Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Kehilangan fasilitas


__ADS_3

Marvel mengusap ujung bibirnya terlihat ada sedikit darah akibat pukulan dari Daddy. Marvel sungguh merasa bodoh menerka cerita itu sendiri. Ia akan mencari tahu sendiri siapa yang salah. Marvel masuk ruangan istrinya terlihat terbaring lemah, ia berjalan mendekat brankar.


"Maafkan aku sayang, karena keegoisanku kau begini."


Marvel yang merasa beberapa hari kurang tidur akibat memikirkan semua, ia pun tertidur juga dengan tangan masih menggenggam  tangan istrinya. Beberapa saat, Kayla terbangun dan ia melihat tangannya di genggam ia menoleh. Ia terkejut suaminya ada di sini menjaganya. 


Kayla bahagia meski dingin, ia merasa Marvel benar-benar mencintainya. Ia mengulas senyuman lalu mengelus kepala Marvel. Ia sungguh rindu kehangatan Marvel, meski ia tahu Marvel menyakitinya.


Kayla merasa suaminya seperti kelelahan hingga tak sadar sedari tadi. Kayla membiarkan suaminya tertidur pulas, sedangkan dia turun karena ingin ke kamar mandi.


Saat Kayla di toilet, Marvel bangun ia melihat di brankar tak ada istrinya. Sontak ia bangun dan membuka matanya lebar keluar dari ruangan berteriak.


"Suster, dokter," teriaknya


Suster mendengar teriakan Marvel segera menghampiri.


"Ada  apa tuan, apa yang bisa saya bantu."


"Suster, istri saya tak ada di ruangannya."


"Mari saya lihat dulu."


Saat masuk ruangan, suster dan Marvel terkejut penghuni cantik itu keluar dari kamar mandi. Marvel menghela nafas lega sedangkan Suster menahan senyum. Kayla menatap keduanya bingung.


"Ada apa suster, Vel?" tanya Kayla tersenyum


Tanpa menjawab, Marvel berjalan menghampiri istrinya dan memeluk.


"Aku kira kamu hilang."


"Hei, sejak kapan aku bisa menghilang. Emang aku jin, kau tahu walaupun kau marah aku masih setia di dekatmu," ucapnya menyindir Marvel


Suster melihat keduanya tengah berbicara intens, buru-buru ia berpamitan.


"Baik, saya rasa nona baik-baik saja. Saya permisi dulu."


"Terimakasih sus."


Setelah kepergian suster, Marvel mendudukkan Kayla. Ia menatap gadisnya penuh dengan penyesalan tapi di hati nya masih ada tanda tanya. Ia akan menemui kakeknya agar semua jelas.


"Maafkan aku Kay, aku tak bermaksud menyakitimu. Aku hanya bingung dengan semua. Aku akan perbarui semua dari awal," ucap Marvel sambil memegang tangan istrinya tulus.


Kayla menatap dalam suaminya ia tak melihat kebohongan akhirnya ia mengangguk dan disaat baru saja baikan  terdengar bunyi telepon Marvel. Di sana tertera nama Viana. Alden tak menghiraukannya namun Kayla tidak.


"Angkat aja, loudspeaker."


"Tapi."


"Udah angkat."


Dengan ijin istrinya ia mengangkat telepon dari temannya itu.


"Halo."


"Hai Vel, kau tak merindukanku?"


"Ngapain rindu kamu, siapa kamu?"


"Vel,  kau itu tak terimakasih sama aku. Aku yang nemenin kamu saat galau."


"Kau aja yang baper."


Telepon di tutup sepihak oleh Marvel karena ia muak mendengar celotehan tak bermutu.


"Kau apakan dia?" tanya Kayla menyelidik


"Aku tak apakan sayang, sumpah deh."


"Beneran?" menegaskan

__ADS_1


"Iya sayang, kau bisa tanya Willi atau temanku yang lain."


"Oke kali ini aku percaya."


"Kay, kalau aku nggak ada harta.  Apakah kamu masih mau denganku?" tanya Marvel ragu


"Maksudnya, Vel?"


"Iya, jika kita mulai dari nol, maukah?"


"Coba jelaskan yang bener Vel, jangan mutet-muter?" Kayla mulai sebal


"Gini, Daddy ku mencabut fasilitas yang aku pakai. Jadi aku tak punya apa-apa. apakah masih mau denganku?"


"Oke, siapa takut."


"Kamu beneran mau, Kay?"


"Iya Marv, udah deh aku terima kamu apa adanya."


"Ingat Vel, aku tak suka penghianatan," tambah Kayla


"Baik sayang, terimakasih kau sudah menerimaku."


"Iya, udah mending kamu kupasin buah apel."


"Baiklah."


