Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya

Anak Geniusku Adalah Pewaris Kaya
Menangkap Jason


__ADS_3

Tepat pukul 7 pagi waktu New york, Jason menjalankan operasi kakinya yang lumpuh agar bisa sedia kala kembali. Kayla tak tahu Jason sebenarnya belum mati pada saat itu ia patah di kakinya dan membuat lumpuh. ia sengaja memberitahu semua jika ia mati.


Sedangkan Marvel dan Leo kini bersiap menuju bandara tujuan New york, Marvel sebelumnya sudah minta bantuan petugas kepolisian New york untuk mencegah kaburnya Jason.


"Halo, gimana situasi disana," tanya Marvel pada salah satu bodyguard.


"Masih aman, bos. Target masih menjalani operasi."


"Oke, jangan sampai lengah."


"Siap bos."


Marvel mengirim pesan pada istri  jika ia dan Leo sudah ada di pesawat menuju Newyork. Perjalanan lama membuat Marvel dan Leo untuk memejamkan sejenak agar otak juga bisa lebih fresh.


Beberapa jam kemudian, Marvel dan Leo akhirnya sampai. Kedua pria itu di jemput para bodyguard menuju apartement. Saat di apartement, Marvel dan Leo menghempaskan badannya di sofa.


"Huh, akhirnya. Rasanya rontok semua badanku."


"Sama, panggil terapis gimana?"


"No, selain istriku aku nggak mau," ucap Marvel ketus.


"Lagaknya, ya udah selamat ber capek ria," ucap Leo berlalu.


"Eh, mau kemana?"


"Ke kamar, telpon ayang beb."


"Hei, kamarmu sebelah kanan, aku kira. Awas  aja ketuker."


"Siap bos."


"Ribet amat," gerutunya.


"Jangan menggerutu!"


"Aih, kau kayak peramal aja, Vel."


Marvel tersenyum miring lalu, ia mengambil handphone menelpon bidadari tanpa sayapnya.


"Halo assalamualaikum kesayanganku."


"Waalaikumsalam, baru nyampek ya sayang."


"Iya sayang, aku merindukanmu."


"Baru beberapa jam."


"Tapi serasa berabad-abad. Gimana kandungan mu dan anak-anak?"


"Alhamdulillah sehat, besok rencana aku pengen ke panti asuhan ngajak Lala dan Ega."


"Iya hati-hati sayang. Jangan lupa makan sama vitaminnya ya, kapan kontrol lagi."


"Minggu depan , aku harap sama kamu."


"Aku usahakan secepat mungkin pulang."


"Iya kau juga jaga kesehatan, miss you beibeh."


"Miss you too, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


Kayla menyudahi teleponnya dan beralih ke kamar anak- anak.


Tok


Tok


"Nona."


"Mana anak-anak mbak?"


"Itu lagi menggambar, nona."


"Hei sayangnya Mommy."


"Hai juga Mommy. Mana Daddy, Mom."

__ADS_1


"Oh ya, Mommy lupa ngasihtahu kalau ada pekerjaan di luar sayang, Daddy. Jadi nggak bisa pulang mungkin minggu depan."


"Oh begitu, Mommy. Sha dan  Arthur pengen masuk sekolah."


"Oh ya, kenapa tiba-tiba pengen sekolah, sayang," ucap Kayla dan mengangkat badan Sha diatas pahanya agar duduk disitu.


"Kayaknya seru banget Mommy, aku lihat di internet pada punya banyak temen."


"Ya udah, nanti Mommy bicarain sama Daddy dulu ya."


"Siap Mommy."


"Ya udah sekarang kita makan dulu yuk."


"Ayo Mom."


"Mbak, juga ya."


"Siap nona."


Merekapun turun bersama, di ruang makan sudah terhidang makanan kesukaan Kayla, yaitu udang asam manis namun ia merasa mual saat memcium  wanginya.


Howek ... howek


Kayla berlari ke kamar mandi dan diikuti Rara. Rara mencoba membantu dengan memijat tengkuk Kayla.


"Masih mual kah, nona," tanya Rara tak tega sampek wajahnya pucat.


"Huh, mbak ambil wedang jahe aja ya."


"Baik nona, tunggu sebentar."


Sesaat, Rara membawakan wedang jahe dan segera diminum oleh Kayla.


"Alhamdulillah mendingan Ra, udah kamu sama Riri dan anak-anak makan dulu."


"Nona bagaimana?"


"Aku nanti aja masih mual sama asam  manis  udang, kamu bilang sama maid ya buat mereka aja. Aku mual."


"Baik nona."


Rara pergi meninggalkan Kayla yang masih di toilet. Rara mengambil asam manis udang dan ditaruh di dapur.


