
Marvel berkali-kali mengutuk dirinya karena lalai menjaga istrinya apalagi ada calon anak di perut istrinya.
Kini, kesabarannya mulai habis, Ia akan melakukan apapun dan melenyapkan seseorang berani mengusik kehidupannya. Marvel bersiap menemui orang yang buat istrinya kesakitan, sejenak ia mencium kening istri yang sedang istirahat dan berlalu.
"Kalian ikut aku, yang lain jaga istriku. Awas saja lalai sedikit kalian taruhannya," ucap tegas Marvel
"Baik tuan muda."
Marvel menyambar hoodie hitam dan kacamata hitamnya kini, pemuda tampan itu meluncur ke ruang bawah tanah tempat Daddy mengurung para penghianat. Tak sampai lama, Marvel beserta anak buah sudah berada di lokasi. Marvel berlari menuju ruang bawah tanah, ia sudah tak sabar menghajar orang itu dengan tangannya. Saat ia sudah di ruang bawah tanah, wanita yang menyamar suster sudah tak berdaya dengan tangan terikat di atas tempat duduk. Marvel menatap tajam seakan ingin memakannya hidup-hidup. Para bodyguard menyeringai dan tersenyum melihat wajah kemarahan tuannya yang terlihat menyeramkan seperti Ben.
Marvel mendekat dan menarik dagu wanita itu.
"Aw," ringisnya
"Siapa yang menyuruhmu, bodoh."
"Aku takkan buka mulut meski aku mati."
"Oh ya, kau dibayar berapa oleh mereka, hah, jawab," bentak Marvel sambil menarik kuat dagu wanita itu
"A-aku takkan bicara apapun itu," ucapnya lirih
"Oke, kalau tetap bungkam, mari kita lihat apa yang akan terjadi jika kau masih tak mau bicara."
Prok
Prok
Ibu dan adik wanita itu muncul di bawa oleh bodyguard, wanita itu terkejut mereka mengetahui tentangnya.
"Brengsek kau," bentak wanita itu
"Hahahahahaha, brengsek mana aku atau kau, bodoh. Kau beraninya dengan wanita, oke aku akan menunjukkan sesuatu padamu."
Nampak muncul bodyguard wanita yang siap menerkam lawannya dengan gerakan cepat ia mengambil alih adik wanita itu dan sekarang sudah berada di dekapnya dengan menodongkan pisau di bahunya.
"Sialan kau."
"Jadi mau bicara atau tidak."
Wanita itu nampak berfikir, Alden menggeleng kepela pelan lalu menghitung mundur.
3
2
1
"Jangan," seru wanita itu ketakutan.
"Baiklah aku katakan, tapi tolong jangan diapain keluargaku."
"Oke, ayo katakan."
"Dia Marsella. Dia ingin membunuh istri beserta calon anakmu."
Marvel tersenyum miring dan akhirnya pergi dari hadapan wanita itu. Marvel mengemudikan mobilnya diikuti para bodyguard menuju rumahsakit. Dan sampai di sana ia terkejut mendapati para sahabatnya sudah berkumpul.
"Kalian, kapan datang," tanya Marvel dan beralih menghampiri istri dan mencium keningnya.
__ADS_1
"Setengah jam yang lalu," ucap Willi
"Kak, bentar lagi Daddy dan Mami kesini," tutur Dira pada Marvel
"Oke, kakak cuci muka dulu."
Willi melihat ada sesuatu yang disimpan sepupunya ia berinisiatif menanyai setelah ini. Sesaat, Marvel sudah nampak segar kembali, ia duduk di sebelah brankar istrinya.
"Vel, ada masalah ya,"tanya Willi
Marvel mengangguk dan berkata, "Dan kalian tau pelakunya siapa?"
"Siapa Vel," tanya Leo penasaran
"Sella."
"Sialan, tuh cewek."
"Tenang aku ada bukti buat menjebloskan nya ke penjara."
"Keren itu Ve, aku bangga padamu."
"Iya dunk, demi istri dan calon anakku."
Saat asyik berbincang terdengar ketukan dari pintu, Dira beranjak dan membukanya ternyata orangtua yang datang.
"Siang Om, Tante," sapa semua sahabat Marvel dan Kayla
"Siang, kompak amat. Oh ya Vel, Daddy mau bicara berdua denganmu di luar ya. Kalian jaga Kayla."