Dua hari kemudian, Marvel dan Kayla menempati kos-kosan kecil. Mereka berdua begitu menikmati, Marvel menjaci kost tak jauh dari sekolah agar mudah di jangkau.  Pagi ini  Marvel masih tertidur pulas, sedangkan Kayla sudah menyiapkan sarapan. Ia pun membangunkan Marvel pelan-pelan.


"Vel, ayo bangun."


"Em, jam berapa sih?"


"Jam 6, tapi kan harus bangun dulu, biar kita nggak telat."


Cup


"Morning kiss."


"Dasar curi ciuman."


Marvel tersenyum melihat istrinya sebal karena tingkahnya. Marvel mulai mengerti arti kehidupan sesungguhnya. Ia akan mencari pekerjaan sepulang sekolah agar ia bisa bertahan hidup bersama istrinya.


Tak lama, Marvel sudah rapi dan juga Kayla . Mereka mulai makan pagi dan setelahnya berangkat jalan kaki. Marvel kadang takut kehilangan istrinya karena ia tak bisa membahagiakannya. Kayla melihat Marvek melamun ia pun menyadarkannya.


"Vel, kenapa?"


"Em, enggak sayang. Kamu nggak capek jalan kaki terus."


"Enggak  ini malah sehat, kalau nggak gini kapan lagi. Nikmatin aja Vel, aku seneng kok."


"Beneran sayang."


"Hem," ucapnya tersenyum


Saat asyik jalan menuju sekolah bergandengan tangan tiba-tiba.


Crat


Sebuah mobil mewah dengan sengaja, lewat jalan berlubang yang ada airnya akhir ya mereka kena cipratan air kotor tersebut.


"Hei, berhenti," teriak lantang Kayla


Marvel terkejut istrinya bisa menjadi menjelma bidadari dan seperti cowok tegas. Ia bangga punya istri seperti Kayla.  Dan sampai di sekolah, Viona mengejek mereka berdua.


"Huh, untung nggak jadi sama buaya buntung ini," sindir Viona pada Marvel


Marvel tak menghiraukan omongan Viona, ia melanjutkan berjalan menuju kelas  Kayl. Saat sampai para sahabat menyambut Kayla.

__ADS_1


"Sultan mah, bebas," celetuk canda Lala.


"Apaan sih kalian, dateng-dateng sultan."


"Itu sultan disebelahmu."


"Bukan sultan, tapi pangeran kodok aku," Ega mengedipkan mata pada


"Mau ku timpuk pakai ini, kamu La," ucap


Kayla  sambil  mengambil satu sepatu nya


"He ... becanda aja."


"Ya udah, aku balik dulu ya sayang. Belajar yang rajin, love you."


"Iya kamu juga, love you too."


Marvel kembali ke kelasnya saat jalan menuju kelasnya tiba-tiba, ada celetuk dari seseorang.


"Hei kalian denger, lya most wanted kita sekarang udah melarat, hahahahaha," ucap Viana


Alden tersenyum smirk tak peduli ucapan sampah seperti mereka, ia menyadari jika mereka memandang hanya harta saja. Marvel tahu mana yang tulus mana bukan, sejak ia di beri hukuman oleh Daddy nya.


Dan saat berjalan kembali, ada Alvin tengah menyindirnya.


"Ini kah playboy melarat kita, huahaaaa."


"Mending melarat daripada pecundang beraninya sama cewek," ucap Marvel berlalu sambil mengacungkan jempol ke bawah


Saat Alvin ingin menghampiri Marvel, ia ditahan oleh para sahabat Marvel siapa lagi kalau bukan Willi, Leo, Revan.


"Eits, mau kemana brengsek," cegah Willi


"Kalian nggak usah ikut campur," ucap Alvin mencoba berontak


"Kali ini  kita tak akan melepaskan kau."


"Bisa diem nggak kau," bentak Leo.


"Sialan ini tiga cecunguk," batin Alvin kesal gagal mengerjai Marvel


Sedangkan di kelas Marvel sudah bersantai ria, menunggu para sahabta kembali tanpa menunggu lama, tiga sekawan sudah kembali di  depan Alden.


"Tos dulu dunk," ucap Willi


"Thanks."


"Kita kan sahabat."


"Oh ya, bagaimana rasanya hidup tanpa fasilitas


bro," tanya willi


"Asyik juga dan menyenangkan."


"Kapan-kapan kita maen ke kost mu, boleh Al?" tanya Revan


"Boleh dunk."


Saat jam istirahat tertempel di mading sekolah jika akan ada tour wisata ke Yogyakarta.  Semua siswa diharap ikut semua karena juga sebagai study tour terakhir.  Lala melihat pengumuman berlari menuju kelas menyampaikan pengumuman pada kedua sahabatnya.


"Guys, denger ya ada tour wisata lo," ucap Lala semangat


"Apaan, emang mau kemana La?"


"Hayo kemana, kepo kan pada?"


"Huh, dasar nyebelin kau," ucap Yasmine dan Ega

__ADS_1


__ADS_2