"Eh iya mbak, soalnya nona mual."


"Hah, apa jangan-jangan nona hamil ya."


"Mungkin, bisa jadi. Karena dari kemarin minta aneh-aneh, aku nggak enak juga tanya."


Tiba-tiba ada celetukan dari belakang mereka.


"Emang aku hamil mbak, udah makan aja itu. Aku mual, ada mangga muda nggak."


"Hee maaf nona, nggak ada. Gimana saya minta pada tetangga."


"Tapi ini udah malem mbak."


"Iya juga ya, besok pagi masih pengen nggak ya, nona."


"Tahu, udahlah. Aku delivery aja, kali ada."


"Iya nona."


Tak lama, pesenan Kayla datang, dan ia yang membuka pintu.


"Malam pesenan atas nama nona Kayla."


"Iya saya, mas."


"Anda nona Kayla."


"Iya mas. Ada apa?"


"Maaf nona boleh saya minta foto, kebetulan istri saya nyidam pengen ketemu nona. Dan alhamdulillah ternyata pas banget  anda."


"Oh ya berapa bulan ,mas. Boleh kalau mau foto."


"Baru 3 bulan, nona."

__ADS_1


"Semoga lancar sampek persalinan ya mas."


"Amien."


Mereka pun mulai berswafoto bersmaa hingga dua kali.


1


2


3


"Terimakasih nona."


"Sama-sama."


Kurir itu bahagia bisa mendapat foto Kayla yang jarang sekali di dapat. Dari ujung ruang makan, para maid melihat adegan kurir dan nona nya sungguh mereka kagum karena  nona Kayla tak  malu dengan orang biasa.


Kurir berpamitan dengan hati senangnya tak lama, ia mengupload fotonya dengan Kayla menikmati sambel mangga muda dengan ikan asin. Semua melongo apa yang dimakan nonanya yang tak biasa.


"Selera nona jadi kayak saya, hee..." salah satu maid terkekeh.


"Iya, non Kayla emang the best pokoknya."


"Udah-udah ayo sana, nanti nona marah kita ghibah nggak selesai-selesai."


Setelah selesai makan, Kayla segera naik ke  kamar anak-anaknya.


"Hai boy, girl."


"Mommy, Mommy tadi kenapa kok nggak bareng makannya."


"Tadi Mommy mual. Kalian nggak boleh tidur malam-malam ya."


"Oh ya Mommy. Jangan lupa di tanyain sama Daddy."


"Iya sayang."


Kayla mengecup kening Arthur dan Sha, lalu keuar dari kamar. Kayla merasa lelah  segera merebahkan diri di sofa kamar.


"Huh, kalau kenyang mesti bawaannya pengen tidur aja," ucap Kayla sambil mengelus perut ratanya.


Hoamm


"Marvel lagi apa ya, kok nggak ada kabar. Coba telpon kali aja diangkat."


Kayla menelpon suaminya namun tak juga diangkat hingga panggilan 3 kali. Ia memutuskan ke kamar mandi karena merasa sudah mengantuk lagi pula besok ia akan  ke panti asuhan.


Sedangkan di Newyork, Marvel tengah mengawasi Jason yang terlihat berjalan sendiri menuju suatu tempat. Dan tanpa menunda lama, Marvel mendekap nya dari belakang.


"Brengsek, lepasin!"


"Aku takkan melepaskanmu sialan, turuti perintahku atau perutmu tertusuk belati ini," ucap Marvel sambil menodongkan belati tajamnya ke arah perut Jason. Jason tak kurang akal ia menarik tangan Marvel lalu membantingnya, dan mereka  akhirnya saling serang, Marvel yang gemas pun menembakkan timah panas pada kaki Jason.


Dor


Dor


"Aw, brengsek!"


"Hahahhhaha, segitu aja kemampuanmu, hah."


Alden menelpon petugas kepolisian setempat dan tak lama mereka berdatangan dan memborgol Jason.


"Itu belum setimpal dengan apa yang kau lakukan pada istriku."


"Terimakasih tuan Marvel atas kerjasamanya."


"Sama-sama pak."


Petugas membawa Jason,  dan Marvel kembali ke apartement. Sesampainya di sana ia menghempaskan badan merasakan sekujur tubuh kaku.  Dan Leo terlihat turun menghampirinya.


"Vel, daritadi handphone mu bunyi lo, jangan-jangan  istrimu."


"Oh my god, lupa aku membawanya gara-gara tikus sialan."


"Gimana udah kelar?"


"Udah, esok kita balik."

__ADS_1


"Yes. YUhuuu," sorak Leo kegirangan.


"Dasar sinting."


__ADS_2