikahan Johan. Ia akan membuat semua orang terpana melihatnya. Vera berharap bisa mendapatkan Brian apapun caranya.
Tiba-tiba, Vera ingat penculikan itu, seketika ia lemas takut anak genius melaporkan kejadian tersebut dan tahu siapa dalangnya.
"Tapi sampai saat ini tak ada laporan. Berarti aku aman," ucapnya senyum penuh arti
Di sisi lain, Brian dan Ayu baru saja tiba di kediaman. Mereka segera masuk kamar dan membersihkan diri. Tiba-tiba saat Brian mandi ponselnya berdering, Ayu tak enak lalu memanggol suaminya.
"Dad, ponselmu berdering tuh."
"Angkat saja, sayang."
"Baiklah."
Ayu pun mengangkatnya
"Halo bisa dibantu?"
"Maaf nona, tuan Brian ada?"
"Ini dari siapa?"
"Saya mua nona, saya sudah di depan gerbang utama."
"Oh baiklah, tunggu sebentar."
Ayu berjalan kembali mengetuk pintu kamar mandi
"Dad, masih lamakah?"
"Taraaaa."
"Dasar menyebalkan. Kau di tunggu mua tuh udah di depan."
"Oh ya, suruh masuk aja sayang."
Ara menelpon securty depan memberitahukan untuk membuka gerbang karena ada mua yang ingin masuk.
Keduanya turun menemui mua yang Arga pesan.
"Selamat sore tuan, nona."
"Sore mbak langsung aja ya naik ke kamar istriku."
"Hah, jadi ini untukku, Dad,"tanya Ayu memastikan
"Betul sekali sayah, udah buruan nanti telat ke acara resepsinya."
Ayu mendengus kesal, sesungguhnya ia bisa makeup tanpa mua. Di kamar sekitar setengah jam, Ayu sudah di sulap menjadi putri kahyangan.
"Kau sungguh cantik, nona."
"Mbak, jangan cantik-cantik dunk nanti suami bisa berabe nggak di bolehin ikut."
"Loh kok nisa nona, seharusnya malah bangga."
"Itu kebalikannya mbak."
__ADS_1
"Tapi udah terlanjur non, kalau dihapus kita balik nol lagi dan memakan waktu lama."
Ayu memandang wajahnya yang di poles menjadi cantik ia kagum dengan kepandaiannya. Tapi takut juga si garang nya tuan. Wanita cantikitu di rias bagian kedua sisi wajahnya ada rambut sedikit di urai , lalau rambut di sanggul kecil dan di pasang mahkota kecil. Sungguh memukau apalagi gaunnya malam ini pas. Beberapa menit ada gedoran dafo pi tu kamar pintu membukanya ternyata suami.
Brian melongo melihat bidadari ia tak berkedip sama sakali membuat mua terkekeh. Ayu merasa dipandang segera membuyarkan lamunan suaminya
"Ehem."
Sontak Brian teraadar dan berusaha tenang
"Hai sayang, sudah siap," ucapnya membeikan lengan pada Ayu
Ayu tersenyum lalu menggandeng lengan suaminya. Brian bahagia menjadi bagian hidup seorang Ayu, ia tak pernah lepas dari pantau istrinya
Di bawah, Ayu dan Brian berpamitan pada kedua bocah tampan.
"Sayang, Daddy dan bunda ada pesta. Kalian mau ikut atau di rumah?"
"Kita di rumah aja Dad, masih ada PR," ucap Axel dan Ben
"Ya sudah, kalau ada apa-apa kabari Daddy."
"Siap Daddy."
"Calon adik hati-hati jangan rewel," ujar Ben mengelus pada perut rata Ayu
"Iya kak, bye assalamulaikum."
"Walaikumsalam."
Bruan dan Ayu diantar sopir pribadi mereka menuju gedung hotel bintang 5 ternama di kota ini. Saat samapi di sana, Ayu merangkul lengan Brian dan berjalan di red carpet masuk ke dalam acara.
Pasangan itu menarik perhatian para tamu, terlebih pada seseorang dari kejauhan yaitu Vera. Ia geram bisanya Brian bersama wanita miskin seperti Ayu.
Brian dan Ayu naik pelaminan memberi selamat pada asisten terbaik ya.
"Selamat my asisten, akhirnya gelar jomblo copot juga."
"Ini bos nggak tahu diri, thanks ucapannya."
"Selamat lagi ya, buat kalian."
"Terimakasih bu bos."
Ara dan Brian turun, tapi Ara berpamitan ingin ke toilet.
"Dad, aku ke toilet dulu ya."
"Aku temenin ya."
"Tak usah, kau tunggu di sini."
"Baiklah hati-hati sayang."
Ayu tersenyum melambaikan tangan dan berjalan menuju toilet, sesaat Ayu sudah selesai dan ia keluar tapi di depan pintu tiba-tiba ada kaki membuatnya akan terjatuh tapi dengan sigap tangan kekar menolong tubuh Ayu.
"Tangkap wanita itu," seru Brian
Brian sebelumnya sudah tak enak hati akhirnya ia mengikuti istrinya tanpa sepengetahuan dan benar saja ada yang berusaha mencelakainya.
"Dad, makasih. Sungguh aku tak tahu."
"Iya, lain kali kamu dengerin kata suami."
Ayu mengangguk, tak lama wanita itu sudah di tangkap, dan saat tahu pelakunya adalah Vera. Brian geram dan menyuruh para anak buah membawa wanita itu ke ruang bawah tanahnya.
"Dad," tanya Ayu pada suami ingin mengetahui apa yang akan terjadi
__ADS_1
Brian hanya tersenyum penuh arti menanggapi perkataan iatrinya.