"Siap Dad."
"Coba ceritakan, Vel."
"Pasti pimpinan bodyguard Daddy yang bicara bukan."
"Kau tau, ngapain nanya. Udah buruan cerita."
"Jadi saat Marvel keluar beli es krim buat Kayla, tiba-tiba ada penyerangan yang di lakukan oleh seseorang yang menyamar suster. Kayla tak memanggil bodygurad di luar tapi mereka mendengar sendiri keributan pun masuk, Dad."
"Jadi Kayla yang melawan penyusup itu."
"Iya Dad," ucap lirih takut di semprot Daddy nya.
"Hebat sekali istrimu, sama persis Mami."
"Hah, maksud Daddy, Mami juga jago bela diri."
"Iya begitulah. Apa kau lupa?" tanya Ben menatap putranya nampak berfikir
"He ... agak lupa Dad, kan kejadian itu lama banget saat Marvel masih kecil."
"Oh ya, keadaan Kayla bagaimana?"
"Udah mendingan Dad, ia lupa kalau lagi mengandung makanya nyerang balik tadi."
"Ya wajarlah, itu reflek. Apalagi dia jago, ayo kembali."
"Tunggu Dad," ucap Marvel menahan Daddy kembali
__ADS_1
"Apalagi Vel."
"Duduk dulu Dad."
"Udah, ayo ngomong."
"Marvel minta tolong, biarkan Viona dan Alvin tetap sekolah, Dad."
"Kamu takut banget ya, sekolah tak adil buat mereka."
"Iya tentu Dad, karena Marvel dan Kayla pun sama dengan mereka."
"Kau tak usah khawatir Vel. Udah Daddy urus semua," memeluk Ben erat
"Kau itu kayak anak kecil bentar lagi gelarnya berubah loh."
"Biarin, mumpung belum jadi hot Daddy."
"Kau ini. Udah, ayo balik."
Di tempat lain, Sella kesal rencananya gagal untuk membunuh Kayla.
"Brengsek, kalau Ka tak bisa mati. Lihat saja, aku akan buat dia sengsara bersama teman-temannya yang lebay itu."
Sella berniat menghancurkan Alden pelan-pelan karena membuatnya sakit hati. Tak lama, ada telpon dari seseorang.
"Halo."
"Halo nona, saya mau menyampaikan bahwa kita berhasil mendapat foto nya."
"Good, aku transfer uangnya."
"Makasih bos."
Sella menutup telponnya sudah tak sabar menunggu esok hari. Ia ta tahu saja sebuah musiba akan menimpanya.
Keesokan harinya, di sekolah sudah ramai para siswa mendatangi mading sekolah. Disitu terpampang foto pernikahan Alvin dan Viona tersebar. Mereka pun berdemo di depan, seru para siswa.
Salah satu menegur mereka tapi tak dihiraukan, akhirya menelpon kepaa sekola memberitahukan semua ini. Tak sampai setengah jam, berita cepat menyebar di chat group, Alvin dan Viona melihatnya. Viona yang baru tiba di sekolah bersama Alvin, kesal dan berjalan mencopoti foto-fotonya di mading. Dari arah berlawanan datanglah biang kerok selama ini.
"Waw-waw. Keren sekali kompak nih ya. Pengantin baru udah brea ronde nih," celetuk pedas Sella sambil tersenyum miring.
"Brengsek, kau Sel."
"Sayang, tenang," ucap Alvin menenangkan
"Hahahahaha, kalian so sweet banget. Baru beberapa hari aja udah deket kalian. Hei temen-temen lihat nih pasangan mesum ini. Tahu nggak Viona hamil duluan lo," seru Sella.
Viona yang tak tahan akhirnya menarik dan menjambak rambut Sella, mereka pun terjadi perkelahian. Alvin mencoba melerai keduanya tapi kewalahan tenaga keduanya kayak samson. Untung saja para saat datang tepat waktu dan melerai keduanya.
"Stop! kalian kayak anak kecil aja," Leo menghentikan keduanya.
Beberapa saat kepala sekolah datang menghampiri mereka.
"Kalian berdua masuk."
Alvin juga mengikuti keduanya masuk ruangan kepala sekolah. Disana sudah ada orangtua Alvin dan Marvel.
"Papa, Om."
__ADS